Langsung ke konten utama

Postingan

Wajib Bahagia saat Pandemi Covid-19

Bosan banget ni udah lama ga keluar. Liburan keluar rumah apa ya yang aman? Staycation aman ga sih? Ujaran-ujaran diatas kerap kali kita dengar akhir-akhir ini. Apalagi dengan longgarnya peraturan protokol pemerintah saat pandemi ini, membuat banyak masyarakat yang mencari celah agar bisa berkeliaran bebas di luar rumah. Sebagian tetap berhati-hati dengan menggunakan pengaman lengkap meski hati diliputi kecemasan, sebagian lain bersikap bodoh amat dengan tidak memakai pelindung apapun. Padahal, diutamakan sekali untuk tetap berada dirumah jika tidak ada kepentingan esensial. Stay home, save lives. Berada dirumah, menyelamatkan nyawa.
Ternyata, pandemi menyebabkan momen traumatik. Terjadi Peningkatan cemas dan depresi seperti Marah, tidak berdaya, takut mati, dan ingin segera kembali normal. Ini juga dapat mengakibatkan p[erubahan pola tidur, pola makan, pola seksual, pola aktivitas, dan pola pengambilan keputusan. We The HealthHari ini, Sabtu, 27 Juni 2020, saya coba meluangkan waktu saya…
Postingan terbaru

Let's Read! Menumbuhkan Minat Baca Anak sejak dalam Pangkuan

Saya suka turut sedih jika mendengar cerita-cerita orang tua yang memaksakan anaknya untuk bisa membaca di usia sedini mungkin. Semakin cepat anak bisa membaca, semakin bangga orang tua. Bahkan tak jarang cara-cara yang digunakan malah dapat "mencederai" anak ketimbang mendidik dengan penuh kasih sayang. Menurut seorang psikolog anak, David Elkind, dalam bukunya The Hurried Child, kecenderungan masyarakat untuk mendorong anak agar secepatnya bisa membaca menjadi lebih buruk dibanding 2 dekade tahun yang lalu. Entah karena tuntutan sekolah atau demi kebanggaan semu orang tua semata.
Sedikit yang mengetahui bahwa proses untuk bisa membaca adalah proses panjang yang terbina sejak dari duduk dalam pangkuan. Otak anak kecil mempersiapkan kemampuannya untuk membaca jauh lebih dini ketimbang yang kita kira. persepsi, konsep dan kata menjadi bahan mentah proses kemampuan membaca. Dalam perjalanannya, anak-anak menggabungkan berbagai pandangannya menjadi bahasa tertulis yang biasa kit…

Travelling bersama Balita: Tips dan Trik

Bagi sebagian orang, jalan-jalan bersama balita itu hanya bagaikan mengasuh balita tetapi pindah tempat. Padahal kita bisa memanajemen perjalanan supaya berpelesir bersama balita menjadi suatu hal yang menyenangkan. Setidaknya meminimalisir kerepotan yang akan dihadapi. Terutama jika hanya berdua saja tanpa bantuan suami.

Sepanjang tahun 2018, saya memiliki cukup banyak pengalaman berwisata hanya berdua dengan Hasan, anak pertama kami. Di tahun itu suami mendapat tugas stase luar kota, yakni: Purwokerto, Jombang, Jogja-Klaten dan Chiang Mai selama 1 bulan untuk masing-masing kota. Saya dan Hasan juga turut serta, hanya stase Banyumas yang kami tidak ikut. Saat itu Hasan baru berusia 2.5-3.5 tahun. Karena pada dasarnya suami disana bekerja, otomatis waktu luang bertiga untuk jalan-jalan hanya akhir pekan. Itu pun belum tentu. Sabtu dan Minggu juga harus visit pasien. Cuma stase Klaten dan Chiang Mai saja yang sabtu-minggu benar-benar kosong. Otomatis waktu wisata bersama sangat amat t…

Tidur Cukup untuk Memperkuat Imunitas Tubuh dari Virus Corona

Corona, Covid-19, penjarakan sosial, lockdown adalah kata-kata kunci yang populer belakangan ini. 4 bulan belakangan ini dunia sedang diserang oleh virus Covid-19 yang bahkan sudah menjadi pandemi. Pemerintah dan masyarakat, semua berusaha agar pandemi ini cepat berakhir dan seluruh kegiatan bisa berjalan dengan normal seperti sedia kala. Semua usaha dilakukan. Kita pun sebagai individu patuh melakukan penjarakan sosial dan rajin menjaga kebersihan terutama mencuci tangan. Masyarakat juga mulai berusaha meningkatkan imunitas dengan cara makan sehat dan berolahraga teratur. Tahukah kamu kalau tidur cukup merupakan usaha yang sangat krusial dalam meningkatkan imunitas di masa pandemi kali ini?
Sekilas Mengenai COVID-19 Seperti yang dilansir dari situs Tanggap Corona JakartaPneumonia Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2). Berbagai macam gejala klinis yang muncul mulai dar…

Sinar Matahari: Harta yang disia-siakan Masyarat Tropis

Jakarta sudah 3 kali dihantam banjir di awal tahun 2020 ini. Awan pekat dan butiran-butiran air menghujam kota Jakarta saban hari. Kehadiran sinar matahari pun menjadi dirindukan. Di tengah musim hujan ini, ternyata sempat berhari-hari sinar matahari bersinar cerah di Kota Jakarta. Sinar yang agak sedikit menyengat, baik tanpa maupun dengan sedikit tutupan awan. Selesai mengantar abang ke sekolah, saya berjalan ke taman belakang apartemen sembari menggendong adek. Kami hendak berjemur. Kami, saya dan adek. Bukan adek saja yang masih berusia 11 bulan. Setahun belakangan ini suami mewajibkan kami untuk mencari sinar matahari. Mewajibkan, tidak hanya menyarankan. Oleh karena itu, saya hampir selalu menjatahkan waktu berjemur di sela-sela waktu antar-jemput abang ke sekolah.

Blogger Gathering Bersama WALHI dan Blogger Perempuan: Kepemilikan Lahan yang Tercerabut

Kalau boleh jujur, sebenarnya tujuan utama saya mengikuti lomba menulis blog yang diselenggarakan oleh kerjasama Blogger Perempuan Network dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang bertajuk Forest Cuisine dengan tema "Hutan adalah Sumber Pangan" adalah demi menjadi 30 finalis sehingga diundang ke acara Blogger Gathering yang diadakan pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 pada pukul 09.30. Ternyata ekspektasi saya tidak salah, saya puas mengikuti rangkaian acara ini karena bersinggungan dengan ketertarikan saya, yaitu lingkungan hidup dan masak-memasak. Memang ada apa aja sih di acara ini sampai menjadi motivasi utama mengikuti kompetisi blog?

Acara diselenggarakan di Almond Zucchini, Seterletak tepat di seberang Kantor Walikota Jakarta Selatan. Meski berdomisili di Jakarta, saya baru tahu ada studio memasak sebagus ini dan terletak tepat di tengah kota. Di dekat pintu sudah ada meja registrasi dan meja dari perwakilan WALHI di seberangnya yang menjual aneka produk loka…

Mengenal Siklus Tidur dan Pengaruh dari Kafein

Kenapa pada saat matahari bersinar cerah kita jarang merasa mengantuk? Kenapa pada saat malam datang tiba-tiba kantuk menerjang? Andai pun kita tidak tidur semalaman, alih-alih mengantuk saat matahari terbit, mengapa kita malah merasa lebih tidak mengantuk ketimbang saat malam hari? Apakah kopi membantu menghilangkan rasa kantuk kita?
Ada 2 faktor penyebab yang mengontrol diri kita kapan ingin tidur dan kapan ingin bangun. Faktor pertama adalah sinyal tubuh yang tersimpan di dalam otak, yaitu sinyal yang mengatur regulasi tubuh selama 24 jam. Faktor kedua adalah senyawa kimia yang apabila tertumpuk akan memberikan dorongan untuk tidur. Semakin lama kita terbangun, semakin terakumulasi senyawa kimia tersebut   sehingga membuat kita semakin merasa mengantuk. Mengenal Circadian Rhythm (Ritme Sirkadian) pada Siklus TidurCircadian Rhythm berasal dari kata "circa" dan "dian" yang artinya "sekitar dan "hari". Kesimpulannya, Circadian Rhythm  adalah siklus …