Langsung ke konten utama

Kok gw kecewa ya Itali kalah?

Sudah seharusnya gw senang banget Itali kalah. Padahal pas awal-awal Euro gw benci Itali setengah mati gara-gara mereka telah memecundangi tim der Panzer gw di semifinal World Cup 2006. Awal-awal pertandingan Euro,, gw udah memicu pertengkaran mulut (tentunya cuma buat bahan becandaan aja) di forum MBWG dan berjanji akan mengetawai teman-teman gw yang pendukung Itali. Apa lagi pas itali kalah dibabat ama Belanda 0-3. Bukan main senangnya gw. Hahahaha,,, 

Mulai berubah sedikit persepsi gw pas Jerman kalah lawan Kroasia. Gw langsung ngadu ama sesorang temen gw yang fans itali. Terus katanya "bola itu bundar,,haha". Karena takut nanti der Panzer ujug2 ga lolos, makanya gw berdamai dengan teman gw itu yang menunjukkan gw berdamai dengan semua para fans itali. hahaha,,,bisa-bisanya gw damai. Niatnya sih gw mau cekcok lagi andaikata final Jerman-Itali .

Pas Jerman mau lawan Portugal,,,keyakinan menangnya Jerman gw cuma yakin 60%. Cuma temen gw bung faris dan bung Rahmat (si fans itali) memiliki keyakinan Jerman menang 90% beserta alasan yang logis sehingga keyakinan gw Jerman menang menjadi 85% (tanx guys!). Ternyat Jerman benar-benar menang. HUAHAHAHA,,,gile,,,gw euforia banget,,makanya itu,,,sebelum itali bertanding,,gw balik nulis ke testi si teman gw fans itali itu bilang klo itali menang lawan spanyol. Gataunya,,,eh,,malah kalah. Terkesan gw nulis ke testinya klo ngumbar janji. Mana kita udah berandai-andai final Jerman-Itali lagi. Terus tu orang udah miskolin gw ampe 11 kali bwat ngebangunin gw (gw sih yang nyuruh,,) byar gw melihat kedigdayaan itali. Ternyata eh ternyata,,,,Itali malah kalah. weleh-weleh,,,entah kenapa gw kok jadi merasa ga rela ya itali kalah? Terus seperti menyimpan ketidaksenangan terhadap Spanyol dan berharap Spanyol dikalahkan segera.

Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?
Apakah ini pertanda gw akan menjadi cikal bakal fans Itali?

Who knows,,,
Haghaghaghag,,

Komentar

  1. itali itu emang tim untuk didukung,, gak kayak Jerman, cuma buat ditonton doang, hahaha

    BalasHapus
  2. bah,,,sensi banget ama jerman sih lo man? padahal gw dah memadamkan api permusuhan ama fans itali loh!

    :P

    BalasHapus
  3. ITALIA... FORZA ITALIA...ITALIANO PES SIEMPRE... UOO...

    italia fans club masi menerima anggoa kok...

    BalasHapus
  4. hooo,,liat nanti deh ki,,apakah gw masih loyal ama temen gw yang ngebangunin gw miskol 11 kali

    haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Momen Traumatis Terhadap Gula

Saya: Semenjak pulang dari Pemalang, aku merasa traumatis banget buat konsumsi gula. Biasanya relatif gampang beli minuman manis. Chatime aja tinggal ngesot juga jadi. Ini tiap tiba-tiba kerasa pengen minum minuman manis, benar-benar bergulat dalam pikiran beli atau engga, yang 98% berujung dengan ga beli. Ternyata gula sejahat itu ya?Suami: Loh, baru sadar?
Apakah yang terjadi di Pemalang? Kenapa saya sampai segitu traumatisnya dalam mengkonsumsi gula? Perkara berat, atau?

Gula dan Saya Dari dulu saya merasa diri saya adalah sweet-tongue. Saya suka makanan manis, meski saya tidak rutin mengkonsumsinya. Saya bukanlah orang yang rutin mencari makanan manis secara harian. Kalau pun mencicipi makanan manis, saya tidak bisa banyak-banyak. Tapi, sekalinya makan atau minum yang manis, harus manis banget. Sejatinya saya suka membuat kue dan minuman manis. Tapi bertahun-tahun saya tidak membuatnya dengan alasan tidak ada massa yang menghabiskannya. Anak saya tidak suka ngemil. Saya pun tidak …