Pentingnya Melatih Fleksibilitas saat Hamil: Olahraga di Rumah Bersama Wardah

2 komentar
"Suamiku rajin banget larinya, tapi pas di cek ototnya keras, tegang kaya kawat begitu." ujar salah seorang teman di suatu WAG.

Semenjak huru-hara pandemi COVID-19 bulan Februari, saya mulai rutin berolahraga di rumah menggunakan kanal daring (youtube, instagram) disebabkan oleh kolam renang yang ditutup. Padahal berenang adalah olahraga andalan dan favorit saya. Saya relatif sudah mengetahui bagaimana memacu diri dan melakukan renang dengan benar, sementara untuk berolahraga di rumah, saya cenderung belum punya gambaran sama sekali. Apa saja yang harus dilatih serta bagaimana alurnya sehingga optimal dan bukan rasa sakit tubuh yang di dapat.

Saya memulai dengan rajin melakukan plank dan sit-up. Tidak tahu harus berpanduan darimana, saya mengunduh aplikasi "30-day Plank Challenge". Untuk sit-up saya lakukan sesuka hati saya. Semua ini saya lakukan tanpa melakukan pemanasan dahulu.

Semenjak suami mulai peduli untuk berolahraga juga, saya mulai berfokus melakukan latihan kekuatan otot sambil sesekali latihan kardio dengan berjalan cepat di taman. Dari semua urutan latihan, yang paling jarang saya lakukan adalah latihan fleksibilitas. Padahal, kita harus meramu latihan menjadi latihan otot, kardio, dan fleksibilitas. Latihan fleksibilitas otot begitu penting terutama saat hamil.  Saat memasuki trimester tiga, saya lebih memperbanyak porsi latihan fleksibilitas dan core serta mengurangi frekuensi latihan otot dan kardio.

Latihan fleksibilitas otot bisa didapatkan dengan cara melakukan Yoga atau jenis olahraga peregangan lain yang juga mengutamakan keseimbangan.
pentingnya fleksibilitas


Pentingnya berolahraga saat Hamil

pentingnya fleksibilitas

Keadaan hamil acap kali dijadikan pamrih untuk tidak berolahraga. Mulai dari alasan badan berat, ketakutan kelelahan, sampai kekhawatiran membahayakan janin dan tubuh. Padahal, sebagian besar bersumber dari kemalasan. Berolahraga saat hamil memiliki segudang manfaat loh! Pastikan sudah mendapat izin dari tenaga kesehatan saat hendak berolahraga di kala hamil.

Manfaat berolahraga saat hamil memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kebugaran, mempermudah proses hamil hingga kesiapan tubuh setelah melahirkan. Jangan terlalu memaksakan tubuh. Lupakan target-target sebelum hamil terlebih dahulu karena tubuh kita sudah bekerja cukup berat untuk menghidupi janin.

Saya sendiri baru mulai olahraga kembali saat memasuki trimester kedua. Sebenarnya saya tidak begitu merasa kepayahan saat trimester pertama. Pun, banyak sekali tutorial olahraga saat trimester pertama kehamilan di berbagai kanal daring. Namun untuk berjaga-berjaga akan kondisi tubuh, saya lebih memilih memulai olahraga saat memasuki trimester kedua. Saat semuanya sudah mulai terasa siap.

Manfaat berolahraga saat hamil

pentingnya fleksibilitas

1. Meningkatkan kebugaran dan mengurangi rasa sakit

Pernah merasa badan mendadak sakit-sakitan saat hamil? Terutama saat kehamilan sudah bertambah besar. Semakin besarnya usia kehamilan, semakin besar tubuh kita harus berusaha menyeimbangkan dan mendistribusikan berat tubuh. Postur yang buruk dapat mengakibatkan berbagai keluhan hamil seperti sakit pinggang bawah, nyeri punggung, dan kram kaki.

Dengan berolahraga, kita berusaha membentuk postur tubuh yang baik. Dengan bertambah besarnya ukuran perut dan payudara seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, otot-otot tubuh kita dilatih untuk kuat menyangganya sehingga tidak terikut dengan postur tubuh salah yang menyebabkan berbagai rasa nyeri di tubuh.

2.  Mengurangi stres 

Kehamilan terkenal sebagai fase terjadi berbagai fluktuasi hormon di dalam tubuh, salah satunya hormon-hormon yang membuat ibu hamil merasa lebih tertekan bahkan stres. Ini dapat berakibat buruk terhadap kesehatan mental ibu hamil. Saat berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin dan serotonin yang dikenal sebagai hormon pelepas stres dan pembuat pikiran lebih tenang.

3. Mempermudah proses persalinan

Dengan berolahraga teratur, kita melatih otot panggul dan otot lainnya yang mendukung persalinan. Selain itu, kita juga melatih stamina sehingga memiliki stamina yang lebih bagus saat mengejan. Teknik bernapas juga sangat membantu saat terjadi kontraksi pembukaan. Penelitian menunjukkan perempuan yang berolahraga secara teratur saat hamil mengurangi kemungkinan melahirkan dengan forceps.

4. Mempersiapkan tubuh lebih baik setelah melahirkan

Rata-rata ibu hamil terlalu berfokus olahraga untuk membantu persalinan normal sebagai alasan untuk berolahraga. Padahal, manfaanya lebih jauh dair itu. Setelah mengemban beban yang sangat berat selama 9 bulan, banyak bagian otot-otot tubuh yang berubah akibat hamil. Manfaat pungkas berolahraga saat hamil lainnya adalah membantu tubuh setelah melahirkan karena membuat tubuh cepat pulih setelah melalui proses berat.

Pentingnya melatih fleksibilitas saat hamil

Melakukan peregangan membuat otot lebih fleksibel dan membuat kehamilan kita menjadi lebih nyaman. Saat hamil, melakukan peregangan bisa terasa sangat menyegarkkan. Pendistribusian berat saat hamil berbeda dengan saat keadaan normal. Saat hamil, postur tubuh menyeimbangkan perut dan payudara yang semakin besar dan berat. Postur tidak benar dapat menyebabkan sakit pinggang bawah, leher, dan dada. 

Tetapi harus tetap diperhatikan, saat hamil tubuh memproduksi hormon relaksin, hormon yang melonggarkan sendi-sendi di tubuh kita sebagai usaha mempemudah persalinan nantinya. Oleh karena itu berhati-hati terhadap tubuh. Latih kemampuan untuk mendengarkan tubuh. Listen to your body. Kapan kita harus mendobrak lebih jauh, kapan harus mundur, dan kapan harus istirahat. Melakukan perenggangan yang terlalu berlebihan bisa menyebabkan cidera pada sendi-sendi tubuh.

Menjaga fleksibilitas otot saat hamil membuat kita lebih mudah beradaptasi secara efektif. Fleksibilitas otot yang kurang mengurangi rentang gerakan sendi, kapasitas fungsional dari kelompok otot yang berlawanan, dan dapat menyebabkan robekan otot dan erosi sendi tulang rawan. Mungkin yang lebih penting, kelompok otot yang terlalu tegang secara kronis menarik tubuh keluar dari posisi netral. Perubahan keselarasan tulang belakang selama kehamilan menyebabkan kelompok otot tertentu menjadi terlalu tegang. Bagian otot-otot ini harus diregangkan secara teratur untuk mencegah banyak ketidaknyamanan yang umum selama kehamilan seperti nyeri sendi.


Yoga Flow bersama Lisa Namuri

pentingnya fleksibilitas

Saat membaca postingan Mom Influencer ID bekerja sama dengan Wardah mengadakan Zoom session Workout at Home bersama Lisa Namuri, saya langsung mendaftar tanpa pikir panjang. Apalagi ini tentang workout dan saya sedang getol-getolnya olahraga. Termasuk yang dilatih adalah fleksibilitas, sesuatu yang sangat diperlukan saat sedang hamil. Apalagi diadakan saat akhir pekan, permasalahan pengasuhan anak bisa diwakilkan oleh suami. Mana pada saat acara berlangsung kami sedang menginap di rumah mertua sehingga Hasan asyik bermain dengan sepupunya, tinggal memperhatikan adiknya. Acara diadakan pada hari Minggu 20 September 2020 jam 9.30 pagi.

Mbak Lisa sebagai narasumber ini keren sekali. Beliau sudah memiliki sertifikasi Pilates dan Yoga, lulusan sekolah kuliner, dan orang dibalik Waste Cycle Indonesia. Saat Mba Lisa memulai sesi, kesan pertama yang saya dapatkan adalah beliau orang yang tegas. Meski saat sesi banyak cobaan seperti turunnya hujan dan koneksi bermasalah, Mbak Lisa tetap semangat memberi arahan, begitu juga peserta yang antusiasmenya tak kalah.

Mbak Lisa mengajarkan gerakan dasar Yoga Flow, atau dikenal juga dengan Vinyasa Yoga. Pada intinya, kita melakukan gerakan peregangan yang telah diramu dengan baik sehingga menciptakan "aliran". Bagi saya, semua gerakan yang diajarkan adalah baru. Saya tidak pernah melakukan Yoga karena sedikit berhati-hati agar gerakan yang dilakukan tidak Tasyabbuh.

Ada 3 set aliran gerakan. Set 1 relatif ringan, set 2 mulai menantang dan set 3 sangat menantang. Yoga flow ini cukup menantang menurut saya. Ada perasaan-perasaan yang hadir yang belum pernah saya rasakan saat berohlaraga biasanya. Tubuh yang meregang dan core yang dilatih untuk menyeimbangkan tubuh. Selain itu, Yoga juga membantu kita untuk latihan bernapas secara teratur. Saya baru sadar, ternyata Yoga adalah olahraga yang cukup berkeringat tanpa harus menaikkan denyut jantung terlalu tinggi.

Pengetahuan baru bagi saya, ternyata dalam yoga ada berbagai pose dan semua pose memiliki nama. Misal child pose, downward dog, raising-up warrior pose  dan lain-lain. Saya mulai fokus latihan fleksibilitas belakangan ini karena saya sadar sekali semakin mendekati kelahiran, semakin butuh kekuatan fleksibilitas, core dan keseimbangan. Untuk ketiganya, biasanya saya melakukan bird-dog. Semakin besar usia kehamilan, terasa sekali semakin sulit untuk melakukan bird-dog. Kemampuan core dan keseimbangan tubuh semakin ditantang.

Sunscreen Wardah, cocok untuk beraktivitas

pentingnya fleksibilitas

Menurut saya, pemilihan sunscreen itu cukup menantang, apalagi dengan keadaan wajah saya yang berminyak. Saya kerap kali berganti-ganti sunscreen karena ingin menemukan sunscreen yang enak dipakai dan tidak menimbulkan masalah di kulit. Pasalnya, sunscreen yang terlalu berat malah menyebabkan wajah makin berminyak dan menyumbat pori-pori kulit. Efeknya? tentu saja jerawatan. Kebanyakan sunscreen yang dijual di pasaran juga memiliki kandungan yang tidak cocok dengan kondisi kulit fungal acne yang merupakan jerawat langganan saya.

Wardah baru mengeluarkan 2 varian sunscreen terbarunya loh, UV Shield Aqua Fresh Essence dan UV Shield Active Protection. Kemasanannya plastik kecil lucu dengan warna oranye dan biru terang sehingga praktis masuk tas. Keduanya diklaim berbahan dasar air dan mampu memberikan efek rasa dingin pada wajah yang dihasilkan oleh zat Bisabolol. Harga yang dibanderol juga ramah di kantong, hanya berkisar 45-65 ribu rupiah!

Kedua sunscreen ini mengandung PA+++ yang dapat melindungi kulit dari sinar UVA yang dapat menyebabkan penuaan dini dan SPF yang dapat menangkal paparan sinar UVB sehingga kulit tidak terbakar. Bagi kulit sensitif juga jangan khawatir, tabir surya ini tidak mengandung alkohol sehingga cukup aman. Tidak menyumbat pori-pori non-comedogenic. Keduanya juga diklaim bisa melindungi kulit dari sinar blue light. Sinar blue light adalah sinar yang dipancarkan dari benda digital seperti gawai dan televisi. Ternyata blue light juga dapat membahayakan kulit loh!

1. UV Shield Aqua Fresh Essence

Konsistensinya seperti losion. Sunscreen ini berbentuk botol tube plastik 30 ml dengan tutup flip-top. Pada sunscreen terdapat kandungan watery hidration dengan aqua technology yang mampu melepaskan kandungan air secara perlahan di dalam kulit. Sunscreen ini cocok untuk pemilik kulit kering karena kulit bisa tetap terhidrasi. Produk ini juga dilengkapi dengan pollution protection yang diklaim bisa melindungi kulit dari polusi, jadi yang sering berkegiatan di luar dan menggunakan transportasi umum cocok nih!

2. UV Shield Active Protection

Konsistensinya seperti air layaknya serum. Sunscreen ini berbentuk botol plastik kecil 35 ml dengan tutup putar. Karena diklaim water-based, serum ini cukup ringan di kulit. Hebatnya lagi karena anti-air, serum ini cocok dipakai untuk berolahraga seperti berlari hingga berenang.  Karena cukup ringan dan berbahan dasar air, varian ini cenderung tidak menyebabkan white cast. Apalagi kalau menunggu terlebih dahulu setelah diaplikasikan ke wajah.

Jangan lupa berolahraga, jangan lupa memakai sunscreen

Berolahraga itu penting. Berolahraga saat hamil juga tidak kalah penting. Pemakaian sunscreen disinyallir mengandung banyak manfaat karena dapat melindungi kulit kita dari sinar UVA dan UVB. Jadi, pastikan untuk mengoleskan sunscreen saat kita berolahraga, apalagi kalau berolahraga di luar ruangan. Sunscreen dari Wardah bisa menjadi pilihan yang tepat buatmu!

2 komentar

  1. Ini seri terbaru Wardah ya mba? Aku belum coba, bisa nih kapan-kapan nyoba sunscreen nya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,, menurutku lebih enak dibanding yg aloe vera mba

      Hapus