Laptop atau Tablet? Sebuah Kisah Perjalanan Mencari Laptop

15 komentar
“Mas, kalau buat ngegame tipis-tipis rekomen mana? Zenbook atau Vivobook? Kok ini ada seri yang harganya ga jauh beda?” Tanyaku penasaran sambil menatap layar kinclong ASUS OLED

“Vivobook RAM-nya lebih besar. Mau pakai buat sehari-hari misal edit foto, cocoknya pakai Vivobook. Zenbook lebih cocok untuk multitasking, bahannya juga terkesan premium. Tapi kalau mau ngegame sayang mba, mending pakai TUF atau ROG. Vivobook sama Zenbook fannya mengarah ke layar jadi kalau sering dipakai gaming malah rentan ngerusak. Kalau seri gaming fannya menghadap keluar laptop dari samping dan belakang laptop.” jelas mas-mas sales konter ASUS PIM 2.

Cukup lama pencarian saya dalam mencari laptop, sampai mata saya diarahkan ke tulisan spesifikasi ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11.

laptop atau tablet

For some people, they can't work except using Windows Operating System, ain't it?

Perjalanan mencari laptop

laptop atau tablet

Memilih laptop dimulai dari mengenali diri sendiri. Apa yang dibutuhkan, akan digunakan untuk apa, dan berapa dana yang mampu digelontorkan. Setelah mengenali diri sendiri, baru kita mengenali produk dengan cara membaca ulasan hingga langsung mendatangi gerainya. Jangan sampai membeli laptop overbudget dan overspesification padahal sebenarnya kita tidak butuh-butuh amat dengan fitur-fitur yang ditawarkan. Jadi, pastikan budget dan kebutuhan terhadap laptop sesuai.

Misalnya saya membutuhkan laptop untuk blogging, membuat konten, dan menonton film streaming. Laptop seri Vivobook ASUS juga sudah cukup menghadirkan harga yang lebih terjangkau dengan spesifikasi yang lebih tinggi untuk harga setara di lini Zenbook ASUS.

Sejujurnya saya cukup puas menggunakan laptop yang sekarang aktif saya gunakan untuk kebetuhan blogging dan sesekali gaming. Saya menggunakan laptop ASUS TUF A15 yang sebelumnya digunakan oleh suami saya. Performa laptop gaming memang tidak bohong. Wuss,, wuss,, wuss. Selain performanya yang kencang dan sudah jelas punya kartu grafis mumpuni, yang saya sukai dari laptop gaming adalah layarnya yang besar dan punya numpad. Kalau punya laptop ukuran 15 inci rasanya tidak ingin beli layar desktop tambahan lagi untuk di rumah. Sudah lebih cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, pertanyaan yang kerap muncul di benak saya adalah bagaimana jika saya membutuhkan laptop untuk dibawa mobilisasi. Di jaman sekarang, membawa laptop sebesar 2,3 kg dengan ukuran 15 inci sungguh tidak praktis, terutama bagi saya yang perempuan. Meski laptop 15 inci muat di ransel anti air 15 inci saya, tidak bohong jika sebenarnya saya juga menginginkan laptop super ringan untuk dibawa-dibawa. Jujur, dengan berat dan besarnya laptop gaming saya, keinginan untuk membawanya keluar rumah jadi berkurang drastis.

Melihat saya yang relatif banyak di rumah karena merupakan Ibu Rumah Tangga, memang sih kebutuhan membawa laptop saya sekarang cuma sebatas kalau lagi menginap di rumah orang tua dan mertua atau saat sedang “ngafe” menunggu si sulung selesai sekolah. Intinya, membawa laptop keluar rumah bagi saya hanya sesederhana menentengnya dari mobil-kafe/rumah dan sebaliknya. Meski begitu, tetap terasa muncul rasa resah, berat dan tidak plong jika harus memikirkan mobilisasi laptop besar saat dibawa keluar rumah.

Itu cuma perjalanan mobil-kafe/rumah ya, bagaimana jika harus dibawa dengan mobilisasi yang lebih banyak. Kalau bawa laptop 15 inci praktis saya harus bawa ransel 15 inci saya. Nanti jadi kurang modis donk 😂.

Laptop TUF A15 ini sungguh tidak ingin saya lungsurkan. Laptop ini enak banget dipake di rumah, apalagi kalau nanti ternyata saya butuh mengoperasikan pekerjaan berat seperti coding atau bahkan aplikasi berat lainnya seperti Photoshop dan ArcGis.

Punya laptop ringan dan kecil itu menyenangkan. Tapi laptop kecil untuk dipakai di rumah kurang produktif. Punya laptop bobot ringan juga tidak memberikan pengaruh yang signifikan jika digunakan di rumah saja.

Sempat terbersit di benak saya untuk menggunakan tablet saja jika harus melakukan pekerjaan di luar rumah. Di rumah ada 1 tablet ukuran 10 inci yang biasanya digunakan oleh anak saya. Tablet ini juga tablet tipe yang sama seperti yang digunakan oleh suami saat ia butuh  mengerjakan pekerjaan jika berada di luar rumah. Suami saya menggunakan case bluetooth keyboard sehingga tablet bisa diposisikan berdiri dan memiliki bentuk persis laptop yang dibuka. Biasanya saat mobilisasi tinggi, suami saya menggunakan konfigurasi tablet-keyboard.

Sempat terbersit untuk melakukan konfigurasi serupa saat saya hendak bekerja di luar rumah. Tidak cuma bisa mengetik, saya bahkan bisa mencorat-coret layar saat sedang mendapatkan ide untuk menulis blog. 

Namun hati masih terasa berat. Saya kurang nyaman jika harus banyak mengetik menggunakan gadget yang tidak menggunakan platform Windows. Pun, saya juga merasa kurang nyaman jika harus mengetik di layar tablet 10 inci. Memang dahulu saya sempat menggunakan tablet 7 inci, untuk kebutuhan utama e-book. Saya anti menggunakan tablet 10 inci karena berat dan besarnya layar untuk membaca buku adalah fitur yang mubazir. Namun kini saya sudah memiliki e-book reader untuk membaca buku sehingga praktis saya tidak membutuhkan tablet lagi.

Selain itu, hanya menggunakan fitur sentuh tablet juga kurang nyaman untuk menyunting foto atau bahkan mendesain blog banner ataupun Instagram post di Canva. Asli, pakai Canva tanpa mouse itu susah dan wasting time sekali.

Penggunaan tablet ini di sisi lain sebenarnya memiliki sisi menggiurkan lainnya, yakni saat melakukan corat-coret untuk brainstorming ide blog saya ataupun kerangka jurnal saintifik. Jujur saat saya melakukan corat-coret di rumah , saya menggunakan kertas yang nantinya kertas itu hanya menumpuk tidak jelas. Kalaupun saya memutuskan untuk membuangnya, sering saya harus memfoto dahulu menggunakan ponsel yang ujung-ujungnya tidak saya lihat lagi karena saya bingung mencarinya di tumpukan galeri ponsel.

Pencarian laptop saya sejujurnya masih berlanjut meski saya sudah memiliki laptop tetap yang memiliki performa mumpuni. 

Sampai tiba-tiba hati saya digerakkan untuk mencari tahu tentang Laptop Vivobook 13 Slate OLED.

Saat hati memilih ASUS Vivobook 13 Slate OLED

laptop atau tablet

Saat hendak membeli gadget, bagi saya hampir wajib hukumnya untuk “mencari ilmu” dengan cara mendatangi ke gerainya langsung. Meski pada akhirnya belinya melalui marketplace, tetap wajib menyambangi toko langsung. Dengan ke toko langsung, saya bisa berdialog dengan mas sales mengenai fitur barang tersebut. Saya juga dapat melihat barang tipe lain sebagai opsi, soalnya sering juga yang awalnya kami tertarik untuk membeli tipe A, pada akhirnya berdasarkan masukan insight dari mas sales, kami malah membeli tipe B.

Ini saya lakukan terakhir kali saat mencari barang elektronik besar di rumah baru saya. Kompor, oven, kulkas. Saya harus memastikan bahwa fitur yang saya inginkan sesuai dengan harga yang saya bayarkan. Saya juga harus memastikan bahwa fitur yang saya dapatkan memang kami butuhkan. Saya dan suami tentu tidak ingin mengeluarkan budget lebih untuk mendapatkan barang yang memiliki fitur-fitur yang sebenarnya tidak digunakan secara optimal di rumah. Mubazir.

Ini juga berlaku untuk laptop. Maka, saya pun menyambangi gerai ASUS di PIM 2 bersama anak saya. Posisi gerai ASUS ini super strategis, yakni di ujung koridor dan persis di samping Foodcourt! Jadi setelah kami mengisi perut, saya bisa langsung asik cuci mata melihat laptop ASUS dengan perut kenyang.

Belakangan ini ASUS sedang banyak merilis edisi laptop layar OLED baik untuk seri Vivobook, Zenbook, dan Expertbook. Saya pun sudah beberapa kali mengulasnya di blog saya meski belum pernah sama sekali melihat kejernihan layar OLED.

laptop atau tablet

Begitu saya ke gerai ASUS di PIM 2? BOOM! Benar-benar layar ASUS OLED sekinclong itu, sejernih itu, sebagus itu, dan senyaman itu untuk mata. Bakal kebayang sih bakalan enak mengedit foto via aplikasi Lightroom ataupun nonton serial tv kesayangan pakai laptop ASUS OLED.

Layar ASUS OLED yang bersinar di pinggir foodcourt beneran kayak magnet yang menarik orang-orang yang lalu lalang di foodcourt!

Sayang sekali, menurut penuturan mas sales ASUS, Laptop Vivobook 13 Slate OLED belum ada fisiknya untuk di test drive di gerai ASUS. Hal yang sama juga saya konfirmasi ulang ke Muhammad Firman (@emmet24son), kepala Public Relation ASUS Indonesia, ternyata seri laptop Vivobook 13 Slate OLED baru resmi dirilis di Indonesia tanggal 29 Juni. Wow jadi tidak sabar untuk melihat dan menggunakan barang aslinya!

Jika belum ada barang aslinya, saya pun belum membulatkan niat untuk menjatuhkan hadi pada Vivobook 13 Slate OLED. Meski begitu, mari bersama-sama dengan saya untuk mempelajari keunggulan Vivobook 13 Slate OLED ini. Siapa tahu fitur-fitur yang ditawarkan beserta harganya yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan kamu juga!

Ini di fitur-fitur unggulan dari Laptop Vivobook 13 Slate OLED

1. Laptop? Tablet? Dapatkan keduanya sekaligus

laptop atau tablet

Publik sering dihadapkan dengan 3 pilihan: laptop saja, tablet saja, atau keduanya?

Pilihan laptop saja tentu kurang feasible bagi beberapa orang terutama ilustrator karena mereka menggunakan tablet untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Pilihan menggunakan tablet saja juga dirasa kurang efektif karena meski opsi paling ringan, melakukan pekerjaan mengetik dengan sistem operasi bukan Windows juga sangat tidak nyaman, apalagi jika sampai menyunting tulisan dan gambar. Layarnya pun cenderung kecil, maksimal hanya 10 inci dan rentan membuat sakit mata.

Pilihan menggunakan tablet dan laptop sekaligus adalah pilihan paling efektif namun membawa keduanya sekaligus saat mobilisasi sangat lah berat dan tidak praktis.

Lantas bagaimana solusinya?

“ASUS merupakan satu-satunya produsen laptop di Indonesia yang konsisten menghadirkan laptop dengan beragam form factor, mulai dari laptop clamshell tradisional, convertible, hingga detachable,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia.

 

laptop atau tablet

That's right! ASUS mengeluarkan produk di lini detachableMengapa harus memilih diantara laptop atau tablet kalau kamu bisa memiliki keduanya hanya dalam satu perangkat saja?

laptop atau tablet

Vivobook 13 Slate OLED merupakan perangkat yang serba guna, dengan keyboard ukuran penuh yang dapat dilepas dan cover stand yang memiliki engsel 170°. Tidak hanya itu, laptop yang memiliki kecepatan sampai dengan 3.3 GHz Intel® quad-core CPU ini dibekali layar sentuh, Vivobook 13 Slate OLED dilengkapi dengan layar sentuh sehingga menjadi sangat nyaman saat digunakan pada mode tablet. Laptop ini juga telah mendukung penggunaan stylus dengan teknologi MPP 2.0 yang merupakan teknologi teranyar ASUS Pen 2.0.

Simak 2 mode penggunaan Vivobook 13 Slate OLED yang akan menunjukkan betapa best deal sekali laptop detachable OLED pertama di Indonesia ini!

a. Mode laptop klasik

laptop atau tablet
Everyone need this! Tidak ada yang lebih enak untuk mengetik selain menggunakan laptop dengan bentuk klasik. Artinya, laptop dengan keyboard untuk mengetik dan layar yang berdiri mengarah ke muka. Pekerjaan sehari-sehari seperti mengetik dan mengedit gambar Canva pun menjadi lebih mudah.

Memang banyak tablet yang sudah dibekali dengan detachable keyboard. Namun bagi saya, tablet yang memiliki sistem operasi bukan Windows dan tanpa pointer tidak cukup nyaman untuk digunakan sebagai pengganti laptop seperti umumnya.

b. Mode tablet

laptop atau tablet
Sedang tidak ingin mengetik? Kamu bisa melepas detachable keyboard dan menggunakan layarnya saja seperti tablet.

Di bagian belakang layar ASUS Vivobook 13 Slate OLED terdapat semacam sisi kepak yang bisa digunakan untuk membuat tablet berdiri. Mode tablet ini akan sangat digunakan jika saya butuh untuk menulis sesuatu atau bahkan nonton serial televisi kesayangan! Jika tidak membutuhkan sisi kepak, layar tablet bisa diletakkan sejajar dengan permukaan. Saat ingin menonton, layar tablet bisa diberdirikan dalam posisi landscape.

Kehebatan sisi kepak ASUS Vivobook 13 slate OLED ini juga bisa menopang badan layar saat diberdirikan posisi portrait.

Mode tablet yang dimiliki oleh ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini menurut saya sangat berguna bagi saya baik saat berada di luar rumah ataupun di dalam rumah. Saat di rumah, saya masih menggunakan laptop ASUS TUF A15 sebagai laptop utama dan bisa menjadikan ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini sebagai layar kedua, yakni sebagai layar acuan saat saya sedang mengerjakan tulisan berdasarkan dokumen jurnal. Saya juga bisa mengetik di laptop utama sembari mencorat-coret mengumpulkan ide di Vivobook 13 Slate OLED yang sedang dalam posisi tablet.

laptop atau tablet
laptop atau tablet

Oleh karena itu, jika saya yang biasanya anti membeli aksesoris gimmick, maka tanpa berpikir panjang saya pasti akan membeli ASUS Pen 2.0 yang dilengkapi teknologi MPP 2.0 dan Bluetooth Pairing. ASUS Pen ini keren banget menurut saya karena memiliki fitur perubahan ujung tekanan. Maksudnya, di settingan pen bisa diganti-ganti layaknya mengganti pensil 2H, H, HB, dan 2B berdasarkan tekanan yang diberikan oleh pengguna. Bagi saya yang menggunakan untuk mencorat-coret dan mencatat tulisan tangan saja akan sangat terbantu dengan fitur ini, apalagi bagi seorang ilustrator.

laptop atau tablet

Tidak cuma buat mencoret-coret, ASUS Pen 2.0 ini multifungsi, bisa screenshot, tap ke slide berikutnya saat presentasi, dan hal menarik lainnya. Daya baterainya juga tahan lama. Cuma sekali dicas penuh, bisa digunakan sampai dengan 140 jam! Itu bahkan kayak ngecas sekali sebulan ya 😁. Casnya juga gampang, bisa di laptop ataupun di power bank sekali pun.

2. Mendukung Mobilitas secara maksimal


Bagi saya yang cenderung menggunakan laptop bepergian untuk kepentingan basic, tidak ada fitur lain yang saya butuhkan selain RINGAN. Rata-rata sebuah laptop yang paling tipis sekalipun memiliki berat di atas 1 kg. Bagi kamu yang generasi muda aktif pasti akan jatuh cinta sama ASUS Vivobook 13 Slate OLED karena beratnya KURANG dari 1 kg, tepatnya CUMA 785 gr!

Jaman sekarang sudah tidak jaman deh bawa laptop berat-berat. Sakit punggung coy! Apalagi bagi perempuan yang mayoritas akan membawanya di tas samping. Membawa barang terlalu berat di tas sandang samping itu riskan bisa bikin punggung miring yang pada akhirnya akan merusak postur tubuh secara keseluruhan.

Dimensinya juga cuma 13 inci saja dengan ketipisan layar 7,9 mm yang sudah didukung oleh Corning® Gorilla® Glass touchscreen dengan layar anti sidik jari sehingga tidak membutuhkan tas laptop khusus untuk membawanya. Bahkan saya bisa membawa laptop Vivobook 13 Slate OLED ini hanya di tas sandang sehari-hari saya ukuran medium saja!

Meski memiliki berat ringan dan fisik yang ringkas, untuk kebutuhan sehari-hari saya tidak usah menambah beban charger di tas. Pasalnya, Vivobook 13 Slate OLED bisa bertahan seharian atau sampai 9,5 jam hanya dengan sekali cas saja. Baterainya juga cukup powerful karena dibekali oleh kapasitas baterai sebesar 50 Wh. Pengisian daya juga sangat cepat! Pengisian 60% saja cuma 39 menit menggunakan adapter casan sebesar 65 W. Bye-bye wasting time for charging!

Layaknya tablet biasa atau ponsel, jika saya ingin menggunakan Vivobook 13 Slate OLED lebih lama, saya bisa mengecasnya menggunakan powebank bahkan di pesawat.

3. Layar OLED anti mata sakit

laptop atau tablet

Sesuai namanya, laptop Vivobook 13 Slate OLED sudah dibekali oleh layar OLED yang memanjakan mata. No debate, period. Kalau tidak percaya, kamu bisa langsung lihat di gerai ASUS. Pengalaman melihat jejeran laptop ASUS OLED melalui foodcourt PIM 2 sedemikian berkesannya bagi saya. Dari jauh saja saya sudah seperti tertarik untuk mendatanginya, apalagi saat melihat dari lebih dekat, benar-benar bikin jatuh cinta. Yang awalnya tidak tertarik-tarik amat dengan laptop ASUS OLED, sekarang terbersit di dalam hati untuk punya satu laptop ASUS OLED.

laptop atau tablet

Tentu laptop yang memiliki teknologi ASUS OLED seperti yang sudah pernah saya bahas ini memiliki kelebihan dibandingkan laptop biasa. Bagi content creator, tentunya kehadiran layar OLED ini akan membantu pekerjaan terutama untuk menyunting foto karena menampilkan warna sangat akurat. Bahkan, saya juga sudah membahas secara detail kenapa kamu harus menggunakan laptop ASUS OLED disini karena berhubungan erat untuk meningkatkan kualitas tidur.

Begitu juga untuk tontonan multimedia. Bahkan saya bisa menonton serial televisi LEBIH BAIK dibandingkan menontonnya di layar TV saya meskipun lebih besar. Soalnya, TV layarnya belum OLED sih hehe.

Mau untuk bekerja atau menikmati hiburan, ASUS Vivobook 13 Slate OLED menjaga kesehatan mata berkat kehadiran fitur Eye Care yang telah tersertifikasi TÜV Rheinland.

laptop atau tablet

Nonton hiburan juga bisa dimana saja. Kalau kamu hanya mempercayakan hiburan kamu saat bepergian di tablet yang notabene hanya berukuran 10 inci, tentu pengalaman nonton serial televisi kesayangan di layar 13-inci (16:9) berteknologi ASUS OLED akan SANGAT JAUH BERBEDA. Layar ASUS OLED akan menampiskan kualitas warna terbaik berkat jasa reproduksi warna akurat terserfikasi dari PANTONE® Validated dan color gamut 100% DCI-P3.

Tidak hanya itu, teknologi layarnya juga sudah didukung oleh Dolby Vision yang biasa dipunyai oleh bioskop. Kontras warnanya juga sempurna dengan sertifikasi VESA Display HDR™ True Black 500. Bagaimana tuh, kamu nonton film sudah hampir sama pengalamannya kayak nonton di bioskop cuma lebih kecil dan lebih bisa dinikmati dimanapun dan kapanpun.

laptop atau tablet

Jika kamu tim tablet, coba perhatikan fakta berikut ini dahulu. Rasio aspek yang biasa dihadirkan tablet hanya 4:3 sementara Vivobook 13 Slate OLED menghasilkan rasio aspek 16:9. Tentu saja ini memberikan pengalaman yang signifikan bedanya. Nonton di Vivobook 13 Slate OLED akan lebih nyata karena bisa melihat serial televisi kesyaangan penuh satu layar.

Tentunya pengalaman menonton yang akan saya rasakan ini tidak cuma didukung oleh layar, tapi juga oleh kualitas suara yang tak kalah hebat.

4. Suara jernih menggelegar seperti nonton bioskop

laptop atau tablet

Kecil-kecil cabe rawit! Itu yang bisa saya ucapkan kepada Laptop Vivobook 13 Slate OLED. Badan boleh kecil, tapi sistem audionya sudah ditenagai oleh Dolby Atmos Quad Speaker yang menggelegar.

Yes. you’ve read right! Bodi 13-inci tapi speaker punya empat! Teknologi Dolby Atmos ini adalah fitur suara yang digunakan untuk menghasilkan suara sekelas nonton di bioskop. Di film-film terbaru di berbagai aplikasi streaming juga sudah mendukung Dolby Atmos sehingga tentu fitur ini tidak akan mubazir. Pengalaman nonton serial televisi rasa bioskop dimanapun juga bersama ASUS Vivobook 13 Slate OLED diperkukuh dengan tekonologi Smart Amplifier.

5. Fitur-fitur pendukung produktivitas

laptop atau tablet

Tontonan berbagai aplikasi streaming multimedia lainnya sudah pasti mengandalkan koneksi internet. Apa gunanya punya layar jernih dan suara menggelegar tapi tontonan terputus-putus karena jeleknya konektivitas?

laptop atau tablet

Asal internet kamu lancar, kamu sudah pasti tidak akan kecewa menonton hiburan di laptop Vivobook 13 Slate OLED karena sudah dibekali oleh teknologi WiFi teranyar, yakni WiFi 6 (802.11ax) yang telah dioptimasi oleh ASUS WiFi Master untuk konektivitas yang lebih stabil dan anda. Kecepatan transfer WiFi juga sangat kencang, yaitu 2.4 Gbps demi menonton serial televisi kualiatas 4K tanpa ngadat.

Tentunya secara ini juga didukung dengan kemampuan internal Asus Vivobook 13 Slate OLED yang sudah menggunakan Windows 11 home dan ditengai dengan Intel® quad-core CPU sampai dengan 3.3 GHz. Penyimpanannya juga cukup lega karena sampai dengan 256 GB PCIe® Gen 3.0 x4 SSD storage yang anti lemot-lemot club. Mau simpan banyak video dan foto? Santai! RAM-nya juga sampai dengan 8 GB LPDDR4x. Jadi sudah dipastikan kamu mau kerja agak berat seperti menyunting foto dan video juga bisa.

FItur-fitur lain yang dapat meningkatkan produktivitas adalah hadirnya Noise Cancelation yang akan sangat efektif mengeliminasi suara ribut anak-anak saya yang sedang bermain saat saya sedang menjadi pembicara via daring. ASUS AI noise-cancelling menggunakan sistem Machine Learning yang didukung dengan fitur ClearVoice Mic dari MYASUS app dapat menyingkirkan suara-suara latar yang tidak diharapkan agar suara kita yang sedang berbicara ini terdengar renyah dan jernih. Tidak cuma menyingkirkan suara latar dari kita yang sedang berbicara, tapi juga menangkap suara pembicara lainnya lebih jernih saat video konferensi berkat hadirnya fitur ClearVoice Speaker.

Oh ya, layaknya ponsel, ASUS Vivobook 13 Slate OLED juga sudah dibekali dengan pemindai sidik jari di tombol power yang berada di atas layar. Benar-benar seperti tablet, saya bisa mengunci laptop tablet ini secepatnya dengan mudah sebelum dipakai dan diambil oleh anak saya hehe.

6. Dual Camera

laptop atau tablet

Jika ASUS memutuskan bahwa varian Vivobook 13 Slate OLED bisa digunakan sebagai tablet, maka mereka tidak main-main dan akan totalitas. Layaknya tablet pada umumnya, Vivobook 13 Slate OLED juga dibekali Dual Camera, yakni 13 MP untuk kamera belakang dan 5 MP untuk kamera belakang.

Tentunya fitur dual camera ini tidak dimiliki oleh laptop pada umumnya. Saya bisa dengan gampangnya memotret apa yang ada di depan saya atau bahkan selfie dengan kualitas gambar resolusi tinggi dan kemudian mencoret-coretnya dengan menggunakan ASUS Pen 2.0.

7. Last but not least, desain yang edgy

laptop atau tablet

Kalau tampak dari jauh sih ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini cuma warna hitam saja. But black is the new modern design! Desain hitamnya juga tidak hitam bland karena ada detail splatter-finished di bodinya serta motif aksen hijau cerah di bagian atas belakang layar yang pastinya membuat laptop ini makin keren bagi siapapun yang menggunakan.

To bring or not to bring laptop..

Pikiran berkecamuk kembali saat hendak menginap di rumah orang tua akhir pekan lalu. Bawa laptop atau tidak. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membawa laptop karena malas bawa barang besar. Saya melihat suami membawa laptopnya sehingga berharap untuk numpang laptop dia buat mengerjakan artikel ini.

Pada akhirnya saya tidak mengerjakan tulisan ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini karena ternyata suami saya lagi “pelit” karena dia pake buat main game haha 😝.

Akhir pekan depan ini juga kami juga akan liburan ke Solo. To bring or not to bring laptop, jawabannya sudah pasti tidak bawa. Ke rumah orangtua yang notabene cuma packing laptop, naikin ke mobil, melakukan perjalanan dekat dan membawa turun saja saya masih galau. Apalagi ini perjalanan jauh. Padahal terbersit di pikiran saya untuk mencicil tulisan catatan perjalanan saya di blog melalui laptop selagi masih sangat segar di pikiran.

Saya merasa permasalahan ini tidak hanya dialami oleh saya sendiri. Sebenarnya suami pun juga begitu, makanya ia yang tipe praktis tidak mau ribet dan berat lebih memilih membawa tablet beserta keyboardnya saat sebulan ke Prancis.

Laptop atau tablet. Hal yang kerap menjadi pilihan ini sebenarnya tidak perlu menjadi beban pikiran lagi. Hadirnya ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini bisa menjadi jawaban bagi saya dan generasi milenial lainnya. Kenapa harus memilih diantara keduanya jika kita bisa memiliki keduanya dalam satu perangkat saja?


ASUS Vivobook 13 Slate OLED.
Too lightweight as laptop, too powerful as tablet.



15 komentar

  1. Wah, komprehensif sekali reviewnya. Saya jadi tertarik dengan ASUS Vivobook slate OLED ini. 2 fungsi, laptop dan tablet dalam 1 perangkat ya. Perkembangan ASUS dalam dunia perlaptop-an bisa dibilang cukup progressive. Ternyata memang Asus benar-benar menyediakan smua kebutuhan pasar ya.

    BalasHapus
  2. Ini emang jadi laptop yang dinamis karena bisa jadi tablet, duh inceranku banget mbaa huhu. Sayang kmrn belum rejekinya nih dapat OLED t3300 ini. nabung sendiri kali yah hahaha

    BalasHapus
  3. Reviewnya detail sekali saya jadi tertarik untuk beli juga sebab sebelumnya juga sempat bingung mau laptop atau tablet. Karena walau bukan tipe traveler tapi saya tidak betah di depan laptop dengan bayi.

    BalasHapus
  4. Duh jadi pengen ganti laptop di rumah, ya. Stylish banget ya Asus Vivobook Slate 13 OLED ini. Jadi laptop yang bisa kaya tablet dilipet gitu. Lebih praktis ama fitur-fiturnya canggih dan modern. Aslinya laptop idaman banget

    BalasHapus
  5. Kenapa harus bingung mau bawa laptop atau tablet kalau dalam satu perangkat bisa bawa keduanya. Asooyyyy! Baca tulisan Mbak Zen aku juga sambil mbatin, "kapan ya punya ini, semoga Allah mudahkan."

    BalasHapus
  6. Bagus ya emang desain ASUS yang ini. Laptop yang bisa jadi kayak tablet gini. Kisaraan harganya berapaan ya? Bener, tablet kalo gak window kurang nyaman. Ngetik panjang kalo gak ada keyboard itu gak enak.

    BalasHapus
  7. Asus emang laptop impian content creator ,pengen segera kumiliki biar bisa lebih produktif

    BalasHapus
  8. Nggak ngerti lagi nih sama ASUS. Terobosannya selalu bikin jantung berdebar kenceng wkwkwk
    Pengen beli semuanya kalau bisa haha

    BalasHapus
  9. Kalau bisa sih laptop yg jg bisa jd tablet, ya Asus oled jawabannya.. bismillah semoga bisa beli laptop yg kayak gitu jg

    BalasHapus
  10. Spesifikasinya cocok banget buat blogger, duh banyak shalawat deh ini biar kesampaian punya sendiri

    BalasHapus
  11. memilih memang menjadi sebuah momen yang cukup sulit apalagi harus milih mau beli laptop atau tablet. karena dua-duanya sangat penting. nah kalau ada laptop yang sekaligus bisa berfungsi sebagai tablet gini apa gak mupeng dan kebelet beli hehehe

    BalasHapus
  12. Cantik banget yaah.. ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini.
    Bisa laptop, bisa laptop tuh spek yang juara banget, jadi kalau dipakai mobile juga praktis.

    BalasHapus
  13. MaasyaaAlloh review-nya luar biasa. Pas banget buat aku yang lagi bingung laptop atau tablet. Thanks ya kak

    BalasHapus
  14. Dua fungsi dalam satu perangkat benar" bikin orang jatuh hati.. Laptop ini bisa sebagai pilihan untuk jadikan laptop dan tablet dalam 1 perangkat.. Saya jg mau nih Asus oled nya.. Hehee

    BalasHapus
  15. Cakep bangeett, laptop impian ini. Ngumpulin mahar dulu buat meminang laptopnya. Haha..

    BalasHapus