Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2008

Kok lo milih TL?

Sebenarnya ini berawal di kelas hari ini pas kuliah Mekanika Fluida. Tiba-tiba terlintas dipikiran gw,,kok ini para anak cowo TL07 pada milih TL sih? Mereka kan dah tau ni jurusan banyakan cewe daripada cowo,, meskipun sebenarnya TL lebih membutuhkan cowo daripada cewe. Terus kenapa tidak memilih Sipil, Kelautan ato Geodesi yang terkesan lebih "jantan". Akhirnya gw melemparkan pertanya senada, "Kok lo milih TL?" kepada 6 anak cowo yang duduknya deket dari tempat duduk gw. Sebenarnya gw pengen nanya ke semua anak cowo angkatan gw. Tapi belum sempet,,lumayanlah,,dah nanya ke 7 orang.hihi,,,berikut cuplikan beberapa dari jawaban mereka. Ga tau deh mana yang jawabannya serius ama yang becanda2an.haha,,

Gw : Kok lo milih TL?
Afne : Demi prospek gw ama masa depan gw
Desra : Pengen aja
Muhsin : Emang dari awal gw mau milih TL
Andre : Iseng-iseng berhadiah aja,,ooops
*mulai dari si andre,,udah mulai jawab ngaco seenaknya,,haha
Doli : Pengen beda aja,,soalnya rata-rata anak cowo …

Mengerikan!

Hari ini seperti biasa gw latihan ke ruang alat,, tapi entah mengapa,,hari ini ruang alat sungguh mengerikan, gw melihat banyak sekali buku-buku text book berceceran layaknya medan perang. Untuk tebalnya jangan dipertanyakan,,sebagai contohnya,,gw melihat buku ini,,sangat eye catching akibat ketebalannya .

Jujur,,buku ini bagi gw sangat mengerikan. Sepertinya sih ini punya anak elektro. Judulnya Microelectronic Circuit,,karangan Sedra/Smith,,5th edition. setelah gw buka-buka sih tebalnya sekitar 1300-1400 halaman. AMPUN!!

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Episode 2)

Menjadi serpihan-serpihan kecil, debu-debu berterbangan, larut dengan udara yang kita hirup. Semuanya menyatu, menjadi satu. Dan alam ini menjadi terkoyak seperti kertas yang disobek-sobek kecil dan dilemparkan begitu saja. Menghambur, lalu hangus terbakar menjadi seperti celacah rokok. Rokok yang terus terbakar sehingga menyisakan hanya abu.
Kemudian, Sang nelayan meraba-raba sekitarnya.

Dziiiiinnnnngggg,,,

Berharap bisa menemukan kesadarannya, sang nelayan terkaget.
"Apa yang terjadi padaku?".
Dengan matanya yang baru terbuka, pikirannya begitu terkecamuk. Sambil mengucek-ucek matanya. Sang nelayan masih gamang, membedakan antara pikirannya dan keadaan nyata. Lulungu.

keluarganya.

Lalu baru ia sadar. Bahwa, dia telah kembali kedunia nyata. Bersama keluarga disekitarnya. Anaknya pun langsung menghambur menuju padanya. Berpelukan. Tiba-tiba pikirannya yang penuh gundah gulana itu telah tergantikan dengan suatu kesejukan. Kehangatan yang tidak tergantikan. Kemesraan dan kehangatan k…

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Episode 1)

Siapa sih yang ga tau aibon? Sesungguhnya aibon sangat mengasikkan jikalau dihirup sambil mendengar lagu psikadelik. Ternyata sampai sekarang belum ada yang bisa mengalahkan legenda aibon. Langsung pikiran terbang menembus awan-awan di kayangan. Sampai-sampai, rahwana dari negeri khayangan turun menghampiri. Lalu dia bilang, "Mau ikutan dong!". Dan rahwana pun ikut. Dewa langit dan dewa bumi menegur. Kemudian tiba-tiba awan2 menghilang. Gemuruh petir menggelegar, terlihat seperti garis lurus bercahaya yang menyambar. Tapi entah kenapa tiba2 garis itu melengkung,, dan melengkung. Hingga seperti benang kusut. Lalu berubah warna dengan sendiriny, menjadi mejikuhibiniu. Menjadi pelangi yang sangat indah. Ini bukan dunia lagi, tapi alam yang sangat indah. Jauh melampaui yang bisa orang bayangkan. Jauh dari relung pikiran manusia.

hening..hening...hening...

Planet alam dimana2 semua warna menyebar membaur dan biru laut pun ikut bergembira. Bergabung dengan warna pelangi, kemudian la…

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Preface)

Sesuai janji saiah!

Dialog yang aneh ini hasil kerjaan dari makhluk yang mengaku-ngaku bernama mamat dan junet. Setelah dikocok, dicincang, direbus,dibumbuin, diasepin, dibuat menjadi kwetiaw, jadilah menjadi hasil tulisan epik[??] yang akan beredar di next blog si matzen ini.

Darimana asal muasalnya pangkal psikadelik itu?
Don't think too far!
Jangan ragu!
Jangan heran!
Semuanya hanya bermula dari lem aibon.

*terdengar suara dari kejauhan sana,,
"Huahh,,,,awalnya dari lem aibon? ngaco lu! Ampe dunia kiamat pun ga bakal ada hubunganna antara lem aibon ama psikadelik!"

Si Matzen ini lantas tidak terima,,ia pun membalas si pemilik suara itu,,
"Ya adalah! lu aja yang dudulz. Pemikiran serba terbelakang. Primitip! Kita liat aja,,klo ternyata ada hubungannya,,lu mesti gegulingan jungkir balik keliling Bandung!"

Lantas,,bagaimana nasib si pemilik suara itu selanjutnya?
Silahkan liat di blog si matzen ini berikutnya!


Thanx Eric!! ^_^

Entah asal muasal darimana,,gw tiba2 dapet aja kontak tagged temen lama gw,, si Eric. Si Eric ini pemain Marching Band DCI Phantom Regiment. Jadi suatu hari gw nanya sesuatu lewat tagged. Begini isinya (mohon maaf bahasa inggris saia katabelece gini :D) :
Hi eric,, do u still remember me?i wanna ask about mello and trumpet.mello have two mouthpiece, big and small one. am i wrong? i usually used the big mouthpiece. I've got trouble when i play trumpet. it's like to many air get off from mouthpiece,especially for low tone. i used too many times to adapt so my  blow can consistent.i know u used to play eupho, trumpet, french horn and trombone which its mouthpiece have different size. can u give me sugestion how to faster adapt my blow ?thanx before ^_^

Terus begini balasannya :

Zeneth,The problem with "large" and "small" mouthpieces are that some work for some people and others don't. One person may have a bigger embrochure that the other therefore he uses …