Langsung ke konten utama

Bayi yang Berbeda


"Bayi A masa katanya sudah tumbuh gigi tidak lama setelah lahir."
"Bayi saya. B baru tumbuh gigi pertama setelah 1 tahun 3 bulan. Lucu deh jalan dulu baru tumbuh gigi." 


"Kalau si C baru bisa jalan umur 1 tahun lebih."
"Tapi katanya bayi D udah bisa jalan umur 9 bulan."

"Wah hebat, bayi E sudah bisa duduk umur 4 bulan."
"Kayaknya bayi F baru bisa duduk lama, umur 7 bulan."

"Duh anak saya, G beratnya masih dibawah persentil 50."
"Anak saya, H beratnya sudah diatas persentil 75."

"Anak saya, I kerjaannya tidur mulu tiap ditelepon, wajar ga sih padahal umurnya udah segitu."
"Kalau anak saya, J baru umur segini tidur siangnya udah malas."

Dan kesepuluh bayi tersebut dalam keadaan sehat.

Semenjak mempunyai bayi, saya merasa kalau fase bayi adalah fase hidup manusia yang standar deviasinya luar biasa lebarnya. Tumbuh kembang bayi berbeda-beda satu sama lain dan tentunya tidak bisa disamakan. Sayangnya, banyak ibu-ibu berhati labil sering berjiwa galau dengan cara membanding-bandingkan tumbuh kembang anaknya dengan anak lainnya. Tumbuh kembang bayi boleh berbeda-beda, asal mencapai milestone pada umumnya. Tidak perlulah membandingkan tumbuh kembang bayi, yang penting bayi kita sehat sudah sangat alhamdulillah. Keadaan super variatifnya tumbuh kembang bayi membuat tiap milestone dicapai dalam waktu berbeda-beda kecepatannya tiap anak. Misal, ada bayi yang cepat bisa berjalan, namun lama sekali tumbuh giginya. Allah mengkaruniakan seorang bayi kecepatan mencapai milestone A, tetapi memberikan waktu lebih untuk mencapai milestone B. Allah maha adil. 

Ibaratkan kita memiliki 15 buah pensil dengan 3 kotak pensil sebagai tiap milestone. Tiap kotak pensil bisa diisi pensil berapapun asal total pensil berjumlah sama. Semisal kotak pensil A berisi 5 buah pensil, kotak pensil B berisi 2 buah pensil, dan kotak pensil C berisi 8 buah pensil. Dimana artinya milestone B dicapai lebih cepat ketimbang milestone C. Insya Allah semua bayi berisi hampir sama 15 buah pensil.

Semua bayi sama.

Seperti mengutip perkataan suami saya saat saya bercerita tentang betapa berbedanya pertumbuhan tumbuh kembang bayi-bayi disekitar saya.
"Tiap bayi itu berbeda-beda. Yang perlu kita ketahui dan waspadai hanyalah gawat-gawatnya saja." 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!

Holycow Steak: Cara menjadi Karnivora

Jarang-jarang saya ke daerah Bintaro, atau Tangerang Selatan dan sekitarnya. Jangankan ke daerah sana, ke daerah perkotaan Jakarta saja saya malas. Punya rumah di pinggiran, Cibubur dan lagi saya pun beraktifitas pada weekday bukan di Kota Jakarta, yang mana Alhamdulillah :D.
Jadi sekalinya ke daerah Bintaro, ya tadi dalam rangka mencari pengajian karena pengajian rutin biasa sedang libur. Bintaro bagi saya daerah suburban. Pemukiman. Kebiasaan saya memang senang melihat sekitar sampai akhirnya saya melihat plang restoran Holycow tepat di pinggir jalan Bintaro sektor 5. Berhubung saya sering melihat tweet ataupun instagram teman saya, Echa berkoar-koar tentang Holycow, spontan saya langsung menjadikan tempat itu untuk anceran makan siang. Buat kalian-kalian yang serta merta penggemar kuliner Jakarta, Bandung dan sekitarnya, segera follow twitter dan instagramnya. Reviewan objektif serta jitu yang akan kalian dapatkan serta kepuasan. *punten, I take the credit for you Cha, haha.
Saya …

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.