Langsung ke konten utama

2019: Dari Rencana Melahirkan Sampai Buang-buang Uang

Tidak terasa kita sudah di penghujung tahun 2018 ya. Apakah 2018-mu cukup berkesan, atau malah merupakan suatu batu pijakan berarti? Atau malah biasa-biasa saja?

Saya sebenarnya bukan orang yang suka membuat resolusi awal tahun. Ya, saya punya target dan rencana, tapi saya tidak menjadikan tahun sebagai ruang lingkup perencanaan suatu rencana saya. Misalnya, saya ingin tetap aktif dan berdaya, di akhir tahun 2017 saya tidak ada memberi lingkupan 2018 sebagai tahun untuk lebih aktif dan berdaya. Kemajuan tidak diukur dengan tahunan, tapi bisa mingguan atau bulanan. Mungkin jatuhnya target jangka pendek ya. Tidak juga sih, target untuk jangka diatas setahun juga ada. Apa yang ingin saya lakukan dilakukan pada tahun 2019 juga sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tetapi lebih lanjutan dari apa yang sedang terjadi saat ini.

1. Melahirkan anak kedua

Setelah menanti cukup lama, akhirnya saya diizinkan oleh Allah untuk hamil anak kedua. Awalnya kami menginginkan jarak Hasan dan adiknya sekitar 2 tahun, namun Allah belum mengabulkan. Kemudian saya diberi rejeki hamil dengan prediksi Hasan berusia 3 tahun kurang saat adiknya lahir, ternyata saya harus melewati fase keguguran. Setelah hati dan mental hancur berkeping-keping, barulah pada bulan Agustus saya mendapat kabar bahwa saya hamil dan sekarang alhamdulilah sudah memasuki 23 minggu dalam keadaan sehat. Entah obsesif atau bagaimana, kalau ditilik bahwa Hasan baru akan punya adik saat berusia 3.5 tahun sebenarnya agak kecewa, ditambah saya suka kesal dengan cemoohan lingkungan yang mengatakan Hasan jadi kesepian dan berwatak seperti sekarang karena dia masih sendirian. Hei, kami juga ingin punya sesegera mungkin, tapi kalau menurut Allah rejekinya seperti ini, mau bagaimana? Tapi kalau diingat-ingat, mungkin itu cara Allah agar saya bisa produktif dan menggali hal lain. Sebagai contoh, sepanjang tahun 2018 ini, suami saya ditempatkan di RS di luar Jakarta dengan jangka sebulan tiap daerah. Kalau saya tidak keguguran dan melahirkan Juni tahun ini sudah dapat dipastikan saya tidak bisa ikut suami jalan-jalan. Malah jalan-jalan terbaik ada di bulan Juni, Juli dan Oktober karena jadi bisa ke Surabaya, Jogja-Solo dan Chiang Mai. Ditambah rasanya pada kuartal akhir tahun 2018 saya agak merasa lebih produktif dari biasanya karena tiba-tiba banyak kegiatan dan rencana hal yang akan dilakukan.

Setelah apa yang kami lalui, semoga saya dan janin bisa diberi terus kesehatan, kelancaran dan kemudahan sampai saat melahirkan dan setelahnya nanti. Amin!

2. Antar jemput anak sambil bawa bayi

Menjadi introvert dan sering kemana-kemana sendiri, dengan Insya Allah-nya saya ibu beranak dua pada tahun 2019 tidak menyurutkan dan mengkerdilkan saya untuk memiliki banyak aktifitas. Tetap beraktifitas dan tetap melakukan perjalanan keluar kota jika kebetulan suami ada tugas. Saya suka sering memperhatikan tulisan blog-blog keluarga beranak dua yang masih dengan santainya saat berjalan-jalan. Saya dan suami juga orangnya anti repot, jadi semoga menjadi kenyataan kami tetap bisa berpergian tanpa perubahan kerepotan yang berarti.

Kebetulan, Agustus tahun depan Hasan genap berusia 4 tahun, artinya waktunya Hasan masuk TK A. Berpergian berdua hanya dengan Hasan sungguh biasa, tetapi tahun depan Insya Allah berpergian bertiga bahkan sesimpel mengantar Hasan ke Sekolah. Oleh karena itu, saya berniat mendalami babywearing, hal yang sebenarnya saya sedikit menyesal kenapa tidak saya pahami dan pelajari jaman hamil Hasan. Padahal Hasan tipe anak insecure. 6 bulan pertamanya benar-benar tidak bisa lama di stroller dan sering minta digendong termasuk karena susah tidur. Semua saya lakukan menggunakan tangan, kecuali di rumah saya hanya menggunakan jarik metode klasik saat dia tidak mau tidur paska disusuin. Saya jadi berpikir, alangkah lebih mudahnya hidup saya jika sudah mengetahui teknik menggendong pada saat itu. Haha. Karena itu saya sekarang sudah mulai membuka mata soal menggendong. Berjalan-jalan bertiga dan berempat, termasuk antar jemput Hasan mungkin akan lebih simpel dan tidak repot jika adeknya Hasan ada di gendongan saya. Toh yang pasti, Kedua tangan saya jadi lebih bebas kan?

3. Lebih banyak menulis

Ini berkaitan dengan kesibukan saya yang tiba-tiba muncul di kuartal akhir 2018. Agak menyesal karena telat, tetapi lebih baik telat dibanding tidak sama sekali kan?

Semua bermula dari kejengkelan saya melihat banyak akun brand atau influencer di instagram yang banyak salah mempromosikan cara penggunaan carseat yang benar. Berkali-kali saya tegur melalui DM dan terkadang melalui kolom komentar dengan cara yang sopan. Ada yang merespon, ada juga yang mengacuhkan. Saya juga sempat beberapa kali menawarkan diri untuk menulis artikel atau bantu mempromosikan. Yang saya terima? Penolakan atau tidak ada penawaran lebih lanjut :). Akhirnya saya mengetahui penyebabnya. Saya tidak memiliki kekuatan "angka".

Saya adalah seseorang yang idealis, lebih mementingkan kualitas dan melakukannya untuk bersenang-senang ketimbang mengejar "angka". Pekerjaan saya sebelumnya yang sebagai akademisi cukup mengakomodir idealis saya itu. Saya menulis jurnal makalah karena memang saya senang. Bahkan kerap kali saya menulis tanpa harus diminta dosen saya. Saya menulis karena saya senang berpikir. Akibatnya? Saya banyak menulis jurnal dan mempublikasikannya, mendapat banyak koneksi dan banyak rekomendasi tentang saya yang diberikan oleh dosen-dosen dari kampus saya.

Di dunia maya? Mana bisa begitu. Kemudian saya menyadari, meski saya tidak bisa murni berlaku seperti dulu, sepertinya ada celah yang bisa saya gunakan tanpa harus mengorbankan semua faham idealis saya. Saya menyadari, motivasi saya menulis rendah sekali. Kemudian saya berusaha mengatur strategi bagaimana bisa rutin menulis konten yang saya sukai. Strategi pemasaran berikutnya bisa dibuat untuk pemanis.

Saya pun mulai semangat untuk rajin dan rutin menulis, salah satu ikhtiar saya adalah bergabung ke grup #1m1c, atau menulis 1 tulisan dalam 1 minggu dan mengikuti tantangan Blogger Perempuan ini. Saya berharap akan menimbulkan percikan semangat dan suatu pembiasaan dalam menulis.

Selain itu, saya juga mulai meniatkan diri untuk menerbitkan buku di tahun 2019 nanti. Muluk-muluk tidak ya? But it isn't a dream if it's not scared you. Okelah, tidak ada salahnya berharap disamping merancang langkahnya kan?

Saya juga mulai ingin mengasah inggris saya dengan mulai rutin kembali menulis di blog saya yang berbahasa Inggris. Having English eloquent writing is always becoming my dream. Untuk blog berbahasa Indonesia, saya juga akan memperbaiki tata bahasanya dan mulai mengurangi pemakaian istilah Inggris.

4. Keuangan lebih terencana

Setelah memberanikan diri mengikuti latihan cek keuangan keluarga yang diselenggarakan oleh Circle of Young Mom (COYM) di Bursa Efek Indonesia tempo lalu, saya merasa itu adalah keputusan saya yang sangat tepat. Hasilnya benar-benar sangat menohok. Ternyata keuangan keluarga yang dimotori oleh saya ini lebih sering gali lubang tutup lubang, malah sering defisit. Jadi sedih, kemana saja saya selama ini. Saya tahu, setidaknya sampai tahun depan bukan saatnya berandai-andai memiliki keuangan progresif maksimal, setidaknya keuangan aman dan progresif meski sedikit sudah jauh lebih baik. Dimulai dengan kontrol diri dan pembekalan ilmu, saya berharap di tahun 2019 keuangan keluarga akan jauh lebih sehat dari sekarang. Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai tidak tergoda dengan diskon. Saya lebih menerapkan kalau uangnya tidak ada ya tidak usah beli, tidak usah memaksa merasa ada uang. Saya juga mulai berusaha menempatkan prioritas keuangan dengan lebih baik.

5. Lebih banyak buang-buang uang

Loh, kok berbanding terbalik dengan resolusi poin ke-4?

Salah satu yang saya suka iri adalah melihat orang-orang yang kayaknya mudah sekali menginfakkan dan menyedekahkan uangnya. Terlebih jika jumlahnya banyak. Lebih kagum lagi, saya sangat iri dengan orang yang bisa tetap bersedekah padahal dia juga relatif kesulitan keuangan.

Meski saya sudah rutin menyisihkan uang saya untuk yang namanya infak dan sedekah serta tidak kepikiran ketika mengeluarkannya, saya tetap merasa saya kurang maksimal. Seperti kok jarang sekali, kok sedikit sekali. Berhubungan dengan poin ke-4 diatas, semoga saya bisa memanajemen keuangan keluarga dengan maksimal sehingga saya bisa lebih ringan buang-buang uang untuk perkara akhirat. Dunia itu sementara, akhirat itu kekal. Ini lebih penting dan prioritas 😊.

Komentar

  1. Nettt, pake jarikkk? kok keren sihhhhh....

    Mirip-mirip sebenernya keinginannya, pokoknya pengen jadi ibu anak 2 yang anti rempong bisa kemana-mana yaa ama anak.. *tapi kalo gw skrg kok mulai jompo banget ya rasanya*

    Nomor 5, semoga berinfaq 100ribu bisa semudah beli baju diskonan jadi 100 ribu yaaa *note to myself

    BalasHapus
    Balasan
    1. terpaksa atuh cum, itu juga gendongan standar yang kayak kampung kampung lol. Iya amin cum,, self reminder banget ya!

      Hapus

  2. Domino206 dengan Link Hoki Se Asia , Fair Play 100% MUDAH MENANG ! BANJIR KEMENANGAN BESAR !!
    Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Di Situs Kami info Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya Terbaik ^^ Keunggulan :
    - Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar 89.9%
    - Kartu Anda Akan Lebih Bagus
    - Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap 5 Hari
    - Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
    - Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
    - Tidak Ada Batas Untuk Melakukan Withdraw/Penarikan Dana
    - Pelayanan Yang Ramah Dan Memuaskan
    - Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan pemain Di Seluruh Indonesia,
    - Pasti Selalu Ramai Selama 24 Jam Setiap Harinya.
    - Permainan Menyenangkan Dengan Dilayani Oleh CS cantik, Sopan, Dan Ramah.

    Fasilitas BANK yang di sediakan :
    - BCA
    - Mandiri
    - BNI
    - BRI
    - Danamon

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At -DOMINO99VIP(.)net
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : 2BE3D683 / E3EE3B63
    - LINE : DOMINO206
    - SKYPE : domino206

    Link Alternatif :
    DOMNO99VIP. net
    PELANGIDOMINO. INFO
    PELANGIDOMINO. NET

    NB : untuk login android / iphone tidak menggunakan www dan spasi ya boss ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baby Gear: Aprica Karoon Review

Sewaktu masih hamil hasan trimester kedua, saya udah mulai rajin buka tutup review stroller di pelbagai website. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk memilih stroller yang pas. Pertimbangan saya dalam memilih stroller dapat dilihat di artikel saya sebelumnya mengenai kriteria stroller disini. Melihat segala kriteria saya dan budget yang dimiliki, muncul beberapa shortlisted. Namun, ternyata alhamdulillah Hasan mendapat kado stroller dari Datuk Aya. Berhubung dikadoin, saya mah pasrah apa aja. Apalagi lebih mahal dari budget kita hehe. Stroller yang dikasih Aprica Karoon. Seperti ini penampakannya.

Story of Hasan: Icip Kolam Renang Pertama

Selasa minggu lalu, 14 Maret 2016 untuk pertama kalinya Hasan icip-icip kolam renang. Saya tinggal di apartemen yang ada kolam renang di tiap towernya. Tapi baru kali ini setelah Hasan berusia 6.5 bulan ia icip-icip kolam renang. Kemana saja saya selama ini?
Oke.
Jadi sebenarnya niatnya adalah Hasan belajar berenang langsung nyemplung di kolam renang saat usia 6 bulan. Setelah berusaha mencari tempat les renang bayi, akhirnya saya menemukan 2 tempat les renang bayi di Jakarta. Aquatic Baby dan Anak Air. Keduanya dapat menerima bayi minimal berusia 6 bulan. Wah cocok ni pikir saya. Pada saat itu Hasan sudah berusia 5 bulan. Kemudian saya menghubungi Aquatic Baby perihal brosur. Ternyata eh ternyata, berhubung kelasnya terbatas jadi waiting list nya panjang benar. Masa term berikutnya Mei atau Juni, yang mana Hasan sudah berusia 9 atau 10 bulan. Oh iya, Aquatic Baby ini berlokasi di Bintaro. Informasi lebih lanjut mungkin bisa lihat di postingan ini.

Menjadi Istri PPDS: The Beginning

Hari ini, Rabu 25 Juni 2014 adalah hari pertama suami saya menjalankan kehidupan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah sehari sebelumnya briefing resmi baik dari departemen dan senior.



Apa yang berubah?