Langsung ke konten utama

Secret (Bunengshuodemimi 2)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Si Zeneth nonton pilem drama???
wah,,,jarang2 tuh! ahahaha

Ada banyak alasan kenapa gw nonton ni pilem
yang pertama,,karena yang maen Jay Chou!!
dan yang gw tau belakangan,,ternyata ni pilem yang nyutradarain si Jay chou juga. Terus pas gw baca di Wikipedia, ternyata,,permainan piano ini benar-benar dia mainin sendiri. Soalnya dia itu dulu pianis padus. Udah gitu yang dia maenin Chopin lagi (sesuai dugaan gw ternyata!). Hwaaa,,,,keren!! Lagu Chopin yang dimaininnya Chopin's Waltz (Op.64 No.2 C# minor) dan "Black Key" Etude (Op. 10 No. 5) pas adegan piano duel. Wah,,benar2 dah,,tanggannya cepet pisan. Gak cuma itu,,ternyata gw tau klo pilem lawas macam "Curse of Golden Flower" yang rilis tahun 2006 itu yang jadi music directornya dia juga. Jay Chou,,,udah cakep, jago musik dan maen piano, jago akting lagi. What a talented man!!!^_^

Yang kedua,,,kata temen gw ni pilem sedih,,gw demen banget tuh pilem drama yang sedih. ahahah

Yang terakhir,,,karena film ini mengangkat permainan piano. ^_^

Yaudah,,,gw komentarin aj deh ni pilem sekarang. Jangan deng!Takutnya malah jadi spoiler :p. Menurut gw,,pilem ini pilem drama khas asia,,tapi dikemas secara eropa ato barat lah pokoknya. Jelas,,,karakteristik drama yang "sedih" dan cara pengangkatan filmnya jelas asia banget. Tapi gw menemukan beberapa titik dimana gaya hidup (ato tradisi mugkin?) keeropaan. Yang pertama,,pas adegan pesta sekolah. Si vokalis bandnya make dandanan Elvis,,lagunya Rock 'n roll, tapi liriknya bahasa taiwan (Oh mai gads!!). Terus murid2nya nari2 ala-ala nge rock banget. Itu kan barat banget!! Terus pas adegan si Jay Chou dansa ama bokapnya. Wah,,,itu kan tradisinya eropa. Tapi apa mungkin untuk menyesuaikan tema musik klasik yang erat kaitannya dengan dansa?

Ga juga itu,,,sisi visualnya juga bagus. Ini yang bikin pilem si Jay Chou beda. Efek visualnya plus pengangkatan klimaksnya bener2 khas pilem2 hollywood dah!!Two Thumbs up!!

Yang jelas ada dua hal yang gw sadari setelah gw nonton ni film.
Pertama,,,ternyata sekarang gw jadi fansnya si Jay Chou. Huehehehe,,
Yang kedua,,semangat gw mempelajari piano klasik membara lagi. Mungkin bulan depan pas gw pindah ke rumah gw dan ada Piano kesayangan gw disana (HORE!!!), gw bakalan merecall ilmu2 musik klasik gw terus gw bakala nyari partitur lagunya Chopin yang Chopin's Waltz (Op.64 No.2 C# minor) dan "Black Key" Etude (Op. 10 No. 5). Tunggu aja ampe gw bisa maenin tu lagu. Hihihii,,,sotoy ah!!

^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.