Langsung ke konten utama

5 Situs Populer Di Gawai Saya

Belakangan ini, rasanya saya jarang membuka komputer hanya untuk keperluan berselancar saja. Biasanya hanya berputar pada penulisan blog, nonton serial tv, game dan mengunduh. Membuka browser di gawai juga termasuk jarang karena kebanyakan situs yang sering saya buka sudah memiliki aplikasinya. Tampilannya lebih sederhana dan penggunaannya lebih gampang. Karena sedikit bingung, jadi ayaa coba buka browser gawai saya dan muncul 5 besar situs yang paling saya buka. Wah ternyafa variatif sekali ya!


1. Google


Because who doesn’t? Google merupakan mesin pencari yang paling populer. Terlebih, platform Android juga diusung oleh Google yang otomatis segala aplikasi dan web nya akan langsung membuka Google. Sedikit-sedikit ada info yang mau dicari, kita buka Google. Mencari resep masakan? Buka Google. Tidak dipungkiri, kehadiran Google tidak lepas dari kehidupan kita dan orang-orang banyak tergantung pada Google. Karena Google, kita bisa mencari tahu. Apapun.

2. Blogger


Biasanya saya menulis blog ya di laptop karena jelas lebih cepat dan lebih mudah operasinya. Namun tidak bisa dipungkiri kalau terkadang saya mendapat ide disaat tidak di depan laptop. Dibandingg menunggu sampai berada di depan laptop dan ide tersebut menguap begitu saja, saya memutuskan untuk langsung menorehkannya di blogger meski harus dibuka melalui browser gawai. Sebenarnya, blogger di browser baik gawai maupun tablet benar-benar sampah. Kalau tulisan panjang tidak bisa digulir. Pokoknya benar-benar tidak nyaman. Tetapi ini pilihan yang lebih baik ketimbang menorehkan tulisan di aplikasi catatan gawai. Saya pernah melakukannya dan saat memindahkannya ke blogger format tulisannya langsung berubah. Mau diubah sesuai setelah biasanya juga sulit. Semingguan terakhir ini juga laptop saya sedang dipinjam, jadi menulis menggunakan blogger browser adalah satu-satunya cara untuk menambah tulisan blog. Tidak usah manja, pergunakan saja apa yang tersedia.

3. Plurk


Adakah yang mengenal sosial media ini? Atau terlebih, adakah yang masih menggunakannya? Plurk adalah salah satu sosial media terlama yang masih saya gunakan disaat sosial media lain timbul tenggelam sampai menemukan ajalnya. Saya berkenalan dengan plurk di awal masa kuliah, yakni sekitar tahun 2007. Facebook masih baru muncul. Sempat agak merasa bosan, saya pun pindah ke twitter. Kemudian merambah ke path. Pada akhirnya path saya hapus dan twitter sangat jarang dibuka. Saya pun kembali ke Plurk. Hebatnya, ternyata masih banyak masyarakat Plurk di zaman awal saya mengenal plurk masih ada. Ternyata plurk membuat segmen sendiri. Yang saya sukai di plurk adalah saya bebas misuh-misuh atau menulis pernyataan random tanpa harus dibuli semacam di twitter. Perlu diketahui, dibanding semua sosial media, Plurk termasuk yang terakhir memiliki aplikasi. Dimulai dari third party, akses plurk via messenger sampai akhirnya memiliki aplikasi sendiri. Saya sendiri entah kenapa pada akhirnya tidak menginstal aplikasi dan lebih memilih membuka melalui browser.

4. HSI Abdullah Roy


Mungkin banyak yang tidak tahu ini apa. Jadi HSI Abdullah Roy ini merupakan semacam kuliah online via Whatsapp yang isi ceramahnya bersifat tematik. Mulai dari tauhid dasar sampai fikih. Kajian yang berdurasi sekitar 5 menit tiap Senin sampai Jumat diunduh di grup WA untuk kemudian ada soal evaluasi harian berjumlah 1 soal. Tiap akhir pekan ada evaluasi pekanan dengan jumlah 5 soal. Setiap 1 bulan ada evaluasi akhir yang materinya mencakup semua materi dalam sebulan dengan jumlah 25 soal. Karena sifatnya harian jadi pasti tiap hari saya membuka situs HSI untuk mengerjakan ujian baik pekanan, mingguan dan akhir. Tak heran situs HSI muncul sebagai 5 besar situs yang paling saya sering buka melalui gawai.

5. Flip 


Ini adalah aplikasi dan situs revolusiuner menurut saya. Bayangkan, mentransfer sejumlah uang yang berbeda bank bisa menghabiskan 6.500 rupiah dengan cara konvensional, melalui flip biaya transfernya gratis. Paling hanya menambahkan 3 angka saja untuk identitas, jadi tidak akan lebih dari seribu rupiah. Pada akhirnya, jika semua lebihan transfer ini sudah memiliki jumlah 10 ribu, kita bisa mentransfer kembali ke rekening kita. Benar-benar tidak dikenakan biaya bukan? Rekening Bank yang bisa dilakukan transfer gratis juga bervariasi: BCA, BNI, Mandiri, BSM, CIMB Niaga, BRI, dan yang terbaru BTPN. Kesemuanya merupakan rekening bank yang mayoritas digunakan oleh orang Indonesia. Flip sebenarnya memiliki aplikasi tetapi hanya ada di Android. Untuk iOS akhirnya ada tetapi belum resmi dan masih beta. Makanya membuka melalui browser merupakan satu-satunya pilihan.

Komentar

  1. Balasan
    1. Iyaaaa hehe. Berfaedah ya. Ringan dan bentar jadi semua pasti bisa ☺️

      Hapus
  2. Flip emang ngebantu banget kalo transfer2 antar bank :D bisa hemat biaya admin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …