Aktivitas Seru di Parlor Hills Bandung

18 komentar
Bagi kami, mengunjungi Parlor Hills tiap ke Bandung (kalau sempat) tidak akan pernah membosankan karena begitu banyak aktivitas seru di sana. Memang bisa ngapain aja sih?

parlor hills

Kami (lebih tepatnya saya dan anak-anak) sudah dua kali ke Parlor Hills Bandung. Yang pertama, tanpa kehadiran suami karena lagi seminar. Pas cerita ke beliau, asli beliau semupeng itu. Makanya pas kami ke Bandung lagi meskipun hanya di akhir pekan, kami menyempatkan kembali mengunjungi Parlor Hills Bandung. Anak-anak pun senang sekali ketika diberi tahu akan ke sana kembali,

Memang ada apa aja sih di Parlor Hills Bandung sampai suami mupeng minta diajak kesana dan anak-anak juga tidak bosan-bosan?

Parlor Hills Bandung: All you can do there!

parlor hills

Parlor Hills Bandung itu bagaikan paket komplit. Mulai dari main sampai makan bisa. Balita hingga bayi juga sama-sama bisa menikmati. Yuk, mari cari tahu kenapa Parlor Hills seseru itu dan kenapa bisa banyak orang rela balik kesini berulang-ulang meski berasal dari luar Kota Bandung.

1. Lokasi Strategis

parlor hills

Salah satu alasan saya kenapa senang banget ke Parlor Hills adalah lokasinya yang strategis dan familiar!

Pernah 6 tahun di Bandung dengan pusat aktivitas di Dago, Rancakendal adalah daerah yang sangat familiar bagi saya. Selain dekat dengan kampus dan Kota Bandung (tentunya), dulu saya bersama teman-teman beberapa kali menghabiskan waktu di rumah salah seorang teman untuk mengerjakan tugas angkatan. Pernah juga saya dan teman mencari jerami di sawah-sawah yang terletak persis di sebelah perumahan Rancakendal ini untuk keperluan acara jurusan 😉.

Lokasinya juga dekat dengan kampus, apalagi jika melalui jalan tembus via Tubagus Ismail yang kayaknya hanya diketahui oleh warga lokal saja. Asli, dua kali kesana dari posisi pusat Kota Bandung, tidak pernah Google Maps mengarahkan kami agar melalui jalan tembus Tubagus Ismail itu meski jalan normal via Dago macet parah.

6 tahun di Bandung membuat saya tahu persis bahwa jalanan Kota Bandung di akhir pekan macet bukan main, apalagi jika mengarah ke atas (Lembang). Banyak keriaan Kota Bandung yang berada di area Lembang sehingga berulang kali kami malas berakhir pekan kesana. Lokasi Parlor Hills Bandung di Rancakendal membuatnya terasa dekat sehingga tak ragu untuk kami datangi.

2. Nongkrong Cantik

parlor hills

Sejujurnya kami bukan instagrammable family, bukan pula tukang hobi narsis atau tukang hunting tempat-tempat “cantik”. Meski pun begitu, mendatangi Parlor Hills sangat menenangkan karena bisa menikmati suasana pegunungan cantik dengan nuansa rumahan. Kamu bisa memilih duduk di balkon, di pelataran halaman, di loteng, atau bahkan di joglo. Oh iya, kalau kamu ke Parlor Hils untuk makan siang jangan pilih tempat di loteng atau pun di joglo yakarena,, panas dan gerah.

Namun, kalau kamu memang hobi berswafoto, banyak juga spot dimana kamu bisa mengambil foto dengan latar belakang indah. Parlor Hills Bandung bertengger di kaki bukit dengan pemandangan asri dan memiliki desain interior industrial minimalis. Kebayang kan oke-nya?

3. Makan bersama keluarga

parlor hills

Salah satu tujuan utama orang ke Parlor Hills ya makan bersama keluarga dan teman sembari menikmati pemandangan indah. Menempati gedung setinggi 3 lantai, Parlor Hills menawarkan banyak tempat duduk dengan berbagai macam kapasitas mulai dari dalam ruangan atau luar ruangan, di kursi atau lesehan.

Meski kami sudah dua kali ke Parlor Hills Bandung, kami cenderung tidak cocok makan disana. Menu yang disajikan cenderung seperti menu kafe kekinian di kota-kota besar. Keluarga saya yang beberapa diantaranya mengikuti diet keto tidak bisa menikmati makan disini. Namun, makanan di Parlor Hills bagi anak-anak cukup menyenangkan. Ada pizza, spaghetti, burger, hingga kentang-kentangan yang bisa dipesan

Di kunjungan terakhir kami ke Parlor Hills, yang makan cuma anak-anak dan ART yang ikut. Saya dan suami lebih memilih minum sembari mengambil sisa Pizza jatah anak dan lanjut makan di Sate Hadori biar puas haha.

4. Beragam Aktifitas seru

parlor hills

Segudang aktifitas seru merupakan poin jual utama lainnya Parlor Hills Bandung bagi keluarga kami. Benar-benar aktifitas yang bisa dinikmati oleh semua umur. Mulai dari balita hingga dewasa. Apa saja aktifitas yang ada di The Parlor Bandung:

a. Playground Arena

parlor hills


Playground Arena yang berlokasi di area makan The Parlor Bandung berpotensi membuat anak langsung minta main begitu sampai di lokasi. Pasalnya, posisinya ada di lantai yang sama dengan restoran. Playground Arena ini cukup sederhana tapi membuat anak bahagia. Ada kolam bola dilengkapi dengan perosotan hingga mini trampolin. Cocok untuk anak usia prasekolah.

Bahkan si sulung yang saat itu berusia 7 tahun juga masih seru main di Playground Arena, lho!

Dahulu saat kami pertama kali ke The Parlor Bandung, tiket Playground Arena bisa dibeli sendiri. Sekarang minimal harus bundling dengan wahana virtual game.

b. Karting Arena

parlor hills

Semua bisa merasakan main gokart di The Parlor Bandung, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Di Parlor Hills ada 2 arena gokart: Gokart dewasa dan anak. Gokart dewasa bertempat di lantai dasar, yakni lantai terbawah Parlor Hills. 2 lantai di atasnya ada gokart anak. Tentu yang membedakan adalah kecepatan dan ukuran gokart tersebut.

Punya anak masih balita tapi mau main gokart? Bisa! Ada tiket gokart tandem, alias ortu memangku si kecil saat menaiki gokart. Kecepatan gokart anak juga cukup lambat, jadi Insya Allah aman ya. Selain itu, semua pemain gokart baik anak yang menyetir sendiri hingga anak yang dipangku harus menggunakan helm. Peserta juga diberikan semacam "shower cap operasi" agar rambut tidak mengenai langsung helm yang digilir dari orang ke orang.

Untungnya, petugas Karting Arena tidak memberlakukan peraturan yang ketat. Kami hanya membeli satu tiket gokart anak (untuk si sulung) dan satu tiket tandem (dengan asumsi suami memangku si tengah). Pada realitanya, saat suami memangku si bungsu, si tengah juga ingin ikutan naik.

Dengan catatan yang saya yang memangku!

Jadi lah saya dan suami bergiliran menggunakan gokart, begitu juga si tengah dan si sulung. Ujung-ujungnya kami semua bisa merasakan naik gokart 😅.


c. Mega Playground dan Trampoline

parlor hills

Ketiga anak kami sangat senang disini! Tiket masuknya juga cukup murah. Bayangkan, hanya mengeluarkan uang 60 ribu seorang sudah bisa menikmati playground 2 lantai. Di lantai bawah playground dan di lantai atas trampolin. 

Area playground juga tergolong unik karena tali temalinya berkonsep rajutan dari tali rami. Oh ya, semua peserta playground harus memakai kaus kaki KHUSUS yang ada anti slip di bawahnya. Baik dewasa maupun anak-anak. Jika tidak ada, bisa dibeli di tempat.

Arena trampolin di lantai dua juga terdiri dari beraneka ragam trampolin yang bisa dicoba oleh anak-anak hingga dewasa. Ada trampolin elevasi di dinding, ada ring basket yang hanya bisa dimasukkan bola basket hanya dengan cara melompat tinggi di trampolin, hingga trampolin dengan sisi pantul maksimal yang bisa membuat kita akrobat salto di udara.

Jujur saya sungguh takjub saat fasilitator area trampolin mempraktikkannya. Fasilitatornya juga ramah terhadap anak-anak, contohnya anak saya dan beberapa anak lain diajarkan bagaimana cara berguling ke depan sehingga berguling ke depan dengan elevasi lebih rendah.

d. Panahan

Panahan atau yang dikenal dengan branding Jamparing Arena adalah salah sedikit dari wahana yang tidak dicoba karena si sulung di sekolah juga mengambil ekskul panahan. Harga fasilitas panahan ini tergantung dari berapa anak panah yang diberikan untuk sekali sesi, mulai dari 10 hingga 20 anak panah.

e. Panjat tebing

parlor hills

Ini adalah area permainan yang paling disukai oleh si sulung. Terbukti ia selalu main kesini di tiap kali kedatangan ke The Parlor Bandung.

"Aku belum pernah sama sekali ngerasain wall climbing. Pengen sih, tapi belum sempat", ujar suami

Terdetak mendengar ujaran itu lah yang membuat saya bela-belain untuk mengajak kembali ke The Parlor Hills agar si sulung bisa merasakan wall climbing bersama dengan babehnya.

Harga tiket Lancah raba sudah termasuk sewa sepatu dan harness serta asistensi dari pelatih. Area Lancah Raba cukup luas dengan berbagai macam jenis dinding panjatan mulai dari untuk pemula hingga ahli. Mulai dari yang lurus dengan jarak pin dekat hingga dinding miring dengan jarak pin jauh. 

f. Playground balon

parlor hills

Balloon Castle adalah playground balon yang cukup membuat si tengah terdiam memandang. Pasalnya, ia sudah cukup lama ingin main di playground balon tapi berulang kali dilarang suami. Soalnya playground balon di alun-alun suka tidak higienis sehingga babehnya melarang.

Tapi lagi-lagi wahana ini tidak jadi dimainkan oleh si tengah dan si bungsu. Kami datang siang bolong, jam 11. Adanya gosong main di playground balon ini. Pantas saja saat kami datang tidak ada satu anak pun main disini. Mungkin waktu sore hari ramai, ya!

Bakal balik lagi ke Parlor Hills Bandung?

parlor hills


Absolutely!

Aktifitas favorit kami adalah panjat tebing dan gokart! Biaya panjat tebing disini cukup murah dibandingkan panjat tebing di Jakarta. Cocok bagi kami yang belum meniatkan latihan rutin panjat tebing. Main gokart disini juga seru. Have fun lah pokoknya kesini.

Saran, kalau mau puas ke Parlor Hills datang pagi sekitar jam 10-an. Bisa puas main 2 wahana total 2 jam dulu sebelum break makan siang dan sholat. Kami sih sudah cukup setelah break makan siang pulang, namun kalau kamu masih mau lanjut permainan lain juga bisa kok. Selain itu, Parlor Hills makin sore makin ramai, jadi datang pagi belum terlalu ramai adalah pilihan yang terbaik.

Kamu tertarik ke Parlor Hills juga? Bisa kunjungi Instagram @theparlorhills untuk lebih detailnya!

Wisata Kuliner dan Kota 2 Hari 1 Malam di Palembang

17 komentar
Awal Januari kemarin kami berkesempatan berpelesir 2 hari 1 malam di Palembang. Dalam waktu sesingkat itu, Wisata kuliner dan kota apa saja yang bisa dilakukan?

2 hari 1 malam di palembang

Berhubung suami mendapat panggilan operasi dan saya belum pernah ke Palembang dengan sengaja, saya pun minta ikut mengintili. Saya pun mencoba melempar pertanyaan ke lapak WAG soal apa saja yang bisa dilakukan di Palembang.

“Ah, Palembang tidak seru mom”, ujar seorang anggota grup WA.

Berhubung menjelajahi kota adalah spesialisasi travelling saya, maka saya pun terpacu mengorek tempat wisata di Palembang melalui Google Maps serta menghubungi beberapa teman (yang pernah) tinggal di Palembang untuk “mencari ilmu” soal wisata kuliner Palembang.

Jadi, dapat apa saja 2 hari 1 malam di Palembang? Bisa dapat banyak banget, mulai dari wisata kuliner, sejarah, dan kota.


Pencarian tempat Menginap

2 hari 1 malam di palembang

Meski berangkat cuma berdua, kami tidak ingin menghabiskan uang terlalu banyak untuk “liburan” kali ini karena di tengah tahun kami ada rencana liburan yang agak besar. Oleh karena itu, saya menetapkan agar biaya menginap semalam tidak lebih dari 700 ribu rupiah.

Rencananya saya akan berkeliling Kota Palembang sendirian di hari Sabtu sembari menunggu suami operasi sehingga ditetapkan agar lokasi menginap berada di pusat kota dengan akses jalan kaki dekat ke stasiun LRT.

Pilihan jatuh ke hotel Batiqa. Harganya terjangkau, lokasi di dekat Palembang Icon Mall, kamarnya (berdasarkan foto) cukup oke dan reviewnya juga bagus. Sayangnya, hotel ini malah tidak dekat-dekat amat ke stasiun LRT terdekat, yakni sekitar 1 km.

Namun, ternyata jarak “lumayan” ke stasiun LRT ini tidak masalah karena…

Wisata Budaya dan Sejarah 2 Hari 1 Malam di Palembang

2 hari 1 malam di palembang

Saya mendapat kabar bahwa saya ditawari untuk ditemani oleh istri dokter yang mengundang suami operasi untuk berjalan-jalan. Tentunya pakai mobil dan ada supir. Ada rasa campur aduk di hati saya. Dalam hati saya sudah menyiapkan mental untuk bersoliter, eh harus nambah manifestasi berkomunikasi dengan orang baru dimana ini sedikit momok bagi orang introvert macam saya.

“Kamu jadi mau ditemani atau ga? Kalau gamau juga gapapa, nanti aku bilangin kalau kamu pengen sendiri.” Tanya suami meyakinkan saya.

Berhubung profesi suami ini mementingkan relasi, saya memutuskan untuk menyanggupinya. Lagian,  apa salahnya memiliki kenalan baru. Ternyata itu adalah keputusan yang sangat jitu. Salah satunya adalah saya jadi bisa mengunjungi banyak tempat-tempat menarik 2 hari 1 malam di Palembang sembari mendengar cerita dan pendapat orang lokal yang menunjang khazanah wisata budaya dan sejarah di Palembang

Sisi yang tidak akan saya dengar jika hanya sendirian berkeliling kota Palembang sendiri.

Kemana saja kami selama 2 hari 1 malam di Palembang?


1. Museum Balaputradewa

2 hari 1 malam di palembang

Museum Balaputradewa adalah museum di Kota Palembang yang menyimpan benda sejak zaman prasejarah hingga zaman kolonial Belanda. Malah, banyak benda asli (bukan replika) disana termasuk beberapa prasasti dan patung Budha. Museum Balaputradewa banyak menyimpan cerita masa kedigdayaan Kerajaan Sriwijaya.

“Arkeolog masih banyak PR-nya di Sumatera Selatan ini. Masih banyak cerita tentang Kerajaan Sriwijaya yang belum terungkap.” ujar supir yang menemani kami keliling museum.

2 hari 1 malam di palembang

Beberapa barang asli Museum Balaputradewa sering kali dipinjam oleh Museum Nasional Jakarta untuk dipamerkan. Bahkan, Museum Balaputradewa juga merupakan sister museum dengan sebuah museum di Melaka Malaysia.

“Kerajaan Sriwijaya itu induknya sama dengan Kerajaan Melayu yang ada di Malaysia.” Ujar sang supir kembali.

Di dalam Komplek Balaputradewa juga terdapat Rumah Limas ASLI yang sudah beberapa kali dipindahkan melalui sistem "knocked down"-nya. Rumah Limas ini rumah tradisional khas masyarakat Palembang yang pernah diabadikan di uang Rp 10.000 lama. Rumah Limas dibikin berundak, menandakan struktur keluarga dan tamu undangan. Misal diadakan acara hajat di rumah limas. Maka tamu umum berada di undakan paling bawah, keluarga ada di undakan atasnya, dan kepala keluarga ada di undakan paling atas.

Wow feodal sekali yaa *eh*

Rumah Limas juga identik dengan rumah pinggitan karena memiliki jendela yang berbentuk jeruji dimana orang dari dalam bisa melihat ke luar tapi orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam.

2. Bayt Al Quran

2 hari 1 malam di palembang

Kami menyusuri pinggir Sungai Musi ke arah barat saat hendak menuju Bayt Al-Quran.

“Daerah sini kalau bukan orang lokal jangan berani-berani lewat deh!”, celetuk sang supir

Bayt Al Quran terkenal dengan (katanya) seluruh halaman Al Quran yang dicetak di lempengan logam besar dan dipajang di seluruh dinding ruangan. Bangunannya berupa komplek pesantren dimana sebelum pintu masuk banyak terdapat warung jual makanan ataupun oleh-oleh.

Sayangnya, banyak lantai yang becek dan area yang lembab. Bagi kamu warga kota besar dan tidak ada mobil yang mengantarkan selama di Palembang, tidak saya anjurkan untuk datang kesini karena,,, 

Karena takutnya kecewa.

“Awalnya Bayt Al Quran cuma koleksi pribadi saja. Terus kok orang banyak yang tertarik dan datang, makanya dibuka untuk umum. Gedungnya sendiri pun dibandung bertahap kalau pas ada uang lebih aja.” Jelas sang supir.

3. Masjid Cheng Ho

2 hari 1 malam di palembang

Awalnya saya merasa Masjid Cheng Ho hanya gimmick semata. Maksudnya masjid biasa yang dibangun oleh komunitas biasa dan sengaja dirancang berbentuk oriental agar menarik wisatawan.

Ternyata tidak.

Masjid Cheng Ho adalah masjid yang dibangun oleh komunitas Muslim Tionghoa di Palembang. Sebagai keturunan Tionghoa Muslim, mereka percaya Laksamana Cheng Ho yang merupakan Laksamana Muslim berpengaruh di dunia pernah singgah dan ikut menyebarkan Islam di Palembang.

Masjid Cheng Ho didominasi warna merah dengan bentuk arsitektur mesjid dan gapura khas Tiongkok. Lokasinya sendiri berada dalam komplek perumahan sehingga kamu butuh menggunakan mobil jika ingin kesini karena jarak stasiun LRT terdekat tergolong masih cukup jauh.

2 hari 1 malam di palembang

4. Jakabaring Sport Center

2 hari 1 malam di palembang

Siapa yang tidak kenal dengan Jakabaring Sport Center yang dibangun untuk menyambut event internasional Asian Games 2018?

Meski lokasinya bukan di pusat kota, sayang jika kamu melewatkan kunjungan ke Jakabaring Sport Center yang luasnya jauh lebih besar dibanding Gelora Bung Karno (GBK). Di dalam komplek terdapat danau buatan, tempat diadakannya lomba rowing dan kapal naga saat perhelatan internasional kemarin.

Sayang, Jakabaring Sport Center yang masif ini kini terlantar. Tanpa sokongan dana dari pemerintah pusat, rasanya sulit untuk mengelola tempat ini menjadi tetap rapi dan terawat. Saat kami kesana, saya melihat genangan air di mana-mana. Belum termasuk rumput liar tumbuh di berbagai sudut. Di pinggir danau tampak muda-mudi dan keluarga dengan anak duduk menikmati pemandangan danau (buatan) yang sudah penuh gulma itu.

Saya pun bertanya-tanya apa fasilitas olahraga di Jakabaring Sport Center ini masih digunakan.

“Masih kok, masih suka latihan rutin beberapa cabor disini. Sayang, Sriwijaya FC sekarang sudah degradasi ke kelas 2. Mubazir banget stadion sebesar ini.” Nyinyir sang supir.

5. Kampung Arab Al Munawar

2 hari 1 malam di palembang

Ada dua pemukiman terkenal di pinggiran badan Sungai Musi yang sering menjadi tempat wisata: Kampung Arab dan Kampung Cina. Kebetulan kami hanya mengunjungi Kampung Arab saja.

Di Kampung Arab berjejer rumah dengan desain jaman kolonial dengan perpaduan warna menarik dan tulisan arab bertengger di sana-sini. Di jalanan kecil berbatu, sering terlihat anak laki-laki mengenakan gamis. Beberapa rumah sudah terbengkalai dan beberapa masih ditinggali. Rata-rata penghuni asli Kampung Arab ini sudah merantau ke Pulau Jawa. Yang masih bisa berbahasa Arab juga hanya penduduk yang sudah berusia lanjut.

Karena di pinggir sungai, sering sekali air pasang dan masuk ke rumah-rumah. Kampung Arab rutin direstorasi oleh pemerintah pusat meski kerap ada pertentangan.

"Tiap tahun ada kerjasama dengan pabrik cat untuk restorasi rumah-rumah di Kampung Arab. Namun lama-lama terjadi penolakan. Jadilah sekarang kurang terurus." Terang sang supir

6. Jembatan Ampera dan sekitarnya

2 hari 1 malam di palembang

Jembatan Ampera adalah Jembatan ikonik Kota Palembang sepanjang 1,1 km yang berdiri di atas Sungai Musi dan menghubungkan Ulu dan Ilir. Sungai Musi besarnya sangat masif, bahkan kapal perdagangan PT Pusri (Pupuk Sriwijaya) sering hilir mudik. Sungai musi juga digunakan sebagai jalur persebaran agama Budha serta jalur perkembangan kerajaan Sriwijaya. Di masa penjajahan, sungai Musi digunakan sebagai jalur perdagangan, terlihat dari banyak gudang-gudang yang berada di pinggir sungai Musi.

2 hari 1 malam di palembang

Sayang, kini Jembatan Musi sudah tidak bisa dinaikkan dan diturunkan lagi. Selain karena Jembatan Ampera merupakan jembatan utama penghubung Ulu dan Ilir sehingga akan ada kemacetan hebat jika jembatan dinaik-turunkan, kabarnya banyak spare part Jembatan Ampera yang “dicuri” sehingga tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi naik-turun.

Disekitar Sungai Musi terdapat jalan lebar dimana wisatawan bisa berjalan-jalan santai menikmati Sungai Musi. Ada patung ikan Belida yang sekarang statusnya dilindungi dan tidak boleh dijadikan bahan baku pempek lagi. Banyak terdapat warung apung juga di daerah pasar. Cocok bagi yang ingin menikmati sensasi makan warung sembari merasakan goyangan ombak akibat ada kapal lain hilir mudik melintas.

7. Museum Mahmud Badaruddin II

2 hari 1 malam di palembang

Di dekat Patung Belida, terdapat Benteng Kuto Besak yang sekarang menjadi markas Kodam Sriwijaya. Persis disampingnya, terdapat Museum Mahmud Badaruddin II yang dibangun pada tahun 1823 - 1825. Awalnya merupakan rumah dinas Residen Belanda di Palembang.

Mahmud Badaruddin I adalah Sultan kerajaan Palembang Darussalam yang asalnya dari Kerajaan Majapahit Palembang yang kemudian masuk Islam dan melarikan diri ke Sumatera. Penerusnya Sultan Mahmud Badaruddin II berjasa bagi Palembang Darussalam dan sempat ditangkap Belanda untuk setelahnya diasingkan ke Batavia dan Ambon.

Museum Mahmud Badaruddin II menyimpan barang-barang pribadi kesultanan Palembang Darussalam dan penjelasan persebaran Islam di area Sumatera Selatan.


8. Naik LRT

2 hari 1 malam di palembang

Dibangun dalam rangka menyambut perhelatan internasional Asian Games 2018, LRT Kota Palembang terdiri dari 13 stasiun, membentang dari Bandara hingga stasiun Opi. Sebagai penggemar transportasi publik, sayang rasanya melewatkan salah satu dari dua LRT yang ada di Indonesia selain di Jakarta.

“Wah, sepi bu LRT sini.”, ujar sang supir.

Wajar saja, LRT Kota Palembang dibangun dalam rangka mempermudah pergerakan turis dalam cakupan bandara, hotel, dan Jakabaring Sport Center. Setelah perhelatan Asian Games usai, warga Palembang dan sekitar belum melihat urgensi mengapa harus lebih memilih menggunakan LRT sebagai pilihan transportasi sehari-hari. LRT pun berakhir sepi dan hanya digunakan turis lokal untuk sekadar “merasakan” dan melihat-lihat saja, bukan untuk kehidupan commuting sehari-hari.

Namun, saat saya naik LRT di hari minggu pagi, LRT cukup penuh. Memang betul, sebagian besar terdiri dari warga Palembang dan sekitar yang memang memiliki niat untuk khusus berwisata melihat LRT. Pun, bisa saja dengan adanya mikro moda seperti angkot yang menghubungkan area urban pemukiman ke stasiun LRT meningkatkan geliat penggunaan LRT.

Stasiun LRT Palembang secara garis besar tidak jauh berbeda dengan stasiun LRT Jakarta. Apalagi penggunanya masih sedikit sehingga masih rapi dan terawat.

Wisata Kuliner 2 Hari 1 Malam di Palembang

Ke Palembang rasanya tidak lengkap jika tidak wisata kuliner. Meski saya orang Sumatera, lahir dan tumbuh cukup lama di Aceh, saya merasa rona wisata kuliner Palembang cukup berbeda dibandingkan bagian Sumatera yang lain. Apa saja wisata kuliner 2 hari 1 malam di Palembang?

1. Mie Celor

2 hari 1 malam di palembang

Mendarat pagi di Bumi Sriwijaya, kami langsung sarapan Mie Celor 26 yang melegenda itu. Dari sekian banyak cabang, kami dibawa ke cabang pertama Mie Celor 26 yang berada di tengah pasar Radial.

"Awalnya ini cuma warung mie celor biasa di tengah pasar, karena dari mulut ke mulut terkenal enak, akhirnya makin banyak buka cabang. Oh ya bu, dijaga ya tasnya supaya taruh di depan badan."

Pasar Radial di pagi hari ramai sekali. Saya tidak begitu kaget dengan kalimat terakhir sang supir. Pasalnya, seminggu sebelum saya ke Palembang, beberapa kali saya mendengar dari warga lokal Palembang kalau Palembang hmmm,, rasa "memilikinya" besar. Faham kan maksud saya? Haha.

Mie celor sendiri adalah mie kuah seafood yang kental dengan badan mie yang tebal dan kenyal. Sedap sekali menyantap mie celor hangat di pagi hari. Rasa kaldunya meresap dan gurih di ujung lidah. Oh ya disajikan juga bersama dengan telur.

2 hari 1 malam di palembang


2. RM Pondok Kelapa

2 hari 1 malam di palembang


Pindang Patin pertama kami selama 2 hari 1 malam di Palembang adalah makan siang di RM Pondok Kelapa. Rumah Makan ini bernuansa kayu dan bambu yang cocok untuk makan bersama keluarga. Selain Pindang patin, saya juga mencoba brengkes tempoyak untuk pertama kali seumur hidup.

Tempoyak sendiri adalah durian yang di fermentasi. Berhubung saya pecinta durian, tentu saya tidak akan melewatkan menu ini. Ternyata patin tempoyak yang dibungkus dengan daun pisang itu benar gurih dan enak!

2 hari 1 malam di palembang

Ikan Patin Sungai Musi tergolong memiliki tubuh cukup besar sehingga cukup kenyanglah disantap oleh satu orang bersama dengan nasi dan lauk lainnya. Harga 1 potong (badan atau kepala) ikan patin seharga Rp 40.000.

3. RM Musi Rawas

2 hari 1 malam di palembang

Pindang patin kedua kami selama 2 hari 1 malam di Palembang adalah di RM Musi Rawas. Musi Rawas ini sendiri sebenarnya nama daerah di Sumatera Selatan. Gaya pindangnya juga sedikit berbeda dari pindang pegagan dan meranjat.

Selain pindang patinnya, kamu harus mencoba ikan seluak dan udang sambal petenya, juara! Dari bentuknya saja sudah terlihat bahwa udang sambal petenya menggiurkan. Ternyata benar, udang yang juicy dibalut dengan rasa pedas (sedikit) manis serta disempurnakan dengan sensasi pete.

Dibandingkan Pindang patin sebelumnya, saya dan suami lebih cocok pindang patin di RM Musi Rawas ini. Untuk Harga seporsi pindang patin sama-sama dibanderol Rp 40.000.

4. Martabak Har

2 hari 1 malam di palembang

Sama seperti Mie Celor 26, Martabak Har juga bermulai dari warung kecil di bawah ruko Jalan Jend. Sudirman. Karena banyak yang suka dan testimonial dari mulut ke mulut, warung martabak ini perlahan membesar (sekarang menempati ruko) dan memiliki banyak cabang. Yang kami singgahi adalah cabang pertama Martabak Har.

Martabak Har sendiri adalah martabak dengan gaya martabak Mesir. Pengunjung bisa memilih apakah menggunakan telur ayam atau telur bebek. Penyajiannya juga sangat cepat, tidak sampai 5 menit menunggu!

Martabak Mesir ini kemudian disiram kuah kari di atasnya. Gurih dan hangat. Dagingnya tebal namun tampaknya kurang cocok untuk saya dan suami karena saya tidak merasakan antara rasa daging martabak dan kuah kari membentuk satu kesatuan.

5. Pempek Vico

2 hari 1 malam di palembang

Setelah puas berkeliling Museum Balaputradewa di hari pertama di Palembang, saya diajak istri dokter yang mengundang suami saya operasi untuk ngemil di Pempek Vico cabang terbaru. Cabang terbaru ini memiliki interior modern chic yang dipercantik dengan meja marmer. Kami memesan bermacam jenis pempek termasuk es kacang merahnya yang terkenal.

2 hari 1 malam di palembang

Jenis pempek yang menjadi buah bibir di pempek Vico adalah pempek kulit. Setelah mencoba berbagai macam pempek di Palembang, pempek kulit Vico adalah pemenang mutlak terenak sejagad pempek. Kulitnya sangat terasa lemak, garing, dan tidak amis. Beberapa pempek kulit lain yang saya rasakan entah lebih lembek, kurang garing, atau malah agak amis.

2 hari 1 malam di palembang

Suami yang saya bawakan pempek kulit dalam keadaan sudah dingin saja masih mengklaim bahwa pempek kulit Vico terbaik dibandingkan pempek kulit merk lainnya.

2 hari 1 malam di palembang

Es kacang merah Vico juga terkenal, rasanya benar enak dan tidak kalah dengan yang terkenal di pinggiran jalan. Bonusnya, es kacang merahnya lebih higienis. Kalau kamu tidak punya banyak waktu di Palembang bisa mampir ke Vico saja karena bisa mendapatkan es kacang merah dan pempek enak sekaligus. Porsi es kacang merahnya juga cukup besar sehingga bagi saya lebih ideal satu porsi dikonsumsi oleh dua orang.

6. Pempek Saga Sudi Mampir

2 hari 1 malam di palembang

Pempek Saga Sudi Mampir terkenal dengan pempek bakarnya Berbeda dengan pempek biasa yang menggunakan ikan tenggiri atau belida sebagai bahan baku utama, pempek bakar harus menggunakan bahan dasar ikan gabus karena jika menggunakan ikan tenggiri akan lengket di panggangan.

Untuk rasa sendiri lebih ringan dibandingkan pempek berbahan dasar tenggiri. Saya sendiri kurang cocok dengan jenis pempek bakar karena merasa timbre rasa “terbakar” di luar seperti kurang bersatu dengan rasa inti di dalam gigitan pempek bakar.

Namun selera orang beda-beda ya, contohnya teman saya malah merasa pempek bakar Saga sebagai pempek terbaiknya.

7. Pempek Beringin

2 hari 1 malam di palembang

Pempek beringin adalah menu camilan kami di hari kedua berada di Kota Palembang. Pempek Beringin merupakan salah satu jajaran pempek terkenal di Kota Palembang dengan tekstur rasa tenggiri yang lebih ringan dibandingkan Vico. Menariknya, Pempek Beringin menyediakan pempek frozen yang sudah dibungkus. Cocok untuk menjadi pilihan oleh-oleh. Pengunjung tinggal mengambil di freezer dan langsung membayarnya di kasir tanpa harus menunggu pempek untuk disiapkan dibawa pulang.

Cabang yang kami datangi adalah cabang terbaru dengan interior modern chic. Luas, bersih dan cukup nyaman sehingga enak untuk nongkrong.

8. Pempek Candy

2 hari 1 malam di palembang


Pempek Candy adalah destinasi pempek terakhir kami dalam perjalanan 2 hari 1 malam di Palembang. Sebenarnya kami membeli pempek ini dengan tujuan untuk oleh-oleh. Kami mendatangi toko Pempek Candy yang letaknya paling dekat dengan bandara. Benar-benar strategi bisnis menjaring pelanggan yang mencari oleh-oleh pempek last minute!

Namun, sayang rasanya melewatkan untuk mencicip jenis pempek lain fresh langsung dari toko, mumpung kami sudah berentetan merasakan berbagai jenis pempek.

Harga Pempek Candy termasuk paling murah dibandingkan jajaran pempek terkenal lainnya. Rasa cukonya juga pas dan tidak terlalu pedas dan sangit.

9. Pempek Taman Kenten

2 hari 1 malam di palembang

Kami sejujurnya tidak mencoba langsung pempek ini di tempat karena kami dibawakan sebagai oleh-oleh. Menurut pengakuan sang supir, majikannya rutin memberikan pempek ini kepada para tamu. Keberadaan pempek ini tidak banyak yang tahu, bahkan warga lokal Palembang pun tidak semuanya tahu. Kabarnya sih lokasinya ada di jalan kecil

Pempek Taman Kenten ini terkenal dengan pempek ikan Belida-nya. Saya juga tidak tahu persis apakah yang dibawakan untuk kami murni pempek belida atau campuran ikan belida dan tenggiri. Yang jelas, meski dibawakan berupa pempek frozen, rasa pempeknya krispi, garing, dan lembut di tengah tanpa meninggalkan kesan amis.

Cukupkah 2 hari 1 malam di Palembang?

Cukup, lebih dari cukup malah jika kamu dari pagi sudah sampai dan pulang di sore hari keesokan harinya. Dengan catatan, kami melancong hanya berdua saja (tanpa anak-anak) dan mobilisasi menggunkana mobil yang sudah disupiri. Jadi, meski tempat yang kami kunjungi terkesan banyak, bisa dibilang perjalanan kami saat itu tergolong santai dan tidak terkesan "ambisius".

Saya tidak yakin andai kami di Palembang bersama anak-anak. Mungkin semua tempat yang kami datangi itu baru selesai dilakukan jika menginap 3 hari 2 malam.

Puaskah kami dengan perjalanan 2 hari 1 malam di Palembang? Sangat puas. Lain kali ingin rasanya ke Palembang lagi jalan darat bersama anak-anak sembari mengunjungi lokasi di luar Palembang seperti Pagar Alam.

Review Edokko Playground: Keseruan untuk Semua Usia

Tidak ada komentar
Setelah sekian lama muncul di feed notifikasi soal Edokko Playground, benarkah review Edokko Playground seoke itu?

review edokko playground

Sudah beberapa tahun terakhir kami lebaran di Jakarta saja. Lebaran di Jakarta tentu memiliki sisi positif juga, salah satunya menikmati jalanan Kota Jakarta yang lengang. Karena di Jakarta saja, otomatis si bungsu yang libur sekolah selama 3 bulan praktis tidak ke luar kota. Apakah membosankan? 

Tentu tidak, banyak sekali tempat hiburan Kota Jakarta yang bisa dieksplorasi di Kota Jakarta. Mulai dari wisata alam, sejarah, hingga taman bermain. Setelah scrolling Traveloka, saya menemukan deal yang menggiurkan banget. Saya bisa membeli tiket Edokko untuk durasi 2 jam hanya dengan setengah harga!

Belum lagi jika ditambah dengan kupon kode di Traveloka. Jadi super murah. Bayangkan, untuk tiga anak termasuk tiga pendamping kurang dari 250 ribu rupiah! Mau dibocorin kupon kodenya apa? Sssttt, baca terus sampai bawah ya!

Lantas, apakah Edokko Playground memuaskan dan sebanding dengan harganya? Simak review Edokko Playground di bawah ini!

Yang berkesan di review Edokko Playground

review edokko playground

Area Jakarta Barat adalah area yang tampaknya paling jarang saya kunjungi secara sengaja kecuali ada keperluan, ya contohnya karena Edokko Playground di Puri Indah Mall. Meskipun lokasinya di Jakarta Barat, sangat mudah menuju ke lokasi karena relatif keluar-masuk tol saja. Saya kaget ternyata Puri Indah Mall seluas dan selengkap itu. Edokko Playground berada di lantai 3 gedung timur

Edokko Playground adalah tempat bermain yang mengusung tema Jepang. Benar saja, saat memasuki gerbang, kami melihat patung kucing Jepang besar dan disambut oleh resepsionis yang memakai kimono.

review edokko playground
Proses check in di Edokko juga sangat mudah. Saya tinggal menunjukkan layar konfirmasi pembelian melalui Traveloka dan langsung diverifikasi. Kemudian petugas memberikan nomor gantungan kunci loker dan gantungan penitipan stroller.

Memasuki area playground, kami disambut dengan suasana penuh ornamen Jepang berupa lampion Jepang, bunga sakura artifisial, hingga jembatan dan jalanan batu ala Jepang. Kami langsung menuju ke sisi kiri dimana ada gapura bertuliskan “SEKOLAH NINJA”.

Lucu juga ya, jadi seolah-olah wahana playground adalah wahana latihan menjadi ninja. Tersedia pula kimono yang dapat dipakai oleh anak untuk lebih menghayati.

Semua umur dapat menikmati

review edokko playground

Meski masih libur lebaran, suami sudah masuk kantor sehingga pendamping dewasa hanya saya dan mertua berdua. Kami bawa 5 anak (anak saya dan sepupunya) dengan rentang usia dari 2,5 tahun hingga 8 tahun.

review edokko playground


Semua bisa menikmati karena range permainan di Edokko Playground benar-benar bervariasi. Mulai dari kolam bola mini untuk anak dibawah 1 tahun hingga wahana “agak berbahaya” seperti ayunan flying fox. Anak-anak bisa memilih permainan apa yang bisa dimainkan sesuai dengan preferensi dan kemampuan mereka.

review edokko playground

2 balita gadis saya yang berumur 2,5 dan 4 tahun sangat menikmati permainan memanjat jaring, perosotan kolam bola, hingga brakiasi besar yang disebut “castle”. Brakiasi ini di dalamnya selain panjat-panjatan terdiri berbagai macam halang rintang seperti jembatan titi, kolam ruangan bola, hingga ayunan flying fox.

Berhubung 2 anak balita saya masih perlu diikuti saat bermain, naik-turun mengikuti mereka main sungguh seru dan lumayan menaikkan denyut jantung. Jujur saya pun ikut menikmati naik-turun wahana.

review edokko playground

Di sebelah kolam bola raksasa, ada “wahana” yang disebut Gunung Fuji. Jadi anak-anak memanjat “Gunung Fuji” yang katanya memiliki tinggi 3 meter lebih dan kemudian turun melalui perosotan stainless steel. Tidak semua anak berani turun melalui perosotan setelah mendaki. Tidak perlu khawatir, ada petugas yang membantu di atas dan anak bisa turun melalui tangga via akses pintu belakang.

Ada Mini game

review edokko playground


Di tengah Edokko Playground, ada sekumpulan kios-kios bernuansa Jepang yang dikelilingi oleh jalur “rel” kereta api. Oh ya, anak-anak bebas mau naik kereta api mini ini kapan pun, asal jangan lupa untuk gantian dengan yang lain ya! Orang dewasa sebagai pendamping cuma boleh satu yang ikut dari seluruh rangkaian kereta api.

review edokko playground

Ada banyak mini game yang bisa dimainkan apabila anak ingin agak istirahat fisiknya tapi tetap ingin bermain dengan cara duduk-duduk. Ada pasir kinetik, chip magnetik, atau pun main simulasi main belanja-belanjaan. 

Tidak hanya itu, pendamping dewasa yang sudah mulai bosan bisa sembari berjalan-jalan dan berfoto dengan latar suasana Jepang. Lumayan kan, menikmati suasana ala-ala Jepang tanpa harus jauh-jauh ke Jepang. Hitung-hitung pemanasan sebelum ke Jepang, hehe.

review edokko playground
review edokko playground

Ada live interaction

review edokko playground

Tepat sebelum jadwal sesi kami selesai, tiba-tiba terdengar suara halo-halo dari Microphone di jam setengah 1. Ternyata ada sesi live interaction di dekat gerbang masuk gapura bertuliskan “Sekolah Ninja”.

Saat kami menuju area, saya melihat seorang MC berpakaian kimono Jepang, seorang yang berpakaian ninja hitam, dan satu orang lagi berpakaian biasa yang menjadi asisten. Ternyata MC mengajak anak-anak untuk seru-seruan bareng menangkap sang ninja yang (ceritanya) kabur. Anak-anak juga antusias mengikuti jalannya acara.

Beristirahat sejenak

review edokko playground

Di sisi ujung, tepatnya bersebelahan dengan restoran, terdapat bangunan dengan suasana rumah tradisional Jepang. Bangunan dengan koridor teras, pintu geser, tatami, meja rendah, dan alas duduk di lantai. Persis kayak yang kamu lihat di komik-komik.

Ruangan ini difungsikan untuk pendamping dan anak yang hendak beristirahat. Di bagian sini juga terdapat toilet dan diseberangnya juga ada restoran. Buat yang beli tiket untuk seharian, lumayan kan tidak usah keluar dari Edokko Playground untuk susah-susah cari makan siang. Tinggal duduk manis di restoran bergaya Jepang dan memesan yang kamu suka.

Review Edokko Playground: Yang harus dibenahi

Jujur, berkesan sekali pengalaman (menemani) anak-anak main di Edokko Playground. Namun saya melihat beberapa sisi yang perlu diperhatikan oleh manajemen Edokko Playground demi menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Apa saja yang perlu dibenahi?

1. Safety feature kurang memadai di beberapa aspek

review edokko playground

Sebelum pergi ke Edokko, saya terbiasa melihat ulasan terlebih dahulu, salah satunya ulasan dari Traveloka karena memang kebetulan saya membeli tiket disana.

“Aku lihat flying fox-nya ada yang kurang safety, makanya aku lebih nyaranin anak yang berusia cukup tua yang main di Edokko.”

Akhirnya saya melihat juga “flying fox” mana yang yang dimaksud oleh sang ibu ini. Lokasi Flying Fox ada di atas “istana”. Tidak panjang dan ada jaring-jaring di bawahnya. Namun flying fox ini tidak ada safety belt pengikat dengan pegangan atau tempat duduknya. Memang sih mereka berinisiatif memasang jaring-jaring agar jika ada (semoga jangan pernah ada!) yang jatuh, maka akan tertangkap jaring-jaring. Namun, saat flying fox berhenti di ujung paling bawah, akan ada sentakan yang mana jika anak akan jatuh jika fisiknya tidak siap. Meski pun tertangkap jaring-jaring, tetap ada risiko cedera yang cukup berarti.

Saat saya menemani (baca: mengekor) kedua anak gadis, saya pun bertanya ke mba yang bertugas membantu anak naik flying fox.

“Mba, ini anak saya yang 4 tahun boleh naik ga?”

Dengan muka sedikit ragu dan tidak langsung menjawab, ia mengatakan,

“Boleh aja, asal anaknya yakin.”

Lah, jadi menyerahkan feeling begitu saja kepada anak? Harusnya pihak Edokko punya SOP minimal berat badan/tinggi badan/usia anak yang boleh menaiki wahana.

Sebenarnya saya lihat sih ketentuan seperti ini di dekat perosotan gunung Fuji, minimal tinggi 100 cm. Tapi sepertinya hanya disitu saja!

Mungkin akan lebih baik jika Edokko menyewa konsultan safety playground untuk menciptakan pengalaman aman, nyaman, dan menyenangkan di Edokko Playground. Bingung cari ke siapa? Bisa hubungi saya ya, nanti saya beri tahu rekomendasi tenaganya!

2. Ornamen terlepas yang kurang diperhatikan

review edokko playground

Saya bukanlah pengunjung rewel yang menjujung kesempurnaan penampilan. Apalagi semata cuma penjualan dengan gimmickinstagrammable”.

Di tangga yang berada di area minigame dan selfie di Edokko Playground, saya menemukan pengaman ujung kaki tangga yang terlepas. Tangganya cukup curam, saya memahami itikad baik pihak Edokko Playground untuk minimalisir cedera bagi yang terpeleset di tangga ini.

Namun sayang sekali, saya melihat banyak pengaman ujung tangga yang terlepas disini. Sungguh menaikkan potensi bahaya. Pihak Edokko kurang tanggap menyikapinya. Padahal tinggal mengelem kembali. Tidak sulit.

Pun, untuk orang dewasa yang minim risiko cedera di area tangga ini juga tidak menguntungkan. Padahal posisi tangga ini cukup instagrammable. Eh karena banyak pengaman tangga belepotan, langsung keliatan jelek banget.

Sayang banget kan?

Akankah kami kembali lagi ke Edokko Playground?


Yes, of course!

Edokko Playground sejauh ini adalah salah satu playground yang unik dan menyenangkan meski menurut saya harganya cukup lumayan. Di Edokko Playground, semua usia bisa menikmati. Mulai dari bayi, balita, anak-anak usia sekolah dasar, hingga orang tuanya sekali pun!

Edokko Playground membuat kami ingin kembali ke area mall yang sebelumnya tidak bakal kepikiran deh akan disambangi karena cukup jauh dari rumah kami.

Kamu penasaran ingin main di Edokko Playground juga tapi tidak jadi-jadi karena harganya (terasa) mahal? Ikuti langkah di bawah ini:
  1. Buka aplikasi Traveloka
  2. Klik Xperience
  3. Search “Edokko Playground”
  4. Pilih tiket sesuai jadwal dan banyaknya pengunjung
  5. Arahkan ke menu pembayaran
  6. JANGAN LUPA masukkan kode promo “XPWITHZENETH”
  7. Selamat menikmati tiket Edokko diskon hingga 20%! Belum lagi kalau harga awalnya sudah diskon, seperti kami yang bagaikan membeli tiket Edokko diskon 60% hehe.

Sampai jumpa kembali di Edokko ya!