Langsung ke konten utama

Dan saya terharu,,,ah ayah saia

Tadi siang pas di kampus, ayah saia sms saia nyuruh buka imel, katanya ada imel tentang cerita ayah saya tentang kehidupannya jaman dahulu. Sejujuenya saiah tidak terlalu mengerti latar belakang mengapa ayah saya menulis ini. Jadi malam ini saiah buka emailnya  dan membacanya. Ternyata baru beberapa kalimat saja saiah sudah terharu sedih. Sepertinya ayah saia bermaksud memberi pembelajaran kepada saiah, saiah patutnya harus sangat bersyukur. ya,,jika saia bandingkan kehidupan ayah saia dulu yang sangat jauh berbeda, sangat memprihatinkan, harus berusaha mandiri, uang cari sendiri. yah,,pokonya bener2 membuat saiah bersedih. Bagaimana cara ayah saia lulus tepat waktu, bagaimana ayah saia dari kota kecil bisa termasuk dari 7 orang yang lulus di kampus saia ini, bagaimana niat dan tekad ayah saia bisa lulus tepat waktu. Dan akhirnya saiah baru tahu, betapa tidak suka dan menderitanya ayah saia pas kerjanya lagi offshore, ayah saia tidak tahan ombak dan angin kencang. Tapi begitu pulang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ayah saia terlalu menahan. Dan sepertinya saiah terwariskan dengan baik untuk ini. Saiah juga terlalu suka menahan.

Terakhir yang paling menohok saia ketika saia mengunjungi orang tua saia di belahan bumi sana pada bulan lalu. Hmm,,memang benar segala akomodasi transport saiah dibayar oleh kantor. Ayah saia memilih rute pesawat saia benar-benar mengelilingi dunia. Untuk apa? yah,,untuk menyenangi saia dan abang saia. Untuk tiket, saia dikirimin PDF eticket oleh ayah saia. rute pulang diubah ke Los Angeles, tidak melalui Moskow. Saia membaca harga tertera untuk perjalanan abang saia dan saia ke Los Angeles. Benar-benar membuat saia terkejut, kami memang diongkosin kantor, tapi kedua ortu saia kan benar-benar bayar sendiri. Lalu pulang pergi. Artinya harga tiket yang saia lihat itu dikali dua. Benar-benar sesungguhnya membuat saiah segan dan terkejut. Saiah sangat merasa kasihan kepada ortu saiah. Belum lagi biaya ini itu, blablablaba dalam waktu 2 minggu kami di belahan dunia sana. Ah,,saia tak sanggup menghitung total berapa itu pengeluaran, tidak tega, dan bisa pingsan sepertinya saia.

dibawah emailnya,,ayah saia menulis beberapa pesan. Tapi sesungguhnya pelajaran yang bisa ditarik jauh dari yang ditulis itu.

Ah,,, saia mohon maaf sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saia
maaf telah banyak merepotkan
maaf tidak dapat membalas dengan setimpal
maaf tidak sadar-sadar dan sangat bandet
maaf,,
maaf,,
terlalu banyak maaf saiah ini

Mau rajin belajar ah,,
ga mau nunda-nunda lagi kerjaan biar ga menumpuk

Komentar

  1. kasih orang tua memang sepanjang masa.. :) do the best...

    BalasHapus
  2. nggg,,,alhamdulillah saia masih dikasih kesempatan ngeliat ama yang di atas

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …