Langsung ke konten utama

Numpang masukin berita lagi

Berlanjut ke Grand Prix
Tuesday, 21 October 2008
PARA mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Marching Band Waditra Ganesha (MBWG) berharap, setelah pergelaran IBBC sukses mereka akan langsung berlaga dalam Grand Prix Marching Band di Jakarta, 26–27 November 2008.

Kegiatan itu merupakan salah satu kejuaraan paling diakui kualitasnya di Indonesia karena diikuti kelompok marching band berkualitas dari penjuru Indonesia. “Karena itu kami berharap dengan pergelaran IBBC kami dapat menuju Grand Prix dengan modal mental yang kuat,” kata Aulia Haris, Ketua MBWG.

Menurut Aulia,berpartisipasi dalam grand prix adalah sebuah tantangan untuk meraih kualitas lebih baik. MBWG juga telah melakukan segala persiapan, baik untuk menggelar IBBC maupun mengikuti grand prix. “Karena kami juga ambil bagian dalam IBBC dan grand prix,porsi latihan kami tambah.

Yang biasanya sepekan 3 kali,kini 5 kali,”papar Aulia. Dukungan terus mengalir, baik dari pihak kampus maupun dari para alumnus ITB dan MBWG. Karena itu pendanaan untuk kegiatan ini juga termasuk lancar.

Selain menggali dana melalui pihak sponsor dan alumni, para mahasiswa yang tergabung dalam MBWG ini juga menjual berbagai makanan, snack, dan aksesori berbagai bentuk. Hasil dari penjualan tersebut digunakan untuk menambah dana MBWG membiayai berbagai kegiatan.

”Kami juga berusaha mencari dana dengan cara mandiri. Teman-teman di MGWB cukup solid untuk melakukan ini semua,” lanjut Aulia. Solidaritas teman-teman di MBWG, diyakini oleh Aulia,mampu mempertahankan organisasi yang sudah berdiri cukup lama ini. (putu nova a putra)

*dikutip dari Koran Sindo 21 Oktober 2008


Tanggapan :

Grand Prix Marching Band di Jakarta, 26–27 November 2008.
Ralat,,,Desember itu euy

“Karena kami juga ambil bagian dalam IBBC dan grand prix,porsi latihan kami tambah. Yang biasanya sepekan 3 kali,kini 5 kali,”papar Aulia.
Uuupppss,,,klo gw ditambah dengan bolosnya jadi cuma seminggu berapa kali ya?*pura-pura ga tau

Komentar

  1. selamat!!! anda mendapatkan doorprize!!!

    dorr dorr dorr!!!

    BalasHapus
  2. hahaha

    kalau pit seminggu berapa jam yaa?? (udah bukan hari lagi,,haha,,saking nyampahnya,,wkwkw)

    gw CG seminggu full tujuh hari loh zen,,haha (ngalahin CG2 asli,,,wkwkwwk)

    BalasHapus
  3. kt juga sbenarna ud bukan 5 minggu shari.itu kan blum tmsuk tc,latian sndiri,latian bgy yang suka nyampah d ruang alat (angket tangan gih!).haha.
    lo mah emang berkepribadian bnyak.hati lo ada di cg ama pit.wkwkwk,,:p

    BalasHapus
  4. kt juga sbenarna ud bukan 5 minggu shari.itu kan blum tmsuk tc,latian sndiri,latian bgy yang suka nyampah d ruang alat (angket tangan gih!).haha.
    lo mah emang berkepribadian bnyak.hati lo ada di cg ama pit.wkwkwk,,:p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.