Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Inilah akhirnya,,,

6 komentar
Akhirnyaaa,,,,,bisa berarti banyak. Akhir dari reviewan Euro 2008 gw dan hari terakhir untuk bendera setengah tiang gw akibat Jerman kalah. Hahaha,,

Karena tuntutan pekerjaan (halah!),,maksudnya request dari bung kiki dan bung wahyu, jadi gw kerjakanlah ni review.haha,,,

Seperti biasa,,gw mau mengirim beberapa mesej dulu ke beberapa orang :
@Kiki dan Wahyu :
Ini reviewannya,,,udah gw tulis walopun menulisnya dengan air mata darah karena jerman kalah (hahaha,,lebay abis!)
@Amare :
selamat,,,ternyata anda mendapatkan kesempatan 20% itu, sehingga gw tulisin ulasan lo mar!
@Ade :
Sialan lo de!!!! Gw ogah nraktir lo Hanamasa. *kabur. Liat aja entar,,ada saatnya gw akan menindas lo! hahaha,,,
@Mas Adi :
Jerman ga juara karena kurang luck mas,,kurang hoki (kekeuh,,). Memang Spanyol lagi oke di Euro kali ini,,but im sure,,,it wont last. Paling PD entar cemen lagi
@Semua Fans Jerman :
Ucapan turut berbelasungkawa karena Jerman kita tidak bisa memenangkan trofi euro. Next time better. Yang jelas,,,
"IN GERMANY WE TRUST"

Sebelumnya mari kita dengar pernyataan bung amare :
"Perkembangan persepakbolaan sekarang sama seperti perkembangan perpolitikan Indonesia. Dimana kadang-kadang orang yang sudah tua dan jauh berpengalaman kalah dengan orang muda yang pengalamannya relatif belum banyak. Hal ini juga berlaku dalam Euro kali ini. Jadi, Spanyol yang dengan pemain lebih gurem (muda) lah yang akan menjuarain turnamen ini."
Begitulah,,,dan ternyata prediksi bung amare tidak salah.

Karena sudah lewat sehari,,gw ulas singkat saja.
Cemerlangkah permainan Jerman kemarin? Cemerlang. Itu menurut gw. Setidaknya lebih cemerlang daripada ketika mereka menghadapi Turki, Austria dan Kroasia. Jerman bermain dengan formasi 4-3-2-1, persis seperti yang gw duga, untuk lebih detilnya coba liat postingan sebelum ini. Sementara Spanyol bermain dengan formasi 4-1-4-1, menempatkan single striker yaitu Fernando Torres.

Babak Pertama
Jerman langsung mengawali dengan permainan menyerang. Spanyol sedikit kelabakan. Terlihat permainan berlangsung di lini Spanyol. Namun ini hanya bertahan sekitar 10 menit. Sehabis itu mulai terlihat agak mengendor dan Spanyol mulai beraksi dan berakibat gol yang diciptakan oleh Fernando Torres pada menit ke-33. Apa penyebabnya. back Jerman kecolongan, sayap kiri belakangnya lemah. Selain itu menurut saya Lehman melakukan blunder dengan terlalu maju dari kotak penalti dan penempatan tubuhnya salah yang berakibat bola yang ditendang Torres tidak tertangkap. Sebenarnya dengan posisi 1-0 untuk Spanyol, bukan berarti Jerman putus semangat. Malah gw liat semakin beringas. Paling tidak Jerman masih unggul dalam penyerangan di babak pertama.

Babak Kedua
Di awal-awal Jerman masih lumayan unggul. Tapi, kemudian  banyak pemain Jerman yang melakukan kesalahan-kesalahan. Selain itu ada beberapa yang performanya menurun. Klose dan Lahm pun dibangku cadangkan. tidak hanya mereka. Beberapa pemain gelandang juga ditukar posisinya. Gw lupa tepatnya siapa yang diganti. Sayang sekali, pemain pengganti itu hanya seperti "merusak" permainan Jerman aja. dengan buruknya beberapa pemain gelandang, hal ini menyebabkan permainan tengah Jerman menjadi "hancur". Tidak ada jembatan penhubung yang mentransfer bola dari area belakang ke area lawan. Apa buktinya?? sekitar 30 menit menjelang pertandingan berakhir,, Jerman begitu ngotot menceploskan gol. Banyak sekali umpan Schweini yang dilancarkan terutama dari sayap kanan. Namun,,finishingnya lagi-lagi teramat buruk. Terlihat kekesalan di wajah Schweini karena assistnya tidak membuahkan gol. Gw mencatat sekitar 8 menit Jerman bermain brutal menyerangnya. Dalam artian sekitar 8 menit itu bermain di area lawan, penuh dengan corner kick dan tendangan maupun assist demi pencetakan gol. TAPI,,,, ketika bola kembali ke area belakang, para pemain belakang Jerman tidak bisa menstransfer bola tersebut ke area lawan karena cacatnya lini tengah. Wajar,,,pas kondisi saat ini  Jerman tidak bisa mencetak gol. Selain itu,,lebih fatalnya lagi di akhir2 babak kedua ini adalah back Jerman terlalu overlapping. Gw mencatat terlalu banyak dimana ketika Spanyol melakukan serangan balik melalui Torres, Area Jerman terlihat begitu kosong akibat para back yang lambat kembali ke posnya setelah ikutan menyerang. HOW PITY.

Selain itu,,gw melihat ketidak sportifan dalam pertandingan ini. SILVA MENJEDUT KEPALANYA KE POLDI!!! Harusnya Kartu merah tu orang. Sialll!!! Tapi ya sudahlah,,,biarkanlah mereka merebut juara eropa keduanya.*ga rela. Mereka boleh menyabetnya dengan sempurna dalam artian pertandingan-pertandingan mereka selalu mulus dan mereka bermain bagus alis tanpa cacat. But I'm sure,,,it wont be last. Ini cuma akan terjadi di euro ini aja. Mari kita buktikan di PD 2010, mereka pasti akan melempem.

Okay Germany,,,Forget this Euro,,Dont look back the past,, See further for Euro 2012, World Cup 2014 and so on. Get the Trophy! Mengapa gw ga bilang PD 2010?? Karena gw yakin, jika perhelatan ini diadakan di luar eropa, maka tim amerika lah yang akan menjauarai seperti argentina dan Brazil. Para petaruh bisa berpegang ke 2 negeri ini. Ternyata, bola engga bundar-bundar amat. Mungkin gw akan membahas mengenai ketidak bundaran bola itu dengan fakta-fakta yang baru sedikit orang ketahui. Tapi tentu saja gw ga janji.

eniwei,,
IN GERMANY WE TRUST!!!!
*kekeuh

Final?? Final?? Sedikit analisis,,untuk Jerman

20 komentar
Lagi-lagi gw baru nulis beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Yah,,apa boleh buat lah,,gw baru nyampe bandung dan data-data baru cukup :P. Berhubung gw ga gitu tau mengenai kekuatan Spanyol, karena itu gw lebih banyak mengulas mengenai kekuatan lini di barisan Jerman.

Subjective mode : on

Formasi :
Sebenarnya belum jelas pada pertandingan kali ini akan dipakai formasi apa. Di kubu Jerman, harus ada sedikit perubahan karena cederanya Ballack. Begitu juga pada kubu spanyol, Villa tidak dapat bermain. Karena itu marilah kita ulas dari pertandingan semifinal kemarin. Jerman menggunakan formasi 4-2-3-1 dan Spanyol formasi 4-5-1

Lini depan :
Jerman hanya menempatkan striker tunggal, yaitu Mirosklav Klose. Pada kubu Spanyo, ada Fernando Torres. Entah siapa yang akan lebih lincah. Klose ataukah Torres. Karena saya tidak punya data yang cukup, saya tidak bisa mengulas lebih lanjut.

Lini tengah :
Pada Jerman, ditempatkan 3 gelandang serang dan 2 gelandang bertahan. Ballack, Podolski dan Bastian. Disini Ballack tidak dapat hadir, mungkin akan digantikan oleh Tim Borowski. Tapi bagaimana pun, tidak ada yang dapat menggantikan posisi Ballack. Ballack merupakan inspirator dan pengatur serangan di tim karena posisinya sebagai kapten. Selain itu, Ballack memiliki kemampuan individual yang jauh lebih baik dari Borowski. Hal ini saya rasa akan menyebabkan kekosongan pada ruang tengah di lapangan tengah dalam penyerangan. Mungkin hal ini mudah bagi Puyol dkk untuk menghentikan keagresivitas Jerman. Pertahanan Spanyol pada euro ini saya rasa cukup baik. 4 back dan 1 kiper hanya kebobolan 3 gol. Untuk gelandang bertahan Jerman, pertandingan kemarin ada Rolfes dan Thomas Hiltzperger. Karena cedera pelipis, Rolfes akan digantikan oleh Frings yang sebenarnya belum pulih benar. Hal ini saya nilai cukup baik, karena pada semifinal kemarin Rolfes menyebabkan kekosongan di kubu kiri. Gerakannya juga relatif lambat. Berbeda dengan Frings, gelandang ini kemampuannya lebih unggul dan dapat menjaga posnya dengan baik, selain itu dia juga sangat membantu serangan dengan memberi operan-operan di sayap. Untuk Hiltzperger, dia juga selain berperan bertahan juga bermain menyerang. Namun, saya menilai kemampuannya menyerang masih kurang tajam. Hal ini terlihat dalam pertandingan melawan Turki kemarin dimana dia memiliki 2 peluang mencetak gol, tapi disia-siakan begitu saja. Perannya yang menyerang ini juga memiliki tingkat resiko seperti kekosongan pada posisinya. Hal ini terbukti dengan kecolongannya Jerman yaitu penyerang turki dapat leluasa masuk ke wilayah Jerman. Tidak akan mengherankan apabila para striker dan gelandang Spanyol gampang memasuki wilayah Jerman jika keadaanya tetap seperti ini.

Lini Belakang :
Ada 4 pemain di back Jerman, yaitu Arne Friederich, Cristoph Metzelder, Per Mertsacker dan Phillip Lahms. Philip Lahms juga sama seperti Hiltzperger, berperan ganda. Disini Lahms memiliki kemampuan menyerang dan mengoper lebih mantap dibandingkan Hiltzperger. Ini terbukti dari golden goal yang diciptakannya di akhir2 pertandingan. Lahms juga banyak berjasa dalam pemberian operan kepada pemain bagian tengah. Namun, Lahms lambat untuk kembali lagi ke posnya sebagai back. Ini menyebabkan adanya kekosongan pada lini belakang sayap kanan. Lahms harus merubah ini klo tidak ingin Spanyol berpesta gol. 3 back lainnya juga masih cenderung melakukan ksalahan yang sebenarnya tidak perlu. Lini belakang menurut saiah adalah lini paling krusial dan sangat penting untuk diperbaiki agar Spanyol tidak menang dalam pertandingan kali ini.

Kiper :
Ada Lehmann yang menjaga gawang Jerman. Banyak kritisi bola mengkritik performa Lehmann karena dinilai sudah terlalu tua bermain bola. Tapi menurut saya, bagi kiper ada sedikit perbedaan dengan pemain sektor lainnya karena kiper lebih mengandalkan pengalaman untuk mendeteksi arahnya bola. Lumayan banyak penyelamatan2 gawang yang dilakukan oleh Lehmann. Sedikit berbeda dengan kiper Spanyol, Iker Casillas, usianya relatif lebih muda dan termasuk urutan kiper terbaik dunia. Gawang yang dijaga Casillas baru kebobolan 3 gol pada Euro kali ini.

Pelatih :
Faktor yang tak kalah pentingnya lagi dalam suatu pertandingan, pelatih. Joachim Loew, pelatih jerman sedikit meragukan timnya untuk mendapatkan trofi euro, sebenarnya seorang pelatih harus tetap optimis, tetapi harus tetap realtistis. Saya rasa Loew kali ini tidak sepenuhnya salah mengingat Spanyol yang belum terkalahkan pada Euro ini dan melewatinya dengan hasil yang gilang. Bagaimana dengan Aragones? usianya lebih tua, pengalamannya juga lebih banyak. Setelah melihat prestasinya akan skuad Spanyol ketika ia tangani, Spanyol pun merasa percaya diri.

Overall,,
Jerman unggul dengan mental juaranya, yaitu berjuang sampai titik penghbisan terakhir, hingga wasit meniupkan peluit panjang. Sementara Spanyol, sedang berusaha merubah imagenya yang mana biasanya memiliki mental hancur-hancuran yaitu gugur di babak knock out, sedang mengeksistensikan dirinya sebagai tim bermental juara. Jika Spanyol menang, mereka pantas dibilang tim bermental juara,,setidaknya hanya untuk event kali ini saja. Jika Jerman yang menang, mereka memang pantas sebagai tim bermental juara. Peluang adalah 50 :50. Teknik dan performa spanyol yang nyaris sempurna bisa dijadikan garansi untuk merebut trofi. Tapi sesungguhnya Jerman juga memiliki kapabalitas teknik yang cukup, tinggal bagaimana mengkoordinasikannya. Kita lihat saja nanti, Der ball ist rund. Bola itu bulang

Subjective mode : off

Huaaahhh,,,gw sangat berharap Jerman menang. Gw menjadi agak sensi dengan spanyol karena mengalahkan itali kemaren. Selain itu,,kredibilitas gw terancam, gw diperas  ama seoranf makhluk. Pilihan gw hanya,,jika jerman menang, gw ga jadi nraktir dia, tapi klo kalah,,HANAMASA!!!WUADUHH. 2 jam menjelang pertandingan, hati gw rileks, waloopun sedikit tidak nyaman. Gw harap feeling gw benar, setidaknya untuk penghujung euro kali ini. Gw harap, ini benar2 terjadi lagi. AMIN!!!

Ternyata mengalahkan Turki rumit :D

7 komentar
Berhubung pertandingan Spanyol VS Rusia entar lagi,,gw tulis sedikit kilasan pertandingan tadi dini hari.

Sesungguhnya gw ga nyangka kalau perlawanan Turki segitunya. Entah kenapa gw ngeliatnya para pasukan Bulan sabit bermain seperti kesurupan. Dan gw jadi mengerti kenapa begitu banyak pemain mereka yang mendapat akumulasi kartu kuning. Mereka bermain keras dan cepat. Awal-awal babak pertama mereka menguasai pertandingan. Konsentrasi pemain Jerman seperti terpecah. Beberapa kali pertahan Jerman di tembus dan pada akhirnya membuahkan sebuah gol untuk turki. Namun tidak berlangsung lama,,Schwensteiger membalas gol itu melalui corner kicknya Lahm. Tapi entah mengapa gw melihat tendangan Schwensteiger itu seperti tidak sengaja. Sampai akhir babak 1, skor tetap 1-1. Yang gw sayangkan, mengapa Sabri yang menabrak Lahm tidak diberi kartu kuning. Terlihat seperti kontroversif karena video penjegalan Lahm diputar berulang-ulang kali.

Menjelang babak kedua,,berbalik Jerman yang menguasai pertandingan. Tidak tahu kenapa, mungkin kelelahan karena seluruh pemain turki harus bermain full kecuali hanya bisa digantikan dengan 2 pemain. jerman memberikan serangan balik. Banyak peluang. Cuma gw menyayangkan, back Jerman masih suka kecolongan.gw mencatat 3 pemain. Tapi dua diantaranya yaitu Thomas hitzpelger dan Lahms alasannya bisa diterima karena mereka bermain juga suka nongol didepan. Itulah resiko back  berperan di depan. Tapi untunglah Lahm bisa lunas membayarnya. satu lagi titik yang lemah ada lah back jerman yang kepalanya luka saat kepalanya berantukan ama pemain turki.

Kali ini Turki bukan melawan ceska, atopun kroasia. Berbeda. Jerman terkenal memiliki kemampuan membalikkan keadaan dan mencetak gol dalam waktu yang mepet. Tapi bagaimana pun turki tetap luar biasa. Tapi entah mengapa, saya memandang sejauh pertandinganna jerman di Euro kali ini, belum ada aksi yang spektakuler. Ditengah-tengah. Maksudnya, mereka bermain bagus tapi konsistensinya bagus. Bukan permainan yang amazing tapi mengalami antiklimaks. Tapi, itulah ciri khas Jerman.

Berikutnya, siapa yang akan melawan Jerman di final. Apakah Spanyol atau Rusia? Sulit ditebak

Sedikit komentar mengenai match semifinal Euro

2 komentar
Huahahaha,,,mumpung pertandingan semifinal belum mulai (baca : nanti malam) :P

Mari kita lihat dari pertandingan pertama semifinal,, Jerman VS Turki. Kalau berdasarkan penggolongan yang gw buat,,berarti ini tim golongan 1 melawan tim golongan 3 (medioker). Lagi-lagi, banyak yang lebih mengunggulkan Jerman karena keunggulan materi dan pengalaman di ajang turnamen besar seperti Euro kali ini. Selain itu, Jerman juga memiliki mental juara yang jarang dimiliki oleh tim-tim besar di Eropa kecuali Italia. Tetapi tunggu dulu,,ada turki yang disinyalir memiliki mental yang hampir sama dengan Jerman. Hal ini terlihat dimana bisa mengejar ketertinggalan gol sampai menit-menit terakhir. Kemudian,, kekalahan mereka di pertandingan pertama tidak mempengaruhi langkah mereka. Hal inilah yang dapat disebut sebagai mental juara. Selain itu, kekuatan turki perlu dipikirkan juga,,dengan pemain dan kemampuan yang seadanya mereka dapat sampai ke semifinal. Perlu diperhatikan,,yang menjadi titik lemah Jerman adalah ketika mereka harus melawan tim-tim medioker seperti ini.
Menilik Jerman dari pertandingan semifinal kemarin? Rasanya tidak terlalu mengherankan apabila Jerman mengalahkan Portugal. Selain seperti kata Loew bahwa gaya permainan dan strategi portugal sudah jelas sehingga jerman sudah membuat strategi untuk mengantisipasinya, hal ini juga sudah sedikit terbukti seperti yang gw buat masalah  penggolongan di postingan sebelumnya.
Dan Turki??? Sangat mengejutkan mereka bisa mengalahkan Kroasia yang dinilai akan menjadi bintang di ajang Euro kali ini. Permainan penuh semangat dan tanpa kenal lelah dari Turki dapat membendung serangan kroasia. Dan yang mengejutkan ketika mereka membalas gol kroasia selang semenit di babak perpanjangan waktu. Luar biasa! Mental yang hebat. Jadi, rasanya tidak hanya keberuntungan saja yang membawa mereka lolos semifinal walaupun melalui penalti.


Berikutnya pertandingan kedua,,Spanyol melawan Rusia.
Kalau melihat dari Spanyol,,entah kenapa gw merasa ga yakin dengan mereka. Ketika pertandingan perempat final melawan Itali,,gw lebih melihat mereka menang karena faktor lebih beruntung dari Itali. Pada pertandingan kemarin, tidak terlihat siapa yang lebih unggul atau bermain lebih baik karena kedua belah pihak bermain dengan hati-hati. Menangnya Spanyol pun hanya karena Penalti. Tapi di pertandingan ini, gw salut dengan mental spanyol yang biasanya hancur-hancuran alias tidak bermental juara bisa menang adu penalti yang penuh tekanan melawan itali yang mentalnya juga baik. Mungkin, apabila Spanyol terus memperlihatkan performa mental yang seperti ini di beberapa pertandingan ke depan,,gw akan memasukkan spanyol di tim golongan 1.
Bagaimana dengan Rusia?? Faktor yang menarik dari Rusia ini adalah Guus Hiddink. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan, Spanyol dan Austrial cemerlang di ajang World Cup. Walaupun pernah kalah tragis dengan Spanyol pas penyisihan kemarin,,Rusia membuat suatu progresi yang sangat bagus. Puncak terakhir adalah ketika mereka mendamprat Belanda 3-1. Cukup tragis dan sadis mengingat Belanda tim besar dan bermain sangat cemerlang babak penyisihan. Disini ada Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko yang disinyalir sebagai bomber dan inspirator rusia. Entah apa yang akan dilakukan Hiddink terhadap skuad beruang merah di pertandingan nanti. Tidak ada yang bisa menduga

Karena itu,,gw menggolongkan kali ini hanya 2 saja :
1. Tim besar (Jerman, Spanyol)
2. Tim kejutan (Turki, Rusia)

Apakah pada Euro tahun ini yang memboyong piala adalah tim besar seperti biasanya? atau tahun ini akan ada Yunani baru lagi. Who Knows??

Sepertinya gw harus mengamini pernyataan Franz Beckenbauer bahwa tim-tim yang cemerlang di awal akan kandas di perempat final (namun sepertinya ini tidak berlaku bagi spanyol, setidaknya untuk saat ini)

Subjektif mode on :
biasanya menang atau kalahnya jerman bisa ditebak dari feeling gw. Pas kalah dari kroasia,,gw tidak tenang,,jedag-jedug. Pas lawan Austria, gw yakin tapi ragu-ragu untuk menang,kenyataanya jerman menang tipis. Pas lawan portugal, gw benar-benar santai,,kenyataannya menang. Dan sekarang gw santai menjelang pertandingan Turki. Akankah feeling gw terbukti?? Kita lihat saja,,semoga! [Amin!]

Kok gw kecewa ya Itali kalah?

4 komentar
Sudah seharusnya gw senang banget Itali kalah. Padahal pas awal-awal Euro gw benci Itali setengah mati gara-gara mereka telah memecundangi tim der Panzer gw di semifinal World Cup 2006. Awal-awal pertandingan Euro,, gw udah memicu pertengkaran mulut (tentunya cuma buat bahan becandaan aja) di forum MBWG dan berjanji akan mengetawai teman-teman gw yang pendukung Itali. Apa lagi pas itali kalah dibabat ama Belanda 0-3. Bukan main senangnya gw. Hahahaha,,, 

Mulai berubah sedikit persepsi gw pas Jerman kalah lawan Kroasia. Gw langsung ngadu ama sesorang temen gw yang fans itali. Terus katanya "bola itu bundar,,haha". Karena takut nanti der Panzer ujug2 ga lolos, makanya gw berdamai dengan teman gw itu yang menunjukkan gw berdamai dengan semua para fans itali. hahaha,,,bisa-bisanya gw damai. Niatnya sih gw mau cekcok lagi andaikata final Jerman-Itali .

Pas Jerman mau lawan Portugal,,,keyakinan menangnya Jerman gw cuma yakin 60%. Cuma temen gw bung faris dan bung Rahmat (si fans itali) memiliki keyakinan Jerman menang 90% beserta alasan yang logis sehingga keyakinan gw Jerman menang menjadi 85% (tanx guys!). Ternyat Jerman benar-benar menang. HUAHAHAHA,,,gile,,,gw euforia banget,,makanya itu,,,sebelum itali bertanding,,gw balik nulis ke testi si teman gw fans itali itu bilang klo itali menang lawan spanyol. Gataunya,,,eh,,malah kalah. Terkesan gw nulis ke testinya klo ngumbar janji. Mana kita udah berandai-andai final Jerman-Itali lagi. Terus tu orang udah miskolin gw ampe 11 kali bwat ngebangunin gw (gw sih yang nyuruh,,) byar gw melihat kedigdayaan itali. Ternyata eh ternyata,,,,Itali malah kalah. weleh-weleh,,,entah kenapa gw kok jadi merasa ga rela ya itali kalah? Terus seperti menyimpan ketidaksenangan terhadap Spanyol dan berharap Spanyol dikalahkan segera.

Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?
Apakah ini pertanda gw akan menjadi cikal bakal fans Itali?

Who knows,,,
Haghaghaghag,,

Germany Strikes Back!!

10 komentar
Sebelum gw mengulas pertandingan Perempat Final antara Jerman dan Portugal tadi malam,,gw pengin menyampaikan mesej dulu :
@kiki "adrianbuffon" :
Apakah portugal tim yang lemah? :P
@"siriuslyelmo" :
Puas gw ngeliat tampang si CR7 kecewa!Hahaha :p Oiya,,gw nemu satu pemain portugal lagi yang serupa CR7. Tampang nyebelin, berusaha ngejegal pemaen jerman mulu, namanya Helder Postiga (yang nyetak gol kedua)
@Faris :
Sekali lagi gw salut ma lo. Dugaan lo benar2 tepat sekali. Lain kali gw konsultasi bola ama lo lagi deh :P
@Rahmat :
Tanx mat!:D ramalan lo tepat sekali. Testi lo di fs gw buktinya. hahaha. Gw yakin mat, itali bakal menggilas Spanyol. Jerman ama itali itu punya kesamaan. Melempem di awal, membuas di akhir. Lawannya juga sejenis ama jerman.
@Wahyu :
Huahahaha,,sesuai janji gw di forum yu! Akhirnya bisa menulis ulasan jerman yang menyenangkan fansnya :D

n.b : gw lagi 'damai' ama penggemar Itali :P

Sebenarnya gw rada khawatir dengan pertandingan perempat final ini. Kenapa? Jerman tidak akan memainkan Frings dan Loew selaku pelatih tidak dapat menemani mereka dipinggir lapangan. Cuma akhirnya gw ga khawatir sama sekali setelah ditolak kekhawatiran gw mentah-mentah ama 2 orang ini  :
Faris (Pra pertandingan) :
Ah,,Jerman pasti menang! kekhawatiran lo ga beralasan. Sejarah memenangkan Jerman.

Rahmat (Pasca pertandingan) :
Jerman maennya luar biasa! Udah gw bilang, jerman bakal menang karena memiliki pemain yang jauh lebih matang ketimbang Portugal.


Finally, Jerman adalah peserta pertama yang memenangkan tiket semifinal setelah menekuk lutut Portugal 3-2. Ada beberapa hal menarik disini. Di kubu jerman, absennya Joachim Loew dan Frings membuat Jerman berada dalam keadaan yang mengkhawatiran. Pasalnya, animo masyarakat menganggap mereka ada pun saat  babak kualifikasi, Jerman hanya tampil pas-pasan, tidak memuaskan. Lantas, bagaimana pengaruhnya dengan absennya mereka. Di sisi lain, Portugal tampil dengan sangat superior di laga-laga penyisihan grup. Selain itu, Luiz Felippe Scholari adalah pelatih yang membawa Brazil menuju kesuksean. Tidak hanya itu, ada CR7 yang dipercaya bakal menjadi pemain paling cemerlang di ajang Euro kali ini.

Yang mengejutkan, Jerman bermain dengan formasi sedikit berbeda (4-5-1) [CMIIW]. Dimana ditempatkan 5 gelandang dan satu striker tunggal (Klose). Selain itu, Jerman juga memakai strategi serangan balik (strikes back). Mereka bermain bertahan terlebih dahulu, setelah itu dengan cepat akan membalikkan keadaan dengan menyerang ke daerah lawan. Dengan demikian, Mario Gomez tidak dijadikan starter. Sebenarnya saiah sangat setuju dengan tidak dimainkannya Gomez. ia bermain sangat lamban dan tidak tajam. Disini juga akhirnya Bastian Schwesteiger dimainkan sebagai starter setelah melewati masa hukuman kartu merah. Terbukti, keputusan Loew tidak salah. Schwensteiger menjadi pemompa semangat Der Panzer. Podolski memberikan umpan silang yang cukup baik lalu Schwensteiger memberikan finishing yang cukup baik dan membuahkan gol pada menit ke-20. Kedudukan 1-0 untuk Jerman.
Sekitar 4 menit kemudian, lagi-lagi Schwensteiger berjasa dengan menjadi assist melalui corner kick yang membuahkan gol. Kali ini yang mengeksekusi adalah sang striker, Klose melalui sundulan. 2-0 untuk Jerman.
Portugal tidak mau kalah. lewat tendangan Nuno Gomez, sang kapten, berhasil menyarangkan gol ke gawang Lehmann pada menit ke-40. Kedudukan menjadi 1-2 untuk Portugal. keadaan tetap seperti ini hingga Half match berakhir.

Keadaan Babak kedua tidak jauh berbeda dengan babak pertama. Pertandingan berlangsung ketat. Begitu banyak peluang-peluang gol yang diciptakan dari kedua belah pihak. Akhirnya, dengan Schwensteiger yang lagi-lagi sebagai assist tendangan corner kick melambungkannya ke arah Ballack, lalu dengan sundulan terarahnya,  Ballack menjebloskan bola ke gawang Ricardo. Dengan ini, Jerman mantap mengukuhkan posisi dengan unggul 3-1. Namun sayang sekali, menjelang akhir dari full match, Asisten Loew mengganti Schwensteiger si kartu joker Jerman dan Klose dengan Clemens Fritz dan Jansen. Saya tidak mengerti kenapa mereka harus diganti. Yang jelas saya kecewa. Karena berdasarkan pengamatan saya, kedua pemain ini masih kurang berpengalaman dan lambat. Ternyata kekhawatiran saya terbukti dengan berhasilnya Helder Postiga menambah perolehan gol untuk Portugal pada menit ke-86. Entah mengapa, saia melihat semangat berapi-api di mata postiga. ia juga bermain sangat ngotot. Ia bermain keras, sebagai contohnya Tim Borowski yang dimasukkan di akhir-akhir sempat dijegal hingga terjatuh, namun sayang, ia tidak mendapatkan kartu kuning. Namun, gol Postiga belum dapat membalikkan posisi. Injury time 4 menit pun berakhir tanpa gol. Peluit ditiup panjang oleh wasit. Euforia terlihat jelas di wajah para pemain dan pendukungnya. Pertandingan ini ditutup dengan hasil 3-2 untuk Jerman. Sangat fantastis.

Mari kita tinjau sedikit mengenai pertandingan tadi malam. Ada seseorang yang mengeluhkan mengapa Portugal cukup mudah masuk ke area pertahanan jerman. Sebenarnya, koordinasi di lini belakang Jerman kali ini cukup baik. Semua orang tahu, CR7, Simao, Deco sangat cukup berbahaya dan berkali-kali mereka sangat mengancam gawang Jerman. Saya juga melihat gerakan mereka yang cukup cepat sehingga sangat susah untuk dibendung. Jika dengan koordinasi buruk Jerman akan pertahanannya, saya yakin, Portugal pasti akan berpesta gol dengan para gelandang dan strikernya. Namun, berkali-kali pula saya melihat ketika Portugal ingin melakukan eksekusi ke gawang Jerman, berkali-kali pula back Jerman seperti Friederich dan Lahm menghalau tendangan-tendangan tersebut. Oleh karena itu, Corner kick mereka dan serangan melalui sisi tengah mereka banyak gagal. Jerman kali ini patut diacungi jempol. Selain itu, serangan mereka cukup ampuh. Terlihat tidak banyak bola-bola yang salah oper, selain itu, umpan silang mereka juga cukup mengaumkan. Bagaimana dengan Portugal? Mereka tetap menggunakan strategi serangan balik. Namun, mereka kelihatan keteteran sekali dengan permainan Jerman. Seperti para pemain portugal mengikuti alur permainan jerman. Namun tetap saja, mereka bermain hebat.

Pada pertandingan berikutnya, Jerman akan menghadapi antara Kroasia dan Turki. Sejujurnya, pertandingan mereka dengan tim medioker seperti inilah yang lebih mengkhawatirkan saya ketimbang apabila Jerman melawan tim kuat (selain itali). Berdasarkan sejarah, Jerman memang sering kecolongan dan tim medioker ini sering menjadi batu sandugan Jerman. Entah siapa yang akan menang pada perempat final kedua. Tapi feeling saya yang sangat berpotensi adalah Kroasia. Benarkah?



Analisis Tim-Tim perempat final berdasarkan sejarah

4 komentar
Karena sekarang sedang menjelang pertandingan-pertandingan perempat final,,tidak ada salahnya kalo kita membahas tim-tim tersebut berdasarkan golongannya. Ini berdasarkan percakapan gw dengan seorang teman bernama Faris Marino,, (pisss riss!) jadi kalau ada yang tidak berkenan, jangan salahkan gw,,salahkan dia saja,,hahaha . Ini merupakan uraian berdasarkan sejarah-sejarah pertandingan bola sebelumnya.

Gw membagi tim-tim tersebut menjadi 3 :
1. Tim Jerman, Itali
2. Tim Belanda
2. Tim Medioker : Kroasia, Swedia, Turki
3. Tim Spanyol, Portugal

Mari kita bahas satu persatu.
Tim nomor 1 adalah termasuk tim bermental juara. Dalam arti, tim-tim ini cenderung memiliki konsistensi yang memiliki definisi waktu yang lama. Sebagai contohnya, konstan mengikuti event besar seperti Euro ataupun Worldcup dan pencapaiannya tidak buruk-buruk amat. Dalam beberapa kasus, mereka sering terseok-seok di babak-babak awal. Tapi, di pertandingan2 berikutnya mereka akan menunjukkan performa yang baik.

Tim ke 2 adalah Belanda. Sebenarnya gw agak bingung harus menggolongkannya kemana. So that, gw bikin golongan sendiri. Belanda akan bermain cenderung konstan dalam jangka pendek. Dalam arti, mereka akan bermain konstan pada suatu event. Sebagai contoh, dalam Euro kali ini, mereka bermain dengan membantai. Mereka akan terus begitu sampai akhir pertandingan. Kecuali, mereka dihentikan oleh salah satu tim Jerman, Itali atopun medioker. Berdasarkan sejarah, hanya mereka yang bisa.

Tim ke 3 adalah Medioker. Gw ga ngerti-ngerti amat definisi medioker ini. Soalnya si Faris selalu tidak memberikan penjelasan yang menjawab. Jadi gw mendefinisikan sendiri. Tim-tim ini adalah tim kelas 2 yang mana tidak diunggulkan menjadi tim juara. Mereka sering membuat tim-tim besar kewalahan dan kecolongan. Selain itu, merekalah yang akan membuat kejutan-kejutan di setiap event pertandingan. Jadi, hati-hatilah tim besar terhadap mereka.

Tim ke 4 adalah tim Spanyol dan Portugal. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan uraian saya. Seperti tulisan gw diatas,,salahkan saja si Faris kalau tersinggung (ampun Ris!). 2 tim ini adalah tim yang sering bermain bombastis di awal-awal event. Tapi akan melempem di pertandingan-pertandingan berikutnya. Kalau kasarnya kata si Faris,,ini merupakan tim-tim yang tidak bermental juara.

Jika ada yang bertanya setelah membaca uraian di atas,
  • Q : kok itali bisa menghentikan Belanda sih? padahal mereka kan kemarin dikalahin Belanda.
  • A : Itu hampir murni kesalahan Donadoni. Ramalan gw malahan itali akan menghentikan belanda di semifinal.
Ramalan gw,,tim yang akan juara adalah tim medioker, dimana kroasia menurut gw sebagai kandidat terkuat.

well,,Bola itu bundar. hasil pertandingan tidak bisa ditebak hanya dari sejarah atau hitung-hitungan di atas kertas. So, Let's enjoy the game!

Welcome to Quarter Final,,Germany!!

20 komentar
Akhirnya gw bisa tersenyum sumringah juga! 
Pertandingan ke-3 di Euro kali ini adalah melawan tim tuan rumah, Austria. Hasil akhir adalah 1-0 untuk Jerman. Ballack menyarangkan gol di gawang Jurgend Macho pada menit ke-49. Gol itu hasil dari free kick yang seharusnya ditendan Frings namun Frings mengoperkannya ke Ballack lalu berbuah gol 

Meskipun Jerman menang, entah kenapa gw masih kecewa dengan permainan Jerman. 2 pertandingan terakhir mereka benar-benar terlihat membosankan dan kualitas permainan yang mereka tunjukkan seperti permainan bola kelas menengah kebawah. Sangat tidak berbanding lurus dengan kualitas para pemain sebenarnya. Di pertandingan kali ini, gw melihat banyak sekali umpan-umpan yang tidak tepat, masih ada koordinasi salah di antara mereka. Peluang-peluang untuk nyetak gol lebih sebenarnya banyak, cuma selalu gagal di finishing. Di pertandingan ke-3 ini, gw memuji lini belakangnya. Banyak sekali penyelamatan2 yang dilakukan guna menjaga Lehmann menjaga gawangnya. Sehr gut!^_^.
Bagaimana dengan Austria? Terlihat sekali di wajah mereka kengototan akan memenangkan pertandingan. Banyak sekali tendangan2 yang mengancam gawang Jerman. Untungnya mereka tidak memiliki striker yang bematerikan cukup bagus, sehingga tendangan2 tersebut tidak membuahkan gol. Seandainya striker Austria memiliki bomber yang ampuh, pastinya Jerman udah kebobolah banyak gol (untungnya mereka tidak punya!). Sementara jerman menunjukkan permainan sekualitas Austria, bukan permainan berkelas. How pity!
But Trivia,,ada yang tahukah tadi kenapa tadi Loew sama pelatih Austria diusir dari lapangan dan akhirnya mereka duduk di podium bersama Angela Merkel dan presiden FIFA??:D

Dengan demikian, Jerman sudah dipastikan akan berhadapan dengan Juara grup B, Portugal. Sebuah pertanyaan besar, bagaimana kira-kira performa Jerman di pertandingan nanti? Kalau melihat Jerman dari 2 pertandingan terakhir, rasanya pesimis Jerman bisa menundukkan Portugal. Tapi untuk sedikit menghibur para fans Jerman, ada sedikit ramalan berdasarkan sejarah pertandingan Jerman.
Jerman terkenal dengan mesin diesel yang lama panas. Artinya, Jerman dan menampilkan performa baik disaat penuh tekanan dan performa itu akan keluar di saat akhir-akhir. Jerman sering kesusahan dan kebobolan jika melawan tim-tim medioker semacam kroasia, sering menampilkan permainan buruk jika melawan tim-tim lemah. Tetapi, Permainan indah akan dihasilkan jika melawan tim-tim kuat. Sejarah membuktikan seperti itu. Tapi entahlah,,pertandingan bola bukanlah sesuatu yang bisa diperhitungkan di atas kertas dan sejarah. But,,mudah-mudahan aja Jerman bisa menang. I hope so

^_^

Jerman VS Kroasia : Suatu bentuk penghiburan diri dari seorang loyal fans-nya

22 komentar
TIDAKKKKK,,,,
Mugkin itu jeritan hati seorang loyal fans jerman seperti gw. Sakit hati? tentu. But c'mon!! Ball is round. Masih ada pertandingan berikutnya. Gw sih yakin jerman lolos. Tapi? haruskah lawan Portugal? They a great team. Gw salut ama strike back mereka. Bahaya bagi Jerman. pas kedudukan 2-0 bwat [damn!] kroasia, gw langsung matiin tipi. Frustasi, tidak tega Jerman smakin dipecundangi. But,,

* tiba-tiba ada yman dari temen gw,,
zia :2-1!!
gw : Haahh???!!! Siapa yang ngegolin?
zia : podolski!
gw : wakks,,,,,memang prince poldi gw [ngaku2nya] memang yahud. udah jago, ganteng pula! Gimana golnya,,sial,,gw ga nonton lagi, terlanjur patah hati
zia : *nyeritain gol. Tendangannya keras banget!
gw : *nyesel ga ngeliat

Well,,di komputer gw banyak sekali mesej ym berdatangan. ada yang nulis turut berduka cita, tapi ada pula yang nulis "mamp*s,,jerman kalah!". pretty damn sh*t i think,,haha.

*gw memutuskan nonton lagi. Tapi,,

saat menit ke 89, bastian schwensteiger giring bola, terus si pemain [br*sek] kroasia ngejepit trus ngedorong2 si bastian. Bastian jatuh, terus dia bangun, langsung ngedorong si kroasia. Emosi. Bastian pun kena kartu merah.*hiksss,,

Entah kenapa gw merinduka formasi pas PD Jerman kemarin. Gw pengen banget ngeliat frings dan bastian jadi winger, menyokong klose dan poldi yang striker. Main pula schneider dan kahn[!!]. Dan ingin Herr Klinsmann jadi coach.

Oke net,,masih ada laga lawan austria. gampanglah itu! :D . Sekarang gw agak merubah visi gw. sedikit menunda dendam gw ama itali. Gw percaya prinsip teman gw. Negara yang terseok2 pada babak penyisihan, akan bermain gwmilang di babak2 selanjutnya. Well,,wahai para pendukung itali,,kita hentikan sejenak gontok2anya. Sekarang jerman dan itali senasib. Mari dukung final JERMAN VS ITALI. Baru gw akan mengeluarkan dendam yang tertunda.hahaha,,:D

Sindrom pra kekalahan Jerman :
Hati kalut, kecewa, sedih, sensitif, DENDAM KEPADA KROASIA!! Siapapun, kalahkanlah kroasia.

Kalau ada lagu "I left my heart in san fransisco", klo versi gw, "I left my heart in Germany". Hahaha,,

*Ditulis sesaat setelah 'kemenangan tertunda' Jerman

Kualifikasi grup B Euro 2008 : Jerman Vs Polandia

5 komentar
Berhubung sekarang sedang musim Euro dan gw seorag penggemar berat Jerman, maka gw berniat sedikit menulis mengenai semua pertandingan Jerman di Euro 2008. Sudut pandang yang gw gunakan dari jerman sendiri. Soalnya gw kurang merhatiin Polandianya sih :P

Jerman Vs Polandia

Formasi (Jerman)
Jerman memakai pelatih berbeda pada Euro kali ini, yakni Joachim Loew yang mana merupakan asisten pelatih Jurgend Klinsmann pada Piala Dunia 2006. Karena itu, formasi dan skuad yang dibawa tidak jauh berbeda. Walaupun terlihat beberapa pemain baru pada laga perdana ini seperti gelandang Mario Gomez yang menggantikan posisi Bernd Scheider yang harus absen pada ajang kali ini karena cedera. Formasi yang dibawa tetap 4-4-2, yaitu formasi yang bersifat ofensiv. lini depan tidak berubah, yakni Klose dan Podolski walaupun di babak kedua Klose digantikan. Pada lini tengah tetap ada Ballack sebagai kapten dan Frings. Schwensteineger tetap ada yang mana baru dimasukkan pada babak kedua. Gelandang satu lagi adalah pemain baru yaitu Mario Gomez. Pada lini belakang, Phillip Lambs dan Christoph Metzelder tetap dipakai bersama 2 pemain Back lainnya. Sedangkan kiper, Loew memasukkan Lehmann yang mana berstatus kiper cadangan utama sewaktu Piala Dunia kemarin.

Jalannya permainan
Jerman bermain ofensif sejak babak pertama. Namun Jerman cenderung keliatan kurang cepat panas. Hal ini terlihat dari sedikit terancamnya gawang Lehmann oleh pasukan Jacek Kryczawek. Namun tendangan Jacek melewati mistar gawang. Setelah kejadian ini, skuad Der Panzer mulai kelihatan bersemangat. Podolski berhasil memasukkan gol ke gawang Polandia melalui umpan Frings dari sayap kanan pada menit ke-19. Kedudukan menjadi 1-0 untuk Jerman. Hal ini membuat semangan para pemain Jerman semakin menggebu-gebu. Klose juga bermain cukup agresif. Namun sayang, beberapa peluang yang diciptakan para gelandang seperti Frings dan Schwensteiger kurang bisa membuahkan gol. Dilihat dari tendensi pada laga kali ini, tepat sekali jika dikatakan Jerman memiliki lini depan yang subur. Tapi lantas pasukan Polandia tidak berdiam begitu saja. Ada beberapa perlawanan-perlawanan  yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari hasil statistik bahwa tembakan ke gawang yang dilakukan Polandia lebih banyak daripada ketimbang Jerman. Tembakan-tembakan Polandia ke gawang Jerman banyak didapatkan dari corner kick.

Pada babak kedua pertandingan tetap berjalan seru. Podolski melanjutkan kiprahnya kembali dengan menjebol gawang Polandia pada menit ke-74 melalui beberapa umpan. Ia memasukkan bola dengan kaki kiri lagi. Dapat dilihat kalau Podolski memiliki kaki kiri yang lebih terarah daripada kaki kanannya. Para pendukung Jerman pun kembali kepada keeuforian. Kedudukan menjadi 2-0 untuk Jerman. Namun, tidak terlihat euforia berlebihan di wajah Podolski karena ia memiliki darah asli Polandia. Polandia tidak diam saja. Para pemainnya tetap berambisi menjebol gawang Jerman. Sebuah corner kick sempat sangat mengancam gawang Jerman. Bola sempat ditepis oleh Lehman, kemudian bola tersebut terlepas dari tangannya, seorang pemain Polandia sudah bersiap-siap menendangnya, tetapi Lehmann lebih cepat menangkap bola tersebut ketimbang si pemain Polandia. Alhasil Polandia pun gagal menjebol gawang jerman.

Loew mengganti Klose pada injury time dengan kuranyi. Mungkin ia menilai Klose sudah kelelahan. Injury time adalah waktu yang krusial dimana gawang dapat terancam apabila pertahanan tidak kuat. Karena itu strategi Loew pada injury time ini adalah memperkuat pertahanan. Kedudukan setelah wasit meniupkan peluit adalah 2-0. Sebuah starter awal yang baik untuk Jerman. :D

Gw nonton Milan Vs Arsenal??

4 komentar
Entah mengapa jadi pengen nonton ni pertandingan tadi dini pagi hari. Sebenernya ga murni entah tidak ada apa-apanya sih. Jadi begini,,pada suatu hari (halah,,,emang mo cerita apaan sih? Ga banget sih gw!:P). actually, gw juga tau ni pertandingan gara2 baca koran kompas temen gw yang tanggal 20 Feb, trus pas gw liat siapa yang maen,,Arsenal lawan Milan. hoho. ngeliat Arsenal gw jadi teringat dosen fisika gw yang penggemar sangat amat ama tu klub bola. Masa pas arsenal dibantai ama MU di FA cup 4-0, tu dosen ngajarnya uring2an gitu. Huahaha,,,mana lagi ngebahas bola konduktor. Kata "bola" itu mengingatkan pada kekalahan arsenal. Hahahaha,,pokoknya kocak abis dah ngeliatnya :D

kalo Milan,,gw kan pernah jadi penggemar Milan dadakan. hoho,,jadi ingat cerita lama euy! Duh! Inget bangat gw tu dulu pas gw dah slese UAN,,sebelum Spmb lah,,gw masih menjadi pengangguran di rumah,,eh malah ada seseorang yang bolaholic dan Milanholoc melakukan tindakan sangat persuasiv supaya gw nonton Final liga champion yang Milan lawan Liverpool (klo ga salah,,lupa sih :P). Yah,,karena gw tipikal orang yang mudah teracuni, gw malah terbujuk juga untuk nonton tu pertandingan. Toh,,daripada nganggur, iseng2 mendingan nonton. Jadi gw suruh dia nge sms ato minta di miskolin supaya gw bisa bangun. Ternyata beneran dibangunin dah gw ama dia. hehe...:D Eh,,ternyata tu final ngebuat gw jadi penggemar milan dadakan. Ga freak sih,,sebenernya juga cuma sesaat. hehe,,:). Soalnya Milan maennya cemerlang banget.

Yah,,karena itu,,hari ini gw minta dibangunin ama orang yang sama, di jam yang sama. Eh,,ternyata beneran gw di miskolin ampe 5x ama di sms. Bener2,,niat amat. Padahal tu orang jauh-jauh di Surabaya (ga ngaruh juga sih :P). Tapi sayang banget, bedanya pas kali ini gw ga kebangun meskipun udah berkali2 dimiskolin, udah putus kali ya saraf pendengaran gw ampe ga bisa ngedenger bunyi Hape. Tapi apa gw karena kecapean abis latian tadi malam? Don't know much ah,,

Jadinya,, gw kebangun jam 5 kurang, solat subuh, ngidupin tipi dan nonton berita sambil menikmati secangkir susu hangat plus roti. Hahaha,,sebuah ritual pagi yang udah ga pernah gw lakuin lagi sejak kelas 3 sma. :D

Dengar2 Milan Vs Arsenal seri ya? Ada yang tau skornya berapa ga?
^_^