Langsung ke konten utama

Teraktual! Cara dan Persyaratan Pembuatan Paspor Anak

Saat hendak berpelesir keluar negeri, paspor menjadi suatu dokumen yang amat penting. Peraturan pembuatan paspor ini sendiri entah mengapa selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Katakanlah, dalam kurun waktu 2 tahun saja mengalami perubahan-perubahan signifikan. Sebagai contoh, saya dan anak pertama saya mengajukan permohonan paspor baru (saya pergantian paspor) pada akhir tahun 2017 silam. Pada saat itu sistemnya setengah-setengah. Bisa antri melalui daring dan bisa datang langsung. Pertengahan 2018, suami mengajukan permohonan pembaharuan paspor. Disini sudah mulai sepenuhnya antri melalui daring. Di masa-masa suami saya ini saya mendengar santer kabar betapa penuhnya kuota jika ingin antri paspor. Banyak yang akhirnya mengajukan permohonan paspor di luar kota yang masih terjangkau karena penuhnya kuota di Jabodetabek. Baru-baru ini saya mengajukan permohonan paspor baru untuk anak ke-dua saya juga menganri melalui daring. Alih-alih kuota penuh, kami mendapat rejeki jatah permohonan 2 hari setelah pengajuan. Wow.


Untuk berkas dokumen dan prasyarat pembuatan paspor yang dibutuhkan bisa dicari sendiri di internet. Tinggal ketik di mesin pencari alhasil langsung banyak bermunculan situs terkait. Namun, meski saya sudah membuka berbagai situs, tetap saja di kantor imigrasi terjadi drama ketidak-lengkapan berkas. Kenapa?

Ternyata memang masih selabil itu sistem pengajuan paspor. Itulah alasan saya membuat tulisan ini. Agar tidak terjadi drama ketidaklengkapan berkas kepada orang tua-orang tua lain. Saya mengajukan permohonan paspor pada hari Rabu, 6 November 2019 dan mendapat slot pada hari Jumat, 8 November 2019 pukul 15.31-16.00 di Kantor Imigrasi Tanjung Priuk.

Tahap-Tahap Pembuatan Paspor Anak

1. Pendaftaran Daring

Sekarang semua pendaftaran harus melalui daring. Meski saya mendengar beberapa cerita bahwa ada yang berhasil langsung daftar di tempat (mungkin ada yang pernah juga? Silahkan komen di bawah ya!). Pendaftaran bisa melalui situs ataupun aplikasi. Dahulu aplikasi hanya ada di Android, belakangan ketika saya cek sudah muncul di Apple. Pun, banyak yang mengeluh mengenai masih buruknya kualitas aplikasi perangkat. Saya memilih langsung menggunakan situs.

Situs pun menurut saya juga masih kurang ramah pengguna.

Pembuatan akun

Pertama-tama kita harus membuat akun dahulu. Karena malas berbelit-belit, saya langsung memilih masuk menggunakan akun Google. Tinggal melengkapi sedikit saja, akun pun sudah langsung otomatis terdaftar. Permasalahan pertama muncul saat hendak masuk akun. Selain memasukkan nama akun dan kata sandi, kita harus memasukkan kode Captcha. Anehnya, kode tersebut tidak muncul di layar laptop saya. Meski melakukan permintaan ulang Captcha, tetap tidak muncul. Untung ada opsi masuk melalui akun Google.

Daftar Permohonan

Sesaat setelah masuk, langsung muncul daftar semua Kantor Imigrasi se-Indonesia. Sebelumnya, persiapkan kira-kira cabang mana yang memungkinkan bagi kita mengingat tidak semua cabang tersedia kuota pada waktu yang kita inginkan. Langsung ketuk tombol daftar di bagian samping. Pilih tanggal dengan slot kotak hijau yang artinya tersedia. Antrian paspor dibuka pada hari Jumat untuk antrian seminggu ke depan.

Jika hanya ingin mengajukan permohonan pembuatan/perpanjang paspor anak saja, cukup pilih jumlah pemohon: 1. Pemohon pertama terkunci untuk nama dan tempat/tanggal lahir pemilik akun. meski bukan identitas anak kita yang tercantum, jangan khawatir, antriannya juga berlaku kok untuk anak kita. Tinggal dijelaskan ke petugas nantinya jika dipertanyakan.

Akan muncul keterangan hari dan slot jam permohonan paspor beserta barcodenya pada kolom "Antrian Paspor". Keterangan antrian ini bisa segeran dicetak untuk kelengkapan berkas permohonan.

2. Persiapkan Berkas dan Alat Tulis


Persiapan berkas amatlah penting. Ketidaklengkapan mengakibatkan permohonan akan ditunda atau bahkan ditolak. Cermati daftar dibawah karena ada beberapa poin yang tidak saya temukan di berbagai situs di internet. Berkas yang harus disiapkan adalah:
  • Barcode antrian paspor
  • Kartu Keluarga (asli dan fotokopi A4)
  • Akte anak (asli dan fotokopi A4)
  • Buku nikah (asli dan fotokopi A4)
  • KTP kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
  • Paspor kedua orang tua (asli dan fotokopi A4)
Selain berkas diatas, dianjurkan untuk membawa peralatan tulis untuk mempermudah kita dalam mengisi formulir. Peralatan tambahan yang harus disiapkan:
  • Pulpen
  • Lem kertas
  • Materai 2 buah. 1 buah untuk surat pernyataan anak-orang tua. 1 buah untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua berhalangan hadir.
Tips: Jika merasa ingin membawa suatu kelengkapan tapi tidak yakin diperlukan, bawa saja.

3. Datang lebih Awal

Meski semua berkas dan kelengkapan tambahan sudah siap, alangkah lebih baiknya kalau kita datang lebih awal. Kita tidak pernah tahu drama apa yang akan terjadi. Macet, salah ambil jalan atau bahkan ketentuan berkas yang tidak lengkap. Merasa sudah melengkapi semua berkas, saya dengan santainya berangkat ke kantor imigrasi setengah jam sebelum perjanjian. Malang tidak bisa ditolak, saya salah ambil jalan sehingga harus sedikit memutar, terkena kemacetan bahkan berkas pun kurang lengkap. Saya masih harus mencetak fotokopi paspor saya dan suami di warung fotokopi, padahal tidak ada persyaratan tersebut tertulis di berbagai situs di internet. Untung saja saya memiliki simpanan digital di surel saya. Tidak sampai disitu, saya harus kembali ke warung fotokopi untuk kedua kalinya karena harus membeli 1 materai lagi. Materai kedua yang dibutuhkan untuk surat pernyataan jika salah satu orang tua tidak bisa hadir. Lagi-lagi, tidak ada satupun situs yang saya buka mencantumkan keterangan tersebut.

Datang lebih awal membuat hati lebih tenang dan tidak tergesa-gesa. Walaupun ternyata ada drama, tekanan akan lebih longgar dan kita lebih lapang untuk menyelesaikannya. Saya beruntung saja saat permohonan paspor ini dalam keadaan tidak akan keluar negeri dalam waktu dekat, sehingga tidak ada tekanan batin apabila paspor gagal terproses hari itu juga.

4. Ambil Formulir

Sesampainya di kantor imigrasi, kita bisa menuju loket pengambilan formulir. Petugas akan meminta cetakan antrian paspor serta semua kelengkapan fotokopi. Kita akan diberikan sebuah map, formulir data diri dan formulir pernyataan orang tua. Nyatakan dengan jelas kalau permohonan paspor untuk anak agar diberikan formulir pernyataan orang tua. Selanjutnya formulir bisa diisi. Acap kali kita harus mengantri meja pengisian formulir jika kanim dalam keadaan ramai. Dengan membawa pulpen dan lem kertas sendiri kita bisa mengisi formulir dimana saja tanpa harus mengantri. Setelah formulir diisi, kita bisa melangkah ke jalur pendaftaran.

5. Ikuti Jalur pendaftaran


Jalur pendaftaran terdiri dari sebagai berikut:
  1. Ambil nomor antrian prioritas
  2. Cek kelengkapan. Petugas akan memverikasi fotokopi berkas dengan cara meminta kita untuk menunjukkan dokumen asli. Setelah semua lengkap petugas akan memberikan map untuk diserahkan kepada petugas wawancara dengan antrian prioritas. Kemudian, silahkan duduk menunggu
  3. Wawancara. Normatif, petugas akan menanyakan alasan pembuatan paspor. Disana kita diminta untuk mengisi formulir pernyataan salah satu orang tua berhalangan hadir. Jika kedua orang tua hadir, formulir ini tidak perlu. Kemudian, silahkan duduk menunggu.
  4. Pasfoto. Apabilan anak masih bayi, anak akan dipangku oleh orang tua. Petugas akan membantu mengembangkan kain putih dengan posisi antara badan dan tubuh anak kita untuk menciptakan latar belakang putih. Selesai. Petugas akan memberikan formulir pembayaran.

6. Pembayaran

Harga paspor biasa dan e-paspor dengan 48 lembar adalah 350 ribu dan 650 ribu. Pembayaran bisa dilakukan di puluhan bank baik langsung melalui teller, atm, iBanking maupun mBanking. Simpan struk pembayaran atau cetak bukti jika melalui iBanking dan mBanking. Paspor akan selesai dalam 3-5 hari kerja.

7. Pengambilan

Pengambilan bisa dilakukan di loket pengambilan dengan cara melampirkan:
  • Formulir pembayaran
  • Bukti pembayaran
  • Kartu Keluarga (jika yang mengambil bukan yang bersangkutan)
  • Surat kuasa (jika yang mengambil orang lain yang bukan keluarga)
Meskipun paspor anak dan pastinya bukan anaknya sendiri yang mengambil, petugas tidak meminta KK karena mereka akan mengecek identitas orang tua melalui map berkas yang sudah kita masukan. Namun jika ingin merasa aman, KK bisa dibawa untuk jaga-jaga. Paspor diterima!

Di beberapa kantor imigrasi sudah menyediakan layanan Drive thru. Jadi kita bisa mengajukan permohonan melalui WA untuk mengambil sehari sebelumnya untuk kemudian disiapkan petugas keesokan harinya di loket pengambilan. Jadi, kita bisa mengambil tanpa harus turun layaknya restoran siap saji. Sayangnya, saat saya hendak mengambil di Kanim Tanjung Priuk, layanan WA sedang tidak aktif.

Semoga para orang tua yang hendak membuat paspor anak terbantu dan tidak terjadi drama tidak lengkap seperti saya! 😉


catatan kaki: berbeda kantor imigrasi, bisa berbeda detail teknis permohonan. Tapi secara garis besar sama kok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.