Langsung ke konten utama

Plus Minus Supermarket Sekitar Green Pramuka

Sudah sekitar 5 bulanan saya tinggal di Apartemen Green Pramuka. Sebagai seorang emak-emak (huhu)\, mengetahui posisi dan lokasi supermarket untuk belanja bulanan atau mingguan merupakan hal yang sangat penting. Sebelum tinggal di Apartemen, saya tinggal di daerah Lebak Bulus. Supermarket di area tempat tinggal saya sungguh beragam dan tinggal pilih mau belanja apa, mau hemat atau tidak, ataupun lagi minat belanja area mana. Disana ada Pasar Pondok Labu, Aneka Buana, Carrefour, Hypermart, 2 buah Giant dan Superindo. Benar-benar tinggal pilih kan?



Berdasarkan pengalaman saya, untuk range harga jika diurutkan dari paling murah:
  1. Pasar
  2. Aneka Buana
  3. Superindo/Giant
  4. Hypermart
  5. Carrefour
Saya dulu saat masih bekerja di IPB paling sering belanja di Hypermart karena searah pulang dari IPB. Sesekali kalau saya tidak ke kampus saya juga senang ke pasar. Super variatif untuk bahan segar dan harga super murah. Saat saya hamil saya memilih belanja di Aneka Buana. Supermarket murah meriah dengan koleksi barang lengkap apalagi untuk pecah belah rumah tangga. ART yang biasanya pergi ke Pasar Lebak Bulus. Giant kalau saya pengen belanja kepepet membutuhkan sesuatu karena jaraknya yang super dekat. Superindo kalau saya ingin beli ikan-ikan segar karena disana jual Gurame dan Patin hidup. Carrefour kalau saya mencari elektronik, makan di lantai bawahnya atau sekedar lihat-lihat barang saja.

Dari sekian banyaknya pilihan, otomatis saat pertama kali saya pindah ke Apartemen saya mengalami "supermarket lag". Bingung mau belanja dimana. Di lantai bawah cuma indomaret dan alfamart saja dengan tujuan belanja alakadarnya. Maka mulailah saya mencari tahu pusat perbelanjaan dan supermarket mana saja.

Pasar Rawasari



Pencarian pertama saya adalah mengetahui bahwa di belakang apartemen hanya dengan jarak berjalan kaki ada Pasar Rawasari. Sayang saat saya mengetahui pasar ini, Hasan sudah lahir, jadi saya rasa tidak nyaman kalau ke pasar tradisional membawa bayi. Coba kalau belum ada bayi, tampak bakal rutin nih sekalian olahraga hihi.

Plus
  • Harga super murah
  • Ketersedian bahan segar variatif
Minus
  • Becek, tidak nyaman

Tip Top



Karena saya anaknya Aneka Buana minded sekali, saya mengetahui kalau Supermarket Tip Top sekelas Aneka Buana. Terletak di Rawamangun. Pertama kali suvey sayangnya saya datang pas jam makan siang. Jadi jalanan rame ampun-ampunan. Sampai pada akhirnya saya diberi tahu kalau ingin ke Tip Top Rawamangun sebaiknya jam-jam baru buka dan tidak jam makan siang karena disekitar situ banyak tempat makan yang artinya rame orang kerja yang mencari makan siang.

Untuk kedua kalinya, akhirnya saya mencoba Tip Top untuk belanja bulanan pada hari Sabtu bersama suami. Dari awal sebenarnya saya sudah mewanti-wanti, karena membayangkan tempatnya seperti Aneka Buana, pasti lorong kecil dan sesak. Apalagi hari itu adalah akhir pekan dan minggu baru gajian. Blarrrr,, ternyata benar. Sayangnya waktu itu tidak bawa gendongan bayi, jadi suami yang gendong, sayanya mah sibuk ngambilin barang hehe.

Plus
  • Harga murah
  • Serba ada
Minus
  • Parkiran entah dimana
  • Rame banget, terutama akhir pekan dan minggu muda
  • Tidak stroller friendly (Hasan belum bisa duduk tegak jadi tidak bisa didudukin di troli)
  • Kalau bawa anak susah kalau tidak bareng orang lain, karena tidak bisa seret troli sampai mobil
  • Parkiran anggap saja agak jauh dari Tip Top
  • Daging dan ayam potongan standar oke. Ikan tidak segar

Carrefour



Kemudian berikutnya adalah Carrefour (yang sekarang menjadi Transmart) di Cempaka Putih. Pertama kali saya datang masih Carrefour satu lantai. Beberapa kemudian berubah menjadi 3 lantai. Isi layout dalamnya beberapa kali dirombak oleh pengelola sampai akhirnya fix. Lantai 1 barang-barang segar dan department store semacam Matahari, lantai 2 barang kemasan, lantai 3 semacam indoor theme park.

Plus
  • Tempat nyaman banget
  • Stroller friendly, naro anak di troli juga oke
  • Barang kemasan variatif
  • Ikan, daging dan ayam potongannya variatif
Minus
  • Harga super mahal
  • Berisik karena di lantai 3 ada theme park
  • Tampak serba ada tapi nyatanya tidak, cuma 1 tipe barang aja dipajangnya kebanyakan
  • Capek kalau cuma mau beli sedikit. Belinya cuma itu-itu aja, jalannya dari ujung ke ujung

Superindo



Survei keempat, yakni hari ini ke Superindo Arion Mall Rawamangun. Tadinya saya berniat ke Carrefour karena saya pergi belanja dalam rangka mencari bahan isi freezer. Pada akhirnya terbersit untuk mencoba ke Superindo dengan alasan survei dan alasan yang sudah saya kemukakan di paragraf kedua. Sebenarnya saya rada malas kalau belanja di supermarket yang berada di dalam mall, tapi ah sudahlah mari dicoba. Arion Mall adalah jenis mall rakyat. Saat saya berhenti di parkiran, di pikiran saya Superindo ada di lantai bawah dan di depan seperti di Cinere Mall. Ternyata?
"Di lantai 2 sebelah kiri agak belakang ya!", ujar satpam
Hah? supermarket di lantai 2? Jadi naiklah saya ke atas. Ternyata tempatnya rada nyempil dan kecil banget untuk ukuran Superindo. Variasi Ikan, daging dan ayamnya juga sedikit meski Superindo selalu paling menang untuk ikan tawar dan patin karena kita beli hidup. Disini sayang variasi tulang sapi juga cuma iga, padahal kalau di Superindo Cinere sampai jual tulang sumsum.

Plus
  • Harga murah
  • Jual Ikan tawar dan patin hidup. Jadi terjamin kesegarannya
Minus
  • Lorongnya relatif kecil
  • Tidak enak di mall
  • Beda sama superindo lainnya, ketersediaan tulang tidak variatif
  • Puterannya jauh, jarak ke Arion Mall jadi lebih jauh
  • Tidak bisa belanja jumlah banyak karena berada di lantai 2 jadi tidak bisa troli-an
Saya cek di google map ternyata ada Superindo lainnya di Pulomas. Boleh lah kapan-kapan dicoba. Siapa tau lebih oke dibanding yang di Arion Mall.


Masih ada Giant di Rawamangun yang menunggu untuk dijajal. Untuk Hypermart mungkin dicoret dari opsi karena lokasi terdekat berada di Kelapa Gading. Jauhhhhh...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …