Langsung ke konten utama

Story of Hasan: Hasan yang Ramah

Hasan yang ramah. Hasan yang menyenangkan. Senang bertemu dengan Hasan :) - Hanif Nugraha
Hasan Khalid Reksoprodjo, 7 bulan, adalah salah satu bayi paling ramah yang pernah saya temui. Kenal atau tidak, pernah bertemu atau baru, Hasan tak sungkan-sungkan menebar senyum dan tawa pada 90% dari orang yang ditemuinya. Sejauh ini hanya ada dua alasan jika Hasan  dan pelit senyum tawa. Yaitu pada saat mood jelek dan kurang tidur. Jadi maaf-maaf saja ya kalau bertemu Hasan di waktu Hasan seperti itu, alih-alih diberi senyum Hasan akan memberikan raut muka senggol bacok xD.




Kalau dengan keluarga mungkin tidak heran Hasan memberikan senyum serta tawa. Teman-teman, kenalan, kolega saya dan suami juga kebagian jatah tawa Hasan. Hasan pun menjadi pribadi yang menyenangkan dan disenangi. Alhamdulillah ya :) Sepeti perkaataan teman saya di kalimat pembuka, Hanif yang tempo hari bertandang ke apartemen saya dalam rangka serah terima HP.

Minggu lalu, saya dan suami jalan-jalan ke IKEA Alam Sutera dalam rangka mencari rak buku dan,, ya jalan-jalan saja hehe. Sengaja kami pergi di akhir minggu sebelum gajian, dengan dalih minggu miskin, jalan sepi, IKEA juga akan sepi. Ternyata kami salah. IKEA rame sekali. Tampaknya di daerah BSD Alam sutera dan sekitarnya tidak mengenal minggu miskin ya!

Disana ternyata kami 3x bertemu kenalan. Alhamdulillah senangnya. Yang pertama tiba-tiba saya disapa Tante (jujur saya bingung sebenarnya manggil apa :'D) Rizka. Jadi ceritanya dulu sewaktu saya menemani nenek suami Kongres Ortopedi di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Tante Rizka beserta anaknya yang perempuan mengunjungi kamar kami. Tante Rizka ini teman dekat nenek suami. Kebetulan pada saat itu suaminya, dr, Hidayat akan membawakan Memorable speech untuk Kakek suami. Kesan pertama yang saya dapat mereka orangnya benar-benar ramah, alus banget. Qadha, di hari ke-3 kongres nenek suami vertigo kambuh sehingga harus balik ke rumah. Tante Rizka ini khawatir dan langsung nanya nomor telepon saya. Di akhir kongres, saya menerima sms dari Tante Rizka mengenai kabar nenek suami terbaru.

Ternyata di IKEA kami bertemu Tante Rizka, suaminya dr. Hidayat, anak perempuannya yang hari itu ketemu (duh lupa namanya :( ), suami anak perempuannya serta cucu-cucu. Tampak dr. Hidayat mencandai Hasan, dan seperti biasa, Hasan tertawa renyah dengan mudahnya, membuat yang menyaksikan ikut senang. Ini dokumentasinya, kayaknya satu-satunya sejauh ini Hasan dicandai oleh orang non keluarga yang baru ketemu dan memberikan keramahannya. Semoga lebih banyak lagi dokumentasi lainnya :).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …