Featured Slider

Interaksi di Metaverse sebagai Literasi Digital Masa Kini

8 komentar
“Hah, kok bisa itu Wade Watts sekolahnya di OASIS, pestanya juga di OASIS. Bahkan banyak yang bisa cari duit dari sana.” ujar saya dalam hati saat menonton Ready Steady One beberapa tahun lalu.

Ready Steady One adalah sebuah film distopik futuristik besutan sutradara spesialis film sci-fi, Steven Spielberg, yang memprediksi literasi digital masa kini. Film ini adalah adaptasi dari sebuah buku berjudul sama karya Ernest Cline yang diterbitkan pada tahun 2011.

Wade Watts adalah seorang bocah payah yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia metaverse OASIS karena dunia nyata sedang dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Kemiskinan merata hingga polusi udara sampai tingkat yang membahayakan. OASIS sendiri menawarkan dunia metaverse yang sangat lengkap, mulai dari sekolah, interaksi sosial, mencari nafkah, hingga berbisnis.

Saya yang menonton pada tahun 2020 saja merasa surealistik skeptis sama prediksi Ernest Cline, apalagi pembaca bukunya di tahun 2011?

Tapi ternyata prediksi Ernest Cline ini semakin mendekati kenyataan.

literasi digital masa kini

Mengenal Metaverse, (calon) dunia paralel baru

Layaknya dunia nyata, metaverse merupakan ruang digital yang memiliki dunianya sendiri. Metaverse adalah dunia 3 dimensi seperti dunia maya yang dilebur ke dalam dunia virtual. Diperlukan dukungan seluruh indera manusia ke akses virtual untuk merasakan dunia metaverse menjadi lebih nyata. Hingga sekarang, kita baru dapat mengakses metaverse melalui dua indera: penglihatan dengan menggunakan kacamata dan pendengaran dengan menggunakan perangkat jenama (headphone).

Bukan tidak mungkin beberapa tahun hingga dekade ke depan manusia dapat mengakses metaverse menggunakan kelima indera.

Layaknya di dunia nyata, kita juga dapat melakukan banyak hal di metaverse. Mulai dari berteman, menghadiri acara konser virtual, hingga jual beli dengan menggunakan uang digital. Pasti belakangan ini kamu pernah mendengar tentang real estate dan karya seni virtual yang dijual? Memahami literasi digital masa kini adalah langkah agar lebih siap masuk ke dunia metaverse.

Dipicu oleh Pandemi

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan metaverse berada di puncaknya saat pandemi melanda. Lebih dari 92% responden menjawab hal serupa seperti survei yang dilakukan oleh Statista pada tahun 2022.

Pandemi Covid-19 yang mulai melanda di tahun 2020 menyebabkan banyak sekolah memberlakukan Study from Home (SFH) dan kantor memberlakukan Work From Home (WFH). Dari yang awalnya hanya mengandalkan aplikasi video conference seperti Zoom, Google Meet dan Microsoft Teams, kini mulai banyak aplikasi di internet yang memfasilitasi pertemuan secara daring yang membuat sensasinya terasa lebih nyata ketimbang hanya menonton pembicara dan bercakap-cakap saja.

Beberapa bulan lalu, komunitas dimana saya salah satu anggotanya diundang untuk mengisi acara konferensi bertajuk “International Adolescent Health Week” yang diadakan oleh salah satu universitas di Indonesia. Uniknya, acara tersebut diselenggarakan secara virtual tapi bukan menggunakan salah satu dari 3 platform yang saya sebut di atas, m

literasi digital masa kini

Layaknya bermain game RPG, di platform tersebut kita dapat membuat karakter sendiri. Para peserta yang mendaftar akan diberikan link dan akses untuk mengakses ruangan virtual yang telah didesain oleh panitia. JIka karakter kita kebetulan berpapasan dengan karakter lain, maka kita bisa saling melihat wajah yang terekam via kamera gawai masing-masing. Tidak hanya melihat saja, tapi kita juga dapat bercakap-cakap.

Ya, layaknya dunia nyata, kita hanya bisa berbicara dengan orang yang kebetulan berpapasan saja. Kehadiran aplikasi-aplikasi metaverse semacam ini membuat kehadiran di acara virtual terasa lebih nyata.

Saat hanya menggunakan 3 platform virtual dasar seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, terasa butuhnya fast internet provider karena pertukaran data akibat adanya video dan suara akan semakin besar. Tidak kebayang saya fast internet provider macam apa yang dibutuhkan untuk menyamai akses ke OASIS seperti yang ada di Ready Steady One.

Fast internet provider sebagai sarana literasi digital masa kini

literasi digital masa kini

Sebelum muluk-muluk memikirkan fast internet provider mana yang bisa memberikan akses internet ke OASIS, mungkin setidaknya kita bisa memilih fast internet provider yang sudah ada di Indonesia saat ini sebagai sarana meningkatkan literasi digital masa kini.

Saya sudah menjadi pelanggan IndiHome dari Telkom Group belasan tahun lamanya. Dengan luasnya wilayah Indonesia, keterandalan jaringan internet tidak hanya berdasarkan fast internet provider saja, tapi juga keterjangkauannya hingga ke pelosok daerah. Bukan sebuah rahasia kalau IndiHome menyediakan jaringan internet hingga ke pelosok daerah sehingga membantu literasi digital masa kini masyarakat yang ada di pelosok.

Indihome sebagai fast internet provider menyediakan kecepatan jaringan dari 10 Mbps hingga 300 Mbps dengan harga sangat terjangkau.

Metaverse tidak akan menggantikan dunia nyata

literasi digital masa kini

Setelah mengetahui kenyataan Metaverse yang sangat nyata, akankah interaksi metaverse akan menggantikan interaksi di dunia nyata?

Tenang saja, mudah-mudahan tidak ya!

Pasalnya, berinteraksi dengan keadaan saling berhadapan adalah sebuah kebutuhan dasar manusia.

Jika para musisi terpaksa konser virtual akibat pandemi, sekarang jadwal konser di dunia nyata sudah saling sambung-menyambung seperti gerbong kereta api yang tak ada habisnya.

Sebagai contoh, kegemaran saya mendatangi konferensi ilmiah bukan cuma mempublikasi jurnal dan mempresentasikannya. Coffee break adalah salah satu waktu yang saya tunggu-tunggu di konferensi karena saya bisa “pedekate” dengan orang baru dengan memulai dari topik presentasinya sebagai pemantik awal basa-basi.

Ini menunjukkan bahwa metaverse sama sekali tidak dapat menggantikan dunia nyata seperti yang ada di novel/film Ready Steady One. Untuk sekarang, keberadaan metaverse seperti pelengkap dunia nyata atau bahkan “cadangan” jika banyak hal tidak mampu dilakukan seperti puncak masa pandemi tahun lalu.

Namun itu mungkin karena keadaan dunia nyata sekarang masih jauh lebih baik ketimbang di Ready Steady One. Jika dunia semakin buruk? Bukan tidak mungkin kehadiran metaverse bagaikan dunia utama layaknya di OASIS.


Namun mari berharap agar hal tersebut tidak terjadi!

Rekomendasi Hotel di Solo untuk Keluarga dengan Family Suite

24 komentar
Apa saja Rekomendasi Hotel di Solo untuk keluarga dengan family suite?

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga

Meski ini kali keduanya kami wisata ke Solo, jujur saja, pertengahan tahun 2022 ini adalah pertama kalinya kami jalan-jalan ke luar kota berlima yang harus menginap di hotel. Sebenarnya pernah sih menginap di penginapan saat di luar kota, tapi biasanya bersama keluarga besar.

Terakhir berhotel sendiri adalah pada tahun 2019, dimana kami melakukan traveliving saat baru bertiga. Hanya saya, suami, dan si sulung saja. Saat itu kami tidak ambil pusing saat memesan hotel. Mau dapat kasur twin? Tidak masalah. Kasur cuma ukuran Queen? Juga tidak masalah.

Berbeda dengan sekarang, kami sudah berlima dan artinya tidak bisa segampang itu memutuskan menginap di hotel mana. Kami harus memilih kamar yang bisa kami tiduri berlima dengan harga semurah-murahnya.

Opsi paling gampang sebenarnya memesan kamar di hotel mana pun kemudian memesan extra bed. Namun, pilihan tidak semudah itu Ferguso! Hotel budget tidak menyediakan extra bed. Pun, memesan Extra bed di kamar biasa hotel non-budget membuat pembengkakan budget signifikan. Selain itu, untuk mengetahui harga per malam termasuk memesan extra bed harus menghubungi dahulu hotel terkait. Artinya, kita tidak bisa menyortir harga dari awal. Harus repot-repot dulu japri hotel!

Dalam prioritas pemilihan tempat menginap, kami biasanya menetapkan range harga terlebih dahulu. Setelah hotel dengan range harga yang ditentukan sudah ditetapkan, selanjutnya tinggal menimbang mana pilihan yang paling baik berdasarkan fasilitas, lokasi, hingga ulasan penginap lainnya.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka memilih kamar hotel dengan harga terbaik tanpa memperhitungkan extra bed adalah opsi paling cepat dan taktis. Berawal dari kerumitan dalam memilih hotel, maka saya pun menulis rekomendasi hotel keluarga di Solo ini agar banyak keluarga yang terbantu dan tidak bingung seperti saya.

Jika kamu adalah keluarga dengan minimal 3 anak dan menginginkan rekomendasi hotel di solo untuk keluarga dengan family suite, simak daftarnya di bawah ini!

1. Aston Solo

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Sumber: Aston Solo

Rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan family suite yang hampir kami pesan adalah Aston Solo. Hotel ini berlokasi di pusat kota, yakni di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan lokasi CFD di Kota Solo. Posisinya yang di tengah kota membuat kita dengan mudah menjangkau tempat wisata dan kuliner di Kota Solo dengan mudah. Di Depan hotel membentang trotoar luas sehingga enak untuk berjalan kaki. Hotel Aston Solo ini terkoneksi dengan sebuah pusat perbelanjaan tua. Parkir bisa cukup susah dan dikenai biaya jika menggunakan jasa valet.

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Hasan 4 tahun lalu, Jl. Slamet Riyadi

Fasilitas Aston Solo cukup lengkap seperti sudah memiliki kolam renang sehingga cocok bagi keluarga yang ingin berenang saat liburan. Kamar berukuran 30 m2 ini menyediakan satu kasur ukuran queen (160x200) dan satu kasur single. Untuk keluarga dengan anak 3 masih bisa meski agak desak-desakan dan tidak disarankan dengan anak lebih dari itu.

Konon katanya, bagi kamu yang sensitif dengan yang “halus-halus” tidak disarankan untuk menginap di sini. Aston Solo dibangun dari mall yang dulu pernah kebakaran akibat kerusuhan tahu 1998. Beberapa orang mengatakan pernah melihat pemandangan “halus-halus” yang tidak diharapkan hihi. Tapi bagi kamu yang tidak sensitif dan tidak peduli sih hajar saja, soalnya Aston Solo ini salah satu hotel Solo dengan Family suite termurah dan terlengkap fasilitasnya.

Alamat: Jl. Slamet Riyadi No.373, Sondakan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
Telp: (0271) 7882000
Harga Family Suite: Mulai dari Rp 710 ribu

2. The Alana Hotel

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Sumber: Alana Hotel

Rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan Family Suite yang pernah kami coba adalah The Alana Hotel. Lokasinya sedikit di pinggir luar kota Solo, yakni di area Colomadu. Salah satu tempat wisata terdekat dari hotel ini adalah de Tjolomadu, bangunan bekas pabrik gula terbesar di Indonesia yang dibangun sejak tahun 1862. Pemerintah melakukan restorasi di pabrik gula ini dan menyulapnya menjadi museum. Posisi The Alana Hotel yang berada di utara mungkin sedikit kurang menguntungkan jika ingin mengunjungi magnet kuliner di Kota Solo yang banyak berada di area pusat dan selatan. Terlebih harus berdamai dengan tata lalu lintas Kota Solo yang memiliki titik lampu merah yang sangat banyak dengan waktu lampu hijau sebentar.

Fasilitas The Alana Hotel sangat lengkap karena menyediakan kolam renang dan convention center yang sering dijadikan tempat melangsungkan acara pernikahan. Parkiran di hotel ini cukup banyak, sampai 3 lantai basement. Namun, penginap akan agak susah mencari parkiran saat ada yang melangsungkan acara di convention center.

Kamar hotel yang disediakan juga berukuran luas, yakni sebesar 29 m2 dengan satu kasur ukuran super king (200x200) dan satu kasur single (100x200). Dengan ukuran kasur yang teramat luas, tidur di kamar ini bagi kami sekeluarga dengan tiga anak cukup lega! Suami tidur di kasur single dan saya serta 3 anak di kasur super king tanpa desak-desakan. Kamar mandinya juga cukup luas, lho.

Alamat: Jl. Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar, Kec. Colomadu, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57174
Telepon: (0271) 7451555
Harga Family suite: Mulai dari Rp 780 ribu

3. Amaris Sriwedari

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Sumber: Amaris Hotel

Tidak ada Rekomendasi hotel di Solo dengan Family Suite yang memiliki lokasi terbaik dan harga termurah selain Amaris Sriwedari! Namun, booking family suite ini tidak mudah, lho. Kenapa?

Hotel Amaris Sriwedari berlokasi di jantung Kota Solo. Kamu bisa mengunjungi berbagai tempat wisata Solo mulai dari Tumurun Private Museum, CFD, Taman Sriwedari, Museum Radya Pustaka, dan banyak lainnya dengan hanya berjalan kaki.

Amaris Sriwedari adalah hotel bintang 2, jadi jangan harap fasilitas ekstra seperti kolam renang. Kamar family suite berukuran 22 m2 menyediakan satu kasur king dan satu kasur single. Lumayan bisa tidur agak lega jika kamu keluarga dengan anak tiga. Hotel Amaris Sriwedari ini cocok bagi keluarga yang banyak menghabiskan waktu di luar dan memusatkan kamar hotel hanya untuk beristirahat. Pasalnya, kamar dengan ukuran tidak terlalu besar dan memiliki jendela yang kecil ini tidak begitu nyaman ditempati jika ingin berlama-lama di kamar. Anak pun jadi kurang betah.

Jalan di depan Amaris Sriwedari ini cukup kecil. Parkirannya pun juga sedikit sehingga butuh usaha untuk penginap saat mencari parkir. Melihat posisinya yang sangat strategis dengan ketersediaan kamar yang sangat terbatas, jangan harap kamu bisa membooking family room di Amaris Sriwedari jika tidak jauh-jauh hari, terutama saat akhir pekan.

Alamat: Jl. Kebangkitan Nasional No.24, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141
Telepon: (0271) 7461627
Harga Family Suite: Mulai dari Rp 420.000

5. Novotel Solo

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Sumber: Accor hotels

Rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan Family Suite berikutnya adalah Hotel Novotel Solo yang berlokasi tepat di simpang jalan Slamet Riyadi dan jalan Gadjah Mada. Kamu sekeluarga bisa dengan mudah mengikuti CFD pada akhir pekan karena posisinya yang berada di depan jalan CFD. Lokasinya juga termasuk di pusat kota sehingga akan mudah mengunjungi keraton, museum, dan berbagai spot jajanan di Kota Solo.

Meski gedung Novotel Solo sudah cukup tua, fasilitasnya cukup lengkap termasuk kolam renang. Kamar hotel family suite menempati area sebesar 32 m2 untuk satu kasur ukuran single dan satu kasur ukuran double. Kamu bisa juga memesan family suite dengan tipe 3 kasur single. Parkirannya juga cukup banyak kok.

Alamat: Jl. Slamet Riyadi No.272, Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141
Telepon: (0271) 724555
Harga Family Suite: Mulai dari Rp 707 ribu

6. Solo Paragon Hotel

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga
Sumber: Solo Paragon Hotel

Solo Paragon berlokasi tepat di atas Paragon Mall sehingga kamu akan dengan mudah mencari restoran dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Hotel Solo Paragon ini menjadi salah satu rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan family suite karena ukurannya sangat luas.

Solo Paragon Hotel sejatinya adalah apartemen yang juga dibuka untuk sewa harian seperti hotel. Karena berbentuk seperti apartemen, Solo Paragon cocok bagi kamu dengan anggota keluarga besar yang hendak menginap dengan jangka waktu lama karena tersedia pantry yang lebih lengkap ketimbang hotel lainnya.

Kamar family suite juga sangat luas berbentuk 2 kamar tidur dengan ruang tamu terpisah. Kamar family suite pertama menempati lahan seluas 58 m2 dengan satu kasur double dan satu kasur single. Kamar family suite lainnya menempati lahan lebih luas lagi, yakni seluas 78 m2 yang terdiri dari satu kasur double dan dua kasur single atau bisa hingga 4 orang dewasa!

Karena Solo Paragon Hotel berlokasi di gedung yang sama seperti Solo Paragon Mall, mencari parkiran juga tidak akan sulit.

Alamat: Jl. Dr. Sutomo, Mangkubumen, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57125
Telepon: (0271) 7655888
Harga Family Suite: Mulai dari Rp 900 ribu

Tips berikutnya yang tidak boleh dilupakan

rekomendasi hotel di solo untuk keluarga

Selain rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan family suite di atas, ada hal-hal lain yang tidak boleh kamu lupakan. Saat sudah membuat shortlisted hotel incaran, maka yang dilakukan berikutnya adalah membandingkan antar harga dari berbagai Online Travel Agency (OTA) hingga situs resmi. Cari harga yang paling murah. Mencari di situs resmi sering dilupakan, padahal beberapa kali saya menemukan harga lebih murah di situs resmi hotel.

Saat memiliki anak banyak, mengetahui ukuran bed juga sangat krusial. Biasanya di situs hanya tertulis ukuran double dan twin, ukuran pastinya tidak dicantumkan. Padahal ini sangat krusial mengingat antara kasur queen dan super king size bed bakal menawarkan kenyamanan yang signifikan untuk tidur bersama-sama dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, sebelum memantapkan hati dalam membuat shortlisted hotel, hubungi dahulu hotel perihal ukuran bed. Bisa menelpon langsung atau via kanal sosial media yang telah mereka sediakan.

Memiliki ukuran keluarga cukup besar, selain memesan kamar family suite bisa juga dengan mengambil opsi menyewa AirBnb. Namun karena biasanya AirBnb berupa rumah atau apartemen, posisinya relatif jarang yang berada di tengah kota. Memesan di AirBnb juga harus teliti dalam menyimpulkan harga karena banyak harga tambahan yang ditambahkan saat akan melakukan pembayaran.

Meski perjalanan ke Solo tempo hari harus diwarnai dengan anak muntah mencret, perjalanan tersebut membuat pengalaman baru bagi kami dalam memesan akomodasi.

Sudah memutuskan mana hotel yang kamu pilih untuk menginap bersama keluarga berdasarkan rekomendasi hotel di Solo untuk keluarga dengan Family Suite yang lengkap ini?

Hindari 3 Kesalahan Ini dalam Membangun Personal Brand Blogger

13 komentar
“Saya diundang jadi pembicara suatu konferensi nih. Bisa saja kesempatan ini saya berikan ke orang lain. Tapi ternyata orang tersebut tidak bisa karena cuma saya yang bisa melakukannya. Jadilah entitas unik yang tidak terlupakan.” ujar mantan atasan saya di sebuah lingkup akademisi beberapa tahun silam.

personal brand blogger

Saya pernah menjadi asisten peneliti di sebuah Universitas Negeri di Bogor selama hampir 2 tahun. Dalam hanya waktu sesingkat itu, saya sangat terkesan dengan mantan atasan saya saat itu.

Mantan atasan saya adalah tipe orang yang senang ngobrol dan kerap mendorong “anak bimbingannya” untuk terus maju. Dengan segala kerendahan hatinya, Ia juga senang bercerita tentang kisah pribadinya Mayoritas yang mendengarnya akan merasa terinspirasi.

Setelah terjun ke dunia blog dan sosial media, baru saya ketahui nasihat mantan atasan saya tersebut adalah soal personal branding agar membentuk diri memiliki personal brand blogger yang tidak terlupakan.

“Personal brand adalah apa yang orang pikiran tentang kamu setelah bertemu secara langsung atau dengan hanya mencari nama kamu di internet. Personal branding adalah apa yang kamu lakukan untuk membuat personal brand kamu menguntungkan.” Tekan Coach Muqiet

Sayangnya, banyak blogger yang melakukan kesalahan saat sedang membentuk personal brand blogger mereka. Jangan sampai kemampuan kita sebagai seorang blogger tersia-siakan karena gagal membentuk personal brand yang tepat.

3 kesalahan utama saat membangun personal brand blogger

personal brand blogger

Personal branding bisa dipelajari dimana saja dan sudah menjadi hal yang umum di dunia digital ini. Namun, ternyata tetap banyak blogger yang melakukan kesalahan dalam personal branding di dunia maya. Menurut Coach Muqiet, ada 3 kesalahan terbesar dalam membangun personal brand yang kerap tidak disadari!

1. Tanpa kisah diri

Bayangkan, jika tiba-tiba ada seseorang yang mendekatimu kemudian tanpa tedeng aling-aling langsung menawarkan produk, apa yang kamu rasakan? Terganggu pastinya.

Dalam ilmu psikologi, menceritakan kisah diri apalagi jika objek kita memiliki kesamaan pengalaman akan membangun rapport atau kedekatan. Jika rapport terbentuk maka akan semakin mudah mempengaruhi pembaca blog. Kisah diri yang dikemas dengan baik dapat membuat personal brand blogger kita menjadi sangat berkesan bahkan tidak terlupakan.

2. Tanpa value

Jadilah blogger yang memiliki nilai unik dan solid. Blogger ada banyak, tapi value yang kita usung lah yang membuat kita menjadi selalu dicari-cari.

Saya membentuk personal brand blogger dengan kualitas situs bagus, rangkaian tulisan yang memikat, dan mampu menyediakan sudut pandang teknis dengan bahasa awam karena saya yakin tidak banyak blogger yang sekaligus seorang (mantan) akademis.

3. Tanpa identitas

Di jaman serba elektronik ini, bukan sebuah rahasia kalau apa-apa kita bergantung kepada Google. Public Relation sebuah perusahaan menyaring kandidatnya berdasarkan sosial media. Faktanya, 1 milyar nama dicari tiap hari melalui Google dan 65% orang percaya dengan hasil yang mereka temukan di internet.

Pastikan kita memiliki sosial media yang mewakili identitas personal brand blogger. Sosial media bagaikan portfolio seorang blogger yang menceritakan hasil pekerjaan dan menyediakan identitas personal yang kredibel. Personal brand blogger yang kuat dan terpercaya akan membuat identitas kita menjadi dapat diakses publik kapan pun.

Untuk melakukan riset kecil soal personal brand blogger, kamu bisa mencari nama lengkapmu atau bahkan melekatkan profesi di samping nama di Google. Misal, saya bisa mencari “Zeneth Ayesha Thobarony” atau bahkan “Blogger Zeneth Ayesha Thobarony” di Google.

Puaskah saya dengan hasilnya?

Bantu Personal brand-mu dengan PamerBio


personal brand blogger


Efisiensi adalah melakukan hal baik, efektif adalah melakukan hal baik dengan benar - Peter F. Drucker

Dalam melakukan personal branding diperlukan strategi agar apa yang kita lakukan efektif. Jangan sampai kemampuan dan kualitas diri kita sia-sia hanya karena kita tidak dapat melakukan personal branding yang tepat.

Jika ada klien yang tertarik ingin mengetahui kita sebagai blogger lebih jauh, halaman mana yang akan kita tunjukkan ke calon klien?

personal brand blogger

PamerBio adalah aplikasi pemasaran online yang dapat membantu merepresentasikan diri kita di dunia jagat maya. Uniknya, PamerBio menyediakan aplikasi pameran online yang menyediakan fitur kustomisasi tanpa batas. Lupakan situs landing page membosankan lainnya. Kita dapat mengutak-atik apa saja yang ditampilkan mulai dari jenis huruf, warna huruf, hingga warna latar belakang.

PamerBio juga menyediakan berbagai pilihan domain premium dan menyediakan fitur kustomisasi lebih melimpah untuk mendukung personal brand blogger. Jangan khawatir, harga premium yang ditawarkan PamerBio juga sangat terjangkau!

Ini contoh landing page PamerBio aku.

Tertarik menggunakan PamerBio untuk personal brand bloggermu?

The Archipelago Writer's Circle, Banyak Kisah Hangat Dibalik Cara Menulis Creative Writing

26 komentar
“Ini adikku ada disini” ujar Ahmet sembari menunjukkan jarinya ke gambar laut saat menjelaskan tentang keluarganya saat proses pengungsian dari Suriah terjadi (The Boy at the Back of the Class - Onjali Q. Rauf).


Akhir bulan Juni, tepatnya Rabu, 29 Mei 2022, saya menghadiri Writer’s Circle yang diselenggarakan oleh The Archipelago, sebuah media luring komunitas internasional yang memberikan perspektif segar soal migrasi, penjajahan, dan isu pengungsi. Tidak hanya berisi tentang tulisan monoton, The Archipelago juga menghimpun tulisan berupa artikel, puisi, memoir, fiksi, hingga karya seni. Penulis dan pengarang berasal dari berbagai negara sehingga memberikan kita cerita dan sudut pandang yang mungkin belum pernah terbayangkan selama ini.

cara menulis creative writing


Mungkin pertemuan saya dengan The Archipelago seperti untaian takdir. Tiba-tiba saya melihat postingan The Archipelago (@archipelago_mag) di kanal sponsored feed saya dan hati saya tergerak untuk mengklik akun @archipelago_mag.

“Wah menarik nih, kanal media internasional yang isinya banyak menekankan soal keberagaman. Isu refugee?” ujar saya dalam hati.

Karena penasaran, maka saya semakin mengeksplorasi postingan @archipelago yang lain. Sampai akhirnya perhatian saya tertuju kepada postingan soal Writer’s Circle yang akan diadakan secara luring dan akan memberikan semacam mini workshop mengenai bagaimana menulis agar tulisan kita lebih menggugah pembaca, atau impactful writing. Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftar di situs terkait dengan harapan mendapatkan umpan balik positif.

Tidak sampai seminggu berselang, saya mendapatkan surel balasan! Saya diminta untuk mencantumkan contoh tulisan saya yang menjelaskan apa yang menginspirasi saya untuk tetap menulis. Intinya, saya menjelaskan bahwa saya "iri" dengan suami yang dokter. Setidaknya, sepanjang karirnya ia akan memberikan manfaat kepada orang lain. Lantas bagaimana dengan saya? Memanfaatkan kegemaran saya akan menulis sebagai wadah penyaluran pikiran saya yang ribut, saya berusaha membuat tulisan saya sebagai amal jariyah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.


Meski nantinya banyak tulisan saya yang memberikan kucuran dana ke dompet. But, it’s not the focus, it’s just the side effect I gain.

The Archipelago Writer's Circle

Alhamdulillah, dua hari setelah saya mengirimkan contoh tulisan, saya mendapatkan email balasan bahwa saya diterima untuk bergabung di acara The Archipelago Writer’s Circle. Yeey! Warsan Weedhsan, selaku salah satu co-founder The Archipelago menghubungi saya via WA dan berkonsolidasi soal kapan acara dilaksanakan.

Acara diadakan di D Hotel, Manggarai. Posisi yang sangat strategis karena dekat dengan rel kereta api dan jalur Trans Jakarta. Bagi saya juga posisi ini tidak terlalu jauh bagi saya karena relatif terjangkau dari rumah.

cara menulis creative writing
Sumber: Agoda

Saya membawa anak kedua yang berusia 3 tahun bersama. Ada perasaan deg-degan sebelum beranjak dari mobil.

“Siapa orang-orang asing yang akan saya temui nanti, apakah saya bisa berbaur?” tanya saya dalam hati. My introverted soul has just arised!

Dengan memantapkan langkah, saya naik ke lantai dua dimana pertemuan diadakan. Wow, there’s a lot of race and we speak English to each other. Perawakan kita berbeda-beda, warna kulit beraneka ragam, dan bahasa yang digunakan juga bervariasi. Bahkan, ada beberapa bahasa yang tidak akan pernah kamu dengar sebelumnya.

Wow, that’s a lot of language I hear in just one desk.”, pekik Eduard Lazarus, seorang Jurnalis, penulis, dan Editor yang juga menjadi penerjemah bagi The Archipelago Mag.

Acara dimulai dari jam 11 dan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama berupa perkenalan dan sesi kedua berupa mini workshop.

Sesi 1: Buah apakah kamu?

cara menulis creative writing

Di sebuah ruangan berukuran menengah dengan wallpaper coklat jadul, meja disusun berbentuk U sehingga kami dapat melihat satu sama lain. Warsan yang bertindak sebagai MC meminta kami untuk memperkenalkan diri secara berurutan. Uniknya, kami disuruh untuk memilih satu buah favorit yang merepresentasikan diri masing-masing.

Saya mendengar banyak buah, mulai dari kurma, durian, mangga, semangka, hingga buah yang tidak pernah dengar karena (katanya) merupakan buah khas di negaranya. Sejujurnya saya bingung harus memilih apa, akhirnya saya memilih Buah Naga yang sekaligus buah favorit si sulung. Saya pun mendeskripsikan diri saya seperti Buah Naga, like Dragon Fruit which have different appearance apart the skin and the fruit itself, I’m kinda unexpected!

cara menulis creative writing
Setelah semuanya memperkenalkan diri, Warsan dan Kieren Kresevic Salazar sebagai co-founder dari The Archipelago Mag menjelaskan secara singkat mengenai The Archipelago dan bagaimana media ini memberdayakan semua orang dengan menitikberatkan keberagaman. Di ruangan tersebut saya banyak bersama para pengungsi (refugee) mulai dari Afghanistan, Somalia, dan beberapa negara konflik lainnya. Meski banyak pengungsi, tapi mereka tidak ingin dikenal sebagai seorang pengungsi yang rapuh.

“We’re not the refugee media, we just write about refugee and other thing”, tekan Warsan

Acara Writer’s Circle ini juga dihadiri oleh penulis Indonesia seperti Rain Chudori dan Awi Chin, editor seperti Eduardus Lazarus, serta tamu spesial Dr. Beth Yap yang merupakan penulis Malaysia-Australia.

Sesi 1 diakhiri dan masuk ke jam istirahat dimana kita bisa Sholat dan makan siang. Mushola ada di sebelah ruang pertemuan dan hall prasmanan untuk makan siang di lantai yang sama pula. 

Sesi 2: Your heart full of heartwarming stories

cara menulis creative writing

Setelah makan siang dan sholat, saya kembali masuk ke ruangan pertemuan. Kaget, ternyata meja sudah disusun ulang menjadi tiga grup kecil. Ternyata akan dilangsungkan mini workshop yang akan dipandu oleh penulis tamu. Dua meja lain dipandu oleh Rain Chudori dan Awi Chin serta Kieren dan Eduard Lazarus. Saya dan 5 rekan lain: Mozhdeh, Sakina, Taher, Rabia, dan Mariza, kebetulan berkesempatan dibimbing langsung oleh Dr. Beth Yahp yang dengan kerendahan hatinya rela terbang dari Australia ke Indonesia. Beliau merupakan seorang dosen menulis kreatif di salah satu University of Sydney dan memenangkan beberapa penghargaan sebagai penulis dan editor.

Ketimbang menggurui, saya senang dengan tone sederhana yang diajarkan oleh Dr. Beth, Ia memulai dengan cerita personalnya yang membuat kami merasa lebih dekat dengannya.

“Saya lahir dan besar di Johor Bahru, sebuah kota yang sangat dekat dengan Singapura. Ayah saya suku Cina dan Ibu punya darah Thailand. Anehnya, saya tidak bisa bahasa Cina sama sekali, hanya bahasa Inggris dan melayu pada saat itu.” Cerita Dr. Beth.

Sebagai seorang perempuan yang bukan merupakan warga asli tempat tinggalnya sekarang, Dr. Beth mengalami diskriminasi meski ia tinggal dan berkarya di sebuah negara yang katanya maju itu. Bagaimana bisa seorang yang tidak bisa berbahasa Inggris dari lahir, bukan warga negara asli, dan seorang perempuan bisa menjadi seorang pengajar di jurusan Bahasa Inggris di sebuah universitas ternama? Tapi Dr. Beth datang di waktu yang tepat. Pada saat itu, fakultas tempat ia bekerja sekarang sedang memiliki proyek penelitian kebudayaan dan sastra ASEAN sehingga menempatkan ia sebagai orang yang tepat di fakultas.

Melalui layar laptop, kami diajarkan bagaimana teknik-teknik menulis kreatif sehingga membuat para pembaca mendapatkan pesan dari apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Dalam menulis kreatif juga harus memaksimalkan kelima indra yang dipunya: penglihatan, pendengaran, sentuhan, pengecap, dan pembau. Bahkan, ternyata ada indera keenam yang harus dimaksimalkan agar pembaca seolah-olah sedang berada di imaji yang dibentuk oleh penulis. Indera tersebut adalah menerjemahkan indera lain ke dalam perasaan.

“Coba lihat ruangan ini, kamu bisa lihat ruangan ini berwarna coklat, apa yang kamu rasakan?” tanya Dr. Beth.
Murky” jawab saya, “Because this room uses brown old school wallpaper and is not bright as it can be.

cara menulis creative writing
Mini workshop ini tidak berjalan searah, kami semua melakukan diskusi dua arah. Setelah materi selesai diberikan, Dr. Beth meminta kami menuliskan di kertas mengenai salah satu tempat yang membuat kami bahagia. Sembari kami menuliskan cerita di secarik kertas, Dr. Beth sembari menginstruksikan hal-hal mengenai indera kami sehingga kami dapat mengadopsinya dan mendeskripsikan di dalam tulisan kami.

“Siapa yang membuat kamu bahagia. Mengapa kamu senang berada di sana. Bagaimana kamu melihat tempat tersebut. Bau apa yang dapat kamu ingat saat berada di sana. Perasaan apa yang kamu rasakan selama disana.” Rinci Dr. Beth.

Kami pun menulis cerita versi kami masing-masing. Sebelumnya Dr. Beth juga sudah menyarankan agar kami jangan terlalu banyak berpikir saat menulis cerita tersebut. Langsung tulis apa yang langsung terbayang di benak. Tidak disangka, kami berhasil menuliskan cerita tentang tempat yang membuat kami bahagia dalam 2,3 hingga ada yang 4 lembar kertas.

Well, congratulations to you all! Since you write this in your second language, not you are born with, it must be hard for you. I myself am not sure can do it in a fast way like you”, puji Dr. Beth.

Dr. Beth pun meminta kami membacakan cerita kami satu persatu. Tidak hanya mendengar, kami juga diminta untuk memberikan opini terhadap cerita rekan kami.

Saya tidak menyangka, betapa hangatnya mendengarkan 5 gaya tulisan yang saling berbeda dengan pandangan memori masing-masing. Ada yang mengutarakan dengan gaya yang aneh tapi unik, ada yang punya sisi humor sangat bagus, hingga ada juga yang seperti cerita dongeng.

You describe the place in your story very accurately and feel alive. Your story is moving, I guess you must be a good writer when it comes to fiction.” saran Mozhdeh mengomentari cerita saya

Saya seperti merasa wow. Maksudnya, seumur-umur tidak pernah terbersit di pikiran untuk menulis cerita fiksi. Saya hanya tertarik untuk menulis cerita non-fiksi dan pengalaman saja, seperti yang saya tulis di blog saya ini. Well, mungkin saya harus mencoba kapan-kapan menulis cerita pendek?


Setelah kami semua membacakan cerita kami, Warsan menginstruksikan bahwa waktu tinggal setengah jam lagi. Sembari menyodorkan biskuit di meja, Dr. Beth menawarkan apakah ingin mempelajari materi lagi atau ingin berdiskusi saja. Serempak kami menjawab ingin berdiskusi. Setelah mengambil snack dan kopi di meja seberang, kami berdiskusi tentang banyak hal. Tidak hanya perihal menulis, tetapi juga tentang cerita hidup.

“Saya punya blog dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, tapi setelah saya baca keduanya, saya seperti memiiki dua kepribadian berbeda dalam tulisan tersebut. Kepribadian dalam tulisan bahasa Indonesia, dan kepribadian dalam tulisan bahasa Inggris.” Tanya saya penasaran.

Setelah sesi mini workshop selesai, Warsan mengedarkan kertas survei, menutup acara dan mengajak kami semua berfoto bersama.

An impecable experience!

cara menulis creative writing


Selain anak tengah saya yang beberapa kali terdengar minta segera pulang, siang itu berkesan sekali. Saya tidak hanya belajar hal baru, tapi juga mengenal orang baru, mendengar cerita baru, hingga mengetahui hal trivial seperti ternyata orang Afghanistan bahasanya bukan Arab.

Saya sadar betul, dalam satu ruangan tersebut banyak teman-teman pengungsi yang berasal dari puluh ribu kilometer jauhnya dari kota ini. Saya yang dari kecil hingga sekarang hidup dengan damai dan bahagia berbeda de nga beberapa dari mereka yang terpaksa mengalami suasana yang mencekam hingga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Bahkan, beberapa dari mereka sempat merasakan hidup yang nyaman sampai satu waktu situasi politik memanas sehingga mereka terusir dan meninggalkan kehidupan nyaman mereka.

Saya sendiri sebenarnya sadar bahwa Indonesia kedatangan pengungsi dari negara krisis. Saya kerap membacanya beberapa kali di media daring dan cetak. Tapi berita tentang pengungsi ini sangat jarang. Kehadiran teman-teman pengungsi yang dari berbagai latar belakang dan negara membuat saya sadar ternyata banyak teman-teman pengungsi yang harus menempuh jalan hidup keras, tinggal di negara baru, belajar tekun bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, hingga setengah mati berjuang agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah saya membaca buku The Boy at the Back of the Class karya Onjali Q. Rauf, saya terbayang sekaligus penasaran untuk mengetahui cerita pahit yang membawa mereka ke Indonesia. Tapi, saya tahu saya tidak pantas menanyakan hal tersebut. Biarlah itu menjadi cerita mereka sampai mereka bersedia menceritakannya kepada orang lain.

Ingat kutipan buku tentang pengalaman sang anak Suriah yang menunjukan adiknya ada di gambar laut?


*Rekomendasi Buku

Tamu-tamu spesial di The Archipelago Writer’s Circle ini saat memperkenalkan diri di sesi pertama menunjukkan buku-buku karangan mereka. Berikut saya sertakan judul buku mereka, siapa tahu kamu tertarik membacanya.

  • Eat First, Talk Later - Dr. Beth Yahp. Sebuah cerita heart-waming tentang orang tuanya yang berbeda latar belakang tapi sangat hangat.
cara menulis creative writing
Sumber: Goodreads

  • Rain Chudori - Imaginary City. Cerita sentimentil seorang wanita yang mengunjungi kembali kota dimana dia berasal dan mengalami hal-hal yang membuat ia terkenang.
  • cara menulis creative writing

Menyiapkan Anak Menghadapi Hari Pertama Sekolah Tatap Muka

26 komentar

Musim ajaran baru telah tiba! Saatnya menyiapkan anak guna menyambut sekolah tatap muka tahun ajaran baru.

hari pertama sekolah tatap muka

Tahun ini anak sulung saya resmi menjadi anak SD kelas 1. Kami mendaftarkannya di sebuah SD Islam di dekat rumah kami yang jaraknya tidak lebih dari 3 km. Sebenarnya, itu adalah SD incaran saya bahkan semenjak kami belum berdomisili di rumah yang sekarang ini. Pada waktu mengincar sekolah ini, kami masih masih tinggal di apartemen di bilangan Jakarta Pusat tanpa tahu bakal dapat jodoh rumah dimana. Alhamdulillah ternyata kami berjodoh dengan sebuah lahan yang berlokasi tidak jauh dari area impian saya, sekaligus dekat dengan sekolah incaran saya ini.

Anak sulung saya ini sebenarnya telah lulus TK setahun silam. Karena usianya masih belum mencukupi untuk masuk SD saat itu, akhirnya kami memutuskan untuk menunda Hasan untuk masuk SD dan lebih memilih mengambil jenjang TK B kembali di sebuah sekolah hybrid, yaitu sekolah yang mengkombinasikan pertemuan daring yang dan dilengkapi dengan sekolah tatap muka.

Pun, mengingat pandemi dua tahun lalu, selama masa itu sekolah banyak diselenggarakan secara daring. Awalnya 100 persen secara daring, kemudian saat melihat trend pandemi Covid menurun, maka banyak sekolah mulai mencoba mengadakan sekolah offline dengan kapasitas kelas setengahnya. Saat varian covid delta menyerang dan kasus mulai meningkat, maka banyak sekolah memberlakukan pertemuan secara daring kembali. Perlahan saat kasus menurun kembali, sekolah-sekolah mulai mencoba memberlakukan sekolah tatap muka kembali tapi tetap tidak dengan kapasitas 100 persen.

Saat pandemi itu, saya berharap semoga saat anak sulung saya menjadi siswa kelas 1 SD  yang sudah merasakan PTM 100 persen. Alhamdulillah, meski ada isu kasus varian Covid baru, ternyata pandemi masih terkendali sehingga hampir semua sekolah sudah memberlakukan sekolah offline dengan PTM 100 persen.

Mengingat sudah 100 persen sekolah offline tahun ajaran baru ini meski masih di dalam kondisi pandemi virus covid, maka sejumlah persiapan pun harus dilakukan. Persiapan ini tidak hanya pada anak, tapi juga bagi orang tua.

Apa saja yang harus dipersiapkan menghadapi hari pertama sekolah tatap muka tahun ajaran baru new normal?

1. Mempersiapkan mental


hari pertama sekolah tatap muka
Liburan sekolah menjelang tahun ajaran baru sangat panjang, hampir satu bulan lamanya. Anak dan orangtua yang biasanya sudah terbiasa dengan ritme harian santai, maka pelan-pelan harus mengkondisikan kembali ke ritme aktivitas pagi yang padat.

Mental anak pelan-pelan dipersiapkan dengan diberikan pengertian bahwa sebentar lagi ia akan masuk sekolah dan harus kembali bangun pagi dan langsung beraktivitas. Jika mental anak tidak dipersiapkan, takutnya ia merasa kaget saat hari pertama sekolah dan berujung dengan rewel tidak mau sekolah.

Begitu juga dengan mental orang tua, terutama Ibu. Ibu harus siap bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan dan bekal anak. Hasan makan siang di sekolah, jadi praktis saya harus menyiapkan cemilan hingga makan siangnya sekaligus menyiapkan bekal makan siang suami yang berangkat kerja.

Bagi si sulung, tidak ada lagi tidur lagi setelah subuh. Bagi saya, tidak ada lagi leha-leha setelah subuh.

2. Mempersiapkan perlengkapan sekolah

hari pertama sekolah tatap muka

Salah satu kegiatan favorit anak menjelang tahun ajaran baru adalah melengkapi perlengkapan sekolah. Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bonding antara orangtua dan anak. Dengan memilih sendiri kotak bekal, pensil, buku, hingga botol minum, anak akan lebih bersemangat menyambut tahun ajaran baru PTM 100 persen.

Kami melibatkan si sulung dalam pemilihan kotak bekal, sepatu sekolah, hingga jam tangan. Kami yakin, dengan melibatkan anak mengecek dan melengkapi perlengkapan sekolahnya akan meningkatkan emosi positif menyambut hari pertama sekolah tatap muka.

Jangan lupa juga untuk mengecek sepatu dan seragam sekolah anak, mereka yang cepat tumbuh membuat seragam dan sepatu sekolahnya sudah terasa sempit.

3. Berangkat lebih awal

hari pertama sekolah tatap muka

Tahun ajaran baru membawa euforia tersendiri tidak hanya pada anak, tetapi juga bagi orangtua. Bahkan nenek dan kakeknya sekalipun tidak sabar untuk mengantar dan melihat cucunya bersekolah. Tidak heran, awal tahun ajaran baru akan diiringi dengan kemacetan hebat di titik sekitar sekolah. Pastikan berangkat sekolah lebih awal dari biasanya untuk menghindari kemacetan.

Waktu tempuh normal dari rumah kami ke sekolah si sulung hanya 15 menit untuk jarak kurang dari 3 km. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diingini saya dan si sulung berangkat sekolah 40 menit sebelum jam masuknya.

35 menit sebelum jam masuk kelas adalah waktu yang tepat tanpa harus terlalu bermacet ria saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Namun saat kami berangkat 40 menit sebelum jam masuk kelas, kemacetan sudah mengular sehingga saya dan si sulung harus berjalan kaki sekitar 300 meter menuju gerbang sekolah.

4. Mempersiapkan fisik dan rutinitas

hari pertama sekolah tatap muka

Rutinitas dan fisik adalah hal yang harus diprioritaskan dalam menghadapi hari pertama sekolah. Mengkondisikan tubuh untuk beraktivitas lebih pagi juga harus diiringi dengan tidur cukup agar tubuh tetap bugar dan dapat berfungsi secara maksimal.

Salah satu hal yang membuat saya terus berpikir (hingga saat ini) adalah bagaimana menjaga jam tidur si sulung tetap optimal agar ia dapat beraktivitas secara prima. Jika dulu ia belum shalat subuh dan bangun jam setengah 8, kini ia harus bangun subuh dan tidak tidur lagi setelahnya.

Menyuruhnya tidur siang adalah salah satu strategi. Strategi berikutnya adalah tidur malam lebih cepat meski terasa sulit karena malam adalah waktu menunggu ayahnya pulang dan bercengkrama bersama. Tidur lebih cepat membuat si sulung jadi sulit bertemu ayahnya di penghujung hari.

Jam tidur yang cukup adalah salah satu yang saya jaga karena ini berhubungan dengan performanya di sekolah dan agar daya tahan tubuhnya tetap prima. Selain itu, tidur yang cukup juga menjaga imunitas untuk menjaga kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri.

Selain jam tidur yang cukup, saya merasa perlu memberikan suplemen tambahan sebagai booster daya tahan tubuh anak. Penasaran dengan suplemen apa yang saya berikan kepada si sulung sebagai ikhtiar menyiapkan ia menghadapi sekolah tatap muka di tengah pandemi virus Covid?

Interlac, combo probiotik dan vitamin D3

hari pertama sekolah tatap muka

Tahukah kamu kalau rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh meningkatkan risiko radang akibat virus Covid menurut Jurnal Royal College of Physicians Clinical Medicine? Kurangnya kadar vitamin D3 di dalam tubuh dapat membuat si kecil gampang sakit. Vitamin D3 didapatkan dari asupan makanan dan kemudian dioptimalkan dengan paparan sinar matahari atau berjemur.

Dalam menjaga daya tahan tubuh anak juga perlu memperhatikan kesehatan saluran cernanya. Si kecil harus rutin mengkonsumsi probiotik atau bakteri baik. Salah satu bakteri baik tersebut adalah Lactobacillus reuteri.

Terkadang kita cukup repot jika harus memberikan si kecil banyak suplemen. Si kecil kadang juga jadi rewel jika kebanyakan makan suplemen. Adakah suplemen yang mengandung vitamin D3 sekaligus probiotik.

hari pertama sekolah tatap muka

Ternyata ada! BioGaia Interlac adalah suplemen yang mengandung vitamin D3 400 IU sekaligus bakteri baik Lactobacillus reuteri yang dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna. Konsumsi suplemen ini diharapkan dapat menjadi booster imunitas anak dalam menghalau berbagai virus varian covid serta meningkatkan saluran cerna anak. BioGaia Interlac berbentuk tablet kunyah rasa jeruk yang enak rasanya. Hasan approved! Tablet ini dapat dikonsumsi satu tablet per hari atau sesuai anjuran dokter.

Meskipun rasanya jeruk manis, suplemen ini tidak akan merusak gigi karena tidak mengandung gula. Kandungannya juga sangat aman.

Interlac juga mudah ditemukan di apotik dan Babyshop kepercayaan. Sayangnya, banyak ditemukan produk Interlac palsu. Oleh karena itu, pastikan membeli produk ini hanya di apotik dan babyshop kepercayaan serta marketplace seperti di Tokopedia.

Si kecil tertarik mencoba produk Interlac? Bisa kepoin di IG @interlacprobiotics dulu lho!

Anak Muntah dan Mencret, Masih Bisa kah Travelling bersama 3 anak dinikmati? Ini Tipsnya bersama Internetnya Indonesia!

22 komentar
Bagaimana Pengaruh IndiHome memberikan manfaat internet dalam menyiapkan rencana travelling bersama 3 anak?

Sepanjang tahun 2018 saya, suami, dan anak sulung kami banyak melakukan perjalanan di belahan Pulau Jawa dan beberapa negara ASEAN. Bersyukur kami diberikan rezeki berupa anak usia 3 tahun yang sangat gampang dan tidak menyusahkan dibawa travelling. Bawa si sulung bagaikan bawa orang dewasa biasa, asli deh!

Tapi ternyata Allah ingin membuat hidup kami lebih berwarna. Di tahun 2022 ini, kami akhirnya berkesempatan melakukan perjalanan jarak jauh lagi. Bedanya kalau dulu bertiga, sekarang berlima! Ya, kami sudah dikarunia ekstra dua anak lagi. Di perjalanan ini kami harus membawa sulung yang berusia 7 tahun, tengah berusia 3 tahun, dan bungsu berusia 1,5 tahun.

travelling internetnya indonesia

Kalau dulu hampir tidak ada kendala sama sekali, kalau sekarang harus mengalami dua anak muntah di carseat masing-masing dan mencret selama berada di luar kota. Wow sekali bukan!

Tapi apakah saya mutung dengan perjalanan kali ini? Tentu tidak, karena sebelum berangkat kami sudah menyiapkan beberapa hal. Fisik, mental, dan ekspektasi.

Kebanyakan Ibu-ibu suka merasa jiper duluan saat hendak travelling bersama anak, apalagi jika punya anak masih kecil-kecil dan travelling jarak jauh.

Namun sebenarnya kekhawatiran itu bisa ditepis, asalkan kita menyiapkan semuanya baik dari perencanaan hingga mental. Travelling dengan anak tentunya tidak akan sama jika dibandingkan dengan travelling tanpa anak. Saat masih sendirian atau hanya bersama pasangan saja kita bisa menetapkan rencana perjalanan ambisius.

Tapi jika punya anak? Besar kemungkinan arah perjalanan kita tergantung dari kondisi anak.

Lantas bagaimana menyiasatinya?

Karena siapapun berhak menikmati travelling, meski bersama anak banyak sekalipun.

1. Riset, Riset, Riset

travelling internetnya indonesia

Riset yang menyeluruh adalah kunci. Jangankan jika harus travelling bersama anak, saat berpergian senidrian pun banyak sekali yang harus diriset. Mempersiapkan kota tujuan, mencari perbandingan tiket dan penginapan termurah, mencari tahu rekomendasi tempat tujuan dan makanan/minuman favorit, hingga memutuskan mobilisasi menggunakan apa.

Di Awal Bulan Juli ini kami sekeluarga berkesempatan jalan-jalan ke Solo. Berbeda dengan keluarga lain, biasanya kami liburan dengan cara menyelipkan agenda saat suami harus bekerja. Kalau dipikir, sangat jarang kami pergi ke luar kota murni hanya liburan. Suami belum termasuk orang yang punya privilege untuk mengambil cuti, jadi kalau pun kami pergi keluar kota ya hanya akhir pekan atau saat ada tanggal merah.

Kebetulan suami menjadi tim medis pertandingan Rugby di Solo selama 2 hari. Jika dihitung dengan waktu perjalanan, kami berkesempatan melakukan perjalanan 4 hari 3 malam ke Solo! Sungguh sebuah kesempatan yang langka karena biasanya maksimal hanya 3 hari 2 malam saja saat ada tanggal merah berdekatan dengan akhir pekan.

Peran IndiHome dalam membantu riset perjalanan bersama anak

Riset sebelum berangkat adalah kunci kesuksesan travelling bersama anak. Sehari-hari saya banyak menghabiskan waktu di rumah saja karena saya Ibu rumah tangga yang sesekali mengerjakan pekerjaan menulis paruh waktu. Koneksi internet yang saya gunakan di rumah adalah internet fiber optik IndiHome. Semua perangkat di rumah sudah dikoneksikan ke internet IndiHome melalui koneksi Wifi.

travelling internetnya indonesia

IndiHome adalah satu-satunya provider internet yang menyediakan bundling paket bersama dengan telepon rumah! Itu lah salah satunya alasan kami berlangganan IndiHome sejak awal nikah. Pasalnya, mayoritas keluarga saya dan suami menggunakan Telkomsel dan dengan menggunakan paket bundling 2P IndiHome artinya kami mendapat jatah telepon gratis sekian menit via telepon rumah. Deal yang menguntungkan sekali menurut saya.

Karena kami bukanlah penonton televisi, kami memilih menggunakan paket 2P (Internet+Phone) seharga Rp 275 ribuan dengan kecepatan hingga 20 Mbps. Eh, karena loyal memakai IndiHome bertahun-tahun, di tahun kelima (kalau tidak salah) saya mendapat telepon dari CS IndiHome mengenai tawaran naik kecepatan hingga 30 Mbps TANPA TAMBAHAN BIAYA! Wuih, salut sama IndiHome yang mengapresiasi pelanggan loyalnya.

IndiHome ini juga sudah terkenal menjangkau berbagai pelosok daerah di Indonesia. Jangankan di daerah, Indiome adalah satu-satunya provider internet di area rumah om saya yang berada di Bintaro.

travelling internetnya indonesia

Buat kamu yang lagi bingung mau pasang provider internet apa, bisa langsung hubungi kontak IndiHome untuk pemasangan. Tidak cuma menawarkan bundling internet, kini kamu yang ingin berlangganan Disney+ dan Netflix juga tidak usah bingung. IndiHome menawarkan paket bundling langganan Disney+ Hotstar, Netflix, WeTV, Vidio, dan Catchplay. Tidak cuma bundling, IndiHome juga dengan loyalnya memberikan diskon biaya pemasangan sampai setengah harga!

Menarik bukan?

Mari kembali ke pengalaman saya mengenai bagaimana koneksi lancar IndiHome sangat membantu dalam perencanaan liburan bersama tiga anak.

Menggunakan pesawat, kereta api, atau mobil pribadi?

Senjata utama riset travelling tidak lain dan tidak bukan adalah koneksi internet. Cuma dengan duduk di pojokan saja, saya bisa mendapatkan manfaat internet dengan mencari tahu apapun lewat ponsel ataupun laptop. 
Kebetulan kami sudah menggunakan IndiHome sejak awal berumah tangga. IndiHome merupakan produk dari Telkom Indonesia yang merupakan salah satu pemain besar provider internetnya Indonesia. Keputusan kami menggunakan IndiHome juga diambil karena pengalaman keluarga saya yang sebelumnya sudah menggunakan provider ini sejak IndiHome diluncurkan. Pemain lama nih, boleh nih Telkom Indonesia kasih kami bonus kecepatan, hehe.

Setelah riset, akhirnya kami memutuskan naik mobil saja. Bayangkan, pulang pergi cuma butuh 1,6 juta rupiah, yakni tol 1 juta pulang pergi dan isi bensin 200 ribu rupiah sebanyak 3 kali.

Menginap dimana?

travelling internetnya indonesia

Terakhir kami jalan-jalan ke luar kota untuk liburan santai adalah tahun 2019, yakni saat anak kami baru satu. Selain cuma bertiga, anak sulung kami juga tipe yang enak diajak jalan-jalan jadi otomatis kami tidak repot sama sekali mengajak ia kemana pun.

Namun keadaan berubah sekarang. Kami sudah berlima sekarang dengan tambahan 2 batita. Jika dulu kami tidak pusing untuk urusan kamar karena bahkan memakai kasur twin pun tidak masalah, sekarang kami harus memilih penginapan dengan kriteria berikut:
  • Kasur ukuran super king size (200x200)
  • Family suite yang punya kasur twin (queen atau king size) dengan tambahan kasur single (90x200 atau 100x200)
Terima kasih IndiHome yang memiliki koneksi internet stabil! Saya jadi tahu ternyata di Solo banyak hotel yang menyediakan kamar family suite dengan harga sangat variatif. Untuk mengetahui ukuran kasur, saya harus menanyakan langsung ke pihak hotel karena di Online Travel Agency (OTA) seringnya hanya mencantumkan double bed atau twin bed saja tanpa mencantumkan ukuran.

Nah, biasanya menghubungi langsung ini menggunakan sistem BOT di website yang kalau lama tidak dibalas atau keluar dari halaman maka percakapan tidak bisa dilanjutkan.

Kebayang kan jika koneksi internet kita buruk, lagi bertanya eh malah koneksi putus. Begitu koneksi tersambung lagi, kita harus memulai percakapan baru. Gitu aja seterusnya.

Untuk koneksi internet saya yang menggunakan Indihome stabil dan lancar jaya. Saya pun tidak kesulitan mendapatkan jawaban cepat perihal ukuran kasur. Kecepatan informasi ngaruh banget lho, soalnya kami pergi tanggal 1-4 Juli dimana jadwal liburan anak sekolah! Telat booking penginapan sama artinya tidak dapat penginapan atau kalau dapat pun sudah kena harga mahal.

Kemana saja?

travelling internetnya indonesia
Setelah permasalahan akomodasi pulang pergi dan tempat menginap beres, yang harus dipikirkan adalah kemana saja selama berada di Solo. Berhubung suami bertugas selama di Solo, otomatis jalan-jalan di kota hanya dilakoni berempat bersama anak. Maka riset calon destinasi dan makan dimana juga harus dikumpulkan. Ingat, dikumpulkan ya, bukan daftar ngoyo untuk menjelajahi semuanya.

Biasanya saya menjadikan Google Maps teman setia dalam perencanaan destinasi. Saya mengecek dimana saja lokasi calon destinasi. Berapa lama waktu tempuh dari destinasi ke destinasi. Tentunya saya harus bersyukur memakai IndiHome yang merupakan Internetnya Indonesia yang disediakan oleh Provider Telkom Indonesia. Saya senang karena koneksinya yang lancar membuat riset saya pun berjalan lancar tanpa kendala.

Setelah menyimpan antar lokasi destinasi ini dan menghafal jarak antar destinasi di kepala, maka selesai pula tahap pertama dalam perencanaan travelling bersama 3 anak. Terima kasih internetnya Indonesia, IndiHome!

Tapi apakah yang akan dijalani sesuai dengan yang diriset? Tentu tidak Ferguso! Itulah menariknya travelling bersama anak-anak. Orangtua dituntut untuk adaptif dan ikhlas dalam menjalani itinerary yang telah disiapkan. 

Terlaksana ataupun tidak sama sekali.

2. Menyiapkan fisik dan mental anak

travelling internetnya indonesia

Anak kecil notabene memiliki fisik yang tidak seprima orang dewasa. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun disarankan tidak melakukan aktivitas berat sebelum menjalani perjalanan jauh yang melelahkan.

Apalagi anak-anak. Disarankan untuk membatasi kegiatan anak seminggu sebelum berangkat. Maksudnya tidak membawa anak pergi di perjalanan melelahkan sebelum hari keberangkatan.

Jangan seperti saya. H-2 saya membawa anak tengah saya ikut ke sebuah pertemuan dan agenda lainnya mulai dari pukul 10 siang hingga maghrib! Alhasil keesokan harinya suhu tubuh si tengah menghangat dan disertai diare. Tampaknya ia kecapekan mengikuti ritme pergerakan saya ditambah dengan salah makan.

Alhamdulillah 2 anak lainnya sehat saat perjalanan pergi. Mengetahui kenyataan akan membawa si tengah dalam keadaan kurang fit, maka otomatis ia “dibom” dengan suplemen dan madu. Kami sebagai orangtuanya juga harus menyiapkan mental dengan cara siap banyak berhenti di rest area jika si tengah minta buang air besar. Selain itu, sebagai antisipasi saya juga memakaikan popok jika ia mengeluh hendak buang air besar sementara kami belum menemukan rest area.

Kami juga sudah menyiapkan obat-obatan yang dibawa selama perjalanan. Mulai dari obat demam, flu, multivitamin, madu, hingga obat diare.

Yang paling penting adalah orang tua siap. Siapkan ekspektasi sesuai dengan kemungkinan terburuk. Kenyataan di lapangan bisa dihadapi dengan santai asal orangtua adaptif dan ikhlas.

3. Adaptif

travelling internetnya indonesia

Keesokan harinya setelah kami sampai di tujuan, saya berencana mengantarkan suami saya tugas dahulu ke lapangan sembari memboyong anak-anak di mobil. Kami tinggal di rumah sewaan AirBnb karena menginginkan harga murah dengan kasur yang banyak agar tidur kami nyaman.

Terjadi hal yang tidak disangka menjelang kami berangkat ke lapangan. Si tengah muntah! Muntah mengenai sofa dan karpet rumah sewaan. Wah, langsung kami kocar-kacir membersihkan sisa muntahan. Untung kami tinggal di rumah sehingga kami bisa menjemur karpet yang terkena muntahan. Kipas angin pun kami hidupkan dan diarahkan ke sofa bekas muntahan agar cepat kering.

Setelah mengantar suami, si tengah lanjut muntah di carseat. Duh, padahal sudah dekat dengan rumah tinggal. Untung muntahannya hanya berupa air. Beruntung juga di luar cuaca cerah dan panas terik sehingga carseat langsung saya jemur di belakang.

Itinerary sudah disiapkan, tapi si tengah muntah dan mencret. Nah lho! Padahal di hari itu saya dan mertua yang kebetulan singgah ke Solo berencana menempuh perjalanan jauh ke Museum Atsiri.

“Si tengah barusan muntah, ini mau lihat kondisi dulu sampai jam 10. Kalau kondisi oke, paling kita ke Tjolomadu aja jalan-jalan.”, saya mengetik WhatsApp ke mertua.

De Tjolomadu yang merupakan bekas pabrik gula terbesar di Indonesia ini hanya berjarak tidak sampai 1 km dari rumah sewaan kami. Yes, itulah salah satu alasan saya memutuskan menyewa AirBnb ini, posisinya dekat dengan salah satu tempat wisata primer. Akhirnya tanpa pikir panjang, rencana hari itu saya ubah dengan piknik di de Tjolomadu saja dan makan di salah satu tempat hits di Solo, Grandis Barn yang jaraknya juga sangat dekat dengan rumah tinggal kami. 

So far penginapan kami memuaskan. Minusnya cuma tidak dibekali internet saja. Mungkin saya harus menulis ulasan agar memasang IndiHome kepada pemilik penginapan karena banyak sekali manfaat internet yang bisa didapatkan oleh penyewa.

Eh ternyata suami membawa berita gembira saat pulang dari dinas, ia dapat hibahan kamar hotel tipe Family Suite untuk satu malam!

Berpikir cepat, kami pun packing cepat dan memisahkan koper supaya nanti pas checkout rumah singgah dan hotel tidak ribet. Keputusan kami mengambil kamar hotel ini juga dibutuhkan adaptasi yang cepat, terutama untuk rencana keesokan harinya.

Rencananya esok hari saya dan anak-anak ke Tumurun Museum dan jalan-jalan santai di trotoar luas Jl. Slamet Riyadi. Karena keputusan kami harus menginap di hotel itu, artinya hari itu menjadi hari yang sangat sibuk!

Saya sendiri tanpa suami harus check out dari 2 tempat: Hotel dan AirBnb. Dari yang rencananya cuma mengantar suami, jalan santai, dan pulang nunggu aba-aba buat jemput sore, kini menjadi super ribet.

Mengantar suami, ke Tumurun Museum sesuai reservasi, pulang ke hotel sekalian check out, janjian makan siang sama teman, cari serabi, pulang ke rumah singgah sembari membereskan anak, checkout (lagi).

Lelah? Memang, tapi ini risiko yang saya terima dan konsekuensi untuk dapat bersikap adaptif.

Tantangan usai? Belum. Sesampainya kami malam di Semarang, si bungsu muntah di carseat. Memang sehari itu dari pagi badannya sudah hangat. Kami berusaha tenang. Karena kami sudah menyiapkan obat sehingga kami minumkan si bungsu paracetamol 4 kali sehari. Tidak lupa selama perjalanan pulang esoknya saya membawa baju ganti si tengah dan si bungsu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Benar saja, dalam perjalanan pulang si bungsu mencret dan rembes ke bajunya. Bismillah, ikhlas, ikhlas, ikhlas, ga ngeluh.

4. Ikhlas

travelling internetnya indonesia

Ikhlas adalah tips kunci agar tantangan yang dihadapi selama perjalanan tetap terasa menyenangkan. Itinerary tidak sesuai? Ikhlas. Ada tempat yang tidak jadi dikunjungi? Ikhlas. Terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? Ikhlas.

Jika ikhlas, perjalanan yang terasa sulit tidak akan terasa menyebalkan. Pun, meski sudah mengalami hal-hal diatas, kami merasa tidak kapok jika harus membawa anak-anak kami road trip berikutnya. Justru dari hal-hal yang sudah dialami meski tidak mengenakkan akan menjadi pembelajaran bagi kami.

Pembelajaran menyiapkan perjalanan keluarga yang lebih baik.