Langsung ke konten utama

Film tanpa bahasa masa kecil

Kenapa gw bilang tanpa bahasa? ya karena gw nontonnya cuma liat gambar aja. Bahasanya ga ngerti,,soalnya bahasa inggris. Udah gitu ga pake teks bahasa Indonesia. Berhubung saat gw nonton itu masih sekitar SD kelas 1, wajarlah ya,,,:D.

Film-filmnya adalah :
  1. Toys Story
  2. Home Alone 1
  3. Home Alone 2
  4. Independence Day 1
  5. Twister
  6. Volcano
Karena gw tidak mengerti apa sih yang sebenarnya mereka omongkan, jadi tiap bagian banyak omongnya gw suka merasa bosan sendiri. Hahahahaha,,tapi Alhamdulillah gw ngerti jalan ceritanya meskipun ga komplit.

Akhirnya sempat juga nonton Home Alone 1, Home Alone 2, Independence Day1 jaman-jaman sekarang udah ngerti bahasa inggris. Walopun tanpa teks.ahahaha,,,Ternyata untuk film kocak model Home Alone lucu juga apa yang mereka omongkan :D

Komentar

  1. iya, dulu masa kecuil cuma bengong aja liat tivi berbahasa inggris -_-

    BalasHapus
  2. kalau saia liatnya bukan di tivi ding,,,dari vcr,,ahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.