Langsung ke konten utama

Dialog Mengenai Dunia Psikadelik (Preface)

Sesuai janji saiah!

Dialog yang aneh ini hasil kerjaan dari makhluk yang mengaku-ngaku bernama mamat dan junet. Setelah dikocok, dicincang, direbus,dibumbuin, diasepin, dibuat menjadi kwetiaw, jadilah menjadi hasil tulisan epik[??] yang akan beredar di next blog si matzen ini.

Darimana asal muasalnya pangkal psikadelik itu?
Don't think too far!
Jangan ragu!
Jangan heran!
Semuanya hanya bermula dari lem aibon.

*terdengar suara dari kejauhan sana,,
"Huahh,,,,awalnya dari lem aibon? ngaco lu! Ampe dunia kiamat pun ga bakal ada hubunganna antara lem aibon ama psikadelik!"

Si Matzen ini lantas tidak terima,,ia pun membalas si pemilik suara itu,,
"Ya adalah! lu aja yang dudulz. Pemikiran serba terbelakang. Primitip! Kita liat aja,,klo ternyata ada hubungannya,,lu mesti gegulingan jungkir balik keliling Bandung!"

Lantas,,bagaimana nasib si pemilik suara itu selanjutnya?
Silahkan liat di blog si matzen ini berikutnya!


Komentar

  1. Wahai pemilik suara tersebut,, sadarilah, bahwa itu benar. Percayalah, karena junet sudah paham betul soal aibon. Segala jenis merek aibon sudah dia rasakan.. dari yang original, sampe aibon palsu yang dioplos ama distributor yang tidak bertanggung jawab.. Maka dari itu, Percayalah! Percayalah!

    *buat pengusaha lem aibon, silahkan beriklan di blog ini.

    BalasHapus
  2. *nungguin si mamad gegulingan keliling bandung :D*

    BalasHapus
  3. wah,,salah mba.si mamat malah justru berpartisiSAPI atas nymbungna antara aibon dan psikadelik.hehe:p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?