Langsung ke konten utama

Java Jazz?

Barusan udah 3 orang aja yang ngajakin gw nonton Java Jazz.
Udah dari sejak pertama kali event java/jak Jazz diadain,, gw ga punya sama sekali niat bwat nonton begituan. Soalna udah jelas2 interest gw terhadap musik jazz rendah serendah2nya although in some case it doesn't work. Tapi berhubung tahun ini entah kenapa banyak yang ngajak nonton, sedikit terbersit di diri gw buat nonton. Niat cuma iseng sih, tapi siapa tau gw bisa suka jazz, secara gw orangnya tipikal polutable accute. Hahahaha,,, Tapi itu smua bisa aja terjadi klo,,,ada yang ngasih gw tiket gratis nonton java jazz. Hahaha,,tapi rasanya impossible banget ya! Ga mungkin 100% gw bakal nonton dengan membeli tiket sendiri. Ya iyalah,,,it just like an unrational think which is i pay my ticket by myself for some kind of show i dont like fully. Lagian tiket Java jazz tu mahal parah, setengah juta lebih!! hha,,dikira gw punya pohon duid apah?hahaha,,,

yaudah deh,,,hanya berharap ada yang ngasih tiket gratisan
^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.