Langsung ke konten utama

Hasan Story: WHO Growth Chart dan Anomali Hasan

Slow but sure.

Mungkin itu adalah slogan yang tepat untuk menggambarkan tumbuh kembang Hasan. Setidaknya untuk hal berat dan tinggi badan. Dulu biasanya untuk memantau tumbuh kembang bayi menggunakan grafik CDC. Namun sekarang sudah ada grafik tumbuh kembang WHO, dimana anak-anak Afrika dan Asia turut dimasukkan kedalam sampel. Berbeda dengan grafik CDC yang menggunakan sampel hanya anak Amerika dan Eropa.




Berat Badan



Hasan Khalid Reksoprodjo, lahir dengan berat 3.45 kg, berat yang cukup ideal (lebih sedikit) untuk ukuran anak pertama. Banyak yang bilang 3 bulan pertama adalah tumbuh kembang bayi yang sedang pesat-pesatnya. Dan berat badan bayi 3 bulan pertama bisa mencapai 1 kilogram lebih.

Namun tidak dengan Hasan. Padahal, berdasarkan grafik WHO, Hasan lahir pada persentil 50. 4 bulan pertam bisa dibilang adalah waktu dimana saya sedih-sedihnya dengan berat Hasan. Kok Hasan kurus banget, lama naiknya. Apa yang salah? Padahal Hasan minumnya kencang banget. Saya subjektif? Tidak, bisa dibuktikan volume kencingnya juga banyak.

Entah kenapa, kerap kali saya ke dokter anak 3 bulan pertama usia Hasan saya diliputi perasaan mencekam dan deg-degan. Perasaan over expectation. Bahkan saya sudah low expectation tapi tetap kenyataannya lebih rendah dari low expectation itu. Bulan pertama Hasan hanya naik 700 gr, bulan kedua 850 gr dan bulan ketiga paling sedikit yaitu 600 gr. Itu Hasan umur berapa sih kok naiknya cuma segitu. Cemas, masygul, bingung, itu perasaan saya. Berat Hasan pun melorot dan mengikuti persentil 15.

"Bulan-bulan kedepannya at least dipertahankan ya naik 500-600 gr juga gapapa. Kalau ternyata cuma 200-300 gr apa boleh buat, mungkin MP-ASI kita percepat ya, sekitar 5 atau 5.5 bulan." Ujar dokter anak.

Saya pun terdiam. Entah apa yang bisa saya lakukan. Sampai-sampai Hasan yang biasa tidur malam pulas sampai pagi, sampai dia terdengar resah tidak peduli dia melek atau tidak, saya berikan ia susu. Dan kebetulan pada waktu itu saya pergi ke klinik laktasi Carolus perihal puting luka, tak lupa sekalian saya berkonsultasi soal kenaikan berat Hasan yang minim. Mereka menyarankan Hasan diberikan susu tambahan. Susu tambahan dalam arti ASIP yang disendokin barang 10-15 ml untuk memastikan Hasan cukup asupan ASI karena sesungguhnya kita tidak tahu berapa banyak ASI yang dihisap dari payudara. So I tried.

But it looked like no significant increasing.

Bahkan saya ikut mencurigai ADB (Anemia Defisiensi Besi) turut berperan dalam minimnya kenaikan berat badan Hasan. Apa lagi jika melihat telapak kaki dan tangan Hasan yang pucat. Jadi diambillah darah Hasan untuk uji laboratorium. Ternyata sebenarnya kasihan kalau anak kecil diambil darah. Karena pembuluh darah mereka sangat kecil sehingga diambil lewat jari. Yang mana lewat jari itu jauh lebih sakit dibanding melalui lengan karena pekanya kulit jari. Pecahlah tangis Hasan. Hasil lab menyatakan bahwa jumlah Hb Hasan 11.7, dibawah normal yang berkisar 14 - 16.

"Ini belum tentu ADB kok, biasanya usia segini suka sinyal palsu. Nanti di usia 10 bulan jika masih meragukan di cek kembali." jawab sang dokter anak saat saya menanyakan seputar Hasan ADB.

Masuk ke bulan ke-4 menuju ke-6, berat badan bayi biasanya tidak akan naik sebanyak 3 bulan pertama kehidupannya. Biasanya sekitar 500 sampai 600 gram. Saat saya kembali ke odkter anak pada usia 4 bulan 10 hari, Hasan naik 700 gram. Alhamdulillah, so far so good. Ga jadi dipercepat MPASI deh :) Tapi angka segitu harus dipastikan lagi bulan depannya.

Hasan baru balik ke RS saat 6 bulan karena 5 bulan tidak ada jadwal vaksin. Berapa berat Hasan? Ya, berat Hasan naik 1.6 kg dalam 2 bulan! Kalau mau dipukul rata kira-kira naik 800 gr per bulan. Bulan ke-3 sampai bulan ke-6 kenaikan berat Hasan malah lebih tinggi dari 3 bulan pertama.

7 bulan kurang seminggu Hasan balik lagi ke RS untuk suntik DPT karena pada saat 6 bulan vaksin DPT sudah habis. Berat Hasan naik 500 gr menjadi 8.39 gr. Memang biasanya diatas 6 bulan berat anak akan naik sedikit dan malah cenderung turun karena anak mulai banyak bergerak dan MPASI. Susahnya MPASI juga bisa menyebabkan berat turun. Alhamdulillah, Hasan MPASI lancar (meski tidak segampang itu seperti anak-anak yang begitu disodorin sendok langsung buka mulut) dan geraknya sangat aktif berat Hasan masih bisa naik 500 gr dalam waktu 20 hari. Hasan yang awalnya berada di persentil 15 melonjak naik diatas persentil 50.

Ternyata kalau dipikir-pikir, grafik pertambahan berat badan Hasan bukan kurva kuadrat ya, tapi garis .____. Semoga bulan-bulan kedepannya semakin aktif dan tetap banyak makan ya :)

Tinggi Badan



Hasan lahir dengan panjang 50 cm, berada di persentil 50 juga. Sejujurnya saya tidak terlalu mengkhawatirkan tinggi badan Hasan. Ternyata eh ternyata, setelah di plot Hasan lah ternyata sempat anjlok ke persentil 3! Yakni kenaikan paling sedikit, hanya 2.2 cm di bulan ke-3. Ya, sama seperti berat badan, kenaikan tinggi Hasan minim di 3 bulan pertamanya. Pada bulan pertama kenaikan sebesar 2.8 cm dan bulan ke-2 sebesar 3 cm. Kenaikan terbesar sejauh ini tercatat bulan ke-4, yakni sebesar 5 cm. Bulan ke-4 menuju ke-6 paling sedikit, hanya 3 cm atau 1.5 cm per bulannya. Kembali, menuju bulan ke-7 kenaikan juga pesat seperti berat badan, yakni 3 cm dalam waktu 20 hari. Grafik tinggi badan Hasan yang dari persentil 3 pada bulan ke-3 melonjak naik pada bulan ke-4 menuju persentil 15. Dan menuju bulan ke-7 kembali melonjak diatas persentil 50. Seperti grafik berat badan juga, ternyata sifat grafiknya garis dan bukat kuadrat.

Ada yang bilang, gemuk bukan parameter sehat. My baby growth might not be extraordinary like others, but he is constantly moving. Ah yang penting sehat dan aktif kan? Alhamdulillah, semoga kesananya selalu positif :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …