Langsung ke konten utama

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Episode 1)

Siapa sih yang ga tau aibon? Sesungguhnya aibon sangat mengasikkan jikalau dihirup sambil mendengar lagu psikadelik. Ternyata sampai sekarang belum ada yang bisa mengalahkan legenda aibon. Langsung pikiran terbang menembus awan-awan di kayangan. Sampai-sampai, rahwana dari negeri khayangan turun menghampiri. Lalu dia bilang, "Mau ikutan dong!". Dan rahwana pun ikut. Dewa langit dan dewa bumi menegur. Kemudian tiba-tiba awan2 menghilang. Gemuruh petir menggelegar, terlihat seperti garis lurus bercahaya yang menyambar. Tapi entah kenapa tiba2 garis itu melengkung,, dan melengkung. Hingga seperti benang kusut. Lalu berubah warna dengan sendiriny, menjadi mejikuhibiniu. Menjadi pelangi yang sangat indah. Ini bukan dunia lagi, tapi alam yang sangat indah. Jauh melampaui yang bisa orang bayangkan. Jauh dari relung pikiran manusia.

hening..hening...hening...

Planet alam dimana2 semua warna menyebar membaur dan biru laut pun ikut bergembira. Bergabung dengan warna pelangi, kemudian laut-laut tersebut beriak seolah-olah melompat kegirangan. Dan terlihat lah siluet sang bapak nelayan yang mencari ikan disore hari. Berharap membawa beberapa ekor ikan untuk dimasak dirumah bersama anak dan isterinya.

hupp,,

Ah..kehidupan..
Dengan jaringnya,,sang nelayan mendapatkan seekor ikan. Memandangi ikan hasil tangkapannya dengan memasang senyum penuh syukur. Kemudian tiba2,,,

eng ing eng,,

ikan tersebut ikut tersenyum dan langsung menguakkan mulutny dengan gigi-gigi ikan yang tajam bak ikan piranha. Kemudian mulut ikan itu terkoyak.

lalu,,,
semuanya menjadi hitam,,
Di tengah kehitaman pekat, tiba-tiba ada suara yang memanggil. Terdapat celah yang memungkinkan cahaya untuk menembusnya. Panggilan apakah itu gerangan?
itu suara anaknya.

ya,,
Ia dapat melihat anaknya melalui lobang yang sangat teramat kecil. Dengan nada penuh harap kepulangan bapaknya, "bapak,, ayo pulang..". Tiba2 lobang itu membesar dan semakin membesar. Semuanya terlihat seperti menyeruak, warna - warna yang sempat hilang tiba-tiba menghambur.

backsound: blue jay way

"please dont be long,,,,"

Tiba2 saja sang ayah sudah berada di rumah. Tentu saja bersama sang anak dan istrinya. Dada terasa bergemuruh, seperti ada sesuatu yang tak tertahankan. auman serigala dan menghentak seperti langit akan runtuh. Bergenuruh seperti suasana dugem. Dan petir pun terlihat bukan seperti biasanya.

ya ampun,,
"itu bukan petir!! itu langit retak!!".
Seperti cangkir yang disiram air panas, retak perlahan. Menimbulkan garis-garis hitam seperti dinding disebuah gedung yang retak karena ada kekuatan maha dashyat di neraka didalam perut bumi yang menekan keatas. Sehingga, retak-retik dimana mana. Dan semuanya,,

BLAMMMMM!!!!


To be continued,,,

Komentar

  1. Net, gimana kalo buat satu paket berupa kotak, isinya :
    1. CD berupa versi audio, backmusic nya lagu2 psikadelik. biar didengerin pake headphone.
    2. Penutup mata, biar lebih afdol
    3. satu wadah aibon
    4. satu bungkus aibon untuk refill kalo2 aibonnya abis
    4. kertas lipat warna-warni,
    5. buku gambar.

    hohoho..: p

    BalasHapus
  2. Setuju!!
    Wuah,,mamat ternyata kreator yang teramat sangat inovatif dan brilian! :D
    junet yakin pasti menjadi platinum deh! :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!