Langsung ke konten utama

The Key as a Lucider Dream

Lucid dream: any dream during which the dreamer is aware that they are dreaming. During lucid dreaming, the dreamer may allegedly be able to exert some degree of control over the dream characters, narrative, and environment. - Wikipedia.com




Juli tahun lalu, sebuah rasa tersirat amat bahagia saat melihat wajah sang buah hati yang sedang tidur di ranjang. Usianya sekitar 3 atau 4 bulan. Kemudian secara acak, pikiran terlayang pada saat momen-momen melahirkan Hasan. Tetapi mengapa, mengapa saya tidak ingat sama sekali rasanya melahirkan. Apa itu melahirkan. Bagaimana rasanya. Berapa lama masa persalinan.

Hasan lahir tanggal 19 Agustus 2015.

Sontak pada saat itu saya tersadar. Ini hanya mimpi. Rasanya seperti saat sedang main game, saya sadar itu bukan nyata, tetapi saya ikuti saja bagaimana alurnya.

Tidak lama kemudian saya terbangun. Menginat-ingat, rasanya sudah kali kedua atau ketiga bermimpi melihat sosok Hasan padahal ia lahir pun belum. Mengetahui sesuatu yang janggal dan tidak logis saat bermimi adalah salah satu kunci melakukan lucid dreaming. Disaat kita mengetahui kesalahan, saat itulah kita "aware" akan sebuah kefiksian yang sedang kita jalani. Dengan kekuatan pikiran, kita bisa mengendalikan mimpi tersebut ke arah yang kita ingini dalam beberapa lapisam derajat. Tergantung waktu dan kemampuan kita.



Tidak dinyana, ternyata melakukan lucid dream  memiliki beberapa keuntungan. Some might be relevant and some are not. Particular for me.

  1. Solving problemsUmm.. Not actually. Kabur dari masalah kayaknya iya, karena menyelesaikan masalah menggunakan cara yang diinginkan hanya di mimpi, bukan kenyataan.
  2. Unleashing your creativity. Might be possible. Sadar akannya mimpi membuat kita dapat berkreatifitas sebebasnya di dunia fiksi dan khayal melalui tenaga pikiran kita.
  3. Stopping a recurring nigtmare. Kayaknya kalau saya tidak ada hubungannya deh.
  4. Healing the body. Malah kayaknya di satu dan lain hal lucid dreaming adanya malah bikin makin capek deh.
  5. Focusing on a specific issue. Ini benar banget. Kalau kita menginginkan mimpi sesuatu, caranya fokus pada hal tersebut saat hendak tidur. Itulah makanya para lucid dreamer bisa bersambung mimpinya layaknya serial televisi.
  6. Enjoying fantasy and adventure. This is what I'm enjoying the most. Mimpi jadi berasa main game RPG. Hanya kita yang menjadi peran utama. Jika gagal bisa restart sesuka hati kita.
  7. Finding inner peace. Tidak juga ah


Jadi itu adalah beberapa keuntungan melakukan lucid dreaming. Jadi bagaimana, tertarik melakukannya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …