Langsung ke konten utama

Refleksi 33 Hari Pertama Tantangan #ODOPfor99days

Tak terasa, hari ini sudah menapaki hari ke 33 dalam tantangan One Day One Post di grup FB atau yang dikenal dengan hashtag #ODOPfor99days. Bagaimana rasanya? Ternyata sudah 33 publikasi tulisan saya yang saya tampilkan di beberapa blog saya yang saya sebar. Blogspot saya untuk postingan berbahasa Indonesia, Wordpress untuk postingan berbahasa Inggris, dan Tumblr untuk rambling posting.




Yang saya rasakan, saya merasa lebih "hidup". Saya menjadi lebih produktif. Akhirnya, hampir semua hal yang ada di pikiran saya yang dahulu hanya sebatas di otak saya, bisa saya telorkan dalam bentuk tulisan. Menulis menjadi hobi produktif baru, Coba saja liat postingan saya di blog ini. Selisih antar pos bisa setahun atau lebih! Di tiap harinya, saya menyisihkan waktu agar dapat menulis. Tak peduli isi tulisan saya "berbobot", curhat, "random", atau sekedar sampah, Mungkin tujuan dalam pelatihan ini adalah melatik otot-otot menulis. Menulis, karena dengan menulis kita menjadi lebih tahu sedalam apakah pikiran kita dan mengasah kemampuan bertutur kata kita.

Berikut rekapan link semua tulisan saya selama 33 hari.
  1. Story of Hasan: Going into Labor
  2. 4 Alasan keuntungan Nge-game
  3. Mommies War Series: Sesar vs Normal
  4. Mommies War Series: Working Mom vs Stay at Home Mom
  5. Plus Minus ODOP for 99 Days
  6. Listrik dan Elpiji
  7. Blog Anomali
  8. Baby Gear: Aprica Karoon Review
  9. Bercerai dengan Musik
  10. The Perks of "Beli Barang dari Anak ITB"
  11. Bayi yang Berbeda
  12. Diantara Dua Pilihan
  13. Story of Hasan: Anomali Pola Tidur Hasan
  14. Mommies War Series: Upload Foto
  15. Email Pertama
  16. Sawan Bayi dan Pesta Pernikahan
  17. Kalau Aku Bekerja Maka Anakku...
  18. Living Abroad (?)
  19. Some Random Motherhood Milestone
  20. Hengkangnya Ford dan Preferensi Berkendara Masyarakat Indonesia
  21. Prelude
  22. Bayi-Bayi Cerdas
  23. Academic Passion Process
  24. Easy-Peasy Mac & Cheese
  25. Longing
  26. Dendeng Lambok
  27. Adil Sejak dalam Pikiran
  28. Hate Being Generalist
  29. Carseat dan Urgensitasnya yang Sering Terlupakan
  30. Suami yang Absen
  31. Hingar Bingar Pro Kontra LGBT
  32. Story of Hasan: Persiapan MPASI
  33. Tumblr diblokir Keminfo?
Akhir kata, masih ada 2 tahap 33 hari lagi di depan. Semoga saya istiqomah dan tetap menulis dengan terus meningkatkan kualitas ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …