Langsung ke konten utama

Halo, Target Blogging 2019!

Tak terasa, kita sudah hampir sampai di penghujung tahun. Meskipun saya orangnya bukan tahunan yang sering memperhitungkan akhir atau awal tahun, rasa-rasanya akhir tahun ini banyak yang patut disyukuri. Ada keinginan yang sudah tercapai, ada yang sedang di jalan pencapaian dam ada juga kekecewaan.

Bagaimana soal urusan blogging?

Kilas Balik

Bagi saya yang blog nya sempat mati suri lama, tahun 2018 ini merupakan suatu momentum yang besar sekali untuk blog saya. Saya memiliki 3 blog. Pertama blog ini, kedua blog berbahasa Inggris, dan ketiga web untuk proyek carseat saya.

Tulisan pertama untuk tahun 2018 setelah tulisan terakhir di bulan Mei 2016 di blog saya yang ini ada di bulan Maret. Tercatat ada satu tulisan di bulan Maret karena saya iseng mengikuti tantangan artikel blog dari byputy dan mamamolilo. Pada bulan Mei tercatat ada 6 tulisan, kesemuanya tentang perjalanan ke Purwokerto karena sepulang saya dari sana bulan Januari, saya berkomitmen untuk mendokumentasikan semua perjalanan saya. Itu pun dari janji diselesaikan Februari malah baru dikejerkan bulan Mei. 

Semenjak Agustus, saya berkenalan dengan komunitas online 1m1c, atau 1 minggu 1 cerita. Menurut saya ini adalah komunitas blogging yang santai sekali, karena setelah bergabung kita harus menulis blog cukup seminggu sekali. Kita baru dikeluarkan dari grup WA apabila bolos tidak setor selama 6 minggu berturut-turut. Temanya pun seringnya bebas dengan frekuensi sesekali menggunakan tema yang ditentukan. Suatu komunitas blogging yang santai sekali bukan, mendorong kita untuk rutin menulis blog, meskipun untuk yang sibuk sekalipun.

Pada bulan November, saya mencoba mengikuti tantangan blogging tiap hari selama 30 hari berturut-turut menggunakan tema yang ditentukan yang diadakan oleh Blogger Perempuan. Maka, terhitung tantangan di mulai, saya rutin tiap hari menulis di blog ini, hanya 1 tulisan yang saya tulis di blog berbahasa Inggris saya. Sebenarnya saya pernah mengikuti tantangan blogging menulis tiap hari selama 99 hari dengan tema yang tidak ditentukan pada tahun 2016. Berbeda dengan tantangan tempo lalu, tantangan kali ini saya menulis lebih serius dan panjang karena ada ketentuan tiap tulisan minimal 300 kata. Tantangan tempo lalu banyak tulisan yang saya tulis dengan tulisan super singkat. Dan hari ini adalah hari terakhir. Saya bangga dengan diri saya karena dapat memenuhi tantangan meski bagaimana pun keadaannya. Sebagai contoh, seminggu terakhir ini saya tidak ada laptop untuk menulis. Platform blog saya adalah blogger, yang mana tidak memiliki aplikasi di gawai maupun tablet. Menulis melalui peramban gawai juga sulit setengah mati karena jika tulisan panjang tidak bisa digulir layarnya. Tetapi berbekal kengototan, menulis di peramban akhirnya tidak menjadi masalah meski memakan waktu lama dan kerap kali banyak salah tulis yang saya lakukan.

Pada akhir tahun ini saya juga mulai mencoba mengikuti kompetisi blog yang temanya menarik bagi saya. Saya yang idealis ini sebenarnya tidak menjadikan hadiah sebagai orientasi akhir, tapi saya lebih menekankan kepada bersenang-senang dan menulis dengan serius. Hadiah adalah dampak akhirnya. Karena itu, saya menulis apa yang ingin saya tulis. Saya menulis tulisan yang temanya menarik dan sesuai minat saya. Terhitung bulan ini, saya sudah mengikuti 3 lomba. Kompetisi pertama alhamdulillah termasuk tulisan yang terpilih. Tulisannya bisa dibaca disini. 2 kompetisi terakhir baru akan diumumkan di awal Januari. Saya merasa bersemangat mengerjakan karena saya menemukan kesenangan dalam menuliskannya.

Target 2019

Karena saya sedang dalam tahap menikmati, rasanya membuat target blogging 2019 tidak begitu sulit karena semangat blogging itu masih menyala. Target saya yang mengelola ketiga blog yang saya punya itu. Blog berbahasa Indonesia ini alhamdulillah sudah dijalankan, saatnya mengaktifkan kembali blog berbahasa Inggris dan tulisan proyek carseat. Jika dijabarkan, kira-kira begini target saya.

1. Membeli domain pada blog

Setelah rendahnya motivasi menyiapkan dana untuk membeli domain, akhirnya saya mendorong diri saya sendiri untuk membeli domain pada dua blog saya: blog berbahasa Indonesia dan proyek carseat saya. Saya benar-benar baru tahu kalau ternyata harga domain tidak semahal itu, hanya berkisar seratus ribuan per tahun-nya. Sebenarnya, dengan menginvestasikan sebuah hobi dengan uang, secara tidak langsung membuat diri kita serius dan memiliki komitmen untuk tidak menyia-nyiakan uang yang sudah dikeluarkan. Saya kira ini adalah sebuah langkah awal untuk mendukung keseriusan dan komitmen

2. Tetap rutin menulis di blog berbahasa Indonesia

Tentu saja, kenapa saya harus usai menulis saat tantangan selesai. Saya akan rutin menulis dan menyelesaikan semua konsep tulisan (draft) yang sudah tersimpan. Tiap saya melakukan perjalanan atau liburan, saya berniat untuk rutin menuliskannya, tidak menunda atau malas-malasan seperti dulu. Padahal sepanjang tahun 2018 ini saya banyak melancong ke luar kota, artinya banyak pengalaman yang bisa digubah menjadi tulisan. Selain itu, belakangan ini saya juga terobsesi untuk memperbaiki gaya berbahasa saya pada tulisan. Saya ingin menggunakan bahasa baku untuk kesemuanya dan mulai menghilangkan istilah-istilah bahasa Inggris. Saya sangat terinspirasi dengan kicauan uda Ivan Lanin soal mengapa harus berbahasa Inggris padahal di Indonesia sudah ada mulai ada padanannya. Rencana blogging saya untuk blog berbahasa Indonesia adalah minimal seminggu sekali.

3. Mulai rutin menulis di blog berbahasa Inggris

Karena saya mulai terobsesi dengan berbahasa yang baik, tidak dipungkiri saya pun ingin berbahasa Inggris yang baik pula pada tulisan. Dengan jauh bertambahnya buku bacaan yang saya baca tahun ini, tidak terkecuali buku berbahasa Inggris, saya semakin ingin meningkatkan kualitas bahasan tulisan saya. Karena bagi saya, logika bahasa penulisan Indonesia dan Inggris sangat berbeda. Lancar menulis bahasa Indonesia bukan berarti lancar menulis bahasa Inggris. Sebagai contoh, pada tantangan blogger perempuan kali ini saya menulis 1 tulisan di blog berbahasa Inggris. Bayangkan, tulisan terakhir saya ada di Mei 2016! Padahal tulisan dengan topik ringan, tetapi sulit sekali saya menulis. Seperti tidak lancar di pikiran dan di ujung jari-jemari saya. Rasanya berbeda sekali dengan berbicara. Lama tidak berbicara Inggris, saya masih bisa dipuji oleh native yang berasal dari Amerika, Inggris dan Australia (ehem) meski rasanya banyak kosakata yang hilang. Sementara lama tidak menulis, membuat bagian otak saya gelap. Hal ini memperkuat keinginan saya untuk rutin menulis blog berbahasa Inggris dengan frekuensi minimal sebulan dua kali. Demi menghasilkan tulisan berkualitas.

4. Rutin mengurus proyek situs tulisan mengenai carseat dan keselamatan anak

Ini juga menjadi pekerjaan rumah terbesar saya. Tulisan saya disana hanya ada 2 ulasan terbit dan 1 draft mengenai ulasan carseat. Tampilan situs juga masih acak-acakan. Saya akan memulai dengan membeli domain sebagai awal ikatan komitmen saya. Selain itu, seorang rekan dari komunitas mengajak saya bekerja sama untuk membuat konten. Meski ia setuju untuk bayar setengah-nya, bagi saya setengah bagian totalnya tetap merupakan uang yang lumayan besar. Tapi tidak mengapa, artinya dengan mengeluarkan uang sebesar itu ditambah saya jadi "terpaksa" membuat konten, terbuka peluang untuk rutin menulis berdasarkan ajakan dari rekan saya itu. Hal ini cukup membuat saya bersemangat. Bersemangat akan menyambut peluang yang akan datang.

5. Tetap mengikuti kompetisi blog yang menarik

Yang membuat saya kehilangan setelah saya berhenti bekerja adalah adrenalin. Adrenalin saya bekerja dengan mengikuti kompetisi blog. Saat menyusun jadwal penulisan karena dikejar tenggat waktu, saat menulisnya dan saat menunggu pengumuman. Menyenangkan sekali rasanya. Adrenalin membuat saya bahagia untuk menunaikan tugas sehari-hari saya dirumah.

Dari semua target blogging yang saya buat ini, ada satu hal yang harus saya sadari. Batas toleransi harus dibuat karena Insya Allah di kuartal awal tahun 2019 saya akan melahirkan anak kedua saya. Artinya saya akan bertambah sibuk dan tidak akan memiliki waktu menulis sebanyak sekarang.

Semoga tahun 2019 bisa berjalan sesuai rencana dan lancar-lancar saja ya! 😊

Komentar

  1. aamiin... selamat ya sudah menaklukkan tantangan menulis 30 hari :)

    BalasHapus
  2. mudah2an semua targetnya terealisasi di tahun 2019 :)

    Selamat sudah sukses menuntaskan 30 hari ngeblog nonstop

    BalasHapus
  3. Saya sempat kehilangan senangnya ikut kompetisi. Dan sama sepertimu, akan memulai kembali. Yuk ah semangat!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …