Langsung ke konten utama

5 Pola Hidup Sehat Jiwa dan Raga

Jika kita ditanya soal bagaimana hidup sehat, kebanyakan akan menjawab soal kegiatan dan rutinitas fisik yang harus dilakukan untuk mencapainya. Tapi ternyata hidup sehat tidak melulu soal fisik loh. Sehat meliputi jasmani dan rohani. Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Memang melakukan pola kehidupan secara fisik terlebih dahulu disinyalir sebagai titik awal menuju sehat jiwa dan raga. Berikut beberapa tips dari saya untuk mendapatkan kesehatan.


1. Minimalisir karbohidrat

Sejauh ini, saya belum pernah ikut diet. Tetapi bagi kasus saya, meminimalisir karbohidrat sangat menambah kebugaran saya. Dimulai dari banyak keluarga besar saya yang melakukan diet keto, atau diet non karbo tinggi lemak. Berangkat dari situ, saya mulai mencoba jauh mengurangi karbohidrat. Sebenarnya saya bukan penggemar nasi, jadi bagi saya tidak sulit-sulit amat. Sebelum meniatkan diri mengurangi karbo, sebelumnya ukuran makan karbo saya juga memang sudah sedikit. Pagi makan oatmeal atau roti, siang dan malam tidak makan nasi sama sekali. Kemudian saya memulai dengan malam tidak makan nasi putih sama sekali. Karena merasa biasa saja, saya melanjutkan dengan cara tidak makan nasi saat makan siang. Saya juga tidak suka goreng-gorengan. Setelah melakukan rutinitas makan seperti ini untuk beberapa lama, saya asli tidak bisa makan banyak lagi. Makan nasi saat makan siang atau malam jika hanya pada saat jajan di luar. Itupun kalau bisa memesan menu lauk tanpa nasi. Kalau memesan nasi buat Hasan saya berusaha sebanyak mungkin porsi nasi yang dimakan Hasan dan seminimal mungkin nasi sisa yang saya habiskan. Kalau kebanyakan makan nasi perut rasanya sangat tidak enak dan rasanya seperti dosa.

Efek fisik yang terjadi pada tubuh saya adalah saya menyusut secara drastis. Tentu saja ini dibarengi oleh olahraga rutin. Dari berat saya 74 kg pasca hamil menjadi 63 kg saja. Bahkandiawal hamil kedua badan saya menyusut kembali menjadi 61 kg. Perubahan fisik signifikan yang lain adalah wajah saya yang dahulu dipenuhi jerawat-jerawat kecil semacam komedo yang menyebalkan, sekarang wajah saya bersih, tanpa perawatan wajah berarti. Terlebih apalagi saya sedang hamil sekarang. Jika dibandingkan dengan hamil pertama yang membuat wajah saya tidak karu-karuan padahal sudah dibantu obat muka, sekarang dengan perawatan minimalis saja benar-benar mulus. Efek-efek inilah yang membuat saya sangat nyaman dengan pilihan minimalisir karbohidrat.

2. Berolahraga rutin

Ini harus dan penting. Keadaan tubuh saya yang sekarang tentu tidak akan menjadi jika tidak diiringi dengan olahraga. Memulai olahraga memang sangat berat bagi mayoritas kita tidak terkecuali saya. Apalagi ditambah dengan keadaan saya harus memikirkan mengurus anak. bermula dari saya yang iri dengan kebanyakan orang yang memiliki alat treadmill di rumahnya. Wah enak sekali mereka bisa lari di treadmill tanpa harus meninggalkan anak, pikir saya. Sangat praktis. Kemudian saya berhenti berpikir mencari pembenaran dan alasan. Saya mulai mencari jalan dengan melihat keadaan saya sekarang. Kebetulan saya tinggal di apartemen yang memiliki kolam renang di tiap kolamnya, yang artinya rutin berenang tiap hari bukan hal yang mustahil, jika benar-benar punya niat dan semangat untuk melakukannya.

Berangkat dengan memaksa diri, saya memulai untuk renang. Awalnya sulit, begitu juga dengan badan saya. Tubuh yang entah kapan terakhir berolahraga ini melakukan 3 lapse aja setengah mati. Tapi perasaan yang saya dapatkan meski suah payah adalah perasaan bahagia dan ingin melakukannya terus. Rutinitas renang saya dimulai dengan 2 kali seminggu. Lama kelamaan vitalitas dan daya tahan saya naik. Saya mulai berenang 2 lapse nonstop dengan total 10 lapse hingga 3 lase nonstop dengan total 15 lapse. Memang benar kata kebanyakan orang, dengan berolahraga badan mengeluarkan endorfin melalui kelenjar pituari. Endorfin dilepaskan menambah perasaan bahagia. Dari bahagia, pikiran negatif saya banyak yang berubah menjadi positif.

Kemudian karena saya ketagihan, saya mulai mencari cara bagaimana berenang lebih efektif. Hingga pada banyak web saya menemukan metode olahraga yang terdiri dari pemanasan - inti - pendinginan.
  • Pemanasan disarankan selama 10 menit. Berdasarkan hitungan kasar saya, 10 menit kira-kira setara dengan 5 lapse renang. Jadi 5 lapse nonstop pertama saya lakukan dengan tempo renang yang belum terlalu diforsir.
  • Inti disarankan minimal 15 menit. Berdasarkan hitungan yang sama, kira-kira bisa ditempuh dengan 15 lapse nonstop. Jadi lapse nonstop berikutnya dilakukan dengan tempo renang yang cepat.
  • Pendinginan disarankan 5 menit. Jadi 3 lapse nontstop juga sudah cukup. Lapse nontop terakhir yang digunakan untuk pendinginan dilakukan dengan santai.
Artinya dalam tempo setengah jam saya melakukan total 23 lapse dengan uraian 5 lapse-15 lapse-3 lapse. Dengan melakukan metode seperti ini, saya merasa renang saya lebih maksimal. Untuk pemanasan dan pendinginan berikutnya tidak bertambah, yang saya tingkatkan ada pada saat inti dan tempo. Jika pada awalnya saya hanya nonstop 15 lapse, lama kelamaan saya tambah menjadi 22 lapse sehingga memiliki total 30 lapse. Bahkan dulu saya total 30 lapse itu hanya dalam tempo 35 - 40 menit saja. Saya mulai renang dari 2 kali seminggu hinggal renang 5 kali seminggu yang artinya tiap hari kecuali akhir pekan karena waktunya keluarga.

Kemudian karena banyak hal terjadi hingga pada saat ini saya hamil, saya sempat berhenti renang dan memulai lagi. Sekarang saya mampu renang dengan porsi inti 18 lapse. Tentunya mungkin disesuaikan dan tidak sekencang dahulu temponya. Frekuensi renang saya juga cuma 2 kali seminggu. Semoga segera bisa saya tingkatkan menjadi 3 sampai 4 kali seminggu.

3. Bersyukur dan kurangi sosial media

Sekarang beralih ke kebiasaan dan rutinitas jiwa. Sosial media memang ladang bagi setan untuk merayu kita agar selalu merasa iri kepada kehidupan orang lain dan berubah menjadi rasa tidak bersyukur. Sosial media identik dengan ajang pencitraan. Yang kita lihat kenyataannya belum tentu seperti kenyataannya. Karena banyak yang menampangkan kebahagian, riskan sekali kita membandingkan kehidupan kita dengan pajangan. Maka, bijaklah dan bersosial media. Kurangi membuka hal yang tidak perlu. Jika ingin lebih konkrit, batasi penggunaan sosial media dalam sehari. Bersyukur sangatlah krusial karena merupakan salah satu kunci kedamaian hati dan jiwa. Dengan selalu bersyukur, kita akan merasa selalu cukup terhadap apa yang ada di depan kita, bukan fokus dengan apa yang tidak kita punyai.

4. Khusnuzon

Langkah penting berikutnya adalah selalu berprasangka baik kepada Allah. Hati yang susah akibat musibah sangatlah berat. Dengan sabar sebagai kunci, kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah kalau segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini ya atas kehendak Allah dan merupakan terbaik dari rancangannya. Otak kita tidak mampu memikirkannya disebabkan keterbatasan akal manusia. Jujur bagi saya untuk selalu berprasangka baik adalah hal yang tidak mudah. Kesedihan, kegagalan, nasib tidak baik, semuanya sudah ditentukan. Tanpa harus mematahkan diri, kita harus selalu berusaha dan berpikir positif bahwa hal negatif yang sedang kita alami ini sifatnya tidah permanen. Negatif hanyalah sekarang, semua akan baik-baik saja nantinya.

5. Rutin datang ke kajian agama

Langkah terakhir ini adalah langkah yang banyak orang kelewat. Kalau kita peduli pendidikan dunia kita sampai sarjana, magister dan doktor bahkan, tetapi banyak dari kita yang tidak peduli pada bekal pendidikan akhirat kita dan membiarkan pengetahuan kita hanya selevel anak SD. Padahal dunia ini sementara dan akhirat itu kekal. Dengan rutin datang ke kajian agama, secara rutin juga membersihkan pikran dan hati kita dari segala penyakit-penyakit jiwa yang membuat keresahan terhadap dunia. Datang ke kajian memperbaiki pola pikir dan fokus kita. Melenyapkan segala yang tidak perlu dan mengganti dengan yang perlu.


Komentar

  1. Loveeeee semuanyaaa.. Tapi masih susah ni olahraga rutin apalagi berenang.... Lo masih rajin renang neth? Rekomen baju renang yang ga jiplakkk dongg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuncinya harus maksa emang sih cum. Sekarang mau ditingkatin lagi supaya jadi 3-4 kali dalam seminggu. Gw belum update baju lagi, katanya baju renang yang brandnya salah satu milik teteh itbmh rekomen dan oke. Tapi gw lupa namanya apa

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Baby Gear: Stroller #1 Kriteria

Halooo,,
Wah parah setelah ngecek query,  ternyata udah lama banget ga nulis, terakhir sekitar setengah tahun lalu :o Yah baiklah, untuk kembali mengkatalis tingkat keproduktifan, mari mulai menulis kembali!
Seperti layaknya mak-mak lainnya, teruma first-mom-to-be, udah pasti euforia menunggu kelahiran si lucu-lucu. Hihi. Mulai dari shopping frenzy sampe riset mencari baby gear semacam ini #eaaa. Nah bagian mencari baby gear termasuk bagian favorit saya. Kenapa? Well, emang dari dulu sih hobinya ngeriset barang yang mau dibeli. Bahkan teman perempuan saya kalau mau cari gadget suka nanya saya merekomendasikan barang apa ke mereka. Dan saya dengan senang hati merisetkan barang-barang untuk mereka :D Salah satu hasil riset saya yang paling berhasil adalah Nikon D90. Mid rangecamera yang dari bertahun-tahun lalu gw beli sampe sekarang harga belinya relatif sama dan dinobatkan salah satu kamera paling versatile. Hihi.


Back to topic!