Langsung ke konten utama

Kurang 600 Rupiah

Saya punya kebiasaan hanya mengambil uang alakadarnya dari ATM. Kalau tidak ada keperluan membutuhkan uang bernominal besar. Saya kerap kali hanya akan mengambil seratus hingga dua ratus ribu rupiah saja. Alasan saya hanya mengambil uang pas-pasan saja lebih karena saya tidak ingin uang di dompet saya mengalir begitu saja bagaikan ban keran bocor. Tidak cuma mengambil uang pas-pasan, terkadang jika di dompet hanya ada uang kurang dari lima ribu rupiah, saya malas untuk mengambil lagi dengan asumsi kalau ada apa-apa saya masih ada uang (seadanya).




Malam ini, sehabis saya pulang dari rumah ortu, saya berniat mampir ke Indomaret untuk membeli lampu kamar mandi sebesar 5W setelah sebelumnya tertunda terus. Saya ingat di dompet saya sudah (hampir) kosong sama sekali karena harus membayar suatu keperluan. Sebelumnya, saya iseng meng-googling berapa harga lampu tersebut dan secara sekilas saya membaca bahwa harganya hanya sekitar delapan belas ribu rupiah, Karena itu saya hanya mengais receh di mobil sebesar dua puluh ribu rupiah.

Saat saya berada di Indomaret, saya kaget ternyata harga lampunya adalah TIGA PULUH DUA RIBU SEMBILAN RATUS RUPIAH. Hati saya masygul, sangsi kalau seluruh uang di dompet saya mencukupi. Saya keluarkan dua puluh ribu rupiah yang saya ambil di mobil. Kemudian semua uang kertas di dompet, yakni lima lembar uang dua ribu rupiah.

Rp 20,000
Rp 10,000
------------- +
Rp 30,000

Oh masih ada uang receh, saya keluarkan dan hitung receh demi receh. Karena tiap receh sangat berharga. Lima ratus, seribu, seribu lima ratus. Sisanya adalah uang receh seratus dan dua ratus ribu rupiah yang hanya berjumlah delapan ratus rupiah saja.

Rp 30,000
Rp   1,500
Rp      800
------------- +
Rp 32,300

KURANG ENAM RATUS RUPIAH!!! ARGGGGGHHH...

Kemudian saya bertanya ke kasir, apakah bisa membayar memakai TCASH. Katanya bisa, tetapi karena mereka tidak memiliki mesinnya, jadi harus memakai token. Loh maksudnya token gimana?

Okey,
jadi kita megakses *800#. Kemudian mengakses menu token untuk kemudian dikirimkan sms oleh telkomsel agar kita memasukkan nomor kesekian dan kesekian dari pin kita. Setelah itu kembali di sms oleh Telkomsel nomor token yang untuk kemudian dimasukkan ke dalam sistem indomaret oleh kasir. Saya cek saldo TCash, Rp 29.900.

Astaga, masih kurang juga saldonya. Kurang tiga ribu rupiah. Apa boleh buat saya tidak ada pilihan, saya gunakan menu mandiri mobile banking untuk isi saldo TCash. Saya mengisi lima puluh ribu rupiah. Dan ternyata,

Saldo tidak mencukupi.

Gini-gini amat ya nasib saya T.T. Akhirnya saya top up  dua puluh ribu saja. Alhamdulillah saldo masih cukup. Kemudian setelah melakukan instruksi token, akhirnya selesai juga transaksi. Makan waktu lama banget. Untuk tidak ada orang yang mengantri :|.

Yah, mungkin irit-irit ambil uang di ATM bisa membuat berhemat dan mengerem keinginan untuk jajan. Tapi jangan sering-sering lah. Nanti giliran perlu uang malah apes karena miskin uang di dompet xD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!

Holycow Steak: Cara menjadi Karnivora

Jarang-jarang saya ke daerah Bintaro, atau Tangerang Selatan dan sekitarnya. Jangankan ke daerah sana, ke daerah perkotaan Jakarta saja saya malas. Punya rumah di pinggiran, Cibubur dan lagi saya pun beraktifitas pada weekday bukan di Kota Jakarta, yang mana Alhamdulillah :D.
Jadi sekalinya ke daerah Bintaro, ya tadi dalam rangka mencari pengajian karena pengajian rutin biasa sedang libur. Bintaro bagi saya daerah suburban. Pemukiman. Kebiasaan saya memang senang melihat sekitar sampai akhirnya saya melihat plang restoran Holycow tepat di pinggir jalan Bintaro sektor 5. Berhubung saya sering melihat tweet ataupun instagram teman saya, Echa berkoar-koar tentang Holycow, spontan saya langsung menjadikan tempat itu untuk anceran makan siang. Buat kalian-kalian yang serta merta penggemar kuliner Jakarta, Bandung dan sekitarnya, segera follow twitter dan instagramnya. Reviewan objektif serta jitu yang akan kalian dapatkan serta kepuasan. *punten, I take the credit for you Cha, haha.
Saya …

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.