Internet Menyatukan Indonesia: Pentingnya Menjaga Silaturahmi

51 komentar
Sebagai negara kepulauan yang terbentang dari Sabang dari Merauke, kehadiran internet sangatlah penting karena internet menyatukan Indonesia. Jarak seharusnya bukan menjadi penghalang untuk menjadikan silaturahmi tanpa batas.

“Ishaq kira-kira lebaran ini udah menghubungi Ibunya lagi belum ya?” sering terbersit pernyataan ini di dalam hati.

internet menyatukan indonesia

Tante saya bercerai belasan tahun silam. Dua anaknya yang tentunya merupakan sepupu saya masih sangat kecil, Ishaq (nama samaran) duduk di kelas 2 SD dan adik perempuannya belum sekolah. Sudah barang pasti drama keluarga ini membuat mental keduanya cukup terpukul.

Di tengah ketegaran pascaperceraian, tante saya menempuh kehidupan cukup rumit dan menantang dengan hidup di kos-kosan. Awalnya kedua anaknya tinggal bersama ibunya, namun sayang tidak lama kemudian si sulung kabur dan tinggal bersama bapaknya di kota yang berbeda sampai ia lulus SMA.

Setelah ia selesai ujian kelulusan SMA dan sedang mempersiapkan masuk ke universitas, si sulung tinggal kembali bersama Ibunya di Bandung. Ia bahkan sampai mendapatkan gelar sarjana.

Perpisahan kembali terjadi saat si sulung terkena sebuah kasus yang menyebabkan ia tidak bisa menamatkan jenjang magisternya. Ia kembali ke kota dimana bapaknya tinggal. Si sulung bekerja disana selama 2-3 tahun sampai akhirnya pindah ke Jakarta karena mendapatkan pekerjaan baru di sebuah bank.

Hubungan tante saya dan anak sulungnya berangsur pulih pascakerja di Jakarta. Hubungannya dengan para sepupu termasuk saya mengikuti hubungannya dengan ibunya. Saat hubungan mereka baik, begitu pula hubungan persepupuan berikut keluarga besar lainnya kepada si sulung.

Setelah menemukan tambatan hati, si sulung mengadakan pesta pernikahan. Bisa ditebak arah selanjutnya, di acara ini akan bertemu keluarga besar dari sisi ibunya dan keluarga besar dari sisi bapaknya.

Sejujurnya, dari sisi kami tidak ada yang mengharapkan untuk reconnect dengan ayahnya mengingat apa yang sudah terjadi di masa lampau. Sebatas menyapa sudah lebih dari cukup. Cukuplah anaknya saja yang memiliki hubungan baik dengannya.

Hubungan ibu dan adiknya kepada si sulung ini mendadak renggang kembali pascapernikahan. Entah apa yang terjadi sebenarnya di antara kedua belah pihak. Si sulung hampir tidak pernah menghubungi Ibunya kembali setelah acara pernikahan. Pun, kontak terakhir kami dengannya hanya sebatas ia mengumumkan kelahiran anak pertamanya. Setelah itu, kontak dari kami tidak ada yang digubris.

Bahkan WA abang saya yang cenderung netral dan tidak tendensius juga tidak digubris sama sekali, padahal isinya relatif basa-basi.

Tentu saja renggangnya hubungan kami ini membuat kami keluarga besar sedih. Apalagi sang Ibu dan adiknya. Kami semua menginginkan agar sepupu saya ini dan ibunya bisa saling memaafkan.


Setelah momen lahiran sebagai “wadah” menjalin silaturahmi gagal, besar harapan dalam benak saya agar si sulung ini kembali menjalin silaturahmi dengan kami keluarga besar di momen lebaran ini. Atau sudahlah, kami prioritas belakangan, paling tidak hubungan ia dengan ibunya kembali membaik.

Menjalin silaturahmi dengan keluarga sangatlah penting. Seberapa penting kah menjalin silaturahmi menurut pandangan Islam?

Pentingnya menjalin silaturahmi

internet menyatukan indonesia

Silaturahmi diserap dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: Shilah dan ar-rahim. Shilah artinya menyambung dan ar-rahim artinya rahim wanita yang berangkat dari konotasi untuk menyebut karib-kerabat.

Singkat kata, menjalin silaturahmi adalah menjalin hubungan baik di antara saudara dan kerabat yang memiliki hubungan darah ataupun ikatan pernikahan. Menjalin hubungan dengan teman juga merupakan definisi silaturahmi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Meski begitu, keutamaan silaturahmi yang ada pada Islam hanya berlaku pada saudara dan kerabat yang memiliki hubungan darah.

Memutuskan tali silaturahmi mengandung ancaman serius di dalamnya seperti sabda Rasulullah:

“Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi” (HR.Bukhari-Muslim)

Ah, andai sepupu saya itu mengetahuinya.

Padahal, dengan menjalin silaturahmi banyak sekali keutamaan yang akan didapatkan. Ada dua keutamaan silaturahmi menurut Al-Quran dan Hadits:

1. Diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur

Berkunjung ke sanak saudara saat keadaan sedang sulit kerap dikaitkan dengan berhutang. Padahal, menjalin silaturahmi terutama keluarga inti malah menambah keran-keran rezeki sekaligus dipanjangkan umur. Bahkan, dianjurkan untuk membawa buah tangan semampu kita. Apalagi di momen lebaran ini. Terkadang kerap terasa gengsi atau tidak enak saat ingin menjalin silaturahmi kembali. Dengan momen lebaran yang erat nuansanya dengan kekeluargaan, menyambung kembali silaturahmi adalah saat yang sangat tepat.

Ah, semoga sepupu saya ini menghubungi kembali Ibunya. Saya yakin, bahkan sangat yakin pasti tante saya akan sangat senang dan mendadak melupakan apa yang sudah diperbuat oleh sepupu saya ini.

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi” (HR. Bukhari - Muslim)

2. Menjadi salah satu sebab masuk surga

Menjalin silaturahmi di antara keluarga sepenting itu, hingga-hingga menjadikannya salah satu sebab masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah:

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, salatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.” - HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi)

Sudah barang pasti kita menjadikan surga sebagai tujuan setelah akhir hayat kita. Apakah kita masih tetap ingin memutuskan silaturahmi padahal itu adalah salah satu sebab kita bisa masuk surga?

Tips memperbaiki hubungan yang retak dan menjaga setelahnya

internet menyatukan indonesia

Semua di keluarga saya ingin tante saya dan anak sulungnya ini bisa saling memaafkan. Kami ingin agar dapat berinteraksi normal dan kembali dekat dengan sang sepupu ini. Apalagi Ibunya langsung? Mungkin di lebaran kali ini tak ada yang ia inginkan agar bisa saling memaafkan dan kembali dekat satu sama lain.

Lantas kira-kira bagaimana kiat-kiat memperbaiki hubungan yang sudah terlanjur retak dan tetap menjaga setelahnya?

1. Mengetahui keutamaan menjaga silaturahmi dan bahaya memutusnya

Bagian agar tetap menjaga silaturahmi ini sering terlewatkan banyak dari kita umat muslim. Apalagi bagi seseorang yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan keluarganya. Mulai dari pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga hingga berbagai koleksi memori buruk lainnya.

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Menjaga silaturahmi memiliki keutamaan sangat penting dan memiliki ancaman serius jika memutusnya dengan sengaja. Apalagi hubungan antar Ibu dan anak. Di hadis saja tertera bahkan keutamaan Ibu sampai tiga kali di atas ayah.

2. Tinggalkan ego

Mungkin sejenak harus menarik nafas dan meninggalkan ego terlebih dahulu dibandingkan memperdebatkan siapa yang salah. Tinggalkan ego dari kata gengsi untuk menjalin kembali silaturahmi tanpa batas.

Kamu tidak akan terlihat rendah hanya karena memulai kembali percakapan yang sebelumnya hanya menjadi kenangan di masing-masing pihak.

“Halo ma, apa kabar? Ishaq boleh main ke rumah ga akhir pekan ini?”

Sapaan basa-basi tidak akan terasa murahan saat kembali menyapa. Yakinlah, tidak ada usaha yang sia-sia. Seremeh-temeh pun percakapan memiliki pengaruh yang signifikan untuk memperbaiki luka lama dan menenun kembali jalinan silaturahmi yang sudah pernah terlanjur robek dan usang.

3. Memiliki support system yang baik

Pihak berseteru terkadang kehilangan sisi logisnya karena terbawa emosi. Disinilah pentingnya peran anggota keluarga lain sebagai support system untuk membantu menguraikan benang kusut yang sudah lama terbentuk.

Tahun lalu saat salah seorang sepupu kita menikah, kami persepupuan berembuk untuk patungan kado nikahan. Abang saya yang termasuk paling netral dan tidak tendensius tidak lupa untuk japri ke Ishaq perihal tawaran ikutan patungan. Kami merasa ini juga salah satu momen untuk menjalin silaturahmi kembali. Sayangnya Ishaq belum tergerak hatinya untuk membalas WA. Yah sudahlah, mungkin di lain waktu.

Sebenarnya, besar harapan saya di dalam hati bahwa istri dari Ishaq berusaha membujuk suaminya untuk menjalin silaturahmi kembali ke keluarga besar kami, terutama ke mertuanya yang merupakan tante saya. Sayang sekali, entah ia sudah mengingatkan atau Ishaq belum terbuka hatinya.

Semoga Allah segera membuka hati mereka dan hubungan yang retak pun cepat diperbaiki.

4. Koneksi internet stabil dan andal

internet menyatukan indonesia

Selain keluarga, salah satu support system yang penting dalam menjalin silaturahmi adalah koneksi internet stabil. Internet menyatukan Indonesia karena dapat menjalin silaturahmi tanpa batas tanpa harus terkungkung dengan jarak fisik.

Saat bulan Ramadhan kemarin, saya terpisah jarak dengan suami dan orangtua. Suami saya selama sebulan belajar di Prancis dan orangtua saya selama 21 hari umrah akhir Ramadhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran internet menjadi sangat krusial demi merawat silaturahmi di tiap harinya.

Tentu yang saya butuhkan adalah koneksi internet stabil agar terjalin silaturahmi tanpa batas. Suami biasanya video call sebelum ia berangkat kerja. Saya juga biasanya chatting Telegram kembali saat mengerjakan kerjaan saya di malam hari menunggu suami pulang kerja.

Kebetulan kami sudah 8 tahun menggunakan IndiHome sejak awal menikah. Sesuai kebutuhan, kami layanan paket 2P (Internet + Phone). Tahunan pengalaman menggunakan IndiHome adalah bahwa mereka menawarkan koneksi internet stabil. Setiap ada keluhan juga cepat sekali ditindak lanjuti. Biasanya saya komplain menggunakan Twitter dan langsung dibalas!

Tidak cuma dibalas secara normatif, tetapi juga ditindaklanjuti. Biasanya akan terbit nomor arsip keluhan dan kemudian saya ditelepon untuk follow up komplain.

Koneksi internet stabil juga sangat berjasa dalam menjalin silaturahmi saat pandemi 2 tahun kemarin. Biasanya di rumah keluarga besar suami saya mengadakan open house, namun gara-gara pandemi jadi tidak saling bertemu meski mayoritas semuanya berada di Jakarta. Alhasil pertemuan via zoom adalah salah satu solusi. Benar-benar definisi internet menyatukan Indonesia untuk mempererat jalinan silaturahmi.

Ah andai kata Ishaq cukup paham kalau modal internet stabil saja bisa memulai basa-basi dengan ibunya sebagai usaha menjalin silaturahmi kembali.

Betapa internet menyatukan Indonesia

Dari pengalaman, saya merasa besar sekali peran koneksi internet stabil untuk menghasilkan silaturahmi tanpa batas. Jika kamu sedang mencari penyedia internet stabil andal dengan koneksi cepat. Mungkin kamu bisa menggunakan IndiHome.

internet menyatukan indonesia

Saya menggunakan paket 2P (Internet+Phone) kecepatan up to 30 Mbps dengan biaya bulanan sebesar tiga ratus ribuan saja! Menurut saya ini paket yang menguntungkan karena (hampir) tidak ada layanan servis internet yang memberikan bundel layanan internet sekaligus telepon rumah. Selain itu, bisa sampai 7 perangkat alias semua laptop dan gawai di rumah terkoneksi internet IndiHome tanpa khawatir haha.

Yang menarik lainnya adalah juga diberikan bebas akses Disney+ Hotstar! Widih, lumayan banget kan jadi tidak usah menyisihkan dana tambahan buat langganan Disney+ Hotstar.

Nah, kebetulan IndiHome sedang menawarkan diskon biaya pemasangan sebesar 50%! Jadi cukup membayar sebesar 250 ribu rupiah saja dan kamu sudah langsung bisa menjadi bagian darii internet menyatukan Indonesia.

51 komentar

  1. Dengan adanya internet saya akui selama merantau di luar negeri jarak jadi tidak masalah lagi. Apalagi semakin ke sini kecanggihan teknologi sudah sangat mutakhir. Alhamdulillah senangnya internet juga sudah masuk pedesaan dan pelosok daerah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah apalagi luar negeri ya, secara fisik bakal jarang banget. Dengan internet memudahkan banget ketimbang jaman dulu surat-suratan hiks

      Hapus
  2. Internet memang mendekatkan yang jauh. Apalagi makin kesini teknologi makin canggih seperti bisa vidio call jadi bisa kangen2an tatp muka meski terpisah jarak. Tapi sayang belum semua daerah di indonesia bisa menikmati akses internet dengan mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah emang ya, terutama yang akses terpencil masih susah. Semoga segera tercover seluruh nusantara ya

      Hapus
  3. saya termasuk yang terbantu banget nih dengan IndiHome. bisa tetap silaturhami dengan keluarga dan sahabat yang gak bisa ketemu lebaran kali ini. video call an pun lancar tanpa hambatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pengguna indihome juga ya? Puas ya, aku juga udah tahunan banget pake indihome

      Hapus
  4. Jadi menyatukan keluarga dengan adanya internet yaa. Bahkan dengan menghubungi scra online kta sudah bisa bertemu lgi. Alhamdulillah sangat terbantu sekali ya Mbak, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, komunikasi jadi terjalan, jadi berasa bisa catch-up lagi ya sama saudara. Nanyain kabarnya

      Hapus
  5. kehadiran internet dalam dunia komunikasi ini memang sangat membantu semua orang ya. apalagi di masa pandemi 2 tahun kemarin di mana banyak yang tidak bisa mudik setidaknya ada internet yang bisa membantu tatap muka meski lewat layar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, internet sangat ngaruh di 2 tahun pandemi ini, susah ngumpul luring kan jadinya

      Hapus
  6. emang yaa kunci menjaga silaturahmi ya komunikasi, mesti lancar, sekarang untungnya udh bebas berkomunikasi via internet dan ga beban juga ya biayanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biaya internet sekarang sudah sangat terjangkau ya, bisa berkomunikasi ke siapapun

      Hapus
  7. Gak ada halangan meski lokasinya beda.
    Komunikasi jadi berjalan mulus walau terganjal jarak, tetapi silaturahmi jadi jalan terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, jarak bukan penghalang. Bahkan sekadar basa basi pun bisa melalui internet

      Hapus
  8. Berkat teknologi dan pesatnya perkembangan internet di indonesia, ketika pandemi lagi hebat-hebatnya, dan larang mudik diterapkan oleh pemerintah, maka silaturahmi lebaran melalui zoom dan video call menjadi solusinya, beruntungnya semakin banyak variasi dan jenis provider internet yang menyediakan layanan yang memuaskan.

    Jaman sekarang kebutuhan akan koneksi internet menjadi hal yang sangat penting.

    BalasHapus
  9. Semoga bisa direkatkan lagi hubungan silaturahmi di keluarga tantenya juga keluarga besar Mbak ya..Aamiin. Memang ada aja drama yang bikin terputus silaturahmi dalam keluarga. Setuju dengan tipsnya agar silaturahmi tetap lancar jaya.
    Peran internet yang menyatukan meski kita berada di lokasi berbeda memang sangat penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ni drama keluarga hiks, tapi disitu cobaannya, makanya pahala gede

      Hapus
  10. sekarang silaturahmi jadi lebih mudah, yang penting ada koneksi internet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak banget ya sekarang ada internet, beda sama dulu. Benar-benar memudahkan hidup

      Hapus
  11. Senang banget hidup di era digital seperti saat ini
    Ada internet yang selalu memudahkan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari
    Termasuk dalam melaksanakan silaturahmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak. apalagi pas pandemi kemarin berasa banget manfaatnya internet ini di berbagai bidang ya, mbak. setidaknya kita masih bisa tetap produktif selama pandemi

      Hapus
    2. Iya, kehadiran internet sedikit banyak membantu kehidupan sehari-hari kita

      Hapus
  12. Emang membuka silaturahim itu terlihat jelas, siapa yang hatinya bersih dan siapa yang lebih mementingkan ego ya, mbaa,
    Wallahualam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mba, silaturahmi itu krusial banget. SEmoga kita selalu mempererat hubungan silaturahmi kita

      Hapus
  13. Nggak semua orang mampu menjaga silaturahim, kadang si A ingin melakukannya eh si B ngga mau. Serba salah sih, tapi semoga kita menjadi si A yang selalu menjaga silaturahim ya Mbak. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal sepenting itu silaturahmi, mau gimanapun responnya, kita harus tetap berusaha. Semoga sepupu saya dibukakan hatinya ya

      Hapus
  14. Selama dua tahun lebih, pandemi membuat keluarga besar saya tak bisa kumpul-kumpul. Syukurlah ada internet, kami bisa gathering pakai zoom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. keluargaku tu selama pandemi pas lebaran zoom keluarga donk haha. Untung ada internet ya

      Hapus
  15. Sekarang ini bener-bener internet sudah menjadi kebutuhan pokok kita. Karena kita harus berkomunikasi setiap saat, adanya internet sangat mendukung kelancaran komunikasi kita kemanapun dan dimanapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sudah tidak hambatan lagi untuk berkomunikasi dimanapun kapanpun

      Hapus
  16. Kehadiran internet kalau dihadapi secara bijak memang banyak sekali dampak positifnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, kehadiran koneksi internet ada plus dan minusnya. Tapi kita bisa kok bijak untuk ambil dampak positifnya saja

      Hapus
  17. Sekarang jarak sejauh apapun rasanya udah bukan masalah lagi ya, internet membantu banget kita dalam berkomunikasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, mau di ujung dunia pun asal ada koneksi internet kita saling bisa terhubung. Senang sekali rasanya

      Hapus
  18. Menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan semoga bisa membantu meski bukan dari segi materi, setidaknya dengan silaturahm yang baik melalui jaringan internet, gak ada salah paham dan semakin mendekatkan hati.
    Kalau sudah dekat di hati, in syaa Allah akan selalu terbawa ketika berdoa di waktu-waktu mustajab.

    Barakallahu fiikum, kak Zeneth dan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin, sepenting itu merekatkan tali silaturahmi, bahkan sesimpel koneksi internet saja bisa saling mendekatkan hati.

      Wa barakallahu fiikum Mba Lendy dan keluarga!

      Hapus
  19. internet menghubungkan yang jauh sehib=ngga semakin dekat, dan seyogyanya yang dekat menjadi lebih dekat lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin, yang jauh bisa lebih dekat. Asal yang dekat jangan berubah jadi jauh saja hiks

      Hapus
  20. Begitu banyak sekali keutamaan silahturahmi, apalagi kepada orang tua sendiri. Sedih memang, semoga si sulung segera disadarkan agar bisa legowo dan berbuatvkebih baik dan santun lagi. Terima kasih cerita lnya mbak zen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin mba Shafira, sedih sih. Sekarang keadaan belum membaik. Masih berharap Allah membukakan pintu hatinya :)

      Hapus
  21. Jadi ingat kalau Lebaran tahun lalu kami silaturahmi via zoom. Alhamdulillah tahun ini sudah bisa kumpul semua di rumah Kakak sulung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya. Sama mba, inget banget pas pandemi pertama itu malah zoom berjamaah haha. Ga riil sih, tapi lumayan temu kangennya

      Hapus
  22. Ketika nenek dan kakek dari pihak ibu saya meninggal, saya juga berpikir bagaimana menjaga keeratan hubungan dengan saudara2 yang notabene tinggal beda pulau. Bersyukur masih bisa menjalin silaturahmi dg internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang nenek-kakek itu pengumpul keluarga ya. Begitu udah ga ada memang kita anak-anaknya harus serius bikin usaha supaya tetap terjalin silaturahmi

      Hapus
  23. Aku belajar dari salah satu sepupuku yg paling rajin di antara kami utk silaturrahmi kemana2. Bisa dibilang dia hapal semua silsilah keluarga saking Deket Ama semua. Dan kalo diliat, rezekinya adaaaaa aja buat apapun. Makanya suami pernah nasehatin, silaturrahmi itu jgn sampe putus. Krn memang memanjangkan rezeki.

    Aku juga pakai Indihome mbaaa . So far sih sukaaaaa Krn lancar. Jrg trouble. Pernah sesekali, tapi respon dari teknisinya cepet banget. Jadi selalu puas pake produk ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kan, itu abangku. Dia lagi kesulitan duit malah datang-datang ke saudara plus bawa buah tangan. Meskipun dia backgroundnya ga se mentereng gitu, tapi kayak lancar jaya rejekinya

      Hapus
  24. Setujuu internet mempertemukan yang tampak nggak akan pernah ketemu kayak saya dengan teman-teman blogger ini. Terharu banget punya banyak teman gara-gara koneksi internet..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang ya, aku pribadi juga jadi merasakan banyak kenal teman-teman blogger berkat koneksi internet

      Hapus
  25. silaturahmi tetap berjalan walau berjauhan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus, jangan sampai jarak dijadikan alasan hehe

      Hapus
  26. Sebisa mungkin kita harus tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga ya mbak. Dan komunikasi yang baik tentu akan semakin mempererat hubungan keluarga. Nah, Indihome membantu kita nih dalam memperlancar komunikasi yang tidak terputus-putus

    BalasHapus