Tidak ada komentar
Saat hendak berpelesir keluar negeri, paspor menjadi suatu dokumen yang amat penting. Peraturan pembuatan paspor ini sendiri entah mengapa selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Katakanlah, dalam kurun waktu 2 tahun saja mengalami perubahan-perubahan signifikan. Sebagai contoh, saya dan anak pertama saya mengajukan permohonan paspor baru (saya pergantian paspor) pada akhir tahun 2017 silam. Pada saat itu sistemnya setengah-setengah. Bisa antri melalui daring dan bisa datang langsung. Pertengahan 2018, suami mengajukan permohonan pembaharuan paspor. Disini sudah mulai sepenuhnya antri melalui daring. Di masa-masa suami saya ini saya mendengar santer kabar betapa penuhnya kuota jika ingin antri paspor. Banyak yang akhirnya mengajukan permohonan paspor di luar kota yang masih terjangkau karena penuhnya kuota di Jabodetabek. Baru-baru ini saya mengajukan permohonan paspor baru untuk anak ke-dua saya juga menganri melalui daring. Alih-alih kuota penuh, kami mendapat rejeki jatah permohonan 2 hari setelah pengajuan. Wow.

pembuatan paspor anak

Untuk berkas dokumen dan prasyarat pembuatan paspor yang dibutuhkan bisa dicari sendiri di internet. Tinggal ketik di mesin pencari alhasil langsung banyak bermunculan situs terkait. Namun, meski saya sudah membuka berbagai situs, tetap saja di kantor imigrasi terjadi drama ketidak-lengkapan berkas. Kenapa?

Ternyata memang masih selabil itu sistem pengajuan paspor. Itulah alasan saya membuat tulisan ini. Agar tidak terjadi drama ketidaklengkapan berkas kepada orang tua-orang tua lain. Saya mengajukan permohonan paspor pada hari Rabu, 6 November 2019 dan mendapat slot pada hari Jumat, 8 November 2019 pukul 15.31-16.00 di Kantor Imigrasi Tanjung Priuk.

Tahap-Tahap Pembuatan Paspor Anak

1. Pendaftaran Daring

pembuatan paspor anak
Sekarang semua pendaftaran harus melalui daring. Meski saya mendengar beberapa cerita bahwa ada yang berhasil langsung daftar di tempat (mungkin ada yang pernah juga? Silahkan komen di bawah ya!). Pendaftaran bisa melalui situs ataupun aplikasi. Dahulu aplikasi hanya ada di Android, belakangan ketika saya cek sudah muncul di Apple. Pun, banyak yang mengeluh mengenai masih buruknya kualitas aplikasi perangkat. Saya memilih langsung menggunakan situs.

Situs pun menurut saya juga masih kurang ramah pengguna.

Pembuatan akun

Pertama-tama kita harus membuat akun dahulu. Karena malas berbelit-belit, saya langsung memilih masuk menggunakan akun Google. Tinggal melengkapi sedikit saja, akun pun sudah langsung otomatis terdaftar. Permasalahan pertama muncul saat hendak masuk akun. Selain memasukkan nama akun dan kata sandi, kita harus memasukkan kode Captcha. Anehnya, kode tersebut tidak muncul di layar laptop saya. Meski melakukan permintaan ulang Captcha, tetap tidak muncul. Untung ada opsi masuk melalui akun Google.

Daftar Permohonan

Sesaat setelah masuk, langsung muncul daftar semua Kantor Imigrasi se-Indonesia. Sebelumnya, persiapkan kira-kira cabang mana yang memungkinkan bagi kita mengingat tidak semua cabang tersedia kuota pada waktu yang kita inginkan. Langsung ketuk tombol daftar di bagian samping. Pilih tanggal dengan slot kotak hijau yang artinya tersedia. Antrian paspor dibuka pada hari Jumat untuk antrian seminggu ke depan.

Jika hanya ingin mengajukan permohonan pembuatan/perpanjang paspor anak saja, cukup pilih jumlah pemohon: 1. Pemohon pertama terkunci untuk nama dan tempat/tanggal lahir pemilik akun. meski bukan identitas anak kita yang tercantum, jangan khawatir, antriannya juga berlaku kok untuk anak kita. Tinggal dijelaskan ke petugas nantinya jika dipertanyakan.

Akan muncul keterangan hari dan slot jam permohonan paspor beserta barcodenya pada kolom "Antrian Paspor". Keterangan antrian ini bisa segeran dicetak untuk kelengkapan berkas permohonan.

2. Persiapkan Berkas dan Alat Tulis

pembuatan paspor anak

Persiapan berkas amatlah penting. Ketidaklengkapan mengakibatkan permohonan akan ditunda atau bahkan ditolak. Cermati daftar dibawah karena ada beberapa poin yang tidak saya temukan di berbagai situs di internet. Berkas yang harus disiapkan adalah:
  • Barcode antrian paspor
  • Kartu Keluarga (asli dan fotokopi A4)
  • Akte anak (asli dan fotokopi A4)
  • Buku nikah (asli dan fotokopi A4)
  • KTP kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
  • Paspor kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
Selain berkas diatas, dianjurkan untuk membawa peralatan tulis untuk mempermudah kita dalam mengisi formulir. Peralatan tambahan yang harus disiapkan:
  • Pulpen
  • Lem kertas
  • Materai 2 buah. 1 buah untuk surat pernyataan anak-orang tua. 1 buah untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua berhalangan hadir.
Tips: Jika merasa ingin membawa suatu kelengkapan tapi tidak yakin diperlukan, bawa saja.

3. Datang lebih Awal

pembuatan paspor anak

Meski semua berkas dan kelengkapan tambahan sudah siap, alangkah lebih baiknya kalau kita datang lebih awal. Kita tidak pernah tahu drama apa yang akan terjadi. Macet, salah ambil jalan atau bahkan ketentuan berkas yang tidak lengkap. Merasa sudah melengkapi semua berkas, saya dengan santainya berangkat ke kantor imigrasi setengah jam sebelum perjanjian. Malang tidak bisa ditolak, saya salah ambil jalan sehingga harus sedikit memutar, terkena kemacetan bahkan berkas pun kurang lengkap. Saya masih harus mencetak fotokopi paspor saya dan suami di warung fotokopi, padahal tidak ada persyaratan tersebut tertulis di berbagai situs di internet. Untung saja saya memiliki simpanan digital di surel saya. Tidak sampai disitu, saya harus kembali ke warung fotokopi untuk kedua kalinya karena harus membeli 1 materai lagi. Materai kedua yang dibutuhkan untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua tidak bisa hadir. Lagi-lagi, tidak ada satupun situs yang saya buka mencantumkan keterangan tersebut.

Datang lebih awal membuat hati lebih tenang dan tidak tergesa-gesa. Walaupun ternyata ada drama, tekanan akan lebih longgar dan kita lebih lapang untuk menyelesaikannya. Saya beruntung saja saat permohonan paspor ini dalam keadaan tidak akan keluar negeri dalam waktu dekat, sehingga tidak ada tekanan batin apabila paspor gagal terproses hari itu juga.

4. Ambil Formulir

pembuatan paspor anak

Sesampainya di kantor imigrasi, kita bisa menuju loket pengambilan formulir. Petugas akan meminta cetakan antrian paspor serta semua kelengkapan fotokopi. Kita akan diberikan sebuah map, formulir data diri dan formulir pernyataan orang tua. Nyatakan dengan jelas kalau permohonan paspor untuk anak agar diberikan formulir pernyataan orang tua. Selanjutnya formulir bisa diisi. Acap kali kita harus mengantri meja pengisian formulir jika kanim dalam keadaan ramai. Dengan membawa pulpen dan lem kertas sendiri kita bisa mengisi formulir dimana saja tanpa harus mengantri. Setelah formulir diisi, kita bisa melangkah ke jalur pendaftaran.

5. Ikuti Jalur pendaftaran

pembuatan paspor anak

Jalur pendaftaran terdiri dari sebagai berikut:
  1. Ambil nomor antrian prioritas
  2. Cek kelengkapan. Petugas akan memverikasi fotokopi berkas dengan cara meminta kita untuk menunjukkan dokumen asli. Setelah semua lengkap petugas akan memberikan map untuk diserahkan kepada petugas wawancara dengan antrian prioritas. Kemudian, silahkan duduk menunggu
  3. Wawancara. Normatif, petugas akan menanyakan alasan pembuatan paspor. Disana kita diminta untuk mengisi formulir pernyataan salah satu orang tua berhalangan hadir. Jika kedua orang tua hadir, formulir ini tidak perlu. Kemudian, silahkan duduk menunggu.
  4. Pasfoto. Apabilan anak masih bayi, anak akan dipangku oleh orang tua. Petugas akan membantu mengembangkan kain putih dengan posisi antara badan dan tubuh anak kita untuk menciptakan latar belakang putih. Selesai. Petugas akan memberikan formulir pembayaran.

6. Pembayaran

Harga paspor biasa dan e-paspor dengan 48 lembar adalah 350 ribu dan 650 ribu. Pembayaran bisa dilakukan di puluhan bank baik langsung melalui teller, atm, iBanking maupun mBanking. Simpan struk pembayaran atau cetak bukti jika melalui iBanking dan mBanking. Paspor akan selesai dalam 3-5 hari kerja.

7. Pengambilan

Pengambilan bisa dilakukan di loket pengambilan dengan cara melampirkan:
  • Formulir pembayaran
  • Bukti pembayaran
  • Kartu Keluarga (jika yang mengambil bukan yang bersangkutan)
  • Surat kuasa (jika yang mengambil orang lain yang bukan keluarga)
Meskipun paspor anak dan pastinya bukan anaknya sendiri yang mengambil, petugas tidak meminta KK karena mereka akan mengecek identitas orang tua melalui map berkas yang sudah kita masukan. Namun jika ingin merasa aman, KK bisa dibawa untuk jaga-jaga. Paspor diterima!

Di beberapa kantor imigrasi sudah menyediakan layanan Drive thru. Jadi kita bisa mengajukan permohonan melalui WA untuk mengambil sehari sebelumnya untuk kemudian disiapkan petugas keesokan harinya di loket pengambilan. Jadi, kita bisa mengambil tanpa harus turun layaknya restoran siap saji. Sayangnya, saat saya hendak mengambil di Kanim Tanjung Priuk, layanan WA sedang tidak aktif.

Semoga para orang tua yang hendak membuat paspor anak terbantu dan tidak terjadi drama tidak lengkap seperti saya! 😉


catatan kaki: berbeda kantor imigrasi, bisa berbeda detail teknis permohonan. Tapi secara garis besar sama kok.
3 komentar
Liburan macam apa yang menjadi favoritmu?

Liburan santai. Menurut saya.
Ini kami alami saat (liburan) di Yogya selama sebulan Juni 2018 silam.

Loh, memang ada liburan tidak santai?

liburan santai

Ada banyak sekali alasan yang mendasari saat merencanakan liburan. liburan keluarga atau liburan solo. Liburan mewah atau liburan hemat. Tiap jenis liburan memiliki motivasi masing-masing dibaliknya. Liburan keluarga, fokus mempererat ikatan antara keluarga. Liburan solo, fokus  mencari jati diri sembari mengeksplorasi beragam tempat dan pengalaman baru. Liburan mewah, fokus bersantai, perawatan diri dan menikmati hidup. Liburan hemat, fokus memperbanyak pengalaman dengan konsekuensi sedikit bersusah payah. Tiap individu membutuhkan satu atau beberapa dari jenis liburan itu. Sekarang butuh liburan keluarga, mungkin berikutnya hendak liburan solo. Sekarang butuh liburan mewah, tahun depan mungkin butuhnya liburan irit. Pilihan ada di tanganmu.

Bagi saya, derajat tertinggi liburan adalah liburan santai. Kenapa? Karena untuk mendapatkan liburan ini butuh beberapa kondisi dasar:

  1. Waktu menetap lama
  2. Kunjungan kesekian ke kota tersebut
  3. Bukan musim puncak liburan

Liburan Santai: Prasyarat

Waktu Menetap Lama

liburan santai

Mungkin tidak jika dari awal merencanakan liburan keluar kota selama sebulan? Mungkin sih, tapi bagi standar kebanyakan orang Indonesia rasanya hampir mustahil. Biasanya dibutuhkan 2-4 hari untuk dalam negeri dan 1-2 minggu untuk luar negeri.

Kami berkesempatan tinggal sebulan di Yogya. Hanya fokus di satu kota dan memiliki banyak waktu membuat saya mempunyai kebebasan untuk mengunjungi banyak tempat tanpa terburu-terburu. Tempat tersebut tidak hanya objek-objek favorit wisata. Tetapi juga kerumunan, pasar, taman dan tempat kuliner. Tempat terkenal sampai tempat anti-mainstream yang banyak orang tidak tahu.

Berhubung suami harus masuk kerja di hari kerja, seringnya saya jalan-jalan hanya berdua bersama balita yang pada saat itu berusia 3 tahun kurang. Biasanya kami jalan-jalan keluar 3 hari dari 5 hari kerja. Pagi habis sarapan dan mandi berangkat, kemudian sudah makan siang dirumah. Sisanya ya seperti hari-hari biasa. Tidur siang kemudian beberes sembari menunggu suami pulang. Meski waktu masih panjang tapi tetap harus efektif dan efisien kan. Hampir tiap malam saat menemani Hasan tidur, saya menghabiskan waktu untuk gugling dan gugling map lokasi wisata yang ingin dikunjungi. Tidak hanya tempat wisata, wisata kuliner juga. Biasanya saya mencari wisata kuliner yang makanannya suami tidak terlalu suka. Yang suami suka mending nunggu suami dan pergi makan bersama. Sehari bisa mengunjungi 2-3 tempat, oleh karena itu saya selalu mencocokkan tempat-tempat tersebut di Google Map.

Kami biasanya berdua melancong di Yogyakarta menggunakan mobil atau transportasi umum. Jika hendak menggunakan mobil, pagi-pagi saya antar suami dulu di RSUD Klaten, nanti pas pulang saya jemput atau ia pulang bersama temannya. Sementara kalau bawa mobil sendiri relatif lebih fleksibel. Apabila menggunakan transportasi umum, maka saya harus riset Google dan Google Map lebih lama. Riset tempat, lokasi, antar lokasi harus berjalan kaki atau bis Transjogja, dan nanti naik Transjogja apa. Rumit sih, tapi ini yang sangat saya nikmati :).

Sebagai contoh, tujuan tempat wisata kami adalah jalan-jalan di Malioboro. Kami berjalan kaki menuju halte bis Transjogja terdekat, kemudian naik bis sampai halte paling selatan di Malioboro, jalan kaki di sepanjang jalan, mampir beli Gudeg Mbah Lindu, menyeruput kopi di Wanderlust Coffee, kemudian ke Istana Paku Alaman menggunakan Transjogja.

Jarak tempat wisata pun bukan masalah. Di hari-hari terakhir tinggal di Yogya, saya masih sempat mengunjungi Museum H.M Soeharto yang terletak di Wates, sebelah barat Yogya, padahal kami tinggal di timur Yogya. Tidak lupa kami mampir ke Bakpia Kemusuk, yang mana merupakan bakpia klasik langganan keluarga Cendana.

Kunjungan Kesekian ke Kota Tersebut

liburan santai

"Gw kayaknya bawa anak kali ini ke Tokyo pengen santai-santai aja. Ke taman, people watching, cafe hopping. Pokoknya santai."

Itu adalah pernyataan dari seorang teman yang hendak ke Jepang untuk ke-tiga kalinya.

Siapa sih yang mau ke tempat baru untuk pertama kalinya cuma untuk hilir mudik di kota tanpa agenda ambisius? Mahal-mahal beli tiket pesawat dan akomodasi, cuma untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang kurang lebih sama dengan di tempat asal.

Oleh karena itu, salah satu prasyarat tercapainya liburan santai adalah sudah berkali-kali ke kota tersebut. Sudah pernah mengunjungi lokasi favorit wisatawan. Sudah pernah mencoba tempat hip. Kini saatnya santai, menikmati momen. Mengamati sekitar, memperhatikan tingkah laku masyarakat. Makan di kafe, berbicara dengan orang asing, bertemu teman lama.

"Ada yang komentar, yang gw lakuin itu sama aja kayak di tempat tinggal, bukan liburan dong namanya."

Saya kembali menanggapi, tentu itu liburan. Pada hakekatnya liburan adalah memecah mata rantai dari rutinitas harian. Biasanya yang harus pagi-pagi berangkat kerja dan sibuk mengurusi urusan rumah tangga, sekarang bisa bersantai untuk sejenak di lingkungan yang berbeda dari tempat tinggal. Memecah kejenuhan, memulai rutinitas dengan semangat yang terbaharukan nantinya.

Bukan Puncak Musim Liburan

liburan santai

Sejujurnya saya tipe wisatawan urban yang ingin menikmati wahana tanpa harus terlalu bersinggungan dengan hiruk pikuk manusia, bahkan untuk kegiatan harian saya. Alih-alih belanja bulanan dengan dibantu suami mengingat anak sudah dua, saya lebih memilih berbelanja bersama si adik
disaat abangnya sekolah. Lebih memlih mendorong troli sendiri dan mengangkat belanjaan sendiri ke lantai 21 apartemen kami. Semuanya dilakukan agar saya bisa menikmati momen belanja. Menikmati melihat dan memilih barang belanjaan.

Suami pun kebetulan tipe yang sama. Itulah mengapa kami jarang berwisata di hari dan musim puncak liburan. Macet, berdesak-desakan, menghabiskan waktu untuk mengantri. Uh, rasanya menjadi terkekang. Alhasil biasanya kami berwisata karena kesempatan. Ke Bandung karena harus berobat gigi. Ke Banda Aceh untuk seminar suami. Ke Medan karena mudik.

Kesempatan. Suatu rejeki yang harus disyukuri. Kami yang tinggal sebulan di Yogya karena rotasi stase suami dan teman saya yang ke Tokyo untuk ke-tiga kalinya karena sekalian mengikuti suaminya rapat. Karena kesempatan semacam itu, kami jadi bisa menikmati liburan santai di Kota. Ada yang karena pekerjaannya membuat berpindah-pindah sehingga bisa berliburan santai tanpa beban, ada pula yang karena mendapat beasiswa keluar negeri membuat dirinya bisa melancong kesana kemari. Kesempatan adalah sesuatu yang harus dihargai dan digunakan semaksimal mungkin. Tahun ini dapat kesempatan, belum tentu tahun depan akan bertaburan tawaran yang sama.


liburan santai

Tempat Wisata Historis:
  • Benteng Vredeburg
  • Museum Perjuangan
  • Museum Nasional Jogja Kembali (Monjali)
  • Museum Sandi
  • Museum Biologi
  • Museum Sasmitaloka Sudirman
  • Keraton
  • Museum TNI AU
  • Ullen Sentalu
  • Museum Merapi
  • Taman Sari
  • Museum Sonobudoyo
  • Museum Soeharto

Tempat Wisata Lainnya:

  • Kebun Binatang Gembira Loka
  • Malioboro
  • Taman Pelangi
  • Sindhu Kusuma Edupark (SKE)
  • Alun-alun Lor dan Kidul
  • Pasar Beringharjo
  • Punthuk Setumbu
  • Taman Gardhu Pandang Kaliurang

Wisata Kuliner:

  • Gudeg Djuminten
  • Gudeg Yu Djum
  • Gudeg Sagan
  • Gudeg Pawon
  • Gudeg Tekluk
  • Gudeg Mbah Lindu
  • Sate Klathak Pak Pong
  • Sate Klathak Pak Bari
  • Bakmi Djowo Mbah Mo
  • Bakmi Djowo Mbah Gito
  • Soto Kadipiro
  • Jejamuran
  • Sate Bathok Mbah Katro
  • Mie Ayam Tumini
  • Angkringan
  • Raminten
  • Tempo Gelato
  • Nanamia
  • Roemi Ice Cream
  • Silol Cafe
  • Simetri Cafe
  • Wanderlust Cafe
  • Roaster and Bear Cafe
Tidak ada komentar
Because modern people commuting using public transportation - Suami

transportasi umum masyarakat modern

Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang di hari dan jam kerja jumlah penduduknya berkali-kali lipat dibandingkan dengan jumlah penduduk kota Jakarta aslinya. Kebutuhan akan transportasi umum sudah begitu mendesak semenjak beberapa dekade lalu. Jakarta yang terlalu padat. Jakarta yang sesak dan hingar bingar. Kemacetan merupakan isu nomor wahid yang menjadi momok dan perbincangan di semua kalangan masyarakat. Jakarta menempati peringkat ke-17 sebagai kota termacet di dunia. dengan indeks kemacetan mencapai 237,25 dan rata-rata waktu tempuh di jalan 48,57 menit sekali jalan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bernotor di Jakarta dan sekitarnya bertambah sebanyak 5500 hingga 6000 unit kendaraan per-hari. Artinya terjadi peningkatan sebesar 12 persen tiap tahunnya. Alih-alih mengurangi kemacetan, tingginya pertumbuhan kendaraan pribadi ini malah makin menyebabkan kemacetan dimana-mana.

Transportasi Umum = Masyarakat Modern?

Paksaan

Masyarakat Jabodetabek yang sebelumnya sudah sangat dimanjakan oleh kendaraan pribadi pastilah merasa sulit untuk melakukan transisi ke transportasi umum. Oleh karena itu, adanya peraturan yang menjadi "paksaan" dinilai sangat efektif.
Aturan ganjil genap

transportasi umum masyarakat modern

Aturan pembatasan ganjil genap sudah memasuki tahap ketiga semenjak pertama kali dikeluarkan. Aturan ini menggantikan aturan sebelumnya yaitu 3in1. Peraturan ini riskan disalah-gunakan, terlihat dari banyaknya joki yang bermunculan sebelum memasuki ruas jalan yang terkena peraturan. Yang sudah diberlakukan tidak terlihat keefektifannya.

Peraturan ganjil genap pada awalnya hanya 2 ruas, yaitu Jl. Jendral Sudirman dan Kuningan saja. Pada tengah tahun 2018 lalu, Indonesia menjadi kota penyelenggara ajang internasional Asian Games. Untuk menertibkan lalu lintas, dinas perhubungan mencoba perluasan ruas ganjil genap, termasuk ruas-ruas jalan yang bertindihan dan jalan tol dalam kota. Setelah melalui tahap evaluasi dan dinilai positif, perluasan ganjil genap pertama ini dilangsungkan dari pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00.

Setelah perhelatan Asian Games selesai, dishub melakukan evaluasi terhadap percobaan ganjil genap ruas baru. Didiskusikan oleh para ahli dan pengambil kebijakan, disebar angket kepada masyarakat. Akhirnya, palu diketuk dan resmi lah perluasan ganjil-genap tahap pertama.

Bagi saya sendiri, adanya perluasan ganjil-genap tahap pertama ini sungguh efektif. Masyarakat benar-benar terpaksa harus menggunakan angkutan umum atau bahkan tebengan saat tanggal yang tidak cocok dengan plat kendaraan masing-masing. Meskipun tidak menutup penyelesaian pragmatis seperti 2 mobil dengan plat ganjil dan genap ataupun penambahan sepeda motor. Sektor krusial berikutnya adalah tertutup akses jalan tol dalam kota yang tindihan ruasnya terkena aturan ganjil genap bagi mobil yang memiliki plat tidak cocok. Memang bisa dirasakan, ruas tol dalam kota yang padat merayap saat jam pergi dan pulang kerja secara signifikan menjadi jauh lebih lancar dan lengang. Aturan ini sempat mendapat pertentangan sehingga sempat diubah dengan adanya zona non-ganjil-genap di tengah-tengah ruas yang berlaku. zona ini terletak antara pintu tol dan simpang terdekat.

Melihat kesuksesan sebelumnya, dishub tertarik untuk melakukan perluasan ganjil genap tahap kedua. Ruas tambahan adalah ruas jalan yang sudah merupakan cakupan Trans-Jakarta dan MRT. Jakarta Selatan yang sebelumnya tidak tersentuh ganjil genap mulai termasuk, seperti ruas jalan Fatmawati. Uji coba dimulai pada bulan September dan aturan mulai diberlakukan sejak 1 Oktober. Aturan tetap sama, hanya sekarang zona non-ganjil-genap ini dihapus.

Masyarakat protes. Masyarakat (terpaksa) menggunakan transportasi umum. Masyarakat mulai terbiasa. Malah pada akhirnya merasa lebih nyaman menggunakan angkutan umum ketimbang menyetir dan luntang-lantung dalam kemacetan.

Keuntungan Menggunakan Transportasi Umum

Lebih sehat

Peneliti Universitas Stanford, Amerika Serikat, menunjukkan data bahwa Singapura lebih baik daripada Indonesia dalam hal berjalan kaki. Singapura menempati peringkat 9 diantara 46 negara sementara Indonesia berada di posisi paling terakhir. Kondisi infrastruktur Indonesia yang kurang memadai menyebabkan hal ini terjadi. Trotoar yang sempit dan cakupan transportasi umum yang masih dinilai kurang. Berbeda dengan Singapura yang sudah sangat besar cakupan transportasi umumnya.

Jakarta sudah mulai berbenah.

transportasi umum masyarakat modern

Cakupan jalur Trans Jakarta sudah mulai meluas, begitu juga armadanya semakin banyak. Dilihat dari begitu banyak koridor dan sudah mulai terkoneksi dengan bus pengumpan yang memfasilitasi ke area-area lebih rural. Konektivitas antar moda dengan KRL, MRT dan LRT sudah mulai terhubung. Jakarta semakin nyaman untuk komutasi.

transportasi umum masyarakat modern

Berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi yang pergi langsung naik dan sampai langsung turun kendaraan. Menggunakan transportasi umum menuntut untuk melakukan jalan kaki lebih banyak. Dari tempat awal butuh mencapai tempat pemberhentian moda transportasi dahulu, bahkan harus naik turun tangga. Sampai di tujuan juga butuh jalan kaki. Memang menggunakan transportasi umum membutuhkan durasi waktu yang lebih lama, namun sebaliknya malah lebih sehat karena membuat tubuh lebih banyak bergerak dan mengeluarkan lebih banyak kalori.

Menurut The Victoria Policy Institute dan The American Public Transportation Association, individu yang menggunakan transportasi umum melakukan aktifitas fisik 3 kali lebih banyak daripada yang menggunakan transportasi pribadi. US Center for Disease Control merekomendasi kegiatan fisik menengah sebesar 22 menit tiap harinya, salah satunya dengan cara berjalan. Aktif melakukan kegiatan fisik membantu mengurangi resiko terkena penyakit serius seperti: serangan jantung, stroke, diabetes, hipertensi, osteoporosis, radang sendi, kanker usus dan payudara, dan depresi.

Kami tinggal di sebuah apartemen di bilangan Pramuka. Sehari-hari suami pulang pergi menggunakan sepeda untuk mencapai rumah sakit tempat kerjanya yang jaraknya kurang lebih 5km. Sesekali suami harus berpindah tempat ke rumah sakit yang ada di bilangan Jakarta Selatan. Beruntung sekali posisinya yang terlewati jalur MRT. Dia bisa mencapainya menggunakan MRT. Selain itu terkadang ia juga harus ke Depok. Kebetulan sekali bisa dicapai dengan KRL. Untuk mencapai stasiun MRT ataupun KRL sekarang masih menggunakan jasa ojek daring. Target jangka panjangnya adalah mencapai stasiun-stasiun tersebut menggunakan sepeda. Sepeda yang digunakannya sampai sekarang adalah sepeda lipat. Semoga kedepannya bisa segera ada rejeki mengganti sepeda menjadi sepeda lipat yang jika dilipat menjadi sangat kecil dan kompak seperti Brompton. Wah, bakal semakin nyaman berkomutasi pastinya. Semoga!

Mengurangi stres

Suatu ketika saya pernah bertanya, apa suami tidak berminat membawa mobil ke tempat kerjanya. Ia menjawab mustahil. Selain karena tempat kerjanya terkena area ganjil-genap, mustahil menembusnya saat plat mobil tidak cocok. Ia merasa lebih tidak stres berangkat-pulang kerja tanpa mobil. Bayangkan saja, dengan membawa mobil artinya harus berhadapan dengan kemacetan berangkat-pulang kerja. Belum lagi stres mencari parkiran mobil yang sangat sulit. Selain itu, ia merasa kegiatan rutin bersepeda hariannya itu merupakan olahraga kardio yang membuatnya tetap bugar dan fit.
Because modern people commuting using public transportation - Suami
Seperti yang kita tahu, dengan berolahraga artinya kita mengeluarkan hormon endorfin, yaitu hormon yang membuat rasa bahagia. Begitu juga dengan sedikit berkeringat dengan cara banyak berjalan kaki saat menggunakan angkutan umum. Berjalan kaki dapat mengurangi tekanan pekerjaan di kantor yang rentan membuat stres.

Lebih Hemat

Ada yang sudah pernah menghitung perbandingan berangkat-pulang kerja menggunakan transportasi umum dan pribadi?

Biaya menggunakan transportasi pribadi mencakup bensin yang tidak murah, uang tol dan uang parkir. Biaya supir jika menggunakan supir. Sementara dengan menggunakan transportasi umum mencakup biaya naik kendaraan. Bisa hanya satu kendaraan, dua ataupun tiga. Ongkos pulang-pergi pasti jauh lebih murah menggunakan transportasi umum. Perbedaan mencolok hanya tenaga dan waktu saja.

Kesimpulan

Memiliki kendaraan pribadi sah-sah saja. Namun ada kalanya penggunaan transportasi umum lebih efektif, terutama untuk komutasi rutin seperti pergi dan pulang kerja. Apalagi apabila area komutasinya sudah terjangkau oleh rute transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT dan KRL. Mari berkomutasi menggunakan transportasi umum! Selain lebih sehat, mengurangi stres, juga lebih hemat. Semoga kedepannya Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan menambah cakupan rute transportasi umum, memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas.



Kementerian Perhubungan