Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Hengkangnya Ford dan Preferensi Kendaraan Masyarakat Indonesia

*disclaimer: Tulisan ini semata IMSO (In my Sotoy Opinion). Menerima masukan selebar-lebarnya terutama dari Ford user.


Dalam pekan terakhir ini, kita dikagetkan oleh berita pernyataan resmi akan hengkangnya Ford dari Indonesia. Kalau Chevrolet hanya menutup pabriknya di Bekasi, Ford menutup dealership, serta menghentikan penjualan dan impor resmi. Hal ini disinyalir karena market share Ford di Indonesia menurun. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Jepang. Penutupan di Jepang diakibatkan kalah bersaing dengan produsen mobil lokal seperti Toyota, Honda dan Nisan serta berkurangnya kebutuhan mobil oleh masyarakat Jepang. Penutupan di Indonesia juga karena Ford tidak memiliki pabrik produksi seperti merk mobil lainnya.

Living Abroad (?)

Ada 2 hal yang ingin saya alami sampai detik ini. Entah kapan pun itu terwujud. Sesuatu yang diinginkan tetapi tidak obsesif untuk didapatkan. Hanya bergantung pada jalur takdir, qadha dan qadhar dari Allah. Yang pertama adalah melanjutkan studi doktoral ke luar negeri. Yang kedua adalah tinggal di luar negeri bersama suami dan anak-(anak). 2 hal ini saling bertautan tetapi tetap memiliki sifat independensi dan bisa saja tidak bergantungan. Jadi, mari saya bahas dua-duanya menjadi satu pokok tulisan. Dua menjadi satu.

Kalau Aku Bekerja maka Anakku...

Sejak Hasan lahir hingga hari ini hingga berusia 5 bulan, saya masih berstatus menjabat stay-at-home mom. But I was a "santai" working woman. Kalau ditanya pengen kerja ga dalam waktu dekat ini sih, jawabannya enggak. Nanti ga bisa bikin kurikulum bayi lagi. Hahaha. Tapi kadang-kadang sering berandai-andai, kalau saya kerja, anak bagaimana?

Sawan Bayi dan pesta pernikahan

"Umurnya berapa bulan? Wah hebatnya tenang, ga nangis sama sekali"

Mommies War Series: Upload Foto

Memasuki usia sekarang ini, setiap saya membuka FB kebanyakan adalah newsfeed yang isinya hanya berkisar kepada kategori pernikahan, anak, dan kerja. Yah,, ternyata saya sudah tua juga ya. Topik yang akan saya soroti pada tulisan kali ini adalah tentang anak. Tidak, bukan hanya anak, tetapi satu kesatuan yang lain, yaitu motherhood.

Story of Hasan: Anomali Pola Tidur Hasan

Saat sedang membuka-buka newsfeed Facebook, seorang teman SMA saya mengepos mengenai perkembangan tidur normal batita. Website tersebut adalah keluaran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Artinya, rujukan tersebut bisa dinilai "sahih" keresmiannya. Jika saya harus meringkas, berikut beberapa hal yang saya dapatkan.
Tidur memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Dalam tidur terjadi banyak aktivasi sel otak yang berperan besar dalam perkembangan kematangan otak pada tahun-tahun pertama kehidupan. Tidur juga memiliki sifat restoratif yang terkait dengan pemeliharaan daya tahan tubuh dan pertumbuhan fisik, menghilangkan kelelahan, serta memperbaiki fokus dan konsentrasi.

Bayi yang Berbeda

"Bayi A masa katanya sudah tumbuh gigi tidak lama setelah lahir.""Bayi saya. B baru tumbuh gigi pertama setelah 1 tahun 3 bulan. Lucu deh jalan dulu baru tumbuh gigi."

The Perks of "Beli Barang dari Anak ITB"

Dalam membeli suatu barang melalui dunia maya, kepercayaan terhadap lawan jual beli adalah hal nomor satu. Baik pembayaran dengan cara COD ataupun bertemu langsung. Disini saya akan sedikit bercerita mengenai transaksi jual beli dengan rekan sesama kampus ITB. Baik yang masih mahasiswa atau sudah alumni. Entah kenapa, label mahasiswa/alumni ITB sudah punya nilai kepercayaan sendiri yang berbuah kenyamanan dalam bertransaksi. Entahlah, mungkin karena sama-sama dari ITB, jika terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya barang mengecewakan atau penipuan, sang lawan transaksi dengan mudah dilacak. Entah melalui mutual friend ataupun dari NIM. Dan alhamdulillah, sejauh ini bertransi dengan anak ITB aman-aman saja. Lawan transaksi saya biasanya saya temukan di grup FB Forum Jual Beli (FJB) ITB, ITBMotherhood, ataupun rekan ITB lainnya yang bukan merupakan dari dua grup itu. Berikut beberapa testimonial saya mengenai kenyamanan berbelanja dengan rekan-rekan ITB.

Bercerai dengan Musik

I can't live without music Setidaknya itulah slogan yang santer digaung-gaungkan oleh media massa atau berbagai orang di social media.
Tapi benarkah begitu?

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Listrik dan Elpiji

Pagi ini, saya membawa Hasan jalan pagi stroller di taman lingkungan apartemen. Membawa Hasan ke taman adalah rutinitas saya dan Hasan tiap pagi dan sore. Supaya Hasan tidak bosan. Supaya Hasan bisa berinteraksi dengan rekan sebayanya. Supaya saya bisa ngerumpi. Lagipula Hasan memang senang melihat-melihat ke alam bebas. Hasan, sepengamatan saya sejauh ini adalah seorang observer. Mungkin karena bayi rata-rata begitu ya.
Saya biasa keluar antara jam tujuh sampai delapan lewat. Tergantung Hasan bangun tidur setelah mandi jam berapa. Mengelilingi taman sekitar 3 kali kemudian baru mencari kerumunan mamud abas (mama muda anak baru satu,, wkwkwk) buat sekadar basa-basi. Sampai saya terlibat pembicaraan-pembicaraan ini.

Plus Minus ODOP for 99 Days

Sebenarnya, terkesan sudah sangat telat jika saya harus mnuliskan apa yang memotivasi saya untuk ikutan tantangan #ODOPfor99days. Kalo dipikir-pikir bakal nyusahin banget ya. Kayak dikejar-kejar ngerjain sesuatu tiap harinya, dengan outcome yang tidak jelas. Tapi benarkah outcome-nya tidak jelas?

Mommies War Series: Working Mom vs Stay at Home Mom

Working mom atau stay at home mom.
Ibu bekerja atau ibu dirumah.
Kayaknya dari semua topik mommies war yang say buat, judul kali ini yang merupakan paling panas. Perseteruan antara ibu bekerja dan ibu dirumah tidak akan ada habisnya. Eternity. Infinity. Dan kembali, perkara mommies war pasti ga jauh-jauh dengan namanya sikap judgemental.



Mommies War Series: Sesar vs Normal

Sesar atau normal?
Saya yakin, apabila pertanyaan tersebut diutarakan kepada para ibu maupun calon ibu, hampir 100% akan memilih normal.
Tetapi bagaimana jika ternyata kondisi medis menyatakan harus sesar?
Sebagian kecewa berat. Sebagian biasa aja. Ah, yang penting ibu dan anak dalam kondisi sehat, they said. Kenapa? Kenapa harus kecewa berat?

4 Alasan Keuntungan Nge-game

Mungkin banyak sekali kasus dimana anak-anak bahkan orang dewasa kecanduan game. Baik console (playstation, xbox, dll), gadget, ataupun PC. Biasanya game-game yang menjadi candu itu berubah sesuai jaman. Dulu jaman saya SMP atau SMA, game-game online semacam gunbound dan ragnarok menjangkiti kawula muda maupun orang dewasa CS (Counter Strike) juga tidak ketinggalan. Jaman saya kuliah hingga sekarang DOTA masih menjadi puncak candu game. Tidak hanya game-game online, game-game non online (meski bisa dimainkan online juga) juga menjadi pilihan candu.

Story of Hasan: Going into Labor

"Tumben kebangun jam setengah 2 malam", pikir saya.
Tanggal 19 Agustus dini hari. Terbangun di Cibubur dengan keadaan suami disamping saya. Tumben ya? Iya, karena tepat malam kemarinnya, 18 Agustus saya kontrol kehamilan minggu 39.