Langsung ke konten utama

Pengamatan ala Holmes :D

Di suatu tempat bermain yang letaknya anggapnya wallahualam :D, gw melihat seorang bapak membawa anaknya dan dalam sekelejap gw berkesimpulan :

Bapak ini duda beranak satu baru ditinggal istrinya meninggal. Yang jelas bukan seorang businessman dan rajin fitness.

Hahaha,,kira-kira ada yang tau gw ambil kesimpulan darimana?
maklumlah masih cemen,ga kayak sherlock holmes di buku yang bisa mengamati teramat detil :D

Komentar

  1. pagi2 ato sore2, bapaknya ganteng, badannya jadi, anaknya masih bayi?

    hahaha
    profiler wannabe niy yee..

    BalasHapus
  2. siang2 deh kayaknya pas gw liat wit, ganteng emang sih wit,,hehe, umurnya sekitar 35-40an awal anaknya pas gw liat skitar tk nol kecil. Iya,,gw tau rajin fitness soalnya badanya jadi. Bukan olahragawan atopun orang militer,,soalnya kulitnya tidak mencoklat.
    hehe,,gampang kan wit,,masih dasar banget gitu,,

    hayo,,,hayo,,yang bukan businessman ama duda itu belum dijawab :D

    ga kok wit,,,cuma sok2an niru holmes :D

    BalasHapus
  3. karena si anak tanya ke si bapak: mamah kapan pulang pah?
    bapak: mamah masih bantu Tuhan di surga

    BalasHapus
  4. jaaah.. lu malah ketawa, alasan paling logis ini.

    BalasHapus
  5. bukan le,,yang lu bilang itu justru bukti bahwa kesimpulan gw benar pas itu,,gw lupa pastinya tapi model2 gitulah le :D

    BalasHapus
  6. yaaaayyy!!!
    yang bener????
    gua ga punya bakat detektif tapi bakat baca pikiran orang, lah wong gua ga ada di TKP saat itu :D

    BalasHapus
  7. wuaahh,,berharap punya tu bakat :D

    percaya deh gw kalo si lele bisa. gw juga bisa dikid le,,misalnya dari sms, pas lagi ngobrol ato sebagainya, ttapi harus berinteraksi ama gw orangnya. lumayan le,,85% benar. salahnya dari orang2 yang deket ama gw ato ada hubungan ama gw. bisa 95% salah gw,,

    BalasHapus
  8. jadi kenapa dia bukan bisnis men? karena ga pernah keliatan megang2 black berry? :D
    atw malem sebelum nya lu ngeliat orang itu di tivi lokal, jadi presenter :P

    BalasHapus
  9. gatau tuh,kalo yg bkn businessman gw murni feeling *minta ditimpuk

    BalasHapus
  10. hehe, sugan teh beneran ada penjelasannya :P

    BalasHapus
  11. hehehe,,ada sih dikit yang bisinisman,,,cuma gw udah ga inget lagi. Tapi yang duda beranak satu baru ditinggal istinya itu beneran ada :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Drama keberangkatan ke Chiang Mai

Setelah hampir 2 bulan, akhirnya saya memberanikan untuk menulis ini karena menurut saya pengalaman ini sangat memalukan sekaligus agak menyesakkan. Let's call it rejeki hanya sampai disitu saja dan rejeki pengalaman berharga.
Suami mendapatkan kabar pada bulan Juli kemarin bahwa akan dikirimkan ke Chiang Mai di bulan Oktober selama sebulan. Sontak saya gembira karena akhirnya akan kejadian juga tinggal di negara asing meski hanya sebulan. Sebenarnya suami mendaftar untuk pengiriman bulan Maret, setelah mengira tidak dapat jatah praktis kabar bulan Oktober ini sedikit mengejutkan. Mulailah pada saat itu saya malam-malam suka iseng membukan online travel apps semacam Traveloka, Tiket.com, dan pegi-pegi. Karena kami masih di Jogjakarta pada saat itu, kami memutuskan mulai agak serius memesan tiket nanti saja setelah kepulangan ke Jakarta pada bulan Agustus. Selain itu, kalau mencari tiket pada waktu itu saya juga tidak konsen karena otak saya masih terjejali rencana-rencana kunjung…

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …