Langsung ke konten utama

Jetlag = System Default

Jetlag bisa menyebabkan efek buruk. Kenapa?
  • Mengganggu sistem metabolisme tubuh
  • Kecapekan
  • Waktu tidur yang bisa ekstrem, contohnya ada oknum yang tidur dari jam 2 lewat siang ampe 12 lewat malam
  • Kepala benjol.Ada oknum yang baru berjetlag ria namun sudah lantas keluyuran di kampus ampe abis magrib. padahal harusnya paling engga oknum itu tidur siang. jadinya kecapekan dan ngantuk parah. Hal itu berakibat terjeduknya kepala si oknum ke pintu masuk angkot dengan teramat keras sehingga giginya sampai bergetar.
Jetlag juga bisa menyebabkan efek baik. Kenapa?
  • Menahan mengacaunya sistem tubuh. Sebagai contoh ada oknum yang senang ngalong. Karena kengalongan tersebut, saat dibelahan lain dan waktu tidurnya geser, tidak akan terlalu banyak ngaruh.
  • Mengubah gaya tidur ke system default. Sebagai contoh lagi, ada oknum yang sebelum berjetlag ria, pola hidup tidurnya kacau balau. Saat berjetlag di belahan lain, pola tidurnya terset kembali menjadi pola tidur baik. Tidak ngalong, tidak tidur sehabis solat, bangun tidur ga ngantuk. Mana dikasih asupan gizi banyak, menggemuk lah. Niat olah raga ada tapi terbendung gara2 dingin yang tidak bertenggang rasa.
Miris amat ya sepertinya nasib oknum diatas. Kalo gw yang gitu, akan gw manfaatkan baiknya. Semoga pola tidur saiah kembali pas masa jaman baheula ditambah tidak tidur di kelas ataupun makan gurilem plus minum kopi kaleng (*kombinasi macam apa ini??) di kelas demi tidak ngantuk. :D

Komentar

  1. ahaha, paragraf terakhir ituh curahan hati banget kayaknya..^^

    BalasHapus
  2. hahaha,,, betul-betul,memaparkan kanyataan :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Kafe & Kuliner Modern Purwokerto

Banyak, banyak bangeeet! 😝. Entahlah, padahal rasanya tidak sesering itu saya mencari kuliner di luar. Dan dalam waktu sebulan, akhir pekan hanya terbatas 4 kali. Yang sangat saya tidak sangka selama di Purwokerto adalah betapa suburnya pertumbuhan kafe dan restoran modern disini. Mulai dari restoran keluarga, kafe nongkrong, kafe taman, comfort dining, hingga kafe dengan konsep unik. Harga rata-rata relatif lebih murah dibanding Jakarta, tetapi ada juga harga yang menyerupai di Jakarta. Rata-rata kafe banyak tersebar di daerah utara, yakni area Jalan Suharso, Bunyamin. Pokoknya dekat dengan area kampus Unsoed.