Langsung ke konten utama

Story of Hasan: Anomali Pola Tidur Hasan

Saat sedang membuka-buka newsfeed Facebook, seorang teman SMA saya mengepos mengenai perkembangan tidur normal batita. Website tersebut adalah keluaran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Artinya, rujukan tersebut bisa dinilai "sahih" keresmiannya. Jika saya harus meringkas, berikut beberapa hal yang saya dapatkan.

Tidur memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Dalam tidur terjadi banyak aktivasi sel otak yang berperan besar dalam perkembangan kematangan otak pada tahun-tahun pertama kehidupan. Tidur juga memiliki sifat restoratif yang terkait dengan pemeliharaan daya tahan tubuh dan pertumbuhan fisik, menghilangkan kelelahan, serta memperbaiki fokus dan konsentrasi.




Beberapa tanda anak cukup tidur adalah:
  • Dapat tertidur dengan mudah di malam hari
  • Dapat terbangun dengan mudah pada waktu bangun pagi yang normal
  • Tidak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan perkembangannya
Anak dikatakan mendapatkan istirahat yang dibutuhkannya apbaila:
  • Jadwal tidur dalam sehari yang teratur
  • Total waktu tidur
  • Tidur siang
  • Konsolidasi tidur yang baik

Tabel 1. Perkembangan normal tidur pada batita
Dimodifikasi dari: Mindell JA, Owens JA. A clinical guide to pediatric sleep: diagnosis and management of sleep problems. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins; 2003.h. 11-156

Pola Tidur Hasan

Pola Tidur Siang
Layaknya ibu-ibu muda beranak satu lainnya, saya pun juga terkena sindrom panik berlebih jika menemukan sesuatu yang tidak terjadi pada umumnya bayi kebanyakan. Mungkin karena baru anak pertama, belum ada pengalaman sama sekali. Saat matahari terbit, tidur siang Hasan menjadi sangat singkat. Hanya rata-rata setengah jam-sejam lalu terbangun. Padahal, di bulan-bulan awal pola tidurnya layaknya bayi berumur muda biasanya. Siang kebanyakan tidur dengan durasi sekitar 2 jam. Malam masih terbangun sekitar 3 jam sekali. Menjelang bulan ketiga, tidur Hasan sangatlah irit. Selama matahari terbit, hanya sekitar 3 kali tidur siang. Dan itu hanya setengah jam-an saja. Bagaimana saya tidak stres? Tidak hanya itu, menidurkan Hasan teramat susah. Disusuin bukannya tidur, malah segar. Jadilah gendong hanya satu-satunya jalan menidurkan Hasan. Menidurkan Hasan bukannya memakan waktu sebentar. Tidak jarang memakan waktu hampir setengah jam untuk kemudian bangun lagi setengah jam kemudian. Lebih parahnya, terkadang menidurkan hampir setengah jam begitu Hasan ditaruh,

Dia bangun.

Alhamdulilah, menjelang 4 bulan saya mencoba melihaikan menyusu sambil tiduran. Perlahan tapi pasti, pola tidur siang Hasan membaik. Memang lama tidurnya tiap tidur masih setengah jam-sejam. Tapi frekuensinya lebih sering. Saat menyusu tidur pun apabila Hasan gelisah, langsung saya sodorkan, dihisap bentar kemudian lanjut tidur kembali. Alhamdulillah

Pola Tidur Malam
Hasan saat baru lahir seperti bayi-bayi lainnya, saat malam secara frekuentif terbangun. Namun berangsur-rangsur saat malam lama tiap tidurnya memanjang. 2 jam sekali. 3 jam sekali. 4 jam sekali. 5 jam sekali. 6 jam sekali. Sampai tidur semalaman. Alhamdulillah Hasan tergolong cepat mengenal pola siang-malam. Menjelang usia 2 bulan, Hasan sudah bisa tidur semalaman. Bayi cerdas, menolong orang tuanya hehe. Hasan mulai tidur dari jam 8 malam sampai jam 5 pagi. Pola ini masih berlangsung sampai sekarang dengan sesekali bangun sekali untuk minum susu sekitar 10 menit.

Sudah Cukup Tidurkah?
Pada Tabel 1, tercatat kalau rata-rata total waktu tidur bayi sekitar 15 jam. Padahal Hasan sendiri jika di total mungkin hanya 11 jam. 13 jam lah kalau sekarang dimana Hasan sudah mulai lihai tidur siang.

Tanda kecukupan tidur siang seorang bayi yang pertama adalah mudah tertidur pada malam hari. Yep, Hasan sangat gampang tidur di malam hari. Tinggal susuin, ditaruh di box, bangunlah ia esok hari. Bahkan, tidur di kasur atau box hampir tidak mempengaruhi tidur malam Hasan. Sesulit-sulitnya menidurkan Hasan adalah menggendong. Fase ini muncul ditandai dengan Hasan lagi sering gumoh jadi tidak bisa dikasih sedatif susu kebanyakan (halah). Selain itu, jadwal Hasan mulai tidur sangat teratur, yaitu sekitar jam 8 malam dengan sesekali jam 9 malam.

Tanda yang kedua adalah mudah terbangun keesokan harinya di jam yang normal. Hasan rutin bangun jam 4-5. Iya, semenjak ada Hasan sekarang saya otomatis mematikan weker subuh di HP. Kan sekarang ada alarm subuh otomatis, hehe.

Tanda ketiga, tidak memerlukan tidur siang melebihi kebutuhan. Ini tentu saja. Wong tidur siang relatif sedikit hehe.

Sementara, tanda istirahat cukup yang pertama adalah memiliki jadwal tidur teratur. Hasan setelah mandi biasanya tidur. Kemudian sebelum makan siang tidur. Setelah makan siang tidur dan sesudah mandi sore. Namun untuk syarat berikutnya, total tidur siang Hasan tidak terpenuhi. Hehe. Adanya tidur siang dan konsolidasi waktu tidur juga terpenuhi oleh Hasan.

Setelah dirunut, ternyata Hasan meski tidur siang irit, ia memenuhi semua tanda kecukupan tidur dan tidak memenuhi hanya satu kecukupan istirahat. Meski Hasan tampak kurang tidur, anehnya Hasan hampir selalu segar dan bersemangat. Loyo dan rewel cukup jarang. Ternyata benar apa yang tertulis di artikel yang saya sitir, tanda kecukupan tidur tidak sekaku hanya total waktu tidur. Memang, di masa Hasan sangat sedikit tidur, kenaikan berat Hasan tidak cukup baik. Berbeda dengan sekarang. Biasanya, kenaikan berat badan 4-6 bulan tidak akan sebanyak kenaikan berat badan 0-3 bulan. Namun pada bulan ke-4, kenaikan berat Hasan sampai 700 gr. Lebih banyak saat bulan ke-3.

Bagaimana untuk bulan ke-5?

We'll see.. ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …