Langsung ke konten utama

Wisata Alam Purwokerto dan Sekitarnya


Kota Purwokerto terletak di Kaki Gunung Slamet. Memiliki wisata alamnya yang sudah tersohor sejak dulu, yaitu Baturaden. Selain Lokawisata Baturaden, disekelilingnya terdapat banyak air mancur dengan pemandangan yang elok. Turun sedikit ke kota, terdapat wisata alam yang cukup baru, Small World yang memiliki pemandangan lembah nan indah.

1. Lokawisata Baturaden



Lokawisata Baturaden, merupakan salah satu tempat yang paling populer dari sekian tempat wisata di area Baturaden. Baturaden sendiri berada di kaki Gunung Slamet, sebelah utara Kota Purwokerto, hanya naik mobil sebentar, seperti dari Bandung ke Dago. Sama-sama menawarkan pemandangan  spektakuler dari atas juga. Lokawisata ini menawarkan komplek wisata yang terdiri dari bermacam-macam suguhan keriaan yang memanfaatkan alam. Ada jalur jogging/jalan kaki. flying fox, sepeda akrobatik, bahkan kolam renang air hangat.

Kita harus mendaki anak tangga yang jumlahnya cukup banyak sebelum sampai di gerbang. Sedikit berjalan di jalur jalan kaki, kemudian,,

JRENGGGGGGG....


Kita disuguhkan dengan pemandangan lembah yang luar biasa indah. Diiringi dengan hawa sejuk serta angin semilir diikuti dengan mata yang dimanjakan dengan pemandangan cantik. Jika terus melanjutkan perjalanan, kita akan menyeberangi jembatan bertuliskan "BATURADEN INDAH" yang menghubungkan 2 lembah dan menyebrangi ngarai berbatu. Kemudian anak tangga menurun dan kita akan menemukan hamparan padang rumput yang luas. Banyak masyarakat yang asyik berpiknik ria disana, didukung dengan banyaknya aneka penjaja makanan. Dengan banyaknya dataran-dataran rendah menonjol, kita bisa mengarungi sungai perlahan sambil merasakan aliran air di kaki.


Ada satu hal yang patut diberi apresiasi besar. Lokawisata ini kelewatan bersihnya! Hampir tidak terlihat sama sekali sampah. Padahal didalamnya banyak terdapat penjaja makanan. Saya sering melihat, tong sampah dimana-mana dan para penjaja tersebut frekuentif mengumpulkan sampah mereka. Salut dengan pemda setempat, penjaja makanan, dan masyarakat yang turut andil dalam menciptakan kebersihan dan keasrian lingkungan. Dengan banyaknya penjaja makanan, tikar dikembangkan, mainan-mainan anak dijajakan, Lokawisata Baturaden ini sangat cocok dijadikan wisata keluarga sambil bersantai.


Agak berada diluar taman, tepatnya dibagian depan, terdapat pesawat (asli) salah satu maskapai jaman dulu yang dialihfungsikan sebagai mini-teater. Didalamnya masih lengkap kursi-kursi pesawat dengan nuansa 80-an, AC split (😂), dan layar proyektor. Kita akan disuguhkan video singkat (boleh milih judul) tentang sejarah Baturaden, tempat wisata Indonesia, dan lain-lain.


Kira-kira berapa tiket masuk yang ditawarkan?
Hanya 14 ribu per-orang. Luar biasa!

2. Small World



Sedikit turun kebawah dari Lokawisata Baturaden, kita dapat menemukan Taman Small World, tepatnya di pinggir Jalan Baturaden Raya Barat. Small World ini dibagi menjadi 2 wilayah: Small World yang berupa miniatur gedung ikonik di dunia dan Small Garden (tampaknya baru dibangun tidak lama ini). Kami masuk dari pintu yang menuju Small Garden. Kesan pertama setelah ada di dalamnya, Masya Allah bagus sekali! 😭 Padahal cuaca sedang gerimis mendung. Jadi lokasi Small Garden/Small World ini juga sama-sama berlatarkan lembah kaki Gunung Slamet. Tidak terbayang sama sekali, pasti jauh lebih indah jika cuaca cerah terang benderang. Taman bunga tertata sangat baik mesti tidak begitu besar. Kalau tidak salah lihat ini bunga hidup semua. Selain itu juga ada mini playground, gazebo mini dan instalasi becak yang menarik pengunjung.


Small World dan Small Garden dihubungkan denga jembatan kecil. Sama-sama taman tapi dengan miniatur gedung terkenal di dunia. Tersusun rapi, banyak juga bunga "tidak hidup" untuk kepentingan dekorasi.


Tiket masuk hanya 20 ribu rupiah per-orang. Cukuplah untuk menghibur masyarakat Purwokerto. 😃

3. Pancuran Mas Purbasari



Taman Wisata keluarga and its finest!

Sebenarnya lokasinya bukan di Purwokerto, lebih tepatnya ada di Purbalingga,, coret. Yak, Pancuran Mas Purbasari terletak diantara Kota Purwakarta dan Purbalingga. Taman wisata ini tergolong lengkap untuk ukuran daerah. Didalamnya ada mini seaworld, mini zoo dan mini park.


Atraksi pertama dimulai dengan koleksi ikan. Tidak terlalu banyak tetapi lumayan lengkap. Koleksi lele yang bahkan tidak saya lihat di Seaworld hingga ikan Arapaima dan Piranha yang hidup di Amazon. Ada juga aquarium tunnel semacam di Seaworld, tapi versi sederhananya. Kemudian kita akan disuguhi dengan kandang aneka ayam dan burung. Aneka ragam burung elang, burung hantu sampai aneka burung hias disuguhkan dalam bentuk dome. Aneka rusa sampai rusa tanduk totol yang merupakan hibah dari Kebun Binatang Gembira Loka juga ada.


Ada juga taman bermain anak yang terdiri dari perosotan berbentuk lucu-lucu. Banyak sekali taman dan ruang hijau yang merupakan favorit keluar untuk bersantai dan berpiknik. Terdapat juga danau buatan kecil yang ditengahnya terdapat burung cenderawasih beserta papan peringatan agar pengunjung tidak berada dalam jarak dekat. Kita juga bisa menyewa perahu air dan kapal naga (kapal boat besar isi ramai) loh!



Taman yang komplit dan luas. Kita hanya dikenakan tiket masuk 18 ribu per-orang saja! Untuk menyewa kapal air hanya 10 ribu dan naik kapal naga hanya 3 ribu per-orang. Sungguh harga murah yang sangat tidak sebanding dengan kelengkapan dan kebersihan taman wisata. Inilah kenapa saya selalu suka tempat hiburan daerah. 😃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …