Langsung ke konten utama

Mahmud Abas Outing #1: Pelesir Kota Kasablanka

Baru saja kemarin, Kamis 3 Maret 2015 wacana nge-mall Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu) Apartemen Green Pramuka terealisasikan setelah diomongkan bulan lalu. Berawal dari Eva (Mom Vya) WA nawarin mau ikutan ke Kota Kasablanka yang deket atau tidak. Akhirnya peserta terdiri dari 5 pasang ibu-bayi. Saya dan Hasan; Eva dan Vya, kak Tita dan Adam, Adit dan Arya Mom Elsa (namanya belum nanya, duh) dan Elsa. Dan kebetulan, jarak usia antar bayi tidak jauh! Vya 7 bulan. Hasan, Adam, dan Elsa 6 bulan, dan yang paling muda Arya 4 bulan. Berhubung ini adalah perjalanan pertama, maka ini titik penentuan. Kalau sukses bakalan diulang lagi nih.



Eva yang bertindak sebagai planner menentukan keberangkatan jam 1 siang (yang ternyata adalah jam kumpul) dan kumpul dahulu di unitnya di Tower Bougenville. Dapat diduga, saya yang paling telat. Sebenarnya sih karena menunggu Hasan bangun supaya nanti di jalan tidak rewel berhubung perginya jam tidur siang. Alhamdulillah, Hasan kayaknya pengertian, ia tidur jam 11 dan sampai (harus) bersiap jam 1 kurang belum bangun. Ya, saya yang bangunin dia. Sesampai di Tower Bougenville, ternyata 3 pasang ibu-bayi sudah berkumpul di atas dan lagi menyusui. Saya dijemput Eva untuk naik ke atas. Kami berangkat menggunakan Grab Taxi mobil Livina, lumayan bisa sekali angkut daripada Taxi. Tidak lama saya sampai, kami semua turun kembali karena mobil sudah menunggu. Awalnya saya bawa stroller dan gendongan Ergo. Ternyata bagasi Livina kecil ya, saya pun memutuskan meninggalkan stroller. Titip satpam kemudian diambil ART saya. Ternyata memakai Grab Taxi jatuhnya bisa sangat murah kalau ramai. Ongkos Pramuka - Kokas hanya Rp 70.000. Untuk pulangnya hanya Rp 34.000 karena Mom Elsa punya diskonan Grab Taxi. Bayangkan saja, hanya Rp 21.000 ongkos jalan per tiap ibu :D.

Sesampai di Kokas, kami merental sebuah stroller. Wah saya baru tahu ternyata rental stroller di Kokas gratis tis tis. Awalnya kami merental 1 stroller dahulu. Ditawarin siapa yang mau pake stroller, pada nolak. Ada yang anaknya tidur, ada yang lagi rewel, ada yang mager. Akhirnya stroller dipakai Adam secara yang paling berat. Lumayan juga, bagasi stroller besar jadi bisa taruh beberapa tas.

Namanya bawa bayi, pasti urusannya ribet. Jadi setelah merental stroller kita langsung menuju ke nursery room di lantai LG. Ternyata nursery room di Kokas bagus ya. Beberapa bayi ganti popok. Saya coba menyusui Hasan di bilik tirai. Tapi dasar Hasan belakangan ini lagi banyak gaya, nyusu cuma berapa teguk terus ogah. Setelah urusan per-bayi-an beres, kita cari restoran buat makan. Ada yang belum makan siang adapun yang sudah makan siang dan tergoda untuk makan lagi. Tapi sebelumnya kita memutuskan untuk merental satu stroller lagi. Alasannya karena dari 5 bayi, 4 bayi akan makan sore. Dan lagi, 2 stroller bisa membantu menaruh para bayi ini saat ibunya makan. Jadi 2 stroller bisa digunakan secara bergantian. Karena yang lain belum ada yang mau pakai stroller, akhirnya Hasan yang duduk di stroller. Kami pun mencari restoran. Pada galau memlih apa. Sempat memilih Marugame Udon, namun karena membawa bayi dan harus mengambil makanan sendiri, kita memutuskan makan di Ikkudo Ichi. Alhamdulillah kita dapat tempat untuk 5 orang dan space yang cukup untuk 2 stroller bulky. Padahal relatif ramai loh.

Menjelang makanan datang, Hasan pun mulai sedikit cranky. Akhirnya saya mendudukkan Hasan di pangkuan dan menawarkan siapa yang mau di stroller. Karena Vya dan Arya tidur, jadi Elsa yang duduk di stroller. Pesanan datang cepat dan kami pun makan. Diluar dugaan, ternyata makan sambil memangku bayi yang hampir bisa duduk lebih gampang dibanding makan sambil menggendong tidur bayi. Memang kemampuan makan sambil pegang bayi itu kemampuan yang harus diimiliki seorang ibu :D Tapi,, tapi ya, disini Hasan tangannya mulai gratil. Berulang kali tanggannya menggapi mangkok ramen dan hampir dijungkir balikkan. Alhasil saya makan dengan posisi mangkok jauh dari tangan Hasan.

Berhubung Hasan semakin cranky, saya bersegera makan. Setelah selesai saya bilang mau ke nursery room lagi ingin menghibur hati Hasan dengan mengganti popoknya yang sudah gembung. Padahal baru 2 jam-an ganti popok terakhir. Setelah mengganti popok, saya susuin Hasan karena sudah lama tidak menyusu. Alhamdulillah kali ini dia lebih tenang dan minum banyak. Tak disangka, ditengah saya menyusu, saya mendengar suara kak Tyta. Tidak lama kemudian suara Mom Elsa. Ternyata, pergi bawa bayi memang pergi bawa kepentingan sendiri berhubung kepentingan bayi-bayi itu waktunya sangat random :))). Saya beres menyusu Elsa dan Adam juga sudah beres, kita balik ke Ikkudo Ichi. Awalnya saya ingin pakai stroller yang dipakai Elsa berhubung Elsa sudah makan. Namun akhirnya saya memilih shalat dahulu mumpung Mushola dekat dan stroller dari Elsa ke Vya dulu. Lumayan, memberi waktu Hasan yang baru nyusu. Adam melanjutkan makan di gendong. Selesai shalat, Hasan pakai stroller satu lagi untuk makan. Karena Adam dan Elsa sudah makan, mereka beserta Arya beranjak duluan hendak ke Daiso. Tinggal Hasan dan Vya yang masih makan.

Karena di luar dan tidurnya tidak sepenuh benar, Hasan makan agak rewel. Tapi lumayan bisa masuk beberapa sendok. Menu Hasan adalah ikan gurami. Karena amis, saya memlih mengencerkan menggunakan air panas di termos. Ini berguna supaya makanan Hasan lebih layak makan dan tidak dingin. Ternyata setelah diencerkan banyak juga. maklum setengah bagian 1 potongan gurame. Saat Hasan mulai tidak bisa ditolerir, saya menyudahi makan. Kami pun beranjak ke Daiso.

Sesampai di Daiso, ternyata Elsa, Adam dan Arya sudah di Lock 'n Lock. Akhirnya kami semua bertemu kembali di sana. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5, kami pun berencana segera pulang takut terlalu macet. Mom Elsa memesan Grab car. Tapi dasar ibu-ibu, rencana langsung ke lobi menunggu mobil, malah nyangkut ke beberapa toko. Setelah mengembalikan semua stroller, mobil Grab Car langsung sampai. Mobilnya Avanza Veloz. Ternyata lebih luas dari Livina.

Perjalanan pulang belum macet. Kami melewati Manggarai. Hanya saja lampu merah perempatn Salemba-Matraman lamanya bagaikan bikin pop mie, selesai makan dan belum lolos juga dari lampu merah. Dan seperti yang kita tahu, menuju Maghrib dan mobil tidak bergerak adalah dua hal yang bayi benci. Para bayi ini pun mulai "bernyanyi". Dimulai dari Arya. Hasan sesekali mulai ngomel. Diikuti oleh Vya dan Elsa. Hanya Adam yang masih anteng. Akhirnya kita sampai di Pramuka jam 6 kurang.
"Kasih saya rating 5 bintang ya mba di aplikasi!" Seru si supir.
Dalam hati saya, yaiyalah, hebat mah si bapak cukup sabar di tengah kebosanan lamanya lolos dari merah ditambah dengan "nyanyian" para bayi yang sambut menyambut riuh rendah.

Jadi apakah kami lain waktu akan outing kembali?

Definitely yes. Tampaknya perjalanan kemarin cukup sukses. Sempat ada wacana kalau anak-anak kita udah lebih gede, outingnya ke semacam Taman Mini. Semoga perjalanan berikutnya menyenangkan! Lucu nanti ini bocah-bocah kalau udah lebih gede playdate :D

Ki-Ka (bayi): Hasan, Adam, Arya, Elsa, Vya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …