Langsung ke konten utama

5 Marketplace Favorit

Di tengah era kemajuan digital ini, semua jadi keliatan lebih mudah. Bersosialisasi, mencari info bahkan sampai berbelanja. Untuk Ibu-ibu yang malas meniggalkan rumah karena terlalu banyak yang dipikirkan, adanya situs dan tempat belanja online sangatlah solutif. Sekarang, sudah beraneka ragam marketplace yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan kemudahan berbelanja. Rata-rata sudah memiliki basis aplikasi baik di Android maupun iOS. Apa saja marketplace favorit saya?

1. Shopee


Dijamin, Shopee merupakan marketplace favorit mayoritas seseantero ibu-ibu di Indonesia karena menawarkan fitur bebas biaya ongkos kirim untuk ketentuan yang sudah ditetapkan. Meskipun sebenarnya biaya ongkos kirim paket di Indonesia tergolong murah jika dibandingkan dengan di luar negeri. Membayar 9 ribu rupiah untuk pengiriman sesama jabodetabek masih dirasa mahal. Apalagi jika banyak berbelanja online, mau kena berapa hanya untuk membayar biaya ongkos kirim? Teman yang berjualan rata-rata memiliki akun shopee atas dasar tuntutan ibu-ibu yang lain.

2. Tokopedia


Marketplace favorit kedua orang-orang. Rata-rata teman yang berjualan biasanya punya Shopee dan Tokopedia. Salah satu atau keduanya. Berbeda dengan Shopee yang marketplace multi negara, Tokopedia adalah marketplace lokal yang paling awal untuk third party marketplace. Kehadirannya yang diawal mungki menjadi satu alasan kenapa pelanggan Tokopedia termasuk yang paling banyak. Bagi saya sih Tokopedia seperti marketplace lainnya. Tidak begitu berkesan. Oh ya, Tokopedia ini termasuk sulit menghubungi Customer Service-nya

3. Carousell


Pendatang, tapi termasuk favorit saya untuk urusan marketplace barang-barang bekas. Entah kenapa berkali-kali saya beli barang preloved disini, berkali-kali pula saya menemukan barang bekas dengan kualitas bagus tetapi harga sangat miring. Teman saya juga memiliki rejeki yang sama dari carousel, membeli baby gear preloved dengan kondisi baik. Sebagai penjual, saya juga kerap kali mendapat rezeki terjual disini, padahal di marketplace lain tidak laku-laku. Sebagai contoh, saya pernah menjual barang preloved berupa Tas Tumi dan sepatu Tods yang termasuk merk preium dan memiliki harga mahal. Ternyata banyak yang menawar dan tawaran pertama datang tak lama setelah saya unggah. Luar biasa!

4. Bukalapak


Alasan utama saya berbelanja dan berjualan disini karena banyak teman sealmamater saya, terutama jurusan informatika adalah pegawai Bukalapak. Mulai dari level hampir paling tinggi hingga menengah. Saya jadi merasa aman tiap melakukan transaksi disini karena jika ada keluhan bisa dengan cepat dilaporkan ke salah satu teman. Salah satu yang saya salut di Bukalapak adalah adanya pilihan transfer ke rekening Bank Syariah Mandiri! Saya rasa Bukalapak adalah marketplace satu-satunya yang mencantumkan rekening BSM

5. Instagram


Meskipun fungsi utama Instagram bukanlah Marketplace, tidak bisa disangkal, kehadiran Instagram benar-benar mayor untuk menunjukkan kualitas barang jualan. Instagram juga memiliki fitur promote yang membuat iklan produk muncul pada feed pengguna-pengguna acak. Biasanya saya menemukan online shop Instagram via rekomendasi feed saya dan akun promosi. Saya tidak menjadikan Instagram sebagai pencari utama barang jualan karena pencarian barang melalui hashtag sangat tidak enak dan tidak fleksibel. Sebagai contoh, kita ingin mencari termos anak, harus mencari pake hashtag apa? #termosanak #termosanaklucu #jualtermos, #jusltermosanak, atau #jualtermosnakalucu? Yang mana harus digunakan? Karena kan tidak semua penjual menggunakan kesemuanya atau salah satu dari hashtag tersebut.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Momen Traumatis Terhadap Gula

Saya: Semenjak pulang dari Pemalang, aku merasa traumatis banget buat konsumsi gula. Biasanya relatif gampang beli minuman manis. Chatime aja tinggal ngesot juga jadi. Ini tiap tiba-tiba kerasa pengen minum minuman manis, benar-benar bergulat dalam pikiran beli atau engga, yang 98% berujung dengan ga beli. Ternyata gula sejahat itu ya?Suami: Loh, baru sadar?
Apakah yang terjadi di Pemalang? Kenapa saya sampai segitu traumatisnya dalam mengkonsumsi gula? Perkara berat, atau?

Gula dan Saya Dari dulu saya merasa diri saya adalah sweet-tongue. Saya suka makanan manis, meski saya tidak rutin mengkonsumsinya. Saya bukanlah orang yang rutin mencari makanan manis secara harian. Kalau pun mencicipi makanan manis, saya tidak bisa banyak-banyak. Tapi, sekalinya makan atau minum yang manis, harus manis banget. Sejatinya saya suka membuat kue dan minuman manis. Tapi bertahun-tahun saya tidak membuatnya dengan alasan tidak ada massa yang menghabiskannya. Anak saya tidak suka ngemil. Saya pun tidak …