Langsung ke konten utama

The Great Escape,,mau nonton lagi,,cuma,,

Padahal gw dah susah mendonlodnya, capek2 ampe lumutan nunggunya. Haha,,dan sekarang gw biarkan begitu saja. Belum slese lagi sih gw nontonnya. Masih berapa puluh menitan gitu.

Sebenarnya ni film cukup menari. Apalagi kisah nyata sebagian besarnya. Filmnya dirilis cukup lama. Tahun 1963. Jadi udah kebayang lah bakal sejadul apa pilemnya. Overall, garis besar ceritanya tentang POW (Prison Of War) sekutu yang ditahan Jerman. Entah kenapa, gw ngeliatnya kok orang Jermannya nahan mereka begitu terhormat. Maksudnya ga ada kerja rodi atau pemaksaan yang gimana gitu. Tapi rasanya cukup masuk akal mengingat para POW nya sudah berpangkat semua.

Ga mau ditahan mulu, beberapa POW ingin kabur dari sana. Tapi setelah melihat penjagaan Jerman yang begitu ketat, rasanya tidak akan bisa kabur dengan memakai cara biasa. Akhirnya ada yang kepikiran suatu cara, cukup absurd sebenarnya, yaitu MEMBUAT LORONG BAWAH TANAH DARI AREA TAHANAN POW. Wheew!!! Makan waktu cukup lama. Tapi proses gimana mereka bikin, menggunakan properti seadanya dan langkah2 mereka untuk menyembunyikan dari pasukan Jerman cukup unik. Tonton saja kalau mau tahu kelanjutannya.

Walaupun dari temanya film ini keliatan serius,,tapi bagaimana pun tetap khas film jadul, mengandung komedi2 yang terkadang gw bilang cukup "garing". Hahaha. Yang main ini film cukup terkenal di zamannya. Steve McQueen dan Richard Attenborough.

Terus kenapa gw belum slese lagi nontonnya. Gampang jawabannya. Pilem donlotan gw ini ga ada subtittlenya. Sebenarnya sih bisa2 aja ngedenger apa yang mereka omongin. Tapi tetep aja ga semuanya kedengaran. Mana kualitas suaranya masih rada jelek. Terus, banyak yang ngomong Inggris tapi pake logat Jerman. Terus masih ada bahasa Jerman disitu. Hahaha,,untungnya gw masih ngerti sedikit omongan Jermannya.
Kira2 kapan ya gw ngelanjutin nonton ni pilm

^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.