Langsung ke konten utama

GoClean: Penyelamat Setrikaan yang Beranak-pinak

Pekerjaan rumah tangga apa yang paling berat?

Bulan Juli 2019 merupakan salah satu bulan terberat saya untuk urusan domestik alias urusan rumah tangga. Pada saat itu merupakan hari-hari dimana tidak ada asisten rumah tangga, anak mulai masuk sekolah, antar-jemput, dan bayi yang berusia 3 bulan. Sebenarnya saya dahulu punya asisten rumah tangga, tetapi karena satu dan lain hal yang bersangkutan tidak balik setelah lebaran. Kasus klasik. Praktis, semua urusan harus disinergikan, termasuk pontang-panting pagi hari, menyuruh anak makan dan menyusui bayi, Semuanya harus dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu. Sebagai contoh, saat menyusui pagi saya kerap sembari mengomandoi Hasan untuk menyuap makanan ke mulutnya.

Pada awal-awal Hasan masuk sekolah sempat terbersit keirian melihat ibu-ibu yang lain:
  1. Anak sekolah ada yang antar-jemput, atau paling tidak paginya diantar suaminya
  2. Punya ART, jadi tidak usah pusing memikirkan rumah belum dibersihin, belum masak, dan sebagainya
  3. Anaknya jago makan
  4. Ibu-ibu yang tidak punya mesin cuci
  5. Ibu-ibu yang memakai jasa binatu
  6. Ada yang mengurus baju hasil cuci
  7. Tidak punya masalah berapapun tumpukan setrikaan
  8. Setrikaan yang tidak beranak-pinak
Yak betul, pekerjaan rumah tangga yang paling berat, paling banyak memakan waktu jatuh kepada MENYETRIKA. Memasak? Saya bisa dan kerap sekali terasa menyenangkan ketimbang menjadi suatu beban. Cuci piring? Suami saya rajin cuci piring (dan lebih bersih dari saya) kalau dia lagi ada di rumah. Menyapu dan mengepel? Cuma sebentar dan bisa disambi dengan hal lainnya. Bebersih lainnya? Bisa minta tolong Hasan mengerjakan atau tidak mesti tiap hari, sesuai suasana saja. Masih bisa ditolerir kok kalau agak tidak rapi.

Tapi kalau setrikaan?

Problematika Setrikaan

Tidak dikerjaan hari ini, siap-siap saja menumpuk di esok hari. Mau disambi? Sulit karena punya balita rentan bikin anak cidera terkena setrikaan panas. Mengharapkan kerelaan suami? Susah karena suami juga tidak suka menyetrika. Masalahnya tiap hari tidak mungkin kalau tidak menghasilkan baju kotor yang akan berlanjut ke setrikaan baru. Kalau mau problematika setrikaan beres ya cuma satu jawabannya:

Bereskan setrikaan sesegera mungkin. Di jam khusus, di saat anak-anak tidak mengganggu. Seringnya ya jam anak-anak tidur siang atau jam tidur malam. Artinya mengganggu waktu "me-time" dan waktu dengan suami. Harusnya waktu-waktu itu bisa dimanfaatkan untuk membaca, menulis atau mengerjakan pekerjaan praktis terganggu dan nyaris tidak bisa. Sungguh tidak enak rasanya terbelenggu dengan yang namanya setrikaan. Mencoba lebih bertoleransi dengan melipat pakaian tidak bisa seutuhnya. Saya tinggal di apartemen, baju cucian tidak bisa digantung secara maksimal. Otomatis cahaya matahari yang akan mengeringkan pakaian tidak bisa bekerja maksimal. Pakaian jadi lebih kusut dan menuntut untuk disetrika. Yang bisa langsung dilipat hanya baju dalaman dan beberapa baju anak-anak. Dalaman yang cuma dilipat sebenarnya masih agak terlihat kusut, tapi ya sudahlah kan demi kewarasan. Baju anak-anak juga tidak semua yang bisa cuma dilipat. Banyak juga yang bahannya terlihat kusut sehingga harus disetrika.

Binatu atau?

Opsi yang terpikirkan saya pada saat itu ya cuma satu. Jasa binatu. Tapi rasanya sungguh tidak sebanding antara harga dan fakta bahwa kami punya mesin cuci. Dan lagi, dengan adanya anggaran binatu sangat menyita keadaan keuangan kami saat itu. Berhubung kami tinggal di apartemen, biaya binatu disini sangatlah mahal. per-kilo bisa 8 ribu rupiah. Self-service bisa 50 ribu sekali putar. Berbeda sekali dengan saat saya tinggal di Chiang Mai dimana rutin menggunakan jasa binatu. Sekali putar mesin cuci hanya 20-30 Baht (10 ribu - 15 ribu rupiah). Di tempat yang agak mahal yang sudah ada mesin pengeringnya bahkan cuma sekitar 40-60 Baht (20 ribu-30 ribu rupiah). Akhirnya saya memutuskan akan menggunakan jasa binatu hanya saat sehabis lama menginap di luar karena pasti cucian 4 orang akan sangat menumpuk.

Belakangan ini di sebelah gedung apartemen saya menyediakan jasa hanya setrika sebesar 60 ribu per 4 kilo. Setelah saya sadari, harga ini sangat mahal? Mengapa?

Hidayah berupa GoClean

Kak Debora, tetangga apartemen gedung sebelah menyarankan untuk memakai jasa GoClean setrika. Yang bersangkutan juga memiliki problematika serupa, punya mesin cuci, punya anak dua dan sama-sama harus mengurus anak sekolahan. Saya didakwahi bahwa hanya membayar 75 ribu rupiah untuk 2 jam jasa menyetrika saja. Awalnya saya agak ragu karena cuma 2 jam cuma dapat apa sih. Tapi, ternyata Kak Debora sangat puas karena pegawai GoClean yang datang cukup cekatan dan rapi pengerjaannya. Kabarnya, dia pakai GoClean setrika 2 jam relatif selesai loh setrikaan 4 orang seminggu. Bayangkan!

Mengenai GoLife

Tergoda dengan segala bujuk buai, akhirnya saya mencoba untuk memasang aplikasi GoLife. Jujur, ini bukan promosi loh, saya sangat terkesima dengan banyaknya bantuan-bantuan kemudahan hidup yang ditawarkan oleh GoLife. Misalnya kalau kita kebingungan karena alat elektronik semacam kulkas dan AC rusak, tidak usah bingung karena GoLife menyediakan tukang yang bisa dipanggil. Malas mencuci kendaraan mobil atau malas membawanya ke tempat cucian, bisa panggil tukang dari GoLife juga. Bensin sekarat karena lupa isi bensin bisa pakai GoPertamina. Wow.

Pencerahan berupa GoClean

Ternyata saya jadi ketagihan mengeksplorasi jasa GoLife. Oke, balik lagi ke GoClean. GoClean ini juga macam-macam sekali. Kita bisa menggunakan peralatan Go-Clean atau menggunakan peralatan kita pribadi agar lebih hemat. Biaya per-jam dimana semakin banyak jam yang dipesan semakin murah biaya per-jamnya. Selain paket reguler GoClean juga ternyata ada paket spesial seperti pembersihan kamar kos, apartemen dan setrika.

Akhirnya saya mencoba memesan GoClean setrika selama 2 jam seharga 75 ribu rupiah. Oh ya, paket reguler 2 jam sama GoClean setrika harganya sama, jadi kalau setrikaan lagi tidak begitu banyak dan mempertimbangkan untuk pembersihan lainnya seperti kamar mandi dan teras, bisa pesan GoClean reguler.

Tepat sesuai dugaan, saya langsung mendapat notifikasi bahwa petugas sudah menunggu. Saya jemput kebawah karena apartemen saya harus menggunakan akses untuk naik ke lantai atas. Saya mendapat Mbak Yuyun. Kak Debora yang sering menggunakan jasanya merasa puas. Ternyata benar. Mbak Yuyun cepat dan rapi banget kerjanya. Orangnya ramah, meski sedang berbicara dengan kita, tangannya tetap bekerja. Mbak Yuyun ini juga sayang sama anak-anak. Pernah suatu ketika Hasan berbuah kegaduhan yang membuat saya agak meradang, Mbak Yuyun dengan sukarela menanyakan apa ada yang bisa dibantu. Tidak perhitungna pula, pernah pekerjaan setrikaan selesai namun waktu belum habis, Mbak Yuyun suka menawarkan diri pekerjaan apa yang bisa dikerjakan sampai waktu selesai.

Usut punya usut, ternyata manajemen Gojek memiliki standardisasi bagi setiap petugasnya. Dalam artian, semua petugas GoClean ini sebelumnya sudah dilatih terdahulu dan disama-ratakan kemampuannya agar bisa menghadirkan jaminan kepuasan bagi pelanggan. Jadi setiap memesan GoClean, kurang lebih hasil pekerjaan akan sama memuaskannya tanpa memandang petugas siapa yang mengerjakan.

Hal lain yang bikin saya cocok menggunakan jasa GoClean adalah kefleksibelan. Kalau kita menginginkan petugas pembersihan yang datang sesekali saja sesuai dengan kebutuhan, GoClean lah jawabannya. Ada kalanya semua pekerjaan rumah dapat kita tangani sendiri. Ada kalanya pula kita keteteran untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Kewarasan nomor satu. Pekerjaan rumah yang terabaikan mending didelegasikan kepada petugas GoClean saja. Toh, kita bisa mengalokasikan waktu kosong itu baik untuk "me-time" ataupun "quality time" bersama anak. Pilihan ada di tangan kita.

Yang tidak kalah pentingnya mengapa nyaman menggunakan GoClean adalah keamanan. Semua data petugas tersimpan di server GoLife. Semua rekaman tugas juga tersimpan rapi. Kalau ada hal yang tidak diingini kita bisa mengadu ke GoLife untuk dibantu penyelesaiannya. Dilacak keberadaan orangnya.

Berniat memesan GoClean juga? bisa baca Review GoClean disini.

Tingkat kepuasan? 5/5
Akan memesan lagi? Tentu!

Komentar

  1. saya baru tahu ada GoClean yang khusus setrika.
    lumayan juga ya buat yang setrikaannya beranak pinak.

    saya tuh cuma pernah pakai GoLife buat pesen tukang pijet doang... itu pun cuma 2x karena susah dapetnya.
    yang 1 dapet mbak pijet yg mijetnya kurang sip, kali kedua baru dapet mbak pijet yang enakeun. hihhi

    lain kali mau cobain GoLife yang lain ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata tetap selera2an ya traineenya.

      semoga dapat yang nyaman yaa

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Buku Nonfiksi Favorit

Tahun 2019 adalah titik balik saya untuk kembali banyak membaca buku setelah tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya hanya membaca 2-3 buku per-tahun. Miris bukan? Oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan sebagai bentuk apresiasi saya kembali membaca. Daftar buku dibawah juga berdasarkan daftar bacaan saya tahun 2018 yang selengkapnya bisa dilihat di goodreads saya. Kali ini saya akan coba merekomendasikan 5 buku non fiksi, tanpa sesuai urutan favoritnya.
1. Mindset: The New Psychology of Success - Carol S. DweckSuka penasaran tidak kenapa banyak anak kecil yang dianggap sebagai child prodigy kebanyakan hanya mampu mekar pada tempo waktu yang singkat. Biasanya saat mereka sudah dewasa, kiprahnya malah jarang terdengar. Akhirnya saya mengetahui alasannya setelah membaca buku ini.
Carol S. Dweck membagi pola pikir manusia menjadi dua: growth mindset dan fixed mindset. Growth mindset adalah pola pikir yang mendorong kita untuk selalu berkembang. Sementara fixed mindset adalah …

Pusat Perbelanjaan Purwokerto

Bukan orang asli maupun yang punya di keluarga, entah mengapa saya menulis rentetan blog seri Purwokerto ini bagaikan menulis Purwokerto 101 😉. Bagian yang pertama adalah dimana saja sih pusat perbelanjaan? You're living, you need place(s) to shop to fulfil your daily life. Standar, pusat perbelanjaan ada supermarket dan pasar tradisional.

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.