Langsung ke konten utama

Lebih Serius

Tempo hari, salah seorang rekan saya mengepos di salah satu sosial medianya perihal lomba blog yang cukup menarik minat saya. Sebetulnya sudah banyak rekan-rekan yang lain mengepos lomba blog yang lain, namun yang ini adalah satu dari sedikit lomba menulis yang relevan dengan saya.

Lomba blog apakah itu?



Ya, jadi sebenarnya lomba blog diatas agak sedikit mengandung unsur ilmiah. Tema yang diusung juga bukan sembarang tema. "Resiliene and the city: An Inclusive Way to Build Urban Climate Change Resiliemce". Singkat kata, tema yang diusung adalah soal perubahan iklim kota. Meski saya tidak terlalu familiar dengan tema perubahan iklim, saya sebagai seorang lulusan Teknik Lingkungan tergelitik untuk ambil bagian. Awalnya bingung, tulisan tentang apa yang akan saya angkat. Untuk kemudiam sekitar beberapa kemudian saya terpikir suatu ide. Panitia blog ini juga menyemangati kita untuk memasukkan sumber bahan tulisan kita. A little bit scientific, ain't it? Peserta yang boleh mengikuti boleh dari berbagai kalangan.

Ah, apa salahnya, mari kita coba. Toh, saya tidak bertujuan untuk menang. Tujuan utama saya adalah menghasilkan tulisan semi ilmiah yang berkualitas. Sebagai finalis itu juga bonus saja.

Baik, deadline tanggal 17 Juni 2016. Masih ada waktu untuk berkonsentrasi merampungkan tulisan.

Semoga tidak sekedar wacana!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?