Langsung ke konten utama

ITB mau buat cabang di Kota Delta Mas, Bekasi??

Awal beritanya bermula dari milis agendaganesha, disitu ada yang ngepost terus merujuk ke link ini : http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/07/index.html. Silahkan di klik untuk tau berita selengkapnya.

Yang pertama terbersit di benak saya mengenai berita ini adalah pastiujugn-ujungnya ITB akan seperti UI dan UNPAD. Dalam kasus ini maksud saya adalah mengenai area. UI dulu berada Salemba. Namun karena keterbatasan lahan, dipindahkan ke Depok. Hanya FK yang tetap di Salemba. Sama seperti UNPAD. Yang di Dipati Ukur hanya FH dan FE (CMIIW). Sisanya dipindahkan ke Jatinangor. Apa kesamaan dari 2 fakta di atas dengan ITB itu sendiri? ketiga Universitas itu awalnya berada di jantung kota besar. Jakarta dan Bandung. Kemudian karena berkembang pesatnya kota tersebut menyebabkan tidak bisanya lagi dilakukan pembangunan pada lahan terbatas itu. Semakin banyaknya umat manusia yang bertambah seiring waktu, semakin banyak pula fasilitas dan area yang dibutuhkan. Dengan demikian diperlukan suatu lahan tambahan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun dimana? Mustahil mencari lahan baru di tengah ibukota yang sudah semakin padat ini. Salah satu caranya adalah membangun gedung dan fasilitas tambahan di kota alternatif. Depok, Jatinangor dan Bekasi. Kenapa 3 daerah ini dipilih. Mungkin alasannya adalah kota-kota tersebut cukup strategis dan tidak terlalu jauh dengan kampus pusat.
KESIMPULAN :
ITB akan memindahkan sebagian besar fakultasnya ke Bekasi dan hanya meninggalkan beberapa fakultas di Bandung. Saiah belum tahu fakultas apa aja yang kemungkinan akan tetap berada di Bandung. Kita lihat saja sekitar 3 tahun kedepan mendatang.

Merujuk ke kesimpulan di atas, ada 1 hal kecil yang terpikirkan. Masalah nama. Untuk UI dan UNPAD mungkin tidak masalah karena sama sekali tidak merujuk suatu kota dalam nama universitasnya. Universitas Indonesia. Universitas Padjajaran. Tidak ada kata "Bandung" dan "Jakarta" disitu. Tapi bagaimana dengan ITB? Institut Teknologi Bandung. Jelas disitu ada kata Bandung. Apakah setelah dibuat kampus di bekasi namanya menjadi Institut Teknologi Bekasi? Tapi kalau jadi begitu terkesan antara kampus Bandung dan Bekasi adalah 2 sistem birokrasi yang berbeda. Itu sangat memungkinkan timbulnya animo bagi masyarakat yang menyebabkan sepinya peminat institut tersebut. Atau mau diubah menjadi ITB Bekasi? Bandung Bekasi. Jelas-jelas ini sangat kontradiktif. Bandung dengan Bekasi sama sekali berbeda. But ah,,,,just forget it. It just about name. Think it later! hahaha ^_^

"Ketua Tim Pembangunan Kampus ITB yang juga Kabid Penataan Dinas Tata Ruang, Pemkab Bekasi, Forkas Harahap mengatakan, keberadaan kampus ITB di Delta Mas direncanakan mampu menampung 16.000 mahasiswa baru program D-3 sebanyak 400 mahasiswa setiap tahun ajaran, untuk S-1 sebanyak 3.500, serta mahasiswa S-2 dan S-3 sebanyak 200 per tahun."
Melihat kutipan diatas,, rasa-rasanya dugaan saiah di kesimpulan atas terbukti. Q.E.D!! 5+8=13!!. Hahaha :P. Data2 di atas hampir sama dengan kapasitas Penerimaan Mahasiswa Baru setiap tahunnya. Ini artinya bakalan ada pemindahan fakultas. But hey,,something interesting above,,ITB membuka D3 yang belum ada sebelumnya. Sepertinya keberadaan kampus di Bekasi ini lebih menekankan kepada D3nya dimana output yang dihasilkan lebih ke sisi teknis daripada manajerial, yang mana seperti lulusan S1 lumrahnya. Let's see further below!

Apa hubunganna antara ITB dan mengapa dibangun di kota Bekasi?
Keputusan yang cukup baik dengan membangun kampus tambahan di Bekasi. Kita bisa lihat keadan kampus yang di bandung. Sempit menyedihkan. Dulu kalau si dosen saia mo mindahin kelas suka susah cari ruangan kosong untuk TPB. Selain itu, dengan terbatasnya lahan berarti menghambat riset dan teknologi yang memungkinkan untuk berkembang karena terbatasnya fasilitas yang ada. Dengan dibangunnya kampus tambahan ini, Bangunan2 yang dapat digunakan sebagai tempat riset dan pemberi fasilitas dapat direalisasikan. Dengan dmikian, perkembangan ini memberi hal positif baik bagi ITB itu sendiri khususnya dan bagi Indonesia umumnya.
Kemudian,, dipilihnya kota Bekasi yang terletak strategis di dekat kawasan Industri menimbulkan alasan yang cukup logis dengan dibentuknya program D3 yang mana bisa mengaplikasikan kemampuan teknisnya di kawasan industri tersebut.

Rumor-rumornya, kampus Bekasi akan selesai dibangun sekitar tahun 2009. Mudah2an TL tidak dipindahkan ke Bekasi. Udah terlanjur pw di Bandung sih! :P

Komentar

  1. huahaha,,,saiah udah pernah dapet tu poto juga kok! :P

    BalasHapus
  2. rumornya TL kan yg kena??
    tnang aja paling juga sampe lulus belum kelar gedung2nya

    BalasHapus
  3. wahahahaha..

    ntr jadi 'institut teknologi bekasi' dong...

    nyehehehehehe..

    *peace*

    BalasHapus
  4. gosip lama ini akhirnya terwujud juga... siap-siap aja bimbingan TA di bekasi coret :P

    BalasHapus
  5. tidakkkkk!!! Juangan ampe dong,,,,sama sekali buta bekasi. mendingan bimbingannya di Bandung ato sekalian di depok aja deh! (seenaknya)
    hahahaha,,, :P

    BalasHapus
  6. rumah bru gwdi bekasi lho jun.. kali2 maen kesana, jatiwaringin penuh dengan makanan nikmat..
    nyehehehehehe.. :D

    BalasHapus
  7. jatiwaringin daerah deket mana sih? klo dari cijantung jauh ga? haha
    mendingan jadi warga depok cing :P

    BalasHapus
  8. ya jauh laaaahh!! taman mini masih sanaan lagi.. (tw taman mini kan lo? yg ada Tamini Square-nya itu lhooo)

    huuu,, asikan jadi warga pasar rebo, mw kemana2 gampang, akses mudah, en di dpn Shelter Busway pula..

    :P

    BalasHapus
  9. masa tamini gw ga tau? hahaha
    trus lo ga di pasar rebo lagi?

    BalasHapus
  10. ga.. yg di pasreb kan rumah dinas,, yg di jatiwaringin rumah sndri.. :P
    gw masih di pasreb kok.. asikan disono,,

    BalasHapus
  11. yauda,,lo disuty aja,,,biar gw klo mau ke rumah lo ga susah :P

    BalasHapus
  12. mendingan lo maen ke kostan gw aja drpd maen ke rumah gw..

    :D

    kali2 maen ke dako,,

    BalasHapus
  13. iya nih cing,,gw berniat maen ke dako. ga bertelur terus di dago.haha

    tapi apa dikata,,,gw sibuk 6 hari seminggu.
    hahaha,,,gaya amat gw

    BalasHapus
  14. sibuk sih ga,,,cuma gw sabtu malam baru pulang hari dari jakarta. tepar.haha

    BalasHapus
  15. udah gw baca yu!! :D
    ternyata seperti itu ya??
    :D:D:D

    BalasHapus
  16. yaa kmungkinan besar sih seperti itu... tapi kayaknya belum bisa bicara banyak sampai ada keterangan yang 'benar-benar' resmi dari rektorat. heum, satu lagi kasus yang membuat citra bahwa "ITB jelek dalam hal public relation" semakin kuat. hehehe...

    BalasHapus
  17. haha,,benar banget lo yu! tapi bukannya rektorat udah nandatanganin segala artinya udah resmi?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.