Langsung ke konten utama

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Episode 2)

Menjadi serpihan-serpihan kecil, debu-debu berterbangan, larut dengan udara yang kita hirup. Semuanya menyatu, menjadi satu. Dan alam ini menjadi terkoyak seperti kertas yang disobek-sobek kecil dan dilemparkan begitu saja. Menghambur, lalu hangus terbakar menjadi seperti celacah rokok. Rokok yang terus terbakar sehingga menyisakan hanya abu.
Kemudian, Sang nelayan meraba-raba sekitarnya.

Dziiiiinnnnngggg,,,

Berharap bisa menemukan kesadarannya, sang nelayan terkaget.
"Apa yang terjadi padaku?".
Dengan matanya yang baru terbuka, pikirannya begitu terkecamuk. Sambil mengucek-ucek matanya. Sang nelayan masih gamang, membedakan antara pikirannya dan keadaan nyata. Lulungu.

keluarganya.

Lalu baru ia sadar. Bahwa, dia telah kembali kedunia nyata. Bersama keluarga disekitarnya. Anaknya pun langsung menghambur menuju padanya. Berpelukan. Tiba-tiba pikirannya yang penuh gundah gulana itu telah tergantikan dengan suatu kesejukan. Kehangatan yang tidak tergantikan. Kemesraan dan kehangatan keluarga. Aura sang anak seperti menambal bobroknya pikirannya itu. Membuat sang nelayan tersadar bahwa selama ini ia terjerembab ke alam pikirannya sendiri. Lalu sang anak bertanya,
"Ayah,, kemana saja?"
Sang ayah terdiam. Sejenak kemudian, ia berkata,
"Terima kasih."

Ia menyadari sesuatu bahwa ia tak boleh begini terus. Ia tidak akan membiarkan pikirannya menjadi raja bagi dirinya. Membawa dia meninggalkan dunia nyata. Menuju awang-awang tanpa ujung. Kemudian, setelah sekian lama pada akhirnya, aura keluarganya lah yang membimbing ia meninggalkan kekelamannya. Menyelamatkanya menuju dunia nyata. Meninggalkan alam bawah sadarnya. Hal itu seperti sebuah cahaya yang menghampiri.

Cahaya itu,,

Cahaya itu adalah aura keluarganya

FIN
TAMAT

Tunggu,,tunggu,,jangan buruan merasa puas dulu. Tidak terpikirkah kalian mengenai nasib si pemilik suara asing itu?

Penasaran?
Gundah Gulana?
Nantikan laporan nasib sang manusia di blog berikutnya!

Komentar

  1. Wahai Fira Basuki,, lihat tuh,, saingan baru anda.. hahahaha..

    BalasHapus
  2. haha keren dah "cerpen"nya.
    btw di antara aibon ayam, aibon sapi, dan aibon ikan, yang paling gw suka adalah aibon ikan...

    BalasHapus
  3. berhati2lah!
    Watch Out! Awas anjing galak! (loh,,ini mah ngaco :P)
    akan ada duet yang menggebrak dunia persastraan dengan aliran renaissance psikadelik (apa pulak ini?)
    hahaha,,:P

    BalasHapus
  4. Huahahahaha,,,
    klo gw aibon foto deh!
    (album,red)
    :P

    BalasHapus
  5. wakakaka, jauh :p
    plesetan jaman sekarang udah ga muchsin, net

    BalasHapus
  6. hah??apah??si muchsin bikin plesetan?
    :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!