Langsung ke konten utama

Di persimpangan jalan

Entah mengapa akhir-akhir ini gw lagi sedikit enggan berfruity loops. Lagi agak malas nyoba buat efek-efek suara digital. Karena gw ga punya keyboard synth electro,,tentu saja dari komputer. hehe. Payah ya,,,padahal gw baru mau buat sound intermission nya Panic! at the disco. Benar-benar tidak konsisten. Jadi pilihan yang ini gw mau agak kesampingkan dulu.

Berhubung gw baru menyelesaikan aransemen brass lagu High School Musical bersama tim materi Pinka 2008 lainnya, membuat gw ketagihan untuk membuat aransemen brass lainnya. Yang lagi progress gw, lagu Soldier's Poem nya muse. Pengennya harus selesai,,yah,,merujuk ketidakkonstanan gw yang senang tidak menyelesaikan :D. Pengennya jadi stok lagu brass MBWG klo lagi kosong. Ato kalau ga buat pemanasan. Kalo ga,, yaudah buat kesenangan pribadi gw aja:D. Selain itu gw mau coba ke arah orkes,,seperti biasa,,untuk kesenangan pribadi aja, tapi setelah berbicara, orkes itu luas, gw mah sadar diri,  buat brass aja ga becus,,jadi gw pengen buat quintet aja. Entahlah. Aransemen big band juga ingin. ahaha,,banyak maunya euy, cuma dasar jazz gw juga baru,,masuk big band juga baru,,mana lagi ga ada latian ni bigband. yasudlah,,liat entar aja. Yang jelas gw pengen nyoba2 belajar aransemen dengan acuan John Williams dan Hanz Zimmer,,ah,,,i love their music :D

Dan gw lagi terkesan kepada prog,,yah terutama ELP :D. Gw mendraft beberapa lagu ELP yang ingin bisa gw mainin walopun ketika mendengarnya,,yah,,harus mengurut dada. Beberapa lagunya :
1. Trilogy
2. Hoedown/Nutrocker
3. Tarkus (optional)
Mungkin sebagian menilai gw lebih besar pasak dari tiang. Tapi ah,,yasudahlah,,namanya juga sedang belajar. karena gw realistis,,gw sadar kemampuan gw yang minim. hmmppphh,,sepertinya gw harus latian jari ama kuping lagi nih :D

Wah ada tiga,,tapi pengen bisa tiga-tiganya,,ahahaha,,dasar maruk dan tidak realistis! Tapi dibalik itu gw pengen kembali :


 MEMBACA

mm,,,gw ingin menamatin Gulag gw yang baru gw beli. Oh,,sekarang sama sekali lum gw sentuh. Ingin taman seri keempat winnetou, baca politik dan skandal lagi. ah,,,
terlalu mengada-ngada gw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!

Holycow Steak: Cara menjadi Karnivora

Jarang-jarang saya ke daerah Bintaro, atau Tangerang Selatan dan sekitarnya. Jangankan ke daerah sana, ke daerah perkotaan Jakarta saja saya malas. Punya rumah di pinggiran, Cibubur dan lagi saya pun beraktifitas pada weekday bukan di Kota Jakarta, yang mana Alhamdulillah :D.
Jadi sekalinya ke daerah Bintaro, ya tadi dalam rangka mencari pengajian karena pengajian rutin biasa sedang libur. Bintaro bagi saya daerah suburban. Pemukiman. Kebiasaan saya memang senang melihat sekitar sampai akhirnya saya melihat plang restoran Holycow tepat di pinggir jalan Bintaro sektor 5. Berhubung saya sering melihat tweet ataupun instagram teman saya, Echa berkoar-koar tentang Holycow, spontan saya langsung menjadikan tempat itu untuk anceran makan siang. Buat kalian-kalian yang serta merta penggemar kuliner Jakarta, Bandung dan sekitarnya, segera follow twitter dan instagramnya. Reviewan objektif serta jitu yang akan kalian dapatkan serta kepuasan. *punten, I take the credit for you Cha, haha.
Saya …

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.