Langsung ke konten utama

Living Abroad (?)

Ada 2 hal yang ingin saya alami sampai detik ini. Entah kapan pun itu terwujud. Sesuatu yang diinginkan tetapi tidak obsesif untuk didapatkan. Hanya bergantung pada jalur takdir, qadha dan qadhar dari Allah. Yang pertama adalah melanjutkan studi doktoral ke luar negeri. Yang kedua adalah tinggal di luar negeri bersama suami dan anak-(anak). 2 hal ini saling bertautan tetapi tetap memiliki sifat independensi dan bisa saja tidak bergantungan. Jadi, mari saya bahas dua-duanya menjadi satu pokok tulisan. Dua menjadi satu.




Salah satu passion (duh, kok lagi lagi saya bahas ini) adalah menjadi akademisi yang berangkat dari salah satu trait saya, yaitu pemikir. Suatu passion yang sangat diingini tetapi tidak tahu bagaimana harus tercapai dan hanya pasrah.

Lalu entah mengapa saya sangat ingin tinggal di luar negeri barang keluarga. Ga lama-lama. A year or two. Entah ya, semacam perasaan aneh ingin tinggal di tempat asing, being foreigner, berjuang bersama keluarga atas keterasingan, melakukan hal sendiri, dan satu lagi yang penting.

I'm too longing for another adventure.

Mengingat profesi dan pendidikan suami, rasanya kesempatan bisa tinggal diluar cukup kecil karena pengabdian ada di dalam negeri. Tak mengapa. Hari esok tiada yang tau. Pintu segala kemungkinan masih terbuka. Kalaupun bisa tinggal di luar, perkara sekolah lagi itu urusan belakangan.

Sometimes, when I do many things by my own due to my husband's school, I feel like I am just trained in case we have to living abroad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?