Langsung ke konten utama

Band Alternative rock dan Perubahan Sudut Pandang Musik Mereka

Setelah sedikit lama apatis dari dunia permusikan jaman sekarang,,
Kini saiah ingin sedikit menjejakkan kaki lagi ke dalam musik jaman sekarang lagi. Bermula dari reviewan di sebuah milis, mengenai Panic at the disco yang mulai mencoba-coba bereksperimental dan kesan album Sgt. Peppernya beatles di album terakhir mereka. Album terakhir ini influence mereka lebih bergeser ke The Beatles dan The Beach Boys. Terlihat dari gaya pakaian mereka ketika di poster ataupun musiknya sendiri. Penggunaan Harmonisasi vokalnya juga lebih banyak
Tidak cuma Panic at the Disco, masih ada My Chemical Romance (MCR), pada album The Black Parade, konsep musiknya mulai agak berubah meskipun tidak seekstrim Panic at The Disco. MCR mulai menggeser influencenya ke arah musik rock 70-80-an(atau memang awalnya begini?) seperti Queen, Pink Floyd (??????) dan David Bowie. Kostum yang mereka pakai di album terakhir ini [juga] terinspirasi dari Sgt. Pepper (lagi?). Entahlah,,saiah belum mendengar ketiga album mereka secara lengkap.
Franz Ferdinand, salah satu band yang saiah ikuti perkembangannya sejak album pertama. Berkat si Elmo, gw jadi bisa dapet bootleg dan singlenya (tanx! :D). Di album ketiga mereka yang akan rilis awal tahun ini, mereka menambah sudut pandang musiknya ke arah musik-musik Afrika dan penggunaan Synth (wow!). Terlihat dari single terbaru Ulysses dan yang sebelumnya, Turn it on.
Apa kesamaan dari 3 band diatas? Tiga-tiganya sama-sama mengusung musik dengan basis Alternative Rock, gw sedikit tidak sependapat kalau MCR dan Panic terkategori Emo. Bagi saia emo lebih ke Saosin, The Used dan Avenved Sevenfold (tapi A7x lebih ke metal sih). Yah, meskipun untuk kasus Franz Ferdinand saiah kekeuh mereka lebih ke Disco Punk. Sebenarnya ada satu lagi, Fallout Boys. Cuma saiah belum menemukan sesuatu. Kemudian 3 Band di atas tiba-tiba di album terakhir masing-masing sedikit berubah dari kealternative rock-an mereka, yah, meskipun masih banyak bekas Alternative rocknya.
Akhir-akhir ini saiah ingin melihat lebih lanjut tentang 2 hal, yang pertama, perubahan aliran ini, yang kedua,,,ehm,,,,jazz :D. Saiah belum mendengar secara lengkap semua album mereka (kecuali Franz Ferdinand). Saiah jadi sangat ingin mereview tentang ini. Mungkin setelah UAS nanti saiah ingin benar-benar mendengarkan semua album mereka dan membaca beberapa referensi lalu menuliskan reviewannya dari berbagai hal dan sudut pandang yang ingin saiah tulis. Semoga!

Komentar

  1. nah, don't worry mereka cuma dengerin doang koq lagu2 Afrika itu.
    buat album teteup ke disco punk nya.
    emang wartawan2 aja sotoy :p

    BalasHapus
  2. hohoho,,,harus dunk,,disco punk!! lagu franzy suka menggelitik telinga :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …