Langsung ke konten utama

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,

Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!

Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid range camera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!

OK, jadi kalo dirunut-runut, baby gear yang butuh disiapkan saat lahir adalah box, stroller, dan car seat. Box Alhamdulillah mertua mau meminjamkan box yang dulu dipake oleh adik-adik ipar. Car Seat Alhamdulillah dapat sponsor dari Papa. Tapi ortu maunya convertible car seat, sementara saya cemas kecukupannya saat posisi rear-facing sementara mobilnya cuma Honda Jazz dan Mitsubishi Mirage. Ah skip dulu yuu,, nanti aja dibahas dipostingan berikutnya :p.

Kenapa kalau kita nyemplung di forum mak-mak bermacam-macam rekomendasi stroller? Simpel, karena menurut saya dalam memilih suatu barang sangat dipengaruhi oleh kepribadian, kecenderungan, gaya hidup, dan kebutuhan. Faktor-faktor itulah yang saya pikirkan ketika teman-teman saya meminta rekomendasi suatu barang kepada saya. Rekomendasi saya bisa beda-beda ke beda orang. Hasilnya? Sejauh ini klien saya sih puas! #eaaa :D . Jadi kalau ingin mencari barang, tanyakan pada diri masing-masing, seperti apa kebutuhannyaLantas apa saja urutan pertimbangan saya dalam memilih barang (khususnya) untuk edisi stroller kali ini?

1. Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ini hal paling dasar dan penting yang akan mempengaruhi pemilihan barang selanjutnya secara mayor. Untuk saat-saat sekarang ini, saya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama si kecil berdua. Iya, saya lagi di masa akan banyak ditinggal suami huhuhuhuhuh T_T. Pasca kelahiran pun tampaknya saya akan langsung pulang ke Lebak Bulus, bukan 40 hari dirumah ortu. Jadi yah, anggap saja saya harus melakukan semuanya sendiri, ditambah saya tipe tidak ingin menyusahkan ortu dan mertua :). Lantas kriteria apa saja yang saya butuhkan? Lightweight. Saya memikirkan bagaimana agar tidak rempong mengangkut dan mendorong stroller. Kemudahan melipat dan membuka stroller juga menjadi penting. Setelah survei bersama suami, saya menyimpulkan stroller yang akan kami beli memiliki berat 7 komaan kilogram kebawah. Ga pengen terlalu ringan juga karena katanya kalo dikaitin sama tas belanjaan suka ngejungkang.


Suami: Emang fungsi stroller buat ngaitin tas belanjaan? Kok tidak sesuai fungsi. 
Gw: Ga pernah bergaul sama mak-mak sih 

Kemudian saya juga butuh non bulky stroller, dalam arti tidak makan tempat di bagasi. Dengan kata lain stroller yang keadaan terlipatnya muat di bagasi Mitsubishi Mirage (Jazz pasti cukup karena bagasinya lebih besar). Selain itu saya ingin saat di bagasi keadaannya tidak menyerong karena kebesaran, tapi bisa flat. Stroller gede jadi sesungguhnya muat, cuma PASTI akan menyerong vertikal, and it's just waste of storage. Makanya sekarang-sekarang ini sih cenderung cari stroller payung. Kalau yang bukan payung masih dipertimbangkan asal volumetriknya masih kecil. Salah satu poin yang saya ingini tapi masih bersifat optional adalah compatible with car seat. Entah kenapa ya, masih obsesi aja, hehe.

2. Brand Preference

Kesannya sih gaya-gayaan yaaa,, tapi bagi saya ini perlu. Saya ingin bukan brand lokal ataupun cina. Maunya brand Amerika atau Eropa atau Jepang kalau Asia. Sekali lagi ini bukan gaya-gayaan ya. Kalau beli brand cina rasanya kayak beli Samsung KW. Selain itu kalau lokal semacam belum internationally tested. Jadi saya tampaknya tidak akan beli merk Cocolatte, Baby Does, Baby Elle, dan Pliko. Kalau brand Amerika dan Eropa tapi perakitan di Cina masih bolehlah. Udah nyoret 4 brand padahal, saya  kira akan lebih gampang dalam memilih.

Ternyata saya salah....

3. Budget Limit

Iyaaaaaaaa,,,,,, ujung-ujungnya memang harus kembali kesini. Namanya juga membeli barang, jadi pasti relasi antara budget dan barang ya hubungan langsung. Setelah survei tempo hari bersama suami, akhirnya saya mengetahui berapa batasan anggaran yang bisa di-acc.

4. Specification Preference

I'm sorry I'm an engineer and hold degrees in engineer too. Jadi maafkan saya kalau gaya berpikir pun menjadi teknis, haha. Berat, dimensi, dimensi lipat, suspensi roda, struktur, kekokohan, rem, dan manuver. Untuk berat dan dimensi bahkan saya butuh angka, bukan sekedar rasa. Atau survei langsung dan merasakan yang nantinya secara otomatis diterjemahkan sebagai kisaran angka di otak saya. Suspensi? penting. Ini ngaruh bagaimana kenyamanan baik si pendorong ataupun si kecil untuk berbagai media jalan yang dilalui stroller. Struktur dan kekokohan (sturdy) juga penting karena dengan survei langsung kurang lebih saya bisa menerjemahkan ke-durable-an stroller tersebut. Selain itu saya juga tidak suka struktur yang terlalu plasticky. Saya cenderung suka rem yang dibelakang, tapi rata-rata stroller sekarang sih tipenya sudah begitu. Untuk kriteria manuver juga penting karena masalah bagaimana mendorong kereta tetap nyaman.

5. Third Party and User Review

Hampir dalam semua kasus jual beli, apa yang dijanjikan oleh penjual dengan tanggapan pembeli biasanya suka terjadi perbedaan. Karena itu poin ulasan dari pengguna dan third party ini menjadi sangat penting. Third party ini biasanya web atau majalah yang mengulas barang yang sedang incar. Ulasan mereka akan bersifat mengulas barang baru. Sejujurnya saya senang mencari di web luar negeri. Banyak tulisan yang sudah dikompilasi dan penjelasannya banyak yang head to head dan technically comprehensive. Kalo dari website Indonesia biasanya hanya forum mak-mak saja. Beberapa situs favorit saya adalah babygearlab dan Lucie's List. Untuk user review, kembali saya juga suka menggunakan situs luar. Bahkan kadang di situs jualan macam Amazon dan Babies 'R Us cukup membantu. Kalau untuk situs lokal, ada beberapa blog mak mak yang cukup membantu dan forum mak-mak semacam The Urban Mama. User review penting karena disitu ada unsur ulasan pengalaman. Bagaimana pengalaman memakai barang itu setelah sekian bulan. Bagaimana keadaan barang setelah dipakai dan mengalami banyak hal. Jadi setidaknya setelah membaca ulasan dari kedua pihak ini, rasanya saya bisa mendapatkan suatu produk yang saya incar dari sudut penjual, pembeli dan third party. So I can conclude the product objectively, isn't it?

6. Best Value

Definisi dari Best Value ini tidak melulu mengenai harga termurah. Maksud Best Value lebih ke you get all you want what your money can buy. Kalau ada barang yang lebih mahal apakah selisih harga dari pembanding cukup sebanding dengan fitur yang kita dapatkan dari produk tersebut. Vice versa, jika barang tersebut lebih murah, apakah selisih harga dari pembanding benar-benar sebanding dengan fitur yang dikurangi. Kembali, definisi dari fitur ini tidak sesempit dari fitur yang ditawarkan oleh barang tersebut. Tapi mencakup poin 1 sampai 5 yang sudah saya jabarkan sebelumnya. Jadi cukup jelaskan kenapa kategori best value saya tempatkan di poin nomor 6? ;)

7. Minor Style Preference

Lucu memang, saya perempuan tapi menaruh kriteria model terakhir. Beberapa poin kriteria model tersebut adalah convertible, aksesoris dan estetika. convertible maksudnya bayinya bisa menghadap ke pendorong atau diganti menjadi menghadap kedepan. Aksesoris maksudnya penyokong dari stroller tersebut, misalnya bumber bar. Estetika meliputi model dan warna.

KESIMPULAN

Mungkin saya ga seperti kebanyakan mak-mak yang lain ya dalam masalah prioritas dan kriteria memilih. Hmmmm. Kalau biasanya banyak yang memilih karena bentuknya yang bagus, sementara saya memasukkan estetika sebagai kategori terakhir. Gapapalah, namanya manusia beda-beda kan. Everybody has their own unique ;).

Saya melakukan riset ini lama juga, pertama kali dari usia kandungan 5.5 bulan dan sekarang sudah memasuki 6.5 bulan. Still counting Insya Allah. Survei internet entah sudah menghabiskan berapa jam, survei lapangan mungkin udah 4-5 kali. Alhamdulillah sudah menghasilkan shortlisted yang awalnya menurut suami belum shorlisted :|. Memang melibatkan suami itu ngaruh banget karena jadi menjadi lebih terarah dalam survei hahahaha. Berikut daftarnya (hampir sesuai prioritas):
  1. Peg Perego Pliko mini
  2. Peg Perego Si
  3. Mamas & Papas Armadillo
  4. Joie GA TAU MODEL YANG MANA HUWAAAA...


SERIUS LOH,, PERASAAN KEMAREN SHORTLISTED TINGGAL 3! Ini kenapa jadi banyak lagi? *dikeplak suami*

Sebenarnya gara-gara pas ngeriset lagi, terus buka toko internasional macam Babies R Us sama Amazon menyatakan Peg Perego Si discontinued. Akhirnya sampai imel ke dealer internasional, terus disuruh imel ke dealer Indo, dan dibalas discontinued disana karena masalah market aja (orang Barat senangnya pake stroller gede), semetara di Asia masih jual karena orang kita senang pake stroller besar menengah. Jadinya ngelirik ke Joie juga. Kemarin sempat ga ngelirik Joie karena kebanyakan dia bundling sama infant carseat. Padahal mah kalau dipikir-pikir infant car seat investasi juga apalagi kalau ketemu yang jual base jadi bisa bikin travel system *sori masih obsesi lagi*. Dan si Joie ini harganya ga gitu mahal, modelnya bagus dan good value juga. AH KAN JADI NGULANG LAGI RISET DARI AWAL HUHU.

Selain itu, ternyata stroller yang beredar di Indonesia mayoritas stroller Eropa. Dan ternyata beberapa merk semacam Chicco, model yang dikeluarkan di Inggris sama Amerika beda loh. Jadi yang keluar di Indonesia praktis Chicco-nya Inggris. Ah gimana nih Indonesia, padahal barang Amerika itu banyak lebih murah loh dari Eropa. Ehehehe. Kan jadi dadah Britax B-agile/B-ready deh.

Perjalanan masih panjang, masih harus memperkecil daftar, survei ulang dan survei toko mana yang paling murah. Untuk detil kelima
shorlisted itu Insya Allah akan segera saya tulis di postingan berikutnya. Awalnya niatnya di dalam satu postingan, tapi penyakit tiap nulis, ternyata yang ditulis bisa beda dan lebih panjang, hehe. 

See you soon in next post!

Komentar

  1. No. 4 kecengan aku neth. Belum survey apa2 padahal, semata2 karna alasan No.2 dan 7. Haha... Btw thanks for sharing. Sehat selalu yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar aksel, langsung aku kasih aja hasil riset no. 4 . Rating bagus dooor. Mayoritas puas. Bahkan banyak yg blg u/ main stroller juga memenuhi kriteria. Ga berat krn 7 kilo koma, cepat di unfold/fold bahkan bs pake 1 tangan dan ga makan tempat di bagasi. Bahkan org luar yg commute pake angkutan umum bawa ginian masih nyaman :D

      Hihi,,, sehat2 juga ya dora sama dedeknya yg tinggal menunggu minggu :3

      Hapus
  2. hii.. mba, jd pake stroller yg mana? Joie yg tipe apa? aku mau nyontek dong. hihi
    ada short list apa aja yg mba pake utk baby? mau intip hihihi
    bermanfaat bgt risetnya nih. maaksih

    BalasHapus
  3. kebetulan banget lagi mau beli stroller bayi, makasih infonya!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?