Langsung ke konten utama

Opera Ganesha : Repreview

Berdasarkan pengalaman gw kemarin latian gabungan Opera Ganesha di Sabuga, komentar gw :

"Bagi yang udah punya tiket Opera Ganesha, tontonlah, sepandangan gw, kalian tak akan menyesal"


Tiketnya cepet amat abis. Gw pas hari rabu ama si asep nyari tiketnya di stand KM di depan labtek farmasi. Katanya udah abis. Terus temen gw itu nyari di sekre dies emas di lantai 2 CC timur. Dan katanya beneran udah abis. Hha, padahal gw cuma butuh 1 tiket aja. Bukan buat gw sih, soalnya gw maen. Jadi, mohon maaflah kepada oknum 135. Untunglah anda tidak jadi bolak - balik Bandung - Jakarta - Bandung dalam 2 hari :). Kerjain TA saja deh anda :D.

Yah,,karena acaranya baru malam ini, jadi gw tidak bisa spoiler. Gw kayaknya cuma ngebahas komposisi pemaennya, gw tidak bisa menjabarkan isi performance2nya :D
Dari musik, tentu saja diaransemen ama Purwacaraka. wakss,,,manstab pisan! Jadi kalo menurut pandangan gw, ini kolaborasi semua unit Seni Budaya PLUS Purwacaraka Orchestra (PCO). As usual, pemaen stringnya banyak banget. Plus string tambahan dari ISO. Yang main flute kayaknya orang PCO. ada 1 orang alto sax.Terus ad brassnya. Brassnya PCO manstab euy, cuma 3 orang terompet, 3 orang trombone, tapi suaranya menggelegar gitu. Diperkuat dengan kita, MBWG yang ngasih sound dari sebelah kiri. Tapi entah kenapa kalo gw bilang kami seperti penghias.hehehe. Maennya cuma 3 lagu, sisanya cuma orang brass PCO yang maen. Ada yang maen band lengkap, Drum, gitar, bass, piano, keyboard, synth (wooowww!) dan perkusi. Ini orang PCO juga, ga tau deh kalo misalnya ada anak apres yang ikutan ngisi. Disudut kanan ada angklung. Mereka maenin lagu terakhir. terus kolaborasi ama blablabla,,,jujur gw bilang ini keren banget. manstab ah! Disepanjang panggung, ada anak unit kesenian daerah, ada alat musik daerahnya juga.

Untuk performance yang nari, ada yang bikin koreografinya, tapi yang jelas manstab lah, maaf tak bisa cerita banyak :D

So,, come on and enjoy us! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …