Langsung ke konten utama

Maliq and d'essensial stage performance at ITB Expo 2008

Hari minggu malem-malem gw bela2in dateng ke kampus bwat nonton maliq. Sebenernya gw ngeliat maliq manggung udah lumayan sering. Pertama ngeliat langsung itu pas dulu di PL Fair '06.

Gw rasa, Maliq itu hampir satu-satunya band indo dimana gw bisa sedikit bersentuhan dengan jazz. Yah,,secara gw bukan pengagum jazz bahkan cenderung menjauh dari jazz. Gw jadi mikir, kenapa bisa kayak gitu.

Menurut pendapat gw, Musiknya maliq itu ga murni mengusung genre jazz. Tapi udah becampur dengan pop dan upbeaet. Makanya klo ngedengerin maliq ga bosen. Dan 1 hal lagi yang menonjol banget adalah stage performance mereka. Musik jazz ga menghalangi mereka bwat tampil energik.Makanya, penonton biasanya dapet banget spirit lagu2 mereka. Menurut gw, lebih asik dengerin mereka manggung daripada dengerin albumnya, karena untuk setiap performance pasti lagu2nya mereka improvisasi, jadinya ga sama kayak yang di album.

1 gerakan mereka yang khas banget dan pasti mereka lakuin pasti gerak patah-patah. Dari PL fair ampe acara mereka klo gw perhatiin tu gerakan pasti ada di lagu yang liriknya," ku hanya duduk terdiam,,menunggu untuk tau namamu". Lupa gw judul tu lagu.

Pantes,,pas Java Jazz kemaren, Eric Bennet yang merupakan musisi jazz dunia ternama maju ke panggung pas maliq maen trus memberi applause ke mereka
salut!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.