Tidak ada komentar
Saat hendak berpelesir keluar negeri, paspor menjadi suatu dokumen yang amat penting. Peraturan pembuatan paspor ini sendiri entah mengapa selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Katakanlah, dalam kurun waktu 2 tahun saja mengalami perubahan-perubahan signifikan. Sebagai contoh, saya dan anak pertama saya mengajukan permohonan paspor baru (saya pergantian paspor) pada akhir tahun 2017 silam. Pada saat itu sistemnya setengah-setengah. Bisa antri melalui daring dan bisa datang langsung. Pertengahan 2018, suami mengajukan permohonan pembaharuan paspor. Disini sudah mulai sepenuhnya antri melalui daring. Di masa-masa suami saya ini saya mendengar santer kabar betapa penuhnya kuota jika ingin antri paspor. Banyak yang akhirnya mengajukan permohonan paspor di luar kota yang masih terjangkau karena penuhnya kuota di Jabodetabek. Baru-baru ini saya mengajukan permohonan paspor baru untuk anak ke-dua saya juga menganri melalui daring. Alih-alih kuota penuh, kami mendapat rejeki jatah permohonan 2 hari setelah pengajuan. Wow.

pembuatan paspor anak

Untuk berkas dokumen dan prasyarat pembuatan paspor yang dibutuhkan bisa dicari sendiri di internet. Tinggal ketik di mesin pencari alhasil langsung banyak bermunculan situs terkait. Namun, meski saya sudah membuka berbagai situs, tetap saja di kantor imigrasi terjadi drama ketidak-lengkapan berkas. Kenapa?

Ternyata memang masih selabil itu sistem pengajuan paspor. Itulah alasan saya membuat tulisan ini. Agar tidak terjadi drama ketidaklengkapan berkas kepada orang tua-orang tua lain. Saya mengajukan permohonan paspor pada hari Rabu, 6 November 2019 dan mendapat slot pada hari Jumat, 8 November 2019 pukul 15.31-16.00 di Kantor Imigrasi Tanjung Priuk.

Tahap-Tahap Pembuatan Paspor Anak

1. Pendaftaran Daring

pembuatan paspor anak
Sekarang semua pendaftaran harus melalui daring. Meski saya mendengar beberapa cerita bahwa ada yang berhasil langsung daftar di tempat (mungkin ada yang pernah juga? Silahkan komen di bawah ya!). Pendaftaran bisa melalui situs ataupun aplikasi. Dahulu aplikasi hanya ada di Android, belakangan ketika saya cek sudah muncul di Apple. Pun, banyak yang mengeluh mengenai masih buruknya kualitas aplikasi perangkat. Saya memilih langsung menggunakan situs.

Situs pun menurut saya juga masih kurang ramah pengguna.

Pembuatan akun

Pertama-tama kita harus membuat akun dahulu. Karena malas berbelit-belit, saya langsung memilih masuk menggunakan akun Google. Tinggal melengkapi sedikit saja, akun pun sudah langsung otomatis terdaftar. Permasalahan pertama muncul saat hendak masuk akun. Selain memasukkan nama akun dan kata sandi, kita harus memasukkan kode Captcha. Anehnya, kode tersebut tidak muncul di layar laptop saya. Meski melakukan permintaan ulang Captcha, tetap tidak muncul. Untung ada opsi masuk melalui akun Google.

Daftar Permohonan

Sesaat setelah masuk, langsung muncul daftar semua Kantor Imigrasi se-Indonesia. Sebelumnya, persiapkan kira-kira cabang mana yang memungkinkan bagi kita mengingat tidak semua cabang tersedia kuota pada waktu yang kita inginkan. Langsung ketuk tombol daftar di bagian samping. Pilih tanggal dengan slot kotak hijau yang artinya tersedia. Antrian paspor dibuka pada hari Jumat untuk antrian seminggu ke depan.

Jika hanya ingin mengajukan permohonan pembuatan/perpanjang paspor anak saja, cukup pilih jumlah pemohon: 1. Pemohon pertama terkunci untuk nama dan tempat/tanggal lahir pemilik akun. meski bukan identitas anak kita yang tercantum, jangan khawatir, antriannya juga berlaku kok untuk anak kita. Tinggal dijelaskan ke petugas nantinya jika dipertanyakan.

Akan muncul keterangan hari dan slot jam permohonan paspor beserta barcodenya pada kolom "Antrian Paspor". Keterangan antrian ini bisa segeran dicetak untuk kelengkapan berkas permohonan.

2. Persiapkan Berkas dan Alat Tulis

pembuatan paspor anak

Persiapan berkas amatlah penting. Ketidaklengkapan mengakibatkan permohonan akan ditunda atau bahkan ditolak. Cermati daftar dibawah karena ada beberapa poin yang tidak saya temukan di berbagai situs di internet. Berkas yang harus disiapkan adalah:
  • Barcode antrian paspor
  • Kartu Keluarga (asli dan fotokopi A4)
  • Akte anak (asli dan fotokopi A4)
  • Buku nikah (asli dan fotokopi A4)
  • KTP kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
  • Paspor kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
Selain berkas diatas, dianjurkan untuk membawa peralatan tulis untuk mempermudah kita dalam mengisi formulir. Peralatan tambahan yang harus disiapkan:
  • Pulpen
  • Lem kertas
  • Materai 2 buah. 1 buah untuk surat pernyataan anak-orang tua. 1 buah untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua berhalangan hadir.
Tips: Jika merasa ingin membawa suatu kelengkapan tapi tidak yakin diperlukan, bawa saja.

3. Datang lebih Awal

pembuatan paspor anak

Meski semua berkas dan kelengkapan tambahan sudah siap, alangkah lebih baiknya kalau kita datang lebih awal. Kita tidak pernah tahu drama apa yang akan terjadi. Macet, salah ambil jalan atau bahkan ketentuan berkas yang tidak lengkap. Merasa sudah melengkapi semua berkas, saya dengan santainya berangkat ke kantor imigrasi setengah jam sebelum perjanjian. Malang tidak bisa ditolak, saya salah ambil jalan sehingga harus sedikit memutar, terkena kemacetan bahkan berkas pun kurang lengkap. Saya masih harus mencetak fotokopi paspor saya dan suami di warung fotokopi, padahal tidak ada persyaratan tersebut tertulis di berbagai situs di internet. Untung saja saya memiliki simpanan digital di surel saya. Tidak sampai disitu, saya harus kembali ke warung fotokopi untuk kedua kalinya karena harus membeli 1 materai lagi. Materai kedua yang dibutuhkan untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua tidak bisa hadir. Lagi-lagi, tidak ada satupun situs yang saya buka mencantumkan keterangan tersebut.

Datang lebih awal membuat hati lebih tenang dan tidak tergesa-gesa. Walaupun ternyata ada drama, tekanan akan lebih longgar dan kita lebih lapang untuk menyelesaikannya. Saya beruntung saja saat permohonan paspor ini dalam keadaan tidak akan keluar negeri dalam waktu dekat, sehingga tidak ada tekanan batin apabila paspor gagal terproses hari itu juga.

4. Ambil Formulir

pembuatan paspor anak

Sesampainya di kantor imigrasi, kita bisa menuju loket pengambilan formulir. Petugas akan meminta cetakan antrian paspor serta semua kelengkapan fotokopi. Kita akan diberikan sebuah map, formulir data diri dan formulir pernyataan orang tua. Nyatakan dengan jelas kalau permohonan paspor untuk anak agar diberikan formulir pernyataan orang tua. Selanjutnya formulir bisa diisi. Acap kali kita harus mengantri meja pengisian formulir jika kanim dalam keadaan ramai. Dengan membawa pulpen dan lem kertas sendiri kita bisa mengisi formulir dimana saja tanpa harus mengantri. Setelah formulir diisi, kita bisa melangkah ke jalur pendaftaran.

5. Ikuti Jalur pendaftaran

pembuatan paspor anak

Jalur pendaftaran terdiri dari sebagai berikut:
  1. Ambil nomor antrian prioritas
  2. Cek kelengkapan. Petugas akan memverikasi fotokopi berkas dengan cara meminta kita untuk menunjukkan dokumen asli. Setelah semua lengkap petugas akan memberikan map untuk diserahkan kepada petugas wawancara dengan antrian prioritas. Kemudian, silahkan duduk menunggu
  3. Wawancara. Normatif, petugas akan menanyakan alasan pembuatan paspor. Disana kita diminta untuk mengisi formulir pernyataan salah satu orang tua berhalangan hadir. Jika kedua orang tua hadir, formulir ini tidak perlu. Kemudian, silahkan duduk menunggu.
  4. Pasfoto. Apabilan anak masih bayi, anak akan dipangku oleh orang tua. Petugas akan membantu mengembangkan kain putih dengan posisi antara badan dan tubuh anak kita untuk menciptakan latar belakang putih. Selesai. Petugas akan memberikan formulir pembayaran.

6. Pembayaran

Harga paspor biasa dan e-paspor dengan 48 lembar adalah 350 ribu dan 650 ribu. Pembayaran bisa dilakukan di puluhan bank baik langsung melalui teller, atm, iBanking maupun mBanking. Simpan struk pembayaran atau cetak bukti jika melalui iBanking dan mBanking. Paspor akan selesai dalam 3-5 hari kerja.

7. Pengambilan

Pengambilan bisa dilakukan di loket pengambilan dengan cara melampirkan:
  • Formulir pembayaran
  • Bukti pembayaran
  • Kartu Keluarga (jika yang mengambil bukan yang bersangkutan)
  • Surat kuasa (jika yang mengambil orang lain yang bukan keluarga)
Meskipun paspor anak dan pastinya bukan anaknya sendiri yang mengambil, petugas tidak meminta KK karena mereka akan mengecek identitas orang tua melalui map berkas yang sudah kita masukan. Namun jika ingin merasa aman, KK bisa dibawa untuk jaga-jaga. Paspor diterima!

Di beberapa kantor imigrasi sudah menyediakan layanan Drive thru. Jadi kita bisa mengajukan permohonan melalui WA untuk mengambil sehari sebelumnya untuk kemudian disiapkan petugas keesokan harinya di loket pengambilan. Jadi, kita bisa mengambil tanpa harus turun layaknya restoran siap saji. Sayangnya, saat saya hendak mengambil di Kanim Tanjung Priuk, layanan WA sedang tidak aktif.

Semoga para orang tua yang hendak membuat paspor anak terbantu dan tidak terjadi drama tidak lengkap seperti saya! 😉


catatan kaki: berbeda kantor imigrasi, bisa berbeda detail teknis permohonan. Tapi secara garis besar sama kok.
3 komentar
Liburan macam apa yang menjadi favoritmu?

Liburan santai. Menurut saya.
Ini kami alami saat (liburan) di Yogya selama sebulan Juni 2018 silam.

Loh, memang ada liburan tidak santai?

liburan santai

Ada banyak sekali alasan yang mendasari saat merencanakan liburan. liburan keluarga atau liburan solo. Liburan mewah atau liburan hemat. Tiap jenis liburan memiliki motivasi masing-masing dibaliknya. Liburan keluarga, fokus mempererat ikatan antara keluarga. Liburan solo, fokus  mencari jati diri sembari mengeksplorasi beragam tempat dan pengalaman baru. Liburan mewah, fokus bersantai, perawatan diri dan menikmati hidup. Liburan hemat, fokus memperbanyak pengalaman dengan konsekuensi sedikit bersusah payah. Tiap individu membutuhkan satu atau beberapa dari jenis liburan itu. Sekarang butuh liburan keluarga, mungkin berikutnya hendak liburan solo. Sekarang butuh liburan mewah, tahun depan mungkin butuhnya liburan irit. Pilihan ada di tanganmu.

Bagi saya, derajat tertinggi liburan adalah liburan santai. Kenapa? Karena untuk mendapatkan liburan ini butuh beberapa kondisi dasar:

  1. Waktu menetap lama
  2. Kunjungan kesekian ke kota tersebut
  3. Bukan musim puncak liburan

Liburan Santai: Prasyarat

Waktu Menetap Lama

liburan santai

Mungkin tidak jika dari awal merencanakan liburan keluar kota selama sebulan? Mungkin sih, tapi bagi standar kebanyakan orang Indonesia rasanya hampir mustahil. Biasanya dibutuhkan 2-4 hari untuk dalam negeri dan 1-2 minggu untuk luar negeri.

Kami berkesempatan tinggal sebulan di Yogya. Hanya fokus di satu kota dan memiliki banyak waktu membuat saya mempunyai kebebasan untuk mengunjungi banyak tempat tanpa terburu-terburu. Tempat tersebut tidak hanya objek-objek favorit wisata. Tetapi juga kerumunan, pasar, taman dan tempat kuliner. Tempat terkenal sampai tempat anti-mainstream yang banyak orang tidak tahu.

Berhubung suami harus masuk kerja di hari kerja, seringnya saya jalan-jalan hanya berdua bersama balita yang pada saat itu berusia 3 tahun kurang. Biasanya kami jalan-jalan keluar 3 hari dari 5 hari kerja. Pagi habis sarapan dan mandi berangkat, kemudian sudah makan siang dirumah. Sisanya ya seperti hari-hari biasa. Tidur siang kemudian beberes sembari menunggu suami pulang. Meski waktu masih panjang tapi tetap harus efektif dan efisien kan. Hampir tiap malam saat menemani Hasan tidur, saya menghabiskan waktu untuk gugling dan gugling map lokasi wisata yang ingin dikunjungi. Tidak hanya tempat wisata, wisata kuliner juga. Biasanya saya mencari wisata kuliner yang makanannya suami tidak terlalu suka. Yang suami suka mending nunggu suami dan pergi makan bersama. Sehari bisa mengunjungi 2-3 tempat, oleh karena itu saya selalu mencocokkan tempat-tempat tersebut di Google Map.

Kami biasanya berdua melancong di Yogyakarta menggunakan mobil atau transportasi umum. Jika hendak menggunakan mobil, pagi-pagi saya antar suami dulu di RSUD Klaten, nanti pas pulang saya jemput atau ia pulang bersama temannya. Sementara kalau bawa mobil sendiri relatif lebih fleksibel. Apabila menggunakan transportasi umum, maka saya harus riset Google dan Google Map lebih lama. Riset tempat, lokasi, antar lokasi harus berjalan kaki atau bis Transjogja, dan nanti naik Transjogja apa. Rumit sih, tapi ini yang sangat saya nikmati :).

Sebagai contoh, tujuan tempat wisata kami adalah jalan-jalan di Malioboro. Kami berjalan kaki menuju halte bis Transjogja terdekat, kemudian naik bis sampai halte paling selatan di Malioboro, jalan kaki di sepanjang jalan, mampir beli Gudeg Mbah Lindu, menyeruput kopi di Wanderlust Coffee, kemudian ke Istana Paku Alaman menggunakan Transjogja.

Jarak tempat wisata pun bukan masalah. Di hari-hari terakhir tinggal di Yogya, saya masih sempat mengunjungi Museum H.M Soeharto yang terletak di Wates, sebelah barat Yogya, padahal kami tinggal di timur Yogya. Tidak lupa kami mampir ke Bakpia Kemusuk, yang mana merupakan bakpia klasik langganan keluarga Cendana.

Kunjungan Kesekian ke Kota Tersebut

liburan santai

"Gw kayaknya bawa anak kali ini ke Tokyo pengen santai-santai aja. Ke taman, people watching, cafe hopping. Pokoknya santai."

Itu adalah pernyataan dari seorang teman yang hendak ke Jepang untuk ke-tiga kalinya.

Siapa sih yang mau ke tempat baru untuk pertama kalinya cuma untuk hilir mudik di kota tanpa agenda ambisius? Mahal-mahal beli tiket pesawat dan akomodasi, cuma untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang kurang lebih sama dengan di tempat asal.

Oleh karena itu, salah satu prasyarat tercapainya liburan santai adalah sudah berkali-kali ke kota tersebut. Sudah pernah mengunjungi lokasi favorit wisatawan. Sudah pernah mencoba tempat hip. Kini saatnya santai, menikmati momen. Mengamati sekitar, memperhatikan tingkah laku masyarakat. Makan di kafe, berbicara dengan orang asing, bertemu teman lama.

"Ada yang komentar, yang gw lakuin itu sama aja kayak di tempat tinggal, bukan liburan dong namanya."

Saya kembali menanggapi, tentu itu liburan. Pada hakekatnya liburan adalah memecah mata rantai dari rutinitas harian. Biasanya yang harus pagi-pagi berangkat kerja dan sibuk mengurusi urusan rumah tangga, sekarang bisa bersantai untuk sejenak di lingkungan yang berbeda dari tempat tinggal. Memecah kejenuhan, memulai rutinitas dengan semangat yang terbaharukan nantinya.

Bukan Puncak Musim Liburan

liburan santai

Sejujurnya saya tipe wisatawan urban yang ingin menikmati wahana tanpa harus terlalu bersinggungan dengan hiruk pikuk manusia, bahkan untuk kegiatan harian saya. Alih-alih belanja bulanan dengan dibantu suami mengingat anak sudah dua, saya lebih memilih berbelanja bersama si adik
disaat abangnya sekolah. Lebih memlih mendorong troli sendiri dan mengangkat belanjaan sendiri ke lantai 21 apartemen kami. Semuanya dilakukan agar saya bisa menikmati momen belanja. Menikmati melihat dan memilih barang belanjaan.

Suami pun kebetulan tipe yang sama. Itulah mengapa kami jarang berwisata di hari dan musim puncak liburan. Macet, berdesak-desakan, menghabiskan waktu untuk mengantri. Uh, rasanya menjadi terkekang. Alhasil biasanya kami berwisata karena kesempatan. Ke Bandung karena harus berobat gigi. Ke Banda Aceh untuk seminar suami. Ke Medan karena mudik.

Kesempatan. Suatu rejeki yang harus disyukuri. Kami yang tinggal sebulan di Yogya karena rotasi stase suami dan teman saya yang ke Tokyo untuk ke-tiga kalinya karena sekalian mengikuti suaminya rapat. Karena kesempatan semacam itu, kami jadi bisa menikmati liburan santai di Kota. Ada yang karena pekerjaannya membuat berpindah-pindah sehingga bisa berliburan santai tanpa beban, ada pula yang karena mendapat beasiswa keluar negeri membuat dirinya bisa melancong kesana kemari. Kesempatan adalah sesuatu yang harus dihargai dan digunakan semaksimal mungkin. Tahun ini dapat kesempatan, belum tentu tahun depan akan bertaburan tawaran yang sama.


liburan santai

Tempat Wisata Historis:
  • Benteng Vredeburg
  • Museum Perjuangan
  • Museum Nasional Jogja Kembali (Monjali)
  • Museum Sandi
  • Museum Biologi
  • Museum Sasmitaloka Sudirman
  • Keraton
  • Museum TNI AU
  • Ullen Sentalu
  • Museum Merapi
  • Taman Sari
  • Museum Sonobudoyo
  • Museum Soeharto

Tempat Wisata Lainnya:

  • Kebun Binatang Gembira Loka
  • Malioboro
  • Taman Pelangi
  • Sindhu Kusuma Edupark (SKE)
  • Alun-alun Lor dan Kidul
  • Pasar Beringharjo
  • Punthuk Setumbu
  • Taman Gardhu Pandang Kaliurang

Wisata Kuliner:

  • Gudeg Djuminten
  • Gudeg Yu Djum
  • Gudeg Sagan
  • Gudeg Pawon
  • Gudeg Tekluk
  • Gudeg Mbah Lindu
  • Sate Klathak Pak Pong
  • Sate Klathak Pak Bari
  • Bakmi Djowo Mbah Mo
  • Bakmi Djowo Mbah Gito
  • Soto Kadipiro
  • Jejamuran
  • Sate Bathok Mbah Katro
  • Mie Ayam Tumini
  • Angkringan
  • Raminten
  • Tempo Gelato
  • Nanamia
  • Roemi Ice Cream
  • Silol Cafe
  • Simetri Cafe
  • Wanderlust Cafe
  • Roaster and Bear Cafe
Tidak ada komentar
Because modern people commuting using public transportation - Suami

transportasi umum masyarakat modern

Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang di hari dan jam kerja jumlah penduduknya berkali-kali lipat dibandingkan dengan jumlah penduduk kota Jakarta aslinya. Kebutuhan akan transportasi umum sudah begitu mendesak semenjak beberapa dekade lalu. Jakarta yang terlalu padat. Jakarta yang sesak dan hingar bingar. Kemacetan merupakan isu nomor wahid yang menjadi momok dan perbincangan di semua kalangan masyarakat. Jakarta menempati peringkat ke-17 sebagai kota termacet di dunia. dengan indeks kemacetan mencapai 237,25 dan rata-rata waktu tempuh di jalan 48,57 menit sekali jalan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bernotor di Jakarta dan sekitarnya bertambah sebanyak 5500 hingga 6000 unit kendaraan per-hari. Artinya terjadi peningkatan sebesar 12 persen tiap tahunnya. Alih-alih mengurangi kemacetan, tingginya pertumbuhan kendaraan pribadi ini malah makin menyebabkan kemacetan dimana-mana.

Transportasi Umum = Masyarakat Modern?

Paksaan

Masyarakat Jabodetabek yang sebelumnya sudah sangat dimanjakan oleh kendaraan pribadi pastilah merasa sulit untuk melakukan transisi ke transportasi umum. Oleh karena itu, adanya peraturan yang menjadi "paksaan" dinilai sangat efektif.
Aturan ganjil genap

transportasi umum masyarakat modern

Aturan pembatasan ganjil genap sudah memasuki tahap ketiga semenjak pertama kali dikeluarkan. Aturan ini menggantikan aturan sebelumnya yaitu 3in1. Peraturan ini riskan disalah-gunakan, terlihat dari banyaknya joki yang bermunculan sebelum memasuki ruas jalan yang terkena peraturan. Yang sudah diberlakukan tidak terlihat keefektifannya.

Peraturan ganjil genap pada awalnya hanya 2 ruas, yaitu Jl. Jendral Sudirman dan Kuningan saja. Pada tengah tahun 2018 lalu, Indonesia menjadi kota penyelenggara ajang internasional Asian Games. Untuk menertibkan lalu lintas, dinas perhubungan mencoba perluasan ruas ganjil genap, termasuk ruas-ruas jalan yang bertindihan dan jalan tol dalam kota. Setelah melalui tahap evaluasi dan dinilai positif, perluasan ganjil genap pertama ini dilangsungkan dari pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00.

Setelah perhelatan Asian Games selesai, dishub melakukan evaluasi terhadap percobaan ganjil genap ruas baru. Didiskusikan oleh para ahli dan pengambil kebijakan, disebar angket kepada masyarakat. Akhirnya, palu diketuk dan resmi lah perluasan ganjil-genap tahap pertama.

Bagi saya sendiri, adanya perluasan ganjil-genap tahap pertama ini sungguh efektif. Masyarakat benar-benar terpaksa harus menggunakan angkutan umum atau bahkan tebengan saat tanggal yang tidak cocok dengan plat kendaraan masing-masing. Meskipun tidak menutup penyelesaian pragmatis seperti 2 mobil dengan plat ganjil dan genap ataupun penambahan sepeda motor. Sektor krusial berikutnya adalah tertutup akses jalan tol dalam kota yang tindihan ruasnya terkena aturan ganjil genap bagi mobil yang memiliki plat tidak cocok. Memang bisa dirasakan, ruas tol dalam kota yang padat merayap saat jam pergi dan pulang kerja secara signifikan menjadi jauh lebih lancar dan lengang. Aturan ini sempat mendapat pertentangan sehingga sempat diubah dengan adanya zona non-ganjil-genap di tengah-tengah ruas yang berlaku. zona ini terletak antara pintu tol dan simpang terdekat.

Melihat kesuksesan sebelumnya, dishub tertarik untuk melakukan perluasan ganjil genap tahap kedua. Ruas tambahan adalah ruas jalan yang sudah merupakan cakupan Trans-Jakarta dan MRT. Jakarta Selatan yang sebelumnya tidak tersentuh ganjil genap mulai termasuk, seperti ruas jalan Fatmawati. Uji coba dimulai pada bulan September dan aturan mulai diberlakukan sejak 1 Oktober. Aturan tetap sama, hanya sekarang zona non-ganjil-genap ini dihapus.

Masyarakat protes. Masyarakat (terpaksa) menggunakan transportasi umum. Masyarakat mulai terbiasa. Malah pada akhirnya merasa lebih nyaman menggunakan angkutan umum ketimbang menyetir dan luntang-lantung dalam kemacetan.

Keuntungan Menggunakan Transportasi Umum

Lebih sehat

Peneliti Universitas Stanford, Amerika Serikat, menunjukkan data bahwa Singapura lebih baik daripada Indonesia dalam hal berjalan kaki. Singapura menempati peringkat 9 diantara 46 negara sementara Indonesia berada di posisi paling terakhir. Kondisi infrastruktur Indonesia yang kurang memadai menyebabkan hal ini terjadi. Trotoar yang sempit dan cakupan transportasi umum yang masih dinilai kurang. Berbeda dengan Singapura yang sudah sangat besar cakupan transportasi umumnya.

Jakarta sudah mulai berbenah.

transportasi umum masyarakat modern

Cakupan jalur Trans Jakarta sudah mulai meluas, begitu juga armadanya semakin banyak. Dilihat dari begitu banyak koridor dan sudah mulai terkoneksi dengan bus pengumpan yang memfasilitasi ke area-area lebih rural. Konektivitas antar moda dengan KRL, MRT dan LRT sudah mulai terhubung. Jakarta semakin nyaman untuk komutasi.

transportasi umum masyarakat modern

Berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi yang pergi langsung naik dan sampai langsung turun kendaraan. Menggunakan transportasi umum menuntut untuk melakukan jalan kaki lebih banyak. Dari tempat awal butuh mencapai tempat pemberhentian moda transportasi dahulu, bahkan harus naik turun tangga. Sampai di tujuan juga butuh jalan kaki. Memang menggunakan transportasi umum membutuhkan durasi waktu yang lebih lama, namun sebaliknya malah lebih sehat karena membuat tubuh lebih banyak bergerak dan mengeluarkan lebih banyak kalori.

Menurut The Victoria Policy Institute dan The American Public Transportation Association, individu yang menggunakan transportasi umum melakukan aktifitas fisik 3 kali lebih banyak daripada yang menggunakan transportasi pribadi. US Center for Disease Control merekomendasi kegiatan fisik menengah sebesar 22 menit tiap harinya, salah satunya dengan cara berjalan. Aktif melakukan kegiatan fisik membantu mengurangi resiko terkena penyakit serius seperti: serangan jantung, stroke, diabetes, hipertensi, osteoporosis, radang sendi, kanker usus dan payudara, dan depresi.

Kami tinggal di sebuah apartemen di bilangan Pramuka. Sehari-hari suami pulang pergi menggunakan sepeda untuk mencapai rumah sakit tempat kerjanya yang jaraknya kurang lebih 5km. Sesekali suami harus berpindah tempat ke rumah sakit yang ada di bilangan Jakarta Selatan. Beruntung sekali posisinya yang terlewati jalur MRT. Dia bisa mencapainya menggunakan MRT. Selain itu terkadang ia juga harus ke Depok. Kebetulan sekali bisa dicapai dengan KRL. Untuk mencapai stasiun MRT ataupun KRL sekarang masih menggunakan jasa ojek daring. Target jangka panjangnya adalah mencapai stasiun-stasiun tersebut menggunakan sepeda. Sepeda yang digunakannya sampai sekarang adalah sepeda lipat. Semoga kedepannya bisa segera ada rejeki mengganti sepeda menjadi sepeda lipat yang jika dilipat menjadi sangat kecil dan kompak seperti Brompton. Wah, bakal semakin nyaman berkomutasi pastinya. Semoga!

Mengurangi stres

Suatu ketika saya pernah bertanya, apa suami tidak berminat membawa mobil ke tempat kerjanya. Ia menjawab mustahil. Selain karena tempat kerjanya terkena area ganjil-genap, mustahil menembusnya saat plat mobil tidak cocok. Ia merasa lebih tidak stres berangkat-pulang kerja tanpa mobil. Bayangkan saja, dengan membawa mobil artinya harus berhadapan dengan kemacetan berangkat-pulang kerja. Belum lagi stres mencari parkiran mobil yang sangat sulit. Selain itu, ia merasa kegiatan rutin bersepeda hariannya itu merupakan olahraga kardio yang membuatnya tetap bugar dan fit.
Because modern people commuting using public transportation - Suami
Seperti yang kita tahu, dengan berolahraga artinya kita mengeluarkan hormon endorfin, yaitu hormon yang membuat rasa bahagia. Begitu juga dengan sedikit berkeringat dengan cara banyak berjalan kaki saat menggunakan angkutan umum. Berjalan kaki dapat mengurangi tekanan pekerjaan di kantor yang rentan membuat stres.

Lebih Hemat

Ada yang sudah pernah menghitung perbandingan berangkat-pulang kerja menggunakan transportasi umum dan pribadi?

Biaya menggunakan transportasi pribadi mencakup bensin yang tidak murah, uang tol dan uang parkir. Biaya supir jika menggunakan supir. Sementara dengan menggunakan transportasi umum mencakup biaya naik kendaraan. Bisa hanya satu kendaraan, dua ataupun tiga. Ongkos pulang-pergi pasti jauh lebih murah menggunakan transportasi umum. Perbedaan mencolok hanya tenaga dan waktu saja.

Kesimpulan

Memiliki kendaraan pribadi sah-sah saja. Namun ada kalanya penggunaan transportasi umum lebih efektif, terutama untuk komutasi rutin seperti pergi dan pulang kerja. Apalagi apabila area komutasinya sudah terjangkau oleh rute transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT dan KRL. Mari berkomutasi menggunakan transportasi umum! Selain lebih sehat, mengurangi stres, juga lebih hemat. Semoga kedepannya Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan menambah cakupan rute transportasi umum, memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas.



Kementerian Perhubungan

2 komentar
Pekerjaan rumah tangga apa yang paling berat?

goclean penyelamat setrikaan
Bulan Juli 2019 merupakan salah satu bulan terberat saya untuk urusan domestik alias urusan rumah tangga. Pada saat itu merupakan hari-hari dimana tidak ada asisten rumah tangga, anak mulai masuk sekolah, antar-jemput, dan bayi yang berusia 3 bulan. Sebenarnya saya dahulu punya asisten rumah tangga, tetapi karena satu dan lain hal yang bersangkutan tidak balik setelah lebaran. Kasus klasik. Praktis, semua urusan harus disinergikan, termasuk pontang-panting pagi hari, menyuruh anak makan dan menyusui bayi, Semuanya harus dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu. Sebagai contoh, saat menyusui pagi saya kerap sembari mengomandoi Hasan untuk menyuap makanan ke mulutnya.

Pada awal-awal Hasan masuk sekolah sempat terbersit keirian melihat ibu-ibu yang lain:
  1. Anak sekolah ada yang antar-jemput, atau paling tidak paginya diantar suaminya
  2. Punya ART, jadi tidak usah pusing memikirkan rumah belum dibersihin, belum masak, dan sebagainya
  3. Anaknya jago makan
  4. Ibu-ibu yang tidak punya mesin cuci
  5. Ibu-ibu yang memakai jasa binatu
  6. Ada yang mengurus baju hasil cuci
  7. Tidak punya masalah berapapun tumpukan setrikaan
  8. Setrikaan yang tidak beranak-pinak
Yak betul, pekerjaan rumah tangga yang paling berat, paling banyak memakan waktu jatuh kepada MENYETRIKA. Memasak? Saya bisa dan kerap sekali terasa menyenangkan ketimbang menjadi suatu beban. Cuci piring? Suami saya rajin cuci piring (dan lebih bersih dari saya) kalau dia lagi ada di rumah. Menyapu dan mengepel? Cuma sebentar dan bisa disambi dengan hal lainnya. Bebersih lainnya? Bisa minta tolong Hasan mengerjakan atau tidak mesti tiap hari, sesuai suasana saja. Masih bisa ditolerir kok kalau agak tidak rapi.

Tapi kalau setrikaan?

Problematika Setrikaan

Tidak dikerjaan hari ini, siap-siap saja menumpuk di esok hari. Mau disambi? Sulit karena punya balita rentan bikin anak cidera terkena setrikaan panas. Mengharapkan kerelaan suami? Susah karena suami juga tidak suka menyetrika. Masalahnya tiap hari tidak mungkin kalau tidak menghasilkan baju kotor yang akan berlanjut ke setrikaan baru. Kalau mau problematika setrikaan beres ya cuma satu jawabannya:

Bereskan setrikaan sesegera mungkin. Di jam khusus, di saat anak-anak tidak mengganggu. Seringnya ya jam anak-anak tidur siang atau jam tidur malam. Artinya mengganggu waktu "me-time" dan waktu dengan suami. Harusnya waktu-waktu itu bisa dimanfaatkan untuk membaca, menulis atau mengerjakan pekerjaan praktis terganggu dan nyaris tidak bisa. Sungguh tidak enak rasanya terbelenggu dengan yang namanya setrikaan. Mencoba lebih bertoleransi dengan melipat pakaian tidak bisa seutuhnya. Saya tinggal di apartemen, baju cucian tidak bisa digantung secara maksimal. Otomatis cahaya matahari yang akan mengeringkan pakaian tidak bisa bekerja maksimal. Pakaian jadi lebih kusut dan menuntut untuk disetrika. Yang bisa langsung dilipat hanya baju dalaman dan beberapa baju anak-anak. Dalaman yang cuma dilipat sebenarnya masih agak terlihat kusut, tapi ya sudahlah kan demi kewarasan. Baju anak-anak juga tidak semua yang bisa cuma dilipat. Banyak juga yang bahannya terlihat kusut sehingga harus disetrika.

Binatu atau?

Opsi yang terpikirkan saya pada saat itu ya cuma satu. Jasa binatu. Tapi rasanya sungguh tidak sebanding antara harga dan fakta bahwa kami punya mesin cuci. Dan lagi, dengan adanya anggaran binatu sangat menyita keadaan keuangan kami saat itu. Berhubung kami tinggal di apartemen, biaya binatu disini sangatlah mahal. per-kilo bisa 8 ribu rupiah. Self-service bisa 50 ribu sekali putar. Berbeda sekali dengan saat saya tinggal di Chiang Mai dimana rutin menggunakan jasa binatu. Sekali putar mesin cuci hanya 20-30 Baht (10 ribu - 15 ribu rupiah). Di tempat yang agak mahal yang sudah ada mesin pengeringnya bahkan cuma sekitar 40-60 Baht (20 ribu-30 ribu rupiah). Akhirnya saya memutuskan akan menggunakan jasa binatu hanya saat sehabis lama menginap di luar karena pasti cucian 4 orang akan sangat menumpuk.

Belakangan ini di sebelah gedung apartemen saya menyediakan jasa hanya setrika sebesar 60 ribu per 4 kilo. Setelah saya sadari, harga ini sangat mahal? Mengapa?

Hidayah berupa GoClean, Penyelamat Setrikaan

Kak Debora, tetangga apartemen gedung sebelah menyarankan untuk memakai jasa GoClean setrika. Yang bersangkutan juga memiliki problematika serupa, punya mesin cuci, punya anak dua dan sama-sama harus mengurus anak sekolahan. Saya didakwahi bahwa hanya membayar 75 ribu rupiah untuk 2 jam jasa menyetrika saja. Awalnya saya agak ragu karena cuma 2 jam cuma dapat apa sih. Tapi, ternyata Kak Debora sangat puas karena pegawai GoClean yang datang cukup cekatan dan rapi pengerjaannya. Kabarnya, dia pakai GoClean setrika 2 jam relatif selesai loh setrikaan 4 orang seminggu. Bayangkan!

Mengenai GoLife

Tergoda dengan segala bujuk buai, akhirnya saya mencoba untuk memasang aplikasi GoLife. Jujur, ini bukan promosi loh, saya sangat terkesima dengan banyaknya bantuan-bantuan kemudahan hidup yang ditawarkan oleh GoLife. Misalnya kalau kita kebingungan karena alat elektronik semacam kulkas dan AC rusak, tidak usah bingung karena GoLife menyediakan tukang yang bisa dipanggil. Malas mencuci kendaraan mobil atau malas membawanya ke tempat cucian, bisa panggil tukang dari GoLife juga. Bensin sekarat karena lupa isi bensin bisa pakai GoPertamina. Wow.

Pencerahan berupa GoClean

Ternyata saya jadi ketagihan mengeksplorasi jasa GoLife. Oke, balik lagi ke GoClean. GoClean ini juga macam-macam sekali. Kita bisa menggunakan peralatan Go-Clean atau menggunakan peralatan kita pribadi agar lebih hemat. Biaya per-jam dimana semakin banyak jam yang dipesan semakin murah biaya per-jamnya. Selain paket reguler GoClean juga ternyata ada paket spesial seperti pembersihan kamar kos, apartemen dan setrika.

Akhirnya saya mencoba memesan GoClean setrika selama 2 jam seharga 75 ribu rupiah. Oh ya, paket reguler 2 jam sama GoClean setrika harganya sama, jadi kalau setrikaan lagi tidak begitu banyak dan mempertimbangkan untuk pembersihan lainnya seperti kamar mandi dan teras, bisa pesan GoClean reguler.

Tepat sesuai dugaan, saya langsung mendapat notifikasi bahwa petugas sudah menunggu. Saya jemput kebawah karena apartemen saya harus menggunakan akses untuk naik ke lantai atas. Saya mendapat Mbak Yuyun. Kak Debora yang sering menggunakan jasanya merasa puas. Ternyata benar. Mbak Yuyun cepat dan rapi banget kerjanya. Orangnya ramah, meski sedang berbicara dengan kita, tangannya tetap bekerja. Mbak Yuyun ini juga sayang sama anak-anak. Pernah suatu ketika Hasan berbuah kegaduhan yang membuat saya agak meradang, Mbak Yuyun dengan sukarela menanyakan apa ada yang bisa dibantu. Tidak perhitungna pula, pernah pekerjaan setrikaan selesai namun waktu belum habis, Mbak Yuyun suka menawarkan diri pekerjaan apa yang bisa dikerjakan sampai waktu selesai.

Usut punya usut, ternyata manajemen Gojek memiliki standardisasi bagi setiap petugasnya. Dalam artian, semua petugas GoClean ini sebelumnya sudah dilatih terdahulu dan disama-ratakan kemampuannya agar bisa menghadirkan jaminan kepuasan bagi pelanggan. Jadi setiap memesan GoClean, kurang lebih hasil pekerjaan akan sama memuaskannya tanpa memandang petugas siapa yang mengerjakan.

Hal lain yang bikin saya cocok menggunakan jasa GoClean adalah kefleksibelan. Kalau kita menginginkan petugas pembersihan yang datang sesekali saja sesuai dengan kebutuhan, GoClean lah jawabannya. Ada kalanya semua pekerjaan rumah dapat kita tangani sendiri. Ada kalanya pula kita keteteran untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Kewarasan nomor satu. Pekerjaan rumah yang terabaikan mending didelegasikan kepada petugas GoClean saja. Toh, kita bisa mengalokasikan waktu kosong itu baik untuk "me-time" ataupun "quality time" bersama anak. Pilihan ada di tangan kita.

Yang tidak kalah pentingnya mengapa nyaman menggunakan GoClean adalah keamanan. Semua data petugas tersimpan di server GoLife. Semua rekaman tugas juga tersimpan rapi. Kalau ada hal yang tidak diingini kita bisa mengadu ke GoLife untuk dibantu penyelesaiannya. Dilacak keberadaan orangnya.

Berniat memesan GoClean juga? bisa baca Review GoClean disini.

Tingkat kepuasan? 5/5
Akan memesan lagi? Tentu!
Tidak ada komentar
Пожелай мне удачи в бою, пожелай мне (Группа крови – КИНО)

moskow sampai vladivostok

Moskow sampai Vladivostok

Berasal dari St. Petersburg, Kino adalah grup musik Rusia pembuka gerbang yang membuat saya benar-benar jatuh cinta dengan musik Rusia lainnya serta mulai mendengarkan legenda seperti Nautilus Pompilius hingga duo t.A.T.u.

Tak disangka, hanya dengan menerjemahkan huruf cyrilic di logo klub bola Lokomotiv Moscow saat SD bisa membuat saya jatuh hati terhadap Rusia. Tanpa berpikir panjang saya langsung menghafal aksara tersebut.

Januari 2010. Itulah pertama kali saya menjejakkan kaki saya di Tanah Merah meski hanya pelatarannya, Bandara Demodedovo. Mendarat dengan menyaksikan deretan pesawat seperti Tupolev dan Ilyushin. Merasakan musim dingin di Rusia adalah salah satu dari daftar teratas keinginan saya. Siapa yang tidak tergoda menyaksikan pemandangan Lapangan Merah yang berselimutkan oleh salju?

Volga Boat Song adalah salah satu partitur wajib yang dimainkan oleh murid yang belajar piano. Begitu juga dengan saya pada tahun 2003. Komposisi klasik yang membuat saya ingin berkunjung ke sungai terpanjang di Rusia, seperti mengunjungi kota Nizhniy Novgorod.

Dilanjutkan dengan mengunjung, Yekaterinburg, kota terbesar ke-4 di Rusia yang menjadi saksi penting dalam sejarah keluarga Romanov. Sejarah Rusia dan Uni Soviet mulai dari Tsar, Revolusi Bolshevik sampai munculnya ide Restrukturisasi oleh Gorbachev sangatlah kaya dan heroik.

Segar dalam ingatan saya saat dahulu memainkan permainan di Encarta Encyclopedia mengenai Baikal yang ternyata adalah danau terdalam dan tertua di dunia. Maka dari itu, wajib hukumnya untuk mengunjungi Kota Irkutsk.

Kemudian Vladivostok, unik kiranya melihat kota yang berada di timur jauh Rusia. Kota teluk dengan bentang alam pegunungan favorit saya dilengkapi dengan arsitektur dan tata kota yang memukau.

Maka selesai sudah perjalanan Trans-Siberia dari ujung barat hingga ujung timur. Dari Moskow hingga Vladivostok. Menembus 8 zona waktu. Bertemu berbagai macam ras dan kepribadian. Melihat berbagai macam bentang alam. Maha luas daratan Rusia yang memiliki 11 zona waktu, dari Kaliningrad yang terletak ditengah-tengah Eropa Timur hingga Kamchatka di ufuk timur Rusia. Tengok saja Instagram Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev yang menunjukkan indahnya alam Rusia

Perjalanan selama 7 hari. Berapa buku sastra Rusia yang bisa saya lahap mulai dari Tolstoy, Chekov, Lermontov dan Dostoyevsky? Teringat jelas di benak saya betapa berkesannya buku Perang dan Damai serta Gulag.

Tidak heran kan kenapa perjalanan menggunakan Trans-Siberia saya nobatkan sebagai daftar pertama keinginan saya?
2 komentar
Yogyakarta dan Solo adalah 2 kota besar yang hanya terpisahkan oleh jarak 60-an kilometer saja. 2 kota yang berbeda provinsi dengan kota Klaten diantaranya. Jika lancar, hanya memakan waktu 1.5 jam untuk menempuh perjalanan antar pusat kota.
2 hari di solo

Pada bulan Juli 2018, suami mendapatkan stase jaga RSUD Klaten. Saya dan Hasan turut dibopong. Sedari awal kami sudah menentukan untuk tinggal di sekitaran Yogya agar lebih ada "kehidupan". Saya pun memilih kosan yang berada di sebelah timur kota Yogya agar jarak tempuh ke Klaten semakin memendek. Sudah mendapatkan kesempatan tinggal di Yogya, rasanya sayang kan untuk melewatkan kesempatan ke Kota Solo?

Kami berwacana hendak ke Solo pada akhir pekan ke-3 Bulan Juli. Cuma bisa menginap semalam karena hari kerja biasa suami harus rutin masuk RSUD. Yah, tidak apa-apa. Mari dimaksimalkan mungkin kesempatan yang sudah ada!

2 Hari di Solo: Transportasi Umum

Prambanan Express

Kami tinggal tidak jauh dari Bandara Adi Sutjipto. Bandara ini cukup unik. Terletak sangat dekat dengan kota (masuk Kab. Sleman), berukuran relatif kecil dan terintegrasi dengan stasiun kereta Maguwo. Penasaran tentunya saya soal kereta apa saja yang berhenti pada stasiun tersebut. Ternyata hanya Prambanan Express (Prameks) lah kereta tersebut. Prameks ini adalah kereta bertipe komuter (kurang lebih seperti KRL Jabodetabek lah) tanpa tiket tempat duduk dengan rute Solo Balapan hingga Kutoarjo. Praktisnya, masyarakat Kota Purworejo dan Solo bisa bekerja di Yogya dengan menaiki kereta ini. Hanya ada harga tunggal untuk kereta Prameks, yaitu Rp 10.000 dan Rp 15.000 untuk rute Solo-Jogja dan Solo-Kutoarjo. Jadwal lengkap Prameks bisa dilihat disini. Saya pun menjadi sangat penasaran untuk menjajal kereta ini.

Akhirnya kesampaian!

Ternyata, suami harus masuk dulu ke RS di hari Sabtu disaat rencana pelesir ke Solo. Saya pun mengusulkan agar saya dan Hasan duluan ke Solo menggunakan Prameks baru kemudian suami menyusul sekaligus membawa barang bawaan menggunakan mobil  setelah beres urusan rumah sakit. Saya berniat membeli tiket sehari sebelumnya di Stasiun Maguwo. Apa daya, rasanya malas keluar pesan Grab cuma untuk membeli tiket. Tertunda, tertunda, tertunda. Malam pun tiba, saya meminta izin ke suami untuk pergi sebentar pakai mobil ke Stasiun Maguwo.

"Udahlah, besok aja sekalian belinya. Ngapain malam-malam keluar."

Saya pun manut. Memang setengah malas juga sih untuk pergi keluar.

Keesokan harinya,  1.5 jam setelah suami berangkat ke rumah sakit, saya dan Hasan pergi menuju Stasiun Maguwo. Ah, benar dugaan saya, tiket Prameks ke Solo untuk jam terdekat sudah habis! Akhirnya saya membeli 1 tiket (Hasan masih gratis) untuk jadwal setelahnya. Masih sekitar 1.5 jam nih, akhirnya kami memilih untuk berjalan-jalan di Bandara Adi Sutjipto dan kemudian makan donat di Dunkin Donuts.
2 hari di solo

Perlu menyeberang rel kereta untuk mencapai peron kereta yang menuju Solo. Calon penumpang sudah berbaris. Alhamdulillah, ada salah seorang calon penumpang yang memberikan tempat duduk di kursi tunggu karena melihat saya membawa anak kecil. Orang tersebut tampaknya baru mendarat di Adi Sutjipto, terlihat dari koper dengan tag bandara yang masih hangat.

Kereta pun datang. Sesuai dugaan saya, kereta penuh! Tentu saja, soalnya Stasiun Maguwo adalah stasiun Yogya terakhir sebelum menuju Klaten dan Solo. Penumpang berjejal, masuk saja macet. Akhirnya saya dan Hasan berdiri. Selamat datang Hasan di dunia Proletar 😝!

Tidak lama sebelum mencapai stasiun Klaten, tiba-tiba Hasan minta duduk. Saya pun sembari agak berjongkok mendudukkan Hasan di pangkuan saya. Melihat yang saya lakukan, seorang bapak menawarkan tempat duduknya kepada saya dan Hasan.

"Tidak apa-apa pak, nanti anaknya mau duduk.", jawab saya sembari melihat ke arah anaknya yang sejak awal tidak duduk dan gelendotan di kursi ibunya.

Bapak tersebut berpergian membawa istri dan seorang anaknya yang kira-kira kelas 5-6 SD. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat duduk dengan Hasan dipangku hingga Stasiun Purwosari. Stasiun ini merupakan 1 stasiun sebelum stasiun besar Solo Balapan. Kami memutuskan turun disitu karena dekat dengan Museum Radya Pustaka, Musem Pers, dan tempat penginapan kami.
Halo Solo!

Batik Trans Solo (BST)

2 hari di solo

Jarak dari Museum Pers Nasional ke Paragon Mall HANYA 950m tapi saya memutuskan untuk menggunakan moda transportasi Batik Trans Solo demi sebuah pengalaman. Padahal jarak segitu adalah jarak santai dan menyenangkan untuk berjalan kaki.

Batik Trans Solo (BST) bisa dibilang sejenis Trans Jakarta dan Trans Jogja. Sebelum melakukan perjalanan ke Jogja, saya sudah menelisik Google Map jalur mana yang dalam rencana saya akan saya lewati sekaligus merupakan jalur BST. Akhirnya terpilih lah jalur Museum Pers - Paragon Mall meski hanya 950m. 

Mengingat frekuensi Trans Jogja yang relatif sedikit, saya tidak berharap banyak untuk langsung bisa naik BST. Halte BST pun lebih kecil dari Trans Jogja yang bahkan jauh lebih simpel dari halte Trans Jakarta. Halte BST hanya seperti platform ukuran 1mx4m dengan dudukan besi yang kurang nyaman.
2 hari di solo
Sempat sedikit putus asa karena bis yang tak kunjung datang. Saya menetapkan waktu terakhir yang apabila bis tidak datang, kami akan berjalan kaki saja. Akhirnya, setelah menunggu hampir setengah jam datang juga bis berwarna biru dengan corak batik di sisi samping-nya. Interiornya kurang lebih serupa dengan Trans Jogja dan Trans Jakarta. Entah karena belum jam sibuk atau bukan jalur favorit, bis ini relatif lowong dan kami dengan mudahnya mendapatkan tempat duduk. Harga yang dipatok adalah Rp 4.500 per-orang (Hasan belum bayar). Pembayarannya dengan cara membayar sejumlah uang kepada petugas bus dan nanti akan diberikan lembaran kecil berupa karcis.

Akhirnya kami turun di halte yang tepat berada di depan Paragon Mall.

2 Hari di Solo: Penginapan

Rumah Turi

Alamat: Jl. Srigading II no. 12, Surakarta
2 hari di solo

Saya sudah mulai mencari-cari penginapan semenjak 2 minggu sebelum keberangkatan dari solo. Berbekal dengan semua aplikasi pemesanan hotel di gawai, akhirnya pilihan antara sebuah budget hotel yang berlokasi di pinggir jalan utama Slamet Riyadi dan eco-hotel  yang berlokasi di dekat Paragon Mall. Harga keduanya mirip. Setelah menimbang-nimbang,  akhirnya pilihan jatuh pada eco-hotel yang bernama "Rumah Turi". Penginapan ini ternyata pernah memenangkan perlombaan dengan kategori eco-hotel.

Kesan pertama yang saya dapat saat menginjakkan kaki di halaman penginapan adalah, "wah, ada ya rumah dengan suasana desa beserta burung berkicauan di tengah kota?". Betul, Rumah Turi berkesan asri serta memiliki banyak sekali pepohonan dan tanaman. Tanaman rambatan, hias sampai tanaman gantung. Interiornya seperti suasana rumahan dan banyak didominasi oleh kayu. Kamar-kamar dirancang mengelilingi taman yang berada di tengah bangunan. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai. Pada lantai bawah terdiri resepsionis, kamar-kamar serta restoran. Pada lantai atas terdiri dari kamar-kamar, aula santai dan jembatan yang menghubungkan antara koridor kamar dan aula santai tersebut. Aula santai tersebut berlantaikan kayu dan memiliki langit-langit atap yang tinggi. Di dalamnya banyak instrumen musik tradisional seperti gamelan dan kendang.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo

Salah satu pertanyaan besar yang terbesit di benak saya soal Rumah Turi ini adalah bagaimana mereka mendapatkan sumber air untuk menyiram sebegitu banyak tanaman disana? Ternyata mereka menggunakan air kuning (yellow water) dari bekas air mandi atau air siraman toilet. Wow. Ternyata ada level penginapan juga yang mengaplikasikan ini. Kamarnya berlantaikan kayu dan sangat bersih. Rumah Turi cocok menyandang predikat sebagai eco-hotel.

2 Hari di Solo: Tempat Historis

Museum Radya Pustaka

Alamat: Jl. Slamet Riyadi no. 275, Surakarta
2 hari di solo

Museum ini adalah pemberhentian pertama saya dan Hasan setelah turun di Stasiun Purwosari. Karena jarak yang ditempuh lebih dari 2km, saya memutuskan untuk menggunakan Grab Car.

Museum Radya Pustaka adalah salah satu museum tertua di Pulau Jawa, lebih tua daripada museum Sonobudoyo di Yogya. Didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwana IX. Sebenarnya lokasi museum yang sekarang ini adalah lokasi yang sudah dipindahkan ke kediaman seorang Belanda, Johannes Buselaar.
2 hari di solo

Koleksi Museum Radya Pustaka adalah berbagai barang-barang kuno seperti meriam zaman VOC, arca-arca Hindu-Buddha, pusaka adat, keris, wayang kulit dan buku-buku kuno. Museum ini relatif bersih meski agak tidak terawat, terlihat dari cat dinding yang terkelupas. Di teras depan terdapat meriam zaman VOC beserta arca-arca Hindu-Budha. Di ruang depan (bekas ruang tamu terdapat patung dada Rangga Warsita yang merupakan pujangga keraton Surakarta. Aneka keris dipajang di ruangan sebelah kanan dan kiri. Di Ruang tengah, terdapat panggung dengan berbagai macam alat musik tradisional. Di sekelilingnya terpajang berbagai macam wayang dengan berbagai cerita. Ruang belakang relatif kosong dan ada beberapa miniatur pendopo. Keluar dari pintu belakang, kami meleawati berbagai arca-arca di sepanjang koridor.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo

Museum Pers Nasional

Alamat: Jl. Gajahmada  no. 76, Surakarta
2 hari di solo

Kami berjalan kaki menuju museum Pers Nasional setelah menyelesaikan tur museum Radya Pustaka karena jaraknya kurang dari 2km. Jalan Slamet Riyadi yang juga merupakan lokasi diadakannya Car Free Day (CFD) memiliki trotoar yang sangat luas. Hasan sangat senang lari-larian disana.

Museum Pers Nasional terletak di perempatan bundaran Gajahmada-Yosodipuro. Yang saya masuki pertama kali adalah Gedung Sasana Soeka yang merupakan gedung lama. Di pelataran depan terdapat patung dada tokoh-tokoh kunci pers Indonesia seperti Tirto Adhi Soerjo, Djamaluddin Adinegoro, Sam Ratulangi, dan Douwes Dekker. Kita juga disajikan 6 diorama yang menceritakan sejarah pers di Indonesia. Diorama pertama menceritakan bentuk komunikasi di Indonesia jaman pra-kolonial. Diorama kedua memperlihatkan pers era kolonial. Diorama ketiga menggambarkan pers pada masa pendudukan Jepang. Diorama keempat menunjukkan pers pada masa Revolusi Nasional. Diorama kelima menceritakan pengekangan pers pada masa orde baru dan Diorama keenam menunjukkan kondisi pers era Reformasi.
2 hari di solo
2 hari di solo

Di bagian dalam terdapat contoh-contoh alat pers dari masa pra kolonial termasuk kamera dan mesin ketik. Selain itu juga terdapat koran cetak mulai masa pra-kolonial hingga masa reformasi.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo

Puro Mangkunagaran

Alamat: Jl. Ronggowarsito no. 83, Surakarta
2 hari di solo

Puro Mangkunegaran atau yang dikenal dengan Istana Mangkunegaran merupakan tempat kediaman resmi trah Mangkunegaran. Layaknya Yogya, Solo pada awalnya terdapat dua trah penguasa besar, yaitu Mangkunagaran dan Paku Buwono. Berbeda dengan Yogya yang kedua pemimpin menjadi penguasa setempat, Mangkunegaran dan dan Paku Buwono hanya menjadi pemimpin simbolik di Solo.

Puro Mangkunagaran menempati lahan yang amat luas. Seluruh kompleks dikelilingi oleh tembok. Saat memasuki bangunan bagian depan, terdapat semacam resepsionis. Kita akan disambut oleh petugas. Dengan biaya Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 20.000 untuk wisatawan asing, kita sudah dapat mengelilingi dan menjelajahi areal istana. Namun, berkeliling didalamnya wajib didampingi oleh pemandu karena keluarga Mangkunegaran masih tinggal di dalam istana. Untuk pemandu tidak dikenai tarif tambahan, tetapi diharapkan untuk memberikan tips seikhlasnya. Saya dipandu oleh salah seorang siswi SMK yang sedang bekerja paruh waktu menjadi pemandu.

Bangunan pertama yang kami temui adalah Pendopo Ageng yang merupakan Pendopo terbesar di Indonesia karena dapat menampung lima sampai sepuluh ribu orang. Seluruh bangunan dibangun tanpa menggunakan paku. Di langit-langit pendopo, tampak ornamen otentik yang ternyata merupakan perlambangan astrologi Hindu-Jawa yang dipermanis dengan deretan lampu gantung antik yang dipesan langsung dari Belanda. Pendopo Ageng ini mengalami banyak pemugaran dan perubahan, seperti terdapat beberapa dekorasi ala Eropa yang tampak di berbagai sudut Pendopo, sebagai contoh, terdapat patung anak dan simbol ala Eropa pada atap depan pendopo.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo

Dibelakang Pendopo, terdapat beranda terbuka yang bernama Pringgitan yang memiliki tangga menuju Dalem Ageng, yakni bangunan berikutnya di belakang Pendopo. Awalnya, Dalem Ageng dimaksudkan sebagai kamar tidur pengantin kerajaan yang sekarang difungsikan sebagai Museum. Museum ini memamerkan perhiasan, senjata, perlengkapan perang, pakaian, medali, perlengkapan wayang, uang logam, serta berbagai benda seni. Sayangnya, memasuki Dalem Ageng, kita dilarang untuk mengambil foto.

Di belakang Dalem Ageng, terdapat area kediaman keluarga Mangkunegaran. Suasanya sangat asri dan rimbun. Terbagi dua menjadi area putri dan area putra. Di tengah-tengahnya terdapat tanaman yang terawat dengan baik. Kolam, air mancur serta tampak juga beberapa patung-patung klasik bergaya Eropa.
2 hari di solo
2 hari di solo

Menghadap taman terbuka, terdapat Beranda Dalem (Pracimoyasa), yakni bangungan bersudut delapan dimana di dalam bangunan terdapat tempat lilin dan perabotan Eropa. Beranda Dalem ini pada awalnya dimaksudkan sebagai ruang keluarga Mangkunegaran.
2 hari di solo
2 hari di solo

Selesai sudah tur istana kali ini. Senangnya mendapat pemandu yang sangat baik serta sangat rinci dan informatif dalam menceritakan sejarah bangunan tersebut. Sembari mengucapkan terima kasih, saya memberikan tips kepadanya lalu beranjak pulang.

Keraton Kasunanan Surakarta (Paku Buwono)

Alamat: Baluwarti, Pasar Kliwon, Surakarta
2 hari di solo

Layaknya Puro Mangkunagaran, keluarga Paku Buwono masih tinggal di area ini. Sebagian komplek keraton disulap menjadi museum yang memamerkan berbagai koleksi milik kasunanan seperti kereta perang, mahkota, keris, senjata dan lain-lain. Arsitektur keraton ini jawa sekali dan diakui termasuk arsitektur terbaik di jamannya,
2 hari di solo

Berbeda dengan Puro Mangkunegaran, museum keraton ini hanya sedikit pemandunya dan kita bisa berkeliaran bebas memasukinya. Mungkin karena bagian museum terpisah dengan tempat tinggal keluarga keraton ya. Bangunan berbentuk lorong yang mengelilingi taman yang berada di tengahnya. Koridornya luas. Sayang, tiap barang hampir tidak ada penjelasan sama sekali. Sebaiknya mengunjungi museum ini menggunakan pemandu agar mengetahui cerita dibaliknya.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo
Persetujuan Antara HB IX, Presiden Soekarno dan Pangeran Bobby (PB XII)

Wisata Sejarah Lainnya

Seminggu sebelum keberangkatan ke Solo, saya baru mengetahui perihal adanya Museum Tumurun. Museum Tumurun merupakan museum pribadi yang dibuka untuk umum namun harus reservasi dahulu. Sayang, saat saya menghubungi narahubung, jadwal kunjungan yang saya bisa sudah penuh. Maklum, kabarnya hanya 10 reservasi per-hari. Museum ini dimiliki oleh anak pendiri perusahaan tekstil terbesar di Asia, PT. Sritex. Isinya pun merupakan koleksi pribadinya.

Jika kamu penyuka batik, maka wajib  mengunjungi Museum Danar Hadi. Kalau ada waktu lebih juga bisa mengunjungi Benteng Vastenburg. Keduanya juga berada di tengah kota.

2 Hari di Solo: Wisata Kuliner dan Oleh-oleh

Warung Tengkleng Mbak Diah

Alamat: Desa Tanjunganom, Kabupaten Sukaharjo, Jawa Tengah
2 hari di solo

Kuliner malam minggu pertama kami adalah Warung Tengkleng Mbak Diah. Ternyata, warung tengkleng ini sudah berusia sekitar 25 tahun. Menyajikan berbagai menu olahan kambing. Kami memesan tengkleng, tongseng dan satenya. Semua olahan makanannya lezat dan tidak berbau amis. Bumbu yang digunakan cukup kuat, tercium dari aroma tengkleng yang sarat akan bau kencur dan kunyit. Daging kambingnya juga cukup lembut, Hasan saja bisa makan tongseng disini. Tongsengnya tidak pedas, namun tengklengnya cukup pedas karena mengandung rawit. Harga yang dibanderol cukup masuk akal. Sebagai contoh 35 ribu orang satu porsi tengkleng.

Nasi Liwet Wongso Lemu

Alamat: Jl. Teuku Umar, Keprabon, Surakarta
2 hari di solo

Ini adalah destinasi menu makan malam kedua kami. Nasi liwet merupakan salah satu kuliner khas Solo. Nasi yang disajikan dengan ayam suwir yang mirip opor, sayur labu, telur dan sambel. Rasanya agak manis namun legit di lidah, terutama ayam suwirnya. Nasi Liwet Wongso Lemu bebentuk warung dengan jajaran pengunjung yang duduk lesehan atau duduk di kursi mengelilingi lemari kaca makanan. Buka dari pukul 16.00 - 01.00 dini hari. Harga tergantung dengan pesanan dan berkisar antara 10 ribu hingga 20 ribu rupiah seporsi. Kami mencoba makan disini pada malam hari sekitar pukul 20.00 dan masih sangat ramai!

Timlo Sastro

Alamat: Jl. Kapten Mulyadi no. 8, Surakarta
2 hari di solo

Timlo Sastro merupakan menu pertama sarapan minggu kami. Sesampainya kami disini, kami masih tidak tahu menahu apa itu timlo. Ternyata timlo adalah sup kaldu bening yang disajikan dengan ayam suwir, ati, ampela, sosis solo dan telur pindang. Timlo Sasatro berlokasi dekat Pasar Gedhe dan berupa warung pinggir jalan. Rasa kuahnya segar. Dengan tambahan nasi, Hasan pun makan timlo dengan lahap. Seporsi timlo komplit dihargai sekitar 20 ribu rupiah. Buka dari pukul 06.00-15.30 sore, jadi bagi yang ingin sarapan bisa langsung icip Timlo Sastro.

Sate Kambing Hj. Bejo

Alamat: Jl. Sungai Sebakung no. 10, Pasar Kliwon, Surakarta
2 hari di solo

Sate Kambing Hj. Bejo itu sejatinya adalah sate buntel. Jadi, potongan daging cincang kemudian dibalut dengan lemak kambing. Kebayang kan betapa lumer dan legitnya sate kambing ini. Selain menu sate buntel, rumah makan ini juga menyajikan menu kambing khas lainnya seperti tongseng dan tengkleng. Namun, karena sebelumnya kami sudah menyicipi tongseng dan tengkleng di tempat lain, ditambah ini adalah perhentian kedua sarapan, kami hanya memesan sate buntelnya saja. Menurut saya, harga yang dibanderol untuk seporsi sate cukup mahal. Tapi jangan khawatir, kuliner ini wajib dicoba kalau menyambangi Solo!

Selat Solo Mbak Lies

Alamat: Jl. Veteran Gg. 2 no. 42, Surakarta
2 hari di solo

Inilah perhentian ketiga sarapan kami, Selat Solo Mbak Lies. Ambisius sekali bukan? Selat Solo Mbak Lies letaknya cukup tersembunyi, ada di dalam gang. Kami sendiri lumayan kesulitan mencarinya. Kendaraan bisa diparkir di luar gang dengan bantuan tukang parkir yang mengkoordinir parkiran.

Meski didalam gang, interior warung selat solo ini cukup menarik dan khas. Meja dan kursi terbuat dari keramik. Banyak juga hiasan dinding dan piring-piring kuno terpampang rapi. Kami datang agak pagi, jadi masih terlihat ruangan baru dipel oleh petugas.
2 hari di solo
2 hari di solo

Dinamakan Selat Solo, merupakan derivatif dari padanan Salad yang merupakan makanan orang bule. Karena ingin mengadopsi salad itu ditambah dengan kearifan lokal, jadilah Selat Solo. Potongan daging semur atau galantin (bisa dipilih) dipadu dengan rebusan wortel dan buncil, telur pindang, kentang, selada, dan dipermanis dengan "mustard" ala jawa. Manis, legit dan asem berpadu dengan sempurna. Satu porsi dibanderol sekitar Rp 28.000 saja.

Restoran Kusuma Sari

Alamat: Jl. Slamet Riyadi no. 111, Surakarta
2 hari di solo

Kami datang kesini dengan rekomendasi teman saya. Beberapa kali kami hilir mudik di kota sering sekali melewati restoran ini. Wajar saja, letaknya tepat di tengah kota. Teman saya menganjurkan untuk makan stik disini, namun karena kami sebelumnya sudah makan selat solo, akhirnya kami memilih untuk makan es krim saja disini.

Layaknya restoran tua lainnya, es krim disini khas sekali "tua"-nya seperti es krim "Rasa" dan "Sumber Hidangan" di Bandung. Kami memesan seporsi es krim strawberry. Rasanya tidak terlalu manis dan enak. Hasan juga suka. Suasana disini juga tenang sekali. Meski sudah lewat jam makan siang, restoran ini masih tetap ramai.

Roti Orion

Alamat: Jl. Jendral Urip Sumoharjo no. 80, Surakarta
2 hari di solo

Siapa yang tidak kenal dengan legenda roti di Solo, Roti Orion? Karena mengetahui kalau toko roti tua ini sebegitunya melegenda, kami memutuskan mampir setelah sarapan timlo. Roti Orion ini berlokasi di pusat kota dan menempati gedung tua. Katanya sih yang terkenal Roti Mandarin, tapi kami malah tidak beli. Kami membeli roti semir-nya yang juga terkenal dan aneka roti lainnya. Pantas disebut legenda roti di Solo. Harganya tidak mahal dan rasanya juara!

Serabi Notosuman

Alamat: Jl. Moh. Yamin no. 51, Surakarta
2 hari di solo

Oleh-oleh dari Solo? Pasti yang terlintas di benak kita pasti Serabi Notosuman. Awalnya saya kira Serabi Notosuman seperti Surabi Enhaii di Bandung. Ada tempat makanannya dan bisa memilih aneka macam kreasi surabi. Ternyata hanya toko biasa dan menjual surabi untuk dibawa pulang. Pilihannya hanya dua: surabi original dan surabi coklat. Selain surabi, tiap toko Surabi Notosuman juga menjual aneka makanan oleh-oleh lainnya. Serabi Notosuman ini juga bermacam nama dan cabang. Yang kami sambangi Serabi Notosuman Ny. Lidia. Sementara nama lain banyak cabangnya, untuk Ny. Lidia tidak ada cabang lain.

Sudah pasti, surabi solo rasanya endeus!

Kuliner Lainnya

Selain kuliner diatas, ada beberapa rekomendasi kuliner dari teman. Ada yang menyarankan Nasi Liwet sekitar Stadion Manahan, tetapi berhubung kami sudah makan nasi liwet kemarin malamnya, akhirnya kami mengurungkan diri. Ada juga Sate Kambing H. Bejo yang dekat rel kereta api. Kami sempat menyambanginya, sayang karena kepagian mereka belum siap. Nah, satu lagi yang legenda kata teman adalah Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan. Bukanya? Baru jam 2 DINI HARI sampai subuh hahaha. Karena kami sudah tidak bertenaga mengejar kuliner di jam-jam aneh dan kami pun tinggal di Yogya dengan aneka gudegnya, akhirnya kami mengurungkan diri dan memilih lain kali saja jika ke Solo lagi.
2 hari di solo
Gudeg Ceker Bu Kasno
Tapi jadi penasaran juga kan.

2 Hari di Solo: Tempat Kerumunan

Solo Paragon Mall

Alamat: Jl. Yosodipuro no. 133, Surakarta
2 hari di solo

Solo Paragon adalah salah satu mal terbesar di Kota Solo. Saya kesini menggunakan BST setelah dari Museum Pers karena hendak mencari makan siang buat Hasan, Panties Pizza idolanya Hasan kala di Kampung, haha. Posisinya juga cuma jarak berjalan kaki ke penginapan kami. Mal modern cukup besar dengan toko-toko yang cukup lengkap. Cocok dikunjungi untuk mencari makanan atau barang-barang kasual.
2 hari di solo
Calzone-nya Panties Pizza

Taman Balekambang

Alamat: Jl. Balekambang no.1, Surakarta
2 hari di solo

Sebelum sarapan, kami mengunjungi Taman Balekambang dahulu yang berlokasi di dekat Stadion Manahan. Pagarnya tidak terlihat menarik. Setelah masuk melewati pagar, ternyata taman ini sangat luas. Jauh lebih luas dibanding keliatannya dari luar. Kami mengarah ke kiri dahulu setelah melewati pagar.
2 hari di solo

Di sebelah kiri ternyata taman dengan jalan setapak dan banyak rusa-rusa berkeliaran. Ada rusa yang dibalik pagar, ada juga yang berkeliaran bebas. Rusa jantan yang ditandai dengan adanya tanduk tampak agresif. Saya khawatir dan bilang ke suami agar Hasan benar-benar diperhatikan. Takut diseruduk! Sementara rusa-rusa betina terlihat tenang, mereka lebih berhati-hati terhadap manusia karena menjaga anak-anaknya yang ikut berkeliaran.
2 hari di solo
2 hari di solo

Kami kembali ke gerbang masuk, kali ini kami mengambil arah kanan. Ternyata taman bagian sini sangat luas! Kami mengarah ke pedagang-pedagang yang sibuk membereskan lapaknya, tampaknya ada pasar malam sebelumnya. Kemudian sayup-sayup terdengar irama musik senam, ternyata sedang ada senam ibu-ibu dan gathering sesuatu. Di tengah taman ada air mancur yang dikelilingi pohon beringin besar sekali. Di sisi ujung ada semacam waduk. Ada beberapa orang yang tampak memancing. Gerombolan burung pun banyak terlihat. Hasan asyik mengejar mereka.
2 hari di solo
2 hari di solo
2 hari di solo

Ternyata Taman  Balekambang ini banyak diminati juga oleh warga Kota Solo untuk berekreasi dan bersantai!

Alun-Alun Kidul

Alamat: Pasar Kliwon, Surakarta
2 hari di solo

Untuk tata kota semacam Yogya dan Solo, ada dua jenis alun-alun. Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul. Alun-Alun Lor yang berada di sebelah utara keraton, sementara Alun-Alun Kidul yang berada di sebelah selatan. Sama seperti Yogya, Alun-Alun Kidul lah yang lebih ramai ketimbang Lor. Pasar malam adanya di Kidul. Sebagai anak alun-alun, maka tidak sah kalau Hasan tidak menyambangi alun-alun suatu kota di Jawa 😝. Ini adalah alun-alun ke-6 Hasan pada tahun 2018.

Seperti Yogya, saya tidak terlalu berharap banyak kalau Alun-Alun Solo akan seramai dan segegap gempita alun-alun Jombang. Maklum, baik Solo dan Yogya adalah kota besar yang sudah memiliki pusat perbelanjaan seperti mal. Siapa pula yang berminat untuk nongkrong di alun-alun? Bahkan, Alun-alun Klaten yang terletak diantara 2 kota besar (Solo dan Yogya) tetap tsepi. Mungkin muda-mudinya lebih tertarik untuk nongkrong di Solo atau Yogya ya.

Ternyata cukup lumayan, di alun-alun terdapat perosotan balon, odong-odong bahkan trampolin. Hasan juga sempat menyalurkan kesenangan bermain pasir disana. Tarif kota besar, sekali main 15 ribu. Kalau di Klaten bisa 10 ribu, bahkan di Jombang bisa 5 ribu saja!
2 hari di solo
2 hari di solo

Alhamdulillah, yang penting Hasan senang kan?

Tempat Lainnya

Taman Sriwedari sepertinya merupakan taman ikonik di Kota Solo. Padahal letaknya disamping Museum Danar Hadi persis, tapi saya juga bingung kenapa tidak mengunjunginya. Bagi yang senang berbelanja batik, tidak lain dan tidak bukan bisa menyambangi Pasar Klewer. Karena saya bisa membeli batik di Pasar Beringharjo Yogya, maka saya tidak mengunjungi pasar ini.
Pasar Klewer
2 hari di solo

Jangan khawatir walaupun hanya bisa menyambangi Kota Solo secara kilat. Banyak tempat wisata dan kuliner yang bisa dinikmati dan dicoba.

Selamat menikmati Kota Solo!