Langsung ke konten utama

Pusat Perbelanjaan Purwokerto



Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.


1. Rita Supermall & Group




Awalnya saya mengira Rita itu adalah supermarket asal Tegal karena saya kerap kali melihat Rita tiap pulang ke Tegal saat lebaran beberapa tahun lalu. Ternyata yang punya Rita adalah pengusaha asal Purwokerto, pantas saja saya melihat berbagai macam Rita disini. Dari yang berkonsep mall, semi mall (supermarket plus restoran partner) maupun yang murni supermarket Rita berlokasi di persis pinggir jalan.

Rita Supermall, berlokasi di Jalan Sudirman yang merupakan Jalan utama adalah mall baru yang diresmikan pada akhir Desember 2016. Berhubung ini (hampir) satu-satunya mall di Purwokerto, setiap akhir pekan dan tanggal merah ramai bukan main. Saya pernah sekali datang kesini di hari Minggu sekitar jam 2-3 sore, tidak dapat parkiran dan jalan menuju masuk parkiran sudah diberikan plang. Sejujurnya saya tidak menyangka karena biasanya saya kesini di hari biasa sebelum jam makan siang, selalu sepi. Sangat sepi. Sampai-sampai saya mengira ini mall tidak laku. Tenant yang ada disini lumayan bervariasi, tetapi tetap saja masih kalah jauh dengan mall di Jakarta atau kota besar di Indonesia lainnya. Jadi, stop membandingkan mall daerah dengan mall kota besar. Isinya ini seperti campuran dengan lantai atas dan lantai bawa Plaza Semanggi. Jadi Tennant franchise semacam Breadtalk, Jco dll beradu dengan tennant lokal.

Rita Supermall memiliki foodcourt dilantai paling atas. Yang menarik, selain interior tempat makan apik tenan, kita juga akan disuguhi dengan pemandangan indah berupa sawah tampak atas. Jadi ternyata Rita Supermall ini depan alun-alun, belakang hamparan sawah.



Tampaknya Rita group ini tidak sekedar supermarket, mereka punya jenis lain seperti Rita bakery (kue), Bunto Chicken (fastfood, mungkin). Di sepanjang Jalan Sudirman ternyata ada 2 Rita yang lain. Satu Rita supermarket yang hampir persis berseberangan dengan RSM, kedua Rita Pasaraya yang dalam satu gedung terdapat gerai lain seperti Bunto bahkan Timezone (ngaku, orang kota pasti familiar dengan ini kan? :D). Posisinya persis didepan Moro Mall.

2. Moro Mall




Moro Mall terletak persis di belakang Rita Pasaraya, tapi tidak ada jembatan atau jalan khusus yang menghubungkan keduanya. Bentuk fisiknya cukup besar, parkiran sangat banyak karena terdiri dari 2-3 lantai parkiran. Moro Mall merupakan mall-nya Moro Department Store. Konsepnya sama seperti RSM, lantai 1 isinya supermarket, lantai dua dan tiga fashion dan perlengkapan lainnya. Moro Department Store ini luas sekali, melayani grosir dan ritel, tetapi bentuknya tidak se-sleek Rita. Kalo saya bandingkan dengan Jakarta, Rita yang di RSM kelasnya seperti Carrefour, Moro seperti Lotte grosir rasa Indomaret. Kayaknya juga harga di Moro ini juga lebih murah dibanding Rita. Di lantai 3 ada Funworld. Funworldnya besar dan penataannya sangat cantik. Dekorasinya imajinatif. Selain mainan arcade juga ada mainan semacam kereta-keretaan dan ontang anting. Saya tebak kalau akhir pekan pasti disini sangat ramai. Di lantai paling atas juga ada food court. Sepertinya sebelum ada RSM, pusat keriaan modern berada disini, namun pasca diresmikan RSM, praktis pindah kesana. Ini saya simpulkan pribadi melihat bentuk fisik Moro Mall yang besar tapi berakhir dengan sedikit tidak terawat. Mungkin juga karena saat saya datang pagi hari kerja. Saat akhir pekan saya lewat sana ternyata cukup ramai juga, banyak mobil yang mengantri masuk karcis dan sudah terlihat rentetan mobil berjejak di parkiran.

Funworld Moro Mall


3. Cherry Fresh Fruit Market




Cherry Market terletak di jalan Jendral Sudirman juga tetapi area Berkoh. Dari awal kedatangan saya ke Purwokerto saya sudah penasaran untuk mengunjungi supermarket ini, karena sudah dari hari pertama tiap saya keluar dari tempat tinggal pasti melewati Cherry ini 😁.

Mereka mengklaim kalau mereka khusus toko buah, artinya toko buah premium. Kalo di Jakarta mungkin seperti Total buah. Menjual juga produk-produk makanan imporyang tersusun cukup rapi. Cherry Market ini juga tidak luas. Luasnya sendiri mungkin hanya sebesar Indomaret cabang besar di Jakarta. Di supermarket-nya juga tersedia area semacam cafe. Isinya menjual aneka jus buah, frozen yoghurt sampai konter parsel buah. Saya cuma pernah mencoba black frozen yoghurt-nya saja. Harganya ga murah-murah amat, 1 cup tanpa topping 15 ribu kalau tidak salah.

Sang pengusaha ternyata tidak mengandalkan supemarket saja. Di satu area tidak hanya Cherry supermarket, tetapi juga rental mobil dan cuci mobil semi otomatis. Tampaknya kesemuanya dimiliki oleh pengusaha yang sama.

4. Berkah Jaya




Berkah Jaya adalah salah satu alternatif tempat berbelanja bagi masyarakat Purwokerto yang tinggal di bagian selatan kota. Tidak ingin rame dan cukup besar, maka Berkah Jaya lah jawabannya. Terletak persis di seberang taman kota terbesar di Purwokerto, Taman Kota Andhang Pangrenan. Saya sendiri belum pernah masuk ke department store ini.

5. Intan Department Store


Banyak yang mengklaim kalau belanja di Intan bisa mendapatkan barang yang ga jual dimanapun seseantero Purwokerto. Barang yang dijual banyak yang unik. Terletak hanya sekitar 300 meter disamping Rita Super Mall. Saya juga belum pernah mengunjungi supermarket ini.

6. Pasar Tradisional




Pasar Mersi merupakan pasar terdekat dari kosan saya. Pasarnya cenderung pasar komplek. Tidak begitu besar namun cukup lengkap untuk mencari bahan makanan sehari-hari. Layaknya pasar pada umumnya, dijual juga berbagai jajanan dan cemilan pagi. Namun entah kenapa saya tidak melihat pedagang daging dan ikan, hanya banyak yang jual ayam, padahal selama saya di Purwokerto saya kesulitan mencari ikan laut segar. Saya berharap dijual di pasar, ternyata di Pasar Mersi pun saya tidak menemukannya.

Ternyata benar, kalau hendak mencari ikan di kota yang tidak berbataskan dengan garis pantai, pasar induk lah jawabannya.  Pasar Wage adalah salah satu pasar induk terkenal di Purwokerto. Letaknya saja persis di sebelah jalan pusat kota, Jalan Jend. Sudirman. Layaknya pasar induk pada umunya, Pasar Mersi sangat besar. Sangat luas. Sangat beraneka ragam. Saya sendiri disana bakal tersesat ga bisa keluar kalau ga berbekal google map. Cuma mau ke bagian ikan segar saja saya sampai bertanya ke tiga penjual dulu. Ternyata wuih,, yang jual ikan segar banyak, ikan laut maupun ikan tawar. Pasar induk memang bagaikan toserba dengan ribuan kepala pencari nafkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …