Langsung ke konten utama

Living Abroad (?)

Ada 2 hal yang ingin saya alami sampai detik ini. Entah kapan pun itu terwujud. Sesuatu yang diinginkan tetapi tidak obsesif untuk didapatkan. Hanya bergantung pada jalur takdir, qadha dan qadhar dari Allah. Yang pertama adalah melanjutkan studi doktoral ke luar negeri. Yang kedua adalah tinggal di luar negeri bersama suami dan anak-(anak). 2 hal ini saling bertautan tetapi tetap memiliki sifat independensi dan bisa saja tidak bergantungan. Jadi, mari saya bahas dua-duanya menjadi satu pokok tulisan. Dua menjadi satu.




Salah satu passion (duh, kok lagi lagi saya bahas ini) adalah menjadi akademisi yang berangkat dari salah satu trait saya, yaitu pemikir. Suatu passion yang sangat diingini tetapi tidak tahu bagaimana harus tercapai dan hanya pasrah.

Lalu entah mengapa saya sangat ingin tinggal di luar negeri barang keluarga. Ga lama-lama. A year or two. Entah ya, semacam perasaan aneh ingin tinggal di tempat asing, being foreigner, berjuang bersama keluarga atas keterasingan, melakukan hal sendiri, dan satu lagi yang penting.

I'm too longing for another adventure.

Mengingat profesi dan pendidikan suami, rasanya kesempatan bisa tinggal diluar cukup kecil karena pengabdian ada di dalam negeri. Tak mengapa. Hari esok tiada yang tau. Pintu segala kemungkinan masih terbuka. Kalaupun bisa tinggal di luar, perkara sekolah lagi itu urusan belakangan.

Sometimes, when I do many things by my own due to my husband's school, I feel like I am just trained in case we have to living abroad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.