Langsung ke konten utama

Three Kingdoms : Resurrection of The Dragon

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
WHEEEW!!!

itulah ekspresi gw kira-kira kalau menonton film-film perang mandarin. Dan sepertinya, nonton film semacam ini di bioskop udah jadi film keluarga sejak akhir tahun 2006 kemaren. Akhir tahun 2006 kami nonton Curse Of Golden Flower,,akhir tahun 2007 nonton Warlords. Dan kemarin nonton Three Kingdoms. Kesamaan dari semuanya adalah sama-sama film yang berlatar belakang kerajaan cina.

Jadi ni film bercerita tentang 1 kerajaan besar,,namun pecah menjadi 3 kerajaan. Yaitu dari Liu, Cao dan satu lagi gw lupa apa. Point of view utama ni film dari Liu,,lebih spesifikasinya kepada seorang pemuda bernama Zhao Wei, yang berasal dari desa Changsan dan karena bakatnya sebagai seorang warrior sejati,,karirnya dapat cepat naik hingga menjadi salah satu dari jenderal 5 harimau. Film ini sangat bagus masalah art of war dan permainan emosi yang dimainkan dari untaian2 kata.

Entah kenapa,gw nonton ni film pengen duduk di samping abang gw. Soalnya abang gw cukup menguasai sejarah kerajaan Cina dan Art of warnya. Maklumlah, dia agk sering maen Dynasty Warriors atau Samurai Wariors :D

Beberapa kesimpulan yang gw dapet setelah menonton film2 kerajaan Cina. Satu, No happy ending. Jadi jangan nonton film model ini klau menginginkan happy ending, berikutnya adalah permainan emosinya bagus banget. Padahal film seperti ini, tapi gw bisa terharu. Kesimpulan terakhir adalah ART OF WAR. Gara-gara ini, gw jadi berminat mau mempelajari sejarah kerajaan cina beserta Art Of Warnya. Mungkin bisa gw mulai dari mempelajari strategi Sun Tzu ya?

^_^

Komentar

  1. oh gw pikir film perang yg dianimasiin... nyang ade kingdom-kingdomnya deh.. ternyata three kingdom nyang mandarin ye?

    BalasHapus
  2. film asli ki,,bukan kartun. Emang three kingdom ada kartunnya ya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.